#4 Contoh Latar Belakang Makalah Kewirausahaan (Yang Baik dan Benar)

Contoh Latar Belakang Makalah Wirausaha

#4 Contoh Latar Belakang Makalah Kewirausahaan ( Yang Baik dan Benar)

Makalahkita – #4 Contoh Latar Belakang Makalah Kewirausahaan (Yang Baik dan Benar) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

Contoh Ke-I

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

CONTOH KE-II

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.

Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

2.Topik Bahasan

  1. Pengertian kewirausahaan
  2. Hakekat kewirausahaan
  3. Ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan
  4. Peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional

3.Tujuan

  1. Dapat memahami pengertian kewirausahaan.
  2. Dapat memahami hakekat kewirausahaan
  3. Dapat memahami ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan.
  4. Dapar ,memahami peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.

CONTOH KE-III

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat per hari demi harinya, kesempatan dan lowongan kerja yang minim, serta pendidikan yang rendah menjadi pemicu setiap orang untuk mendirikan suatu usaha kecil dan menengah. Berwirausaha kini menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan hanya bermodalkan skill dan kemampuan dalam mengelolanya mereka bisa mendapatkan profit yang cukup menjanjikan.

Salah satu usaha pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran ialah menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya. Namun kalangan orang yang berpendidikan cenderung tidak tertarik dengan pekerjaan ini (berwirausaha), minat mereka bekerja di kantoran lebih tinggi. Semakin tinggi pendidikan mereka semakin besar keinginan mereka untuk menduduki kursi kantoran dengan jabatan yang tinggi. Mereka tidak berani mengambil risisko besar seperti berwirausaha. Dalam hal ini berarti mereka bekerja dengan orang lain hanya mengandalkan upah atau gaji.

Namun, apa pendapat mereka para wirausahawan sukses yang menembus pasar nasional dan internasional? Mereka bekerja meniti kariernya sendiri dengan hasil yang menjanjikan dan hanya bermodalkan skill dan kemampuan. Ya, mereka berani mengambil risiko dalam dunia persaingan pasar. Bahkan mereka menggaji bukan memberi gaji jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja di perusahaan milik orang lain.

Semua alasan itulah yang mendorong seseorang untuk melakukan terobosan baru dengan memilih berwirausaha. Namun pada prakteknya tidaklah mudah untuk memulai suatu usaha. Rasa takut akan kegagalan dan kerugian pastinya selalu menghantui para wirausahawan ketika akan memulai usahanya.

Niat dan keberanian dalam mengambil risiko adalah modal utama dalam membuka usaha baru. Namun keberanian tanpa disertai dengan kemampuan berwirausaha seringkali menjerumuskan kedalam situasi kegagalan yang berkepanjangan.

CONTOH KE- 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang Masalah Kewirausahaan

Seperti yang kita ketahui, bahwa Pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat per harinya, kesempatan dan lowongan kerja yang minim, serta pendidikan yang rendah, memotivasi setiap orang untuk mendirikan suatu usaha kecil dan menengah. Berwirausaha. Ya, inlah jalan keluarnya. berwirausaha kini telah menjadi “gaya hidup” di kalangan masyarakat Indonesia. hanya bermodalkan minat, bakat serta kemampuan dalam mengelolanya mereka bisa mendapatkan profit yang cukup menjanjikan.

Salah satu tindakan pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia adalah menciptakan lapangan kerja yang bersifat padat karya. Namun beberapa orang yang berpendidikan tinggi, tidak tertarik untuk menekuni profesi berwirausaha. minat mereka yang ingin bekerja di kantoran lebih tinggi. Karena menurut mereka,Semakin tinggi pendidikan mereka maka, semakin besar pula keinginan mereka untuk menduduki kursi kantoran dengan jabatan yang tinggi. Mereka yang tidak berani untuk mengambil risiko besar seperti berwirausaha.ini berarti mereka hanya ingin bekerja dengan orang lain hanya mengandalkan upah atau gaji. Namun, mereka belum menyadari bahwa semakin berkembangnya zaman, maka persaingan kerja pun semakin besar. Mereka yang berpendidikan tinggi pun belum tentu mampu menduduki jabatan yang tinggi. Buktinya adalah banyak lulusan-lulusan sarjana saat ini, belum mampu menjadi tumpuan ekonomi Negara. Malahan, mereka hanya menjadi pengangguran-pengangguran terdidik. Sebaliknya, lihatlah para orang-orang yang berwirausaha. Mereka yang berwirausaha mampu menjadi pendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi Negara. Hal ini lah yang sedang digencarkan oleh pemerintah. Pemerintah terus mengembangkan pertumbuhan persebaran para wirausahawan.di seluruh daerah-daerah. Mereka melakukan kerjasama, pelatihan-pelatihan, serta bantuan secara moril dan materiil. Sehingga, dengan semakin banyaknya para wirausahawan di Indonesia, maka pertumbuhan ekonomi tetap berjalan. Dan menekan masalah pengangguran di Indonesia.

Sekarang, masalahnya adalah banyaknya para peminat orang-orang yang ingin berwirausaha namun tidak mempunyai modal financial. Padahal sesungguhnya, banyak sekali fakta-fakta kehidupan yang dapat kita lihat bahwa para wirausahawan yang sukses tidak berawal dari kondisi modal financial yang besar. Contohnya adalah anne avantie. Wantia yang lahir di Semarang,20 mei 1954 ini, mampu membuat hasil karya kebayanya dapat digunakan oleh sejumlah selebriti Indonesia hingga sejumlah ratu sejagad(miss universe) yang pernah dating ke Indonesia. Padahal, beliau hanyalah lulusan SMA dan tanpa pendidikan formal di bidang desain. Dan tahukah anda, beliau memulai usaha desain hanya bermodalkan 2 buah mesin jahit di rumah kontrakan. Tahun 2004, beliau mendapatkan penghargaan “Kartini Award” dari Ibu Negara atas kontribusinya dalam mengembangkan industri.

Bahwa sesungguhnya modal keuangan tidak memiliki pengaruh besar dalam berirausaha. Yang dibutuhkan adalah Niat dan keberanian dalam mengambil risiko adalah modal utama dalam berwirausaha..yuuuk… mulai dari sekarang mulai membuka sebuah usaha. Walau pun masih kecil-kecilan, hal ini dapat membantu sahabt-sahabat kita yang masih menganggur. Beranikan diri teman-teman untuk mau membuka bisnis apa saja sesuai kemampuan, bakat dan minat teman-teman. Dan ingat baik-baikl,keberanian tanpa disertai dengan kemampuan berwirausaha seringkali menjerumuskan kedalam situasi kegagalan yang berkepanjangan.

 

Terima kasih telah membaca referensi dan menjadikan makalah ini sebagai acuan. Tentu saja dalam penulisan maupun isi makalah tersebut jauh dari kesempurnaan. Sehingga kawan-kawan bisa mencari refensi lain yang tentu demi menyempurnakan penulisan karya ilmiah.

Sangat banyak sekali dewasa ini yang bisa di jadikan rujukan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Begitu banyak sumber dari mulai media paper maupun media elektronik seperti yang saat ini kawan-kawan baca.

Semoga pemaparan tentang makalah ini bisa menjadikan kita lebih giat lagi dalam mencari ilmu pengetahuan.

Note : #Sukses Dunia dengan Ilmu jalannya. #Sukses Akhirat Ilmu jalannya. #Sukses Dunia Akhirat Ilmu Jalannya.

Teruslah Kejar Ilmu Pengetahuan dan Mimpi-Mimpimu.

Makalah Agama, Hukum, Pendidikan, Olahraga, Ekonomi, Kesehatan, Biologi, Filsafat, Kewarganegaraan, Bahasa, Kimia, Industri, Sains, Filsafat dan Sejarah.