# 7 Contoh Penutup Makalah Yang Baik dan Benar ( Lengkap )

Contoh Penutup Makalah

# 7 Contoh Penutup Makalah Yang Baik dan Benar ( Lengkap )

Makalahkita# 7 Contoh Penutup Makalah Yang Baik dan Benar ( Lengkap ) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Contoh Kesimpulan dan Saran I

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pembahasan tentang Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Pada PT Kumpulan Cotoh Makalah, maka diambil kesimpulan :

1. Dengan adanya system informasi ini, maka pihak Perusahaan dapat lebih muda menyajikan informasi tentang penjualan dan pengadaan barang

2. Mempermudah informasi penjualan dan pengadaan barang pada PT Kumpulan Cotoh Makalah, baik dalam pencarian data, proses pengadaan dan penjualan maupun dalam pembuatan laporan

5.2 Saran

Untuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang sangat bermafaat dan dapat membantu manajemen PT Kumpulan Cotoh Makalah untuk masa yang akan dating, yaitu :

1. Perlunya penambahan peralatan computer dalam penerapannya dengan system yang dijalankan sehingga operasi kerja sangat cepat dan tepat.
2. Untuk mengoptimalkan penggunaan computer, dianjurkan untuk melatih dan membimbing user atau pengawai sebagai operator computer.

Contoh Kesimpulan dan Saran II

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dengan proses pembuatan sistem informasi ini, maka dapat disimpulkan perubahan-perubahan yang terjadi didalam lembaga pendidikan ini yaitu :

  1. =C2=A8 Tidak adanya duplikasi terhadap kode dan nomor bukti yang digunakan.
  2. =C2=A8 Perubahaan terhadap alur dokumen, yang mana setelah perbaikan sistem ternyata lebih cepat, akurat, dan baik karena sudah dilakukan dengan pengelolahan data secara komputer.
  3. =C2=A8 Informasi mengenai daftar pengajar, kemampuannya dan mengenai jadwal, ruang dan lainsebagainya dapat diperoleh lebih cepat dan juga setiap saat.
  4. =C2=A8 Perubahaan juga dijumpai terhadap struktur organisasi, yang mana seharusnya data-data atau informasi laiinya diperoleh dari bawahan atau atasan kini kita secara mandiri dapat memperolehnya dari komputer sendiri.

5.2 Saran

  1. =C2=A8 Perlunya pelatihan diadakan terhadap operator yang akan menggunakan komputer ini.
  2. =C2=A8 Pembuatan terhadap Backup file-file yang penting bagi lembaga sebaiknya dilakukan setiap akhir bulan

Contoh Kesimpulan dan Saran III

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Paradigma baru pendidikan telah mengubah pola pikir guru, dari guru sentris ke siswa sentris dan dari materi apa yang akan diajarkan kepada anak, ke kompetensi apa yang harus dikuasai anak (life skill), serta bagaimana memperkaya pengalaman belajar siswa. Sehingga, guru harus melakukan pembelajaran yang kontekstual.

2. Untuk itu, diperlukan upaya profesional guru untuk menciptakan pembelajaran kontekstual dan efektif. Salah satunya adalah menciptakan alat peraga.

3. Peran alat peraga dalam pembelajaran sangat penting karena dapat menjadikan pembelajaran lebih menarik, dinamis, aktif, kreatif, dan menyenangkan.

4. Dengan alat peraga, diharapkan anak akan mampu belajar menerapkan informasi yang dipelajari dan mampu menentukan suatu pilihan tindakan yang rasional dan proporsional.

B. Saran

1. Salah satu cara untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah dengan membuat alat peraga sederhana yang memberikan keberhasilan luas pada suatu pembelajaran.

2. Untuk implementasinya, maka eksistensi Gugus Sekolah dan manajemennya menjadi pilihan yang strategis bagi pengadaan dan pengembangan alat peraga/media pendidikan.

3. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan makalah di kemudian hari.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari penulisan Sistem Informasi Asuransi adalah sebagai berikut :

a. Sistem informasi asuransi yang ada sekarang sudah cukup baik karena sudah terakses dalam internet.

b. Penyampaian informasi asuransi kepada masyarakat, sebaiknya bukan saja hanya melalui tim marketing, majalah atau internet tetapi dapat diperluas lagi melalui penyuluhan-peyuluhan dalam lingkup yang kecil, ini dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak paham internet.

c. Dalam sistem informasi asuransi yang sudah online di internet hendaknya dapat ditambah gambar-gambar atau bahasa yang menarik masyarakat untuk mengetahuinya.

d. Dengan adanya sistem informasi asuransi berbasis komputer dapat memudahkan masyarakat untuk mencari tahu duniasuransi dengan mudah.

2. Saran

Dalam penulisan tugas rekayasa perangkat lunak ini akan lebih bermakna apabila ada sumbang dan saran untuk perkembangan sistem asuransi sehinggga informasi yang dicari dapat mudah dan cepat diperoleh.

a. Perlu adanya kerjasama dalam masing-masing departemen yang terkait sehingga terjalin hubungan baik yang hamonis diantara masing-masing komponen.

b. Setelah menganalisa sistem informasi asuransi yang saat ini dipakai,maka perlu adanya peninjauan terhadap sistem yang lama.

c. Dengan memperkenalkan sistem informasi asuransi melalui blog akan menambah kemudahan dalam penyampaian informasi kepada masyarakt.

d. Diperlukan pemeliharaan sistem informasi asuransi ini secaya kontiyu dan pengontrolan secara periodik sehingga sistem dapat terjaga dengan baik.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

A. Dari sisi korban faktor utama penyebab utama mereka untuk masuk sebagai imigran ke Indonesia disebabkan oleh faktor Man made disaster atau campur tangan manusia dalam hal ini lebih spesifiknya faktor perang, sosial, politik dan ekonomi sedang dari sisi pelaku penyelundupan imigran People smuggling faktor penyebab adanya penyelundupan imigran adalah faktor ekonomi, atau adanya imingiming berupa keuntungan secara materil atau uang. Selain itu untuk konteks Indonesia yang menjadi faktor khusus penyebab terjadinya tindak kejahatan penyelundupan imigran salah satunya adalah keadaan geografis Indonesia yang luas tetapi kekurangan satuan tugas pengamanan wilayah lndonesia.

B. Untuk Pencegahan Imigran bisa dilakukan dengan melalui upaya premptif, preventif dan represif. Upaya pre-emptif yaitu sosialisasi memperketat arus lalu lintas masuknya orang atau warga negara asing di Indonesia. Preventif sebagai tindak lanjut dari upaya preemptif dengan menghilangkan kesempatan bagi para imigran untuk masuk ke Indonesia bisa dengan pemeriksaan paspor atau
dokumentasi secara ketat. Sedang upaya represif adalah bagaimana penegakan hukum (Law enforcement) terkait dengan pemberian hukuman terhadap pelaku penyelundupan supaya ada efek jera.

2. Saran

A. Pemerintah diharap mengalokasikan dana operasional terhadap upaya penanganan penyelundupan imigran khususnya kepada institusi penegak hukum seperti kepolisian.

B. Secara preventif pemerintah perlu sosialisasi memperketat arus lintas keluar masuknya warga negara asing di Indonesia.

C. Secara represif pemerintah perlu memperkuat regulasi dari segi aturan pemidanaan untuk pelaku penyelundup imigran (Smuggler) supaya memberikan efek jera kepada pelaku penyelundupan imigran.

D. Memperkuat kerjasama bilateral dengan pemerintah Australia sebagai sebuah negara tujuan para Imigran terkhusus mengenai penanganan penyelundupan Imigran.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan, akan disajikan beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut :

1. Hasil analisis tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham khususnya pada perusahaan manufaktur yang tercatat di BEI. Dimana dari hasil pengujian regresi yang telah diuraikan ternyata antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan volume perdagangan saham berpengaruh positif dan signifikan.

2. Sehubungan dengan hipotesis analisis uji parsial yang sebagaimana telah diuraikan ternyata setelah dilakukan uji parsial terbukti ada pengaruh secara signifikan antara tanggung jawab sosial perusahaan
dengan volume perdagangan saham.

2. Saran

Adapun saran-saran dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :

1. Disarankan kepada perusahaan, agar dapat lebih meningkatkan pengungkapan atas tanggungjawab sosial yang diikuti oleh perusahaan, sehingga dengan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan maka akan dapat meningkatkan volume perdagangan saham dimasa yang akan datang.

2. Disarankan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menambah variabel lainnya guna dapat lebih diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume perdagangan saham pada perusahaan.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
 
1. Berdasarkan persamaan regresi yakni locus of control dan dilema etika auditor berpengaruh negatif terhadap pengambilan keputusan, artinya apabila variabel dependen menurun maka variabel independen juga menurun, begitu pula sebaliknya.
2. Berdasarkan locus of control, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap perilaku etis auditor dalam etika profesi. Hasil penelitian mengungkap bahwa auditor yang memiliki internal locus of control cenderung berperilaku lebih etis dalam pengambilan keputusan daripada auditor yang memiliki eksternal locus of control. Hasil pengujian mendukung hipotesis yang diajukan pada awal penelitian. Dari data Hasil Statistik Deskriptif variabel Locus of Control dapat disimpulkan bahwa rata-rata auditor memiliki locus of control internal. Hal ini terbukti bahwa rata-rata jawaban auditor berada diatas mean skor 2,86
3. Berdasarkan dilema etika dari uji yang telah dilakukan dalam penelitian ini, hasil penelitian yakni dilema etika berpengaruh negatif terhadap pengambilan keputusan etis. Nilai t hitung negatif, artinya pengaruh yang terjadi adalah negatif, atau dapat diartikan semakin rendah tingkat dilema etika auditor, maka semakin baik dalam pengambilan keputusan, dilema etika berpengaruh negatif terhadap pengambilan keputusan etis.
2. Saran
Terlepas dari keterbatasan yang dimiliki, hasil penelitian ini diharapkan mempunyai implikasi yang luas untuk penelitian selanjutnya dengan topik serupa. Adapun saran dari hasil penelitian ini untuk penelitian selanjutnya yaitu:
1. Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas area survey, tidak hanya di wilayah Makassar, tetapi seluruh Indonesia, sehingga akan lebih mewakili populasi dalam KAP di seluruh Indonesia. Penelitian selanjutnya juga bisa memperluas obyek penelitian, tidak hanya masalah perilaku dan masalah etika, tetapi juga menyangkut faktor-faktor lain.
2. Untuk penelitian selanjutnya hendaknya lebih memperluas sampel penelitian tidak hanya auditor saja, tetapi dimasukkan juga kelompok sampel lain seperti akuntan pendidik, akuntan manajemen, dan akuntan pemerintahan, sehingga penelitian tentang topik ini akan lebih akurat dan komprehensif.
3. Penelitian yang akan datang sebaiknya juga mempertimbangkan faktor-faktor dalam negeri yang kiranya sangat berbeda dengan dunia barat, untuk kemudian diterapkan atau dikombinasikan dengan instrument yang ada, sehingga akan didapatkan suatu instrument yang sesuai dengan situasi dan kondisi responden yang dampaknya akan diperoleh data atau hasil yang lebih akurat.
 

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*