Contoh Makalah Akad Pinjaman Menurut Islam

Contoh Makalah Akad Pinjaman Menurut Islam

Contoh Makalah Akad Pinjaman Menurut Islam

Makalahkita.com – Contoh Makalah Akad Pinjaman Menurut Islam yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Ajaran Islam mengakui adanya perbedaan pendapatan dan kekayaan antara manusia satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dikarenakan setiap orang memiliki perbedaan keterampilan, inisiatif, usaha dan risiko. Namun perbedaan itu tidak boleh menimbulkan kesenjangan yang terlalu jauh antara yang kaya dan yang miskin karena kesenjangan yang terlalu dalam tidak sesuai dengan syariah Islam yang menekankan bahwa sumber daya bukan saja karunia dari Allah, melainkan sebagai suatu amanah.

Kurangnya program-program efektif untuk meminimalisasi kesenjangan sosial yang terjadi selama ini dapat mengakibatkan kehancuran, bukan persaudaraan yang sesuai dengan ajaran Islam. Distribusi kekayaan dan pendapatan yang merata bukan berarti sama rata, tetapi ajaran Islam mewajibkan setiap individu untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam literatur Ekonomi Syariah, terdapat berbagai macam bentuk transaksi kerjasama usaha, baik yang bersifat komersial maupun sosial, salah satunya yaitu berbentuk qardh. Berdasarkan bahasan diatas, dalam makalah ini akan membahas mengenai unsur-unsur qardh dan aplikasinya dalam perbankan.

2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana teori dan unsur-unsur dalam Qardh?
  2. Bagaimana aplikasi Qardh dalam perbankan?

BAB II

PEMBAHASAN

1.Teori dan Unsur-unsur dalam Qardh

Al-qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan. Dalam literatur fiqih klasik, qardh dikategorikan dalam aqd tathawwui atau akad saling membantu dan bukan transaksi komersial.[1]

Al-qardh digunakan untuk membantu keuangan nasabah secara cepat dan berjangka pendek (short time). Produk ini digunakan untuk membantu usaha kecildan keperluan sosial. Dana qardh yang diberikan kepada nasabah diperoleh dari dana zakat, infak dan shadakah.[2]

Ø  Landasan Hukum Qardh

Di antara dalil yang menjadi dasar disyariatkannya qard ini ialah firman Allah dalam ayat:[3]

Artinya:“Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Allah akan  melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan ia akan memperoleh pahala yang banyak.” (Q.S. al-Hadid [57]: 11)

Menurut Jumhur Ahli Fiqh, tidak boleh memberi persyaratan dalam qard, karena ini merupakan sumbangan dan bantuan murni. Akad qard hanya untuk membantu dan memberikan kemudahan kepada orang yang dalam kesusahan, maka menurut Sabiq, haram bagi yang memberikan bantuan untuk mengambil keuntungan, apalagi mengeksploitasi karena ini digolongkan kepada riba.

Skema pinjaman qardh/qardhul hasan

Ø  Rukun dan Syarat Qardh

Rukun dari akad Qardh atau Qardhul Hasan yang harus dipenuhi dalam transaksi ada beberapa:[4]

  1. Pelaku akad, yaitu muqtaridh (peminjam), pihak yang membutuhkan dana, dan muqrid (pemberi pinjaman), pihak yang memiliki dana.
  2. Objek akad, yaitu qardh (dana).
  3. Tujuan, yaitu iwad atau contervalue berupa pinjaman tanpa imbalan (pinjam Rp.X,- dikembalikan Rp.X,-).
  4. Shighah, yaitu ijab dan qabul.

Syarat dari akad Qardh atau Qardhul Hasan yang harus dipenuhi dalam transaksi, yaitu:

  1. Kerelaan kedua belah pihak.
  2. Dana digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan halal.

Ø  Manfaat Qardh

  1. Memungkinkan nasabah yang sedang dalam kesulitan mendesak untuk mendapat talangan jangka pendek,
  2. Merupakan salah satu ciri pembeda antara bank syariah dan bank konvensional yang di dalamnya terkandung misi sosial,
  3. Adanya misi sosial kemasyarakatan ini akan meningkatkan citra baik dan meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap bank syariah.[5]

2. Aplikasi Qardh Dalam Perbankan

Qardh adalah pinjaman uang. Aplikasi qardh dalam perbankan biasanya dalam empat hal, yaitu:[6]

  1. Sebagai pinjaman talangan haji, di mana nasabah calon haji diberikan pinjaman talangan untuk memenuhi syarat penyetoran biaya perjalanan haji. Nasabah akan melunasinya sebelum keberangkatannya ke haji.
  2. Sebagai pinjaman tunai (cash advanced) dari produk kartu kredit syariah, di mana nasabah diberi keleluasaan untuk menarik uang tunai milik bank melalui ATM. Nasabah akan mengembalikannya sesuai waktu yang ditentukan.
  3. Sebagai pinjaman kepada pengusaha kecil, di mana menurut perhitungan bank akan memberatkan si pengusaha bila diberikan pembiayaan dengan skema jual beli, ijarah, atau bagi hasil.
  4. Sebagai pinjaman kepada pengurus bank, di mana bank menyediakan fasilitas ini untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pengurus bank. Pengurus bank akan mengembalikan dana pinjaman itu secara cicilan melalui pemotongan gajinya.

Ø  Mekanisme Qardh

  1. Bank bertindak sebagai penyedia dana untuk memberikan pinjaman (qardh) kepada nasabah berdasarkan kesepakatan.
  2. Bank dilarang dengan alasan apa pun untuk meminta pengembalian pinjaman melebihi dari jumlah nominal yang sesuai akad.
  3. Bank dilarang untuk membebankan biaya apa pun atas penyaluran pembiayaan atas dasar qardh, kecuali biaya administrasi dalam batas kewajaran.
  4. Pengembalian jumlah pembiayaan atas dasar qardh, harus dilakukan oleh nasabah pada waktu yang telah disepakati.
  5. Dalam hal nasabah digolongkan mampu namun tidak mengembalikan sebagian atau seluruh kewajibannya pada waktu yang telah disepakati, maka bank dapat memberikan sanksi sesuai syariah dalam rangka pembinaan nasabah.[7]

Ø Penerapan Akad Qardh Wal Ijarah Dalam Dana Talangan Haji Di Bank Mandiri Syariah KCP Sungguminasa Gowa.

Bank Syariah Mandiri telah membuka Produk Pembiayaan Talangan Haji sebagai salah satu upaya untuk membantu nasabah yang mengalami kendala dalam perencanaan pelaksanaan ibadah hajinya. Produk pembiayaan ini diperuntukkan guna mempermudah menunaikan ibadah haji yaitu produk dana talangan haji. Produk dana talangan haji adalah pembiayaan dengan menggunakan akad qardh wal ijarah yang diberikan kepada nasabah calon haji dalam rangka untuk mempermudah memperoleh nomor porsi haji.

Penerapan akad qardh sangat cocok diterapkan pada produk pinjaman. Akadqardh yang diterapkan pada produk dana talangan haji yaitu berupa pinjaman dana dari pihak BSM kepada nasabah. Pinjaman tersebut berupa dana talangan haji, namun Bank Mandiri Syariah hanya bisa memberikan talangan haji sebesar Rp.22.500.000,00. Untuk mendapatkan nomor porsi haji, nasabah harusmempunyai saldo direkeningnya sebesar Rp.25.000.000,00. Karena dari pihak BSM hanya bisa memberikan dana talangan sebesar Rp22.500.000,00, maka kekurangannya ditanggung nasabah sendiri hingga terpenuhi sampai Rp.25.000.000,00. Pinjaman dana tersebut digunakan untuk pendaftaran haji melalui on line dengan SISKOHAT(Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) dan mendapatkan nomor porsi haji.

Penerapan akad ijarah juga cocok diterapkan pada produk pembiayaan/pinjaman. Akad ijarah yang diterapkan pada produk dana talangan haji di BSM yaitu berupa upah sewa sistem IT BSM yang tersambung (on line) dengan SISKOHAT yang digunakan untuk melakukan transaksi pendaftaran nasabah calon haji. Pendaftaran melalui SISKOHAT dilakukan setelah saldo nasabah mencapai Rp 25.000.000,00 dan biaya sewa sistem IT tersebut dibebankan kepada nasabah. Jadi dalam produk dana talangan haji di BSM. menggunakan perpaduan akad qardhdengan ijarah, yaitu pinjaman atau talangan dana dari pihak Bank untuk bisa mendaftar haji dengan biaya ujrah atau sewa yang dibebankan kepada nasabah berupa upah sewa sistem IT yang dimiliki BSM.

Dalam pelaksanaannya, pelunasan talangan haji bukan menggunakan angsuran melainkan dengan cara menabung. Untuk menabung nasabah bisa menggunakan tabungan TSM atau tabunga nmabrur dengan mendebet dari saldo rekening tabungan mabrur. Hal ini yang membedakan produk dana talangan haji dengan produk pembiayaan lainnya. Pada produk pembiayaan lain, nasabah diharuskan mengembalikan pinjaman beserta tambahan margin yang telah ditentukan oleh Bank. Sedangkan pada produk dana talangan haji, nasabah hanya mengembalikan dana sebesar pinjamannya tanpa ada tambahan margin melainkan hanya dibebankan biaya ujrah saja.

Untuk jangka waktu pelunasan dana talangan haji, Bank Mandiri Syariah memberikan kelonggaran waktu maksimal sampai 3 tahun. Apabila tahun pertamanasabah belum bisa melunasi, maka nasabah akan mengajukan permohonan perpanjangan waktu untuk tahun kedua dan seterusnya sampai tahun ketiga. Dalam perpanjangan waktu pelunasan tersebut, nasabah dibebani biaya ujrah. Namun, berdasarkan keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Pusat per tanggal 1 April 2013 melarang seluruh bank baik konvensional maupun syariah mengeluarkan produk talangan haji kecuali Bank Syariah Mandiri. Alasan ini diperkuat dengan penjelasan yang menerangkan bahwa produk talangan haji yang diluncurkan oleh Bank Syariah Mandiri sama sekali tidak memberatkan nasabah dikarenakan jangka waktu talangan haji masih lebih pendek dari masa tunggu keberangkatan haji. Jadi, batasan waktu untuk menabung menjadi 1 tahun.[8]

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Al-qardh adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan.

Rukun dari akad Qardh atau Qardhul Hasan yang harus dipenuhi dalam transaksi yaitu muqtaridh (peminjam), objek akad, tujuan, shighah. Sedangkan syarat dari akad Qardh atau Qardhul Hasan yang harus dipenuhi dalam transaksi, yaitu kerelaan kedua belah pihak dan dana digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat dan halal.

Aplikasi qardh dalam perbankan biasanya dalam empat hal, yaitu: a) Pinjaman talangan haji, b) Pinjaman tunai (cash advanced) dari produk kartu kredit syariah, c) Pinjaman kepada pengusaha kecil, dan d) Pinjaman kepada pengurus bank.

DAFTAR PUSTAKA

  • Antonio, Muhammad SyafiI. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.2001.
  • Ascarya. Akad dan Produk Bank Syariah: Konsep Dan Prakteknya Di Beberapa Negara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 2007.
  • Iska, Syukri. Sistem Perbankan Syariah Di Indonesia dalam Perspektif Fikih Ekonomi. Cet. 2. Yogyakarta: Fajar Media Press. 2014.
  • Muhamad. Manajemen Dana Bank Syariah. Cet. 2. Jakarta: Rajawali Press. 2015.
  • Suwiknyo, Dwi. Analisis Laporan Keuangan Perbankan Syariah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010.
  • Budiman, Farid. Karakteristik Akad Pembiayaan Al-Qardh Sebagai Akad Tabarru, Yuridika, Vol. 28, No.3, September-Desember 2013.
  • Fatwa, Nurul dan Rahmawati Muin. Penerapan Akad Al-Qardh Wal Ijarah Pada Produk Talangan Haji Pada Pt.Bank Syariah Mandiri Kcp Sungguminasa Gowa.Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makkassar. Jurnal Iqtisaduna. Volume 1 Nomor 1. Juni 2015.
  • [1] Muhammad SyafiI Antonio, Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik, Gema Insani, Jakarta, 2001, hlm. 131.
  • [2]Dwi Suwiknyo, Analisis Laporan Keuangan Perbankan Syariah, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010, hlm. 37.
  • [3]Syukri Iska, Sistem Perbankan Syariah Di Indonesia dalam Perspektif Fikih Ekonomi, Cet. 2, Fajar Media Press, Yogyakarta, 2014, hlm.177.
  • [4]Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah: Konsep Dan Prakteknya Di Beberapa Negara, PT  RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2007,  hlm. 48.
  • [5]Muhammad SyafiI Antonio, Op. Cit, hlm. 134.
  • [6]Farid Budiman, Karakteristik Akad Pembiayaan Al-Qardh Sebagai Akad Tabarru, Yuridika, Vol. 28, No.3, September-Desember 2013, hlm. 414.
  • [7]Muhamad, Manajemen Dana Bank Syariah, Cet. 2, Rajawali Press, Jakarta, 2015,  hlm. 55.
  • [8]Nurul Fatwa danRahmawati Muin, Penerapan Akad Al-Qardh Wal Ijarah Pada Produk Talangan Haji Pada Pt.Bank Syariah Mandiri Kcp Sungguminasa Gowa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makkassar, Jurnal Iqtisaduna, Volume 1 Nomor 1, Juni 2015, hlm. 65-68.

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Akad Transaksi Menurut Hukum Islam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*