Contoh Makalah Baku dan Tidak Baku Bahasa indonesia

Contoh Makalah Baku dan Tidak Baku Bahasa indonesia

Contoh Makalah Baku dan Tidak Baku Bahasa indonesia

Makalahkita.com – Contoh Makalah Baku dan Tidak Baku Bahasa indonesia yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang Masalah

Istilah bahasa baku telah dikenal oleh masyarakat secara luas. Namun pengenalan istilah tidak menjamin bahwa mereka memahami secara komprehensif konsep dan makna istilah bahasa baku itu. Hal ini terbukti bahwa masih banyak orang atau masyarakat berpendapat bahasa baku sama dengan bahasa yang baik dan benar. Mereka tidak mampu membedakan antara bahasa yang baku dan yang nonbaku.

Slogan “Pergunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar”, tampaknya mudah diucapkan, namun maknanya tidak jelas. Slogan itu hanyalah suatu retorika yang tidak berwujud nyata, sebab masih diartikan bahwa di segala tempat kita harus menggunakan bahasa baku. Demikian juga, masih ada cibiran bahwa bahasa baku itu hanya buatan pemerintah agar bangsa ini dapat diseragamkan dalam bertindak atau berbahasa.

Dalam kondisi yang demikian itu, di dalam bab ini dibahas tentang pengertian bahasa baku dan bahasa nonbaku, pengertian bahasa Indonesia baku, fungsi pemakaian bahasa baku dan bahasa nonbaku. Terakhir, akan dibahas tentang ciri-ciri bahasa baku dan bahasa nonbaku, serta berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Ragam Bahasa itu?
  2. Bagaimana Kaidah-kaidah Bahasa Baku itu?
  3. Bagaimana cara Menyunting Kesalahan Penulisan dan Penggunaan Bahasa Baku pada Tulisan Karya Ilmiah?

3. Tujuannya :

  1. Dapat mengetahui Ragam-ragam Bahasa
  2. Dapat mengetahui Kaidah Bahasa Baku
  3. Mengetahui cara menyunting kesalahan penulisan dan penggunaan bahasa baku pada tulisan karya ilmiah.

BAB II

PEMBAHASAN

1.Pengertian Bahasa Baku dan Tidak Baku

  1. Bahasa Baku

Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan yang disempurnakan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.

Sebaliknya, bahasa tidak baku adalah ragam bahasa yang cara Penggunaan ragam bahasa baku dan tidak baku berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Raga bahasa baku biasanya digunakan dalam situasi resmi, seperti acara seminar, pidato, temu karya ilmiah, dan lain-lain. Adapun ragam bahasa tidak baku umumnya digunakan dalam komunikasi sehari-hari  yang tidak bersifat resmi

  1. Pengeritan Bahasa Tidak Baku

Bahasa nonbaku adalah ragam bahasa yang berkode berbeda dengan kode bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi. Ragam bahasa nonbaku dipakai pada situasi santai dengan keluarga, teman, di pasar, dan tulisan pribadi buku harian. Ragam bahasa nonbaku sama dengan bahasa tutur, yaitu bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari terutama dalam percakapan.

2. Ciri-ciri Bahasa Baku dan Tidak Baku

  1. Ciri Bahasa Baku.
    1. tidak terpengaruh bahasa daerah.
    2. tidak dipengaruhi bahasa asing.
    3. bukan merupakan ragam bahasa percakapan sehari-hari.
    4. pemakaian imbuhannya secara eksplisit.
    5. pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat.
    6. tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
  2. Ciri Bahasa Tidak Baku
    1. walaupun terkesan berbeda dengan bahasa baku, tetapi memiliki arti yang sama.
    2. dapat terpengaruh oleh perkembangan zaman.
    3. dapat terpengaruh oleh bahasa asing.
    4. digunakan pada situasi santai/tidak resmi.

3. Pemakaian Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku dengan Baik dan Benar

Bahasa Indonesia baku dan nonbaku mempunyai kode atau ciri bahasa dan fungsi pemakaian yang berbeda. Kode atau ciri dan fungsi setiap ragam bahasa itu saling berkait. Bahasa Indonesia baku berciri seragam, sedangkan ciri bahasa Indonesia nonbaku beragam. Pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa yang dibakukan atau yang dianggap baku adalah pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar. Dengan demikian, pemakaian bahasa Indonesia baku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal bahasa baku.

Sebaliknya, pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan benar adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti kaidah bahasa atau gramatikal baku, melainkan kaidah gramatikal nonbaku. Pemakaian bahasa Indonesia baku dengan baik adalah pemakaian bahasa Indonesia yang mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa baku. Pemakaian bahasa Indonesia nonbaku dengan baik adalah pemakaian bahasa yang tidak mengikuti atau sesuai dengan fungsi pemakaian bahasa Indonesia nonbaku.

Konsep baik dan benar dalam pemakaian bahasa Indonesia baik baku maupun nonbaku saling mendukung dan saling berkait. Tidaklah logis ada pemakaian bahasa Indonesia yang baik, tetapi tidak benar. Atau tidaklah logis ada pemakaian bahasa yang benar tetapi tidak baik. Oleh karena itu, konsep yang benar adalah pemakaian bahasa yang baik harus juga merupakan pemakaian bahasa yang benar atau sebaliknya.

4. Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku

Kita sering kesulitan menentukan kata yang baku dan kata yang tidak baku. Berikut ini adalah daftar kata-kata baku bahasa Indonesia yang disusun secara alfabetis.

NoKata BakuKata Non Baku
1.Aktifaktip, aktive
2.AlquranAl-Quran, Al-Qur’an, Al Qur’an
3.ApotekApotik
4.AzanAdzan
5.Cabaicabe, cabay
6.DaftarDaptar
7.Doado’a
8.efektifefektip, efektive, epektip, epektif
9.EliteElit
10.e-mailemail, imel
11.FebruariPebruari, February
12.FotoPhoto
13.fotokopifoto copy, photo copy, photo kopi
14.HakikatHakekat
15.Ijazahijasah, izajah
16.IzinIjin
17.JadwalJadual
18.JumatJum’at
19.KarenaKarna
20.KarismatikKharismatik
21.Kreatifkreatip, creative
22.LembapLembab

5. Contoh kalimat baku dan tidak baku

  1. Kalimat Tidak Baku
    1. .Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir.
    2. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
    3. Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselesaikan dengan tuntas.
    4. Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan.
    5. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B.

6. Contoh-contoh Kesalahan Berbahasa

Kesalahan merupakan sisi yang mempunyai cacat pada ujaran atau tulisan sang pelajar. Kesalahan tersebut merupakan bagian-bagian konversasi atau yang menyimpang dari norma baku atau norma terpilih dari performasi bahasa orang dewasa.

Kesalahan berbahasa adalah pengguanan bahasa yang menyimpang dari kaidah bahasa yang berlaku dalam bahasa itu. Penyimpangan kaidah bahasa dapat disebabkan oleh menerapkan kaidah bahasa dan keliru dalam menerapkan kaidah bahasa. Dalam pengajaran bahasa, dikenal dua istilah kesalahan (error) dan kekeliruan (mistake).

Menurut Tarigan (1988: 87), kesalahan berbahasa erat kaitannya dengan pengajaran bahasa, baik pengajaran bahasa pertama maupun pengajaran kedua. Kesalahan berbahasa tersebut mengganggu pencapaian tujuan pengajaran bahasa. Kesalahan berbahasa harus dikurangi bahkan dapat dihapuskan. Kesalahan-kesalahan tersebut sering timbul dan banyak terjadi pada penulisan-penulisan ilmiah.

Contoh 1:  Kesalahan antarbahasa (interlingual errors)

    Dalam Bahasa Inggris

Salah                                                               Benar

  1. I like do it.                                                    I like to do it
  2. Jim doesn’t likes it.                                    Jim doesn’t like it.
  3. I not craying.                                                I am not craying.

    Adapun kesalahan pada contoh satu (1) adalah tidak adanya kata pemisah diantara dua kata kerja, yaitu like dan do yang seharusnya dipisahkan oleh kata to. Pada contoh dua (2) kesalahan terjadi karena kesalahan grammar atau tata bahasanya, yaitu apabila sebuah kalimat itu negatif (ditandai oleh kata doesn’t), maka kata kerja setelahnya (like) tidak boleh ditambahkan oleh akhiran s atau es dan pada contoh tiga (tiga) kesalahan yang terjadi adalah tidak terteranya to be (am)atau kata bantu pada kalimat berpola present continous tense.

    Dalam Bahasa Indonesia

Salah                                                               Benar

  1. Saya suka nonton bola.                                     Saya suka menonton bola.
  2. Presiden resmikan pabrik baru.                    Presiden meresmikan pabrik baru.
  3. Bapak ada rumah.    Bapak ada di rumah.

    Pada contoh satu (1) dan dua (2) kesalahan terjadi karena kata nonton dan resmikan, kehilangan awalan me-, sedangkan pada contoh tiga (3) kesalahan yang terjadi adalah akibat hilangnya atau tidak adanya partikel di- sebelum kata rumah.   

Contoh 2: Kesalahan antarbahasa (interlingual errors)

   adalah kesalahan-kesalahan yang semata-mata mengacu pada kesalahan B2 yang mencerminkan struktur bahasa asli atau bahasa ibu, tanpa menghiraukan proses-proses internal atau kondis-kondisi eksternal yang menimbulkannya. Kesalahan antarbahasa merupakan kesalahan yang sama dalam struktur bagi kalimat atau frasa yang berekuivalen secara semantik dalam bahasa ibu sang pelajar. Kesalahan antarbahasa (interlingual) disebut juga kesalahan interferensi, yakni: kesalahan yang bersumber (akibat) dari pengaruh bahasa pertama (B1) terhadap bahasa kedua (B2).

Contoh:

Salah                                                                     Benar

  1. Dia datang Bandung dari.                               1. Dia datang dari Bandung.
  2. Makanan itu telah dimakan oleh saya.         2. Makanan itu telah saya makan.
  3. Tak apalah, it doesn’t matter.                         3. Tak apalah, itu bukan masalah.
  4. Te‛nang, bu.                                                         4. Tenang, bu.

Pada contoh satu (1) di atas adalah ucapan dari seorang anak Karo yang belajar Bahasa Indonesia untuk mencerminkan susunan atau urutan kata frasa proposisi dalam bahasa Karo (Bandung dari berarti ‘dari Bandung). Pada contoh dua (2) kesalahan terjadi karena tuturan yang digunakan dipengaruhi oleh bahasa Sunda karena kalimat Sundanya adalah “makanan teh atos kuabdi”. Bila tuturan tersebut dituturkan kedalam Bahasa Indonesia, maka seharusnya “makanan itu telah saya makan”. Hal itu didasarkan pada struktur Bahasa Indonesia. Pada contoh tiga (tiga) kesalahan terjadi karena adanya penggunaan unsur bahasa lain (Bahasa Inggris) ke’dalam Bahasa Indonesia yaitu pada frase “ It doesn’t matter” yang memiliki padanan kata “itu bukan masalah” dalam Bahasa Indonesia dan pada contoh empat (4) merupakan contoh tuturan yang diujarkan oleh penutur Batak. Huruf “e” pada kata tenang seharusnya dilafalkan lemah, bukan keras.

Selain dari contoh diatas juga masih banyak lagi contoh-contoh dan jenis-jenis kesalahan berbahasa yang tidak dapat dapat pemakalah sampaikan pada makalah ini.

BAB III

PENUTUP

1.Simpulan

Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan. Dengan bahasa manusia dapat menyampaikan isi pikirannya kepada orang lain. Pada bahasa terdapat dua ragam bahasa, yaitu bahasa baku dan bahasa nonbaku. Bahasa baku merupakan bahasa standar atau pokok yang digunakan oleh masyarakat pada suatu negara. Sedangkan bahasa nonbaku adalah bahasa yang berbeda dengan struktur atau gaya baku, dan biasanya digunakan pada lingkungan atau keadaan  tidak resmi.

Bahasa Indonesia juga memiliki bahasa baku dan nonbaku. Bahasa Indonesia baku pada umumnya sesuai dengan pola SPOK dan biasanya dipelajari di sekolah dan digunakan pada lingkungan dan keadaan yang resmi. Begitupun  dengan bahasa Indonesia nonbaku. Masing-masing bahasa baku dan nonbaku memiliki fungsi dan ciri yang berbeda. Baik itu bahasa Indonesia baku dan nonbaku sebaiknya digunakan dan dipakai dengan benar. 

DAFTAR PUSTAKA

  • Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Cavi. 2007. Linguistik.
  • Keraf, G. 1991. Tatabahasa Indonesia Rujukan Bahasa Indonesia untuk Pendidikan Menengah. Jakarta: Gramedia.           
  • Marmoet. 2010. Bahasa Baku dan Tidak Baku.