Contoh Makalah Biologi Tentang Evolusi Mahluk Hidup

Contoh Makalah Biologi Tentang Evolusi Mahluk Hidup

Contoh Makalah Biologi Tentang Evolusi Mahluk Hidup

MakalahkitaContoh Makalah Biologi Tentang Evolusi Mahluk Hidup yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

Kata pengantar………………………………………………………………………………..i

Daftar isi………………………………………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang Masalah………………………………………………………………..1

1.2         Rumusan masalah………………………………………………………………………2

1.3        Tujuan……………………………………………………………………………………2

1.4        Manfaat………………………………………………………………………………….3

BAB II KAJIAN TEORI

2.1         Pengertian Evolusi………………………………………………………………………4

2.2         Pendapat para ahli mengenai adanya evolusi………………………………………….17

BAB III PENUTUP

Kesimpulan……………………………………………………………………………………20

Daftar pustaka…………………………………………………………………………………21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Teori evolusi terus berkembang, khususnya sejak Edwin Hubble pada tahun 1929 dengan menggunakan efek Dopler menyatakan ide Big Bang, yang terjadi 14 milliar tahun lalu, dan diperkuat oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada 1965 yang secara kebetulan menemukan sinyal microwave di alam semestayang intinya adalah memperkuat teori big bang, sekaligus evolusi.

Masalah penciptaan manusia termasuk salah satu pembahasan kuno yang mungkin telah mendapat perhatian dari sejak manusia itu diciptakan. Dengan menilik kitab-kitab samawi beberapa agama seperti agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Kekunoan pembahasan dapat kita lihat dengan jelas. Makalah iniingin mengupas sebuah pembahasan komparatif Teori penciptaan makhluk hidup menurut para ahli dan para ahli terhadap teori Evolusi tersubut.

Dengan kata lain, perbandingan antara keyakinan para ahli tafsir dan penggetahuan yang diyakini oleh para ilmuan ilmu alam tentag tata cara penciptaan manusia. Akan tetapi,kejelasan tentang masalah ini bergantung pada penjelasan yang benar tentang teori pemikiran ini, dan juga pada pemaparan latar belakang sejarah dan sikap-sikap yang pernah diambil dalam menanggapinya.

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, danseleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketikaperbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mampu menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1.2.1  Bagaimanakah Pengertian Evolusi?

1.2.2  Bagaimana pendapat para ahli pro dan kontra mengenai evolusi?

1.3 Tujuan

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dapat dirumuskan baha tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1.3.1  Untuk mengetahui berbagai teori evolusi dari para ahlitentang penciptaan makhluk hidup.

1.3.2  Untuk mengetahui pendapat para ahli Pro dan Kontra mengenai evolusi.

1.4  Manfaat

1.4.1  Manfaat teoritis, dari segi akademis sebagai saranapembanding bagi dunia ilmu pengetahuan.

1.4.2  Menambah wawasan penulis dan pembaca.

1.4.3 Memberikan informasi tentang teori evolusi dan bantahannya sebagai wawasan dan dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca.

BAB II

KAJIAN TEORI

2.1. Pengertian Evolusi

Teori evolusi sudah dikemukakan sejak zaman Aristoteles dimana teori tersebut berusaha menjelaskan proses evolusi yang meliputi sumber variabilitas, organisasi variasi genetic dalam populasi, diferensiasi populasi, isolasi reproduktif, asal mula spesies dan hibridisasi. Biologi Evolusi ilmu yang lunak yang mempunyai daya prediksi lemah. Teorinya tersusun atas data yang tidak lengkap atau yang belum sempurna dipahami, meskipun ia tergolong ilmu hayat, bahasannya lebih cenderung ke kutup humanika daripada ke kutup eksakta. Teori evolusi sendiri berevolusi sejak zaman Aritoteles melalui Cuvier, lamarck, ke Erasmus Darwin dan Charles Darwin/Alfred Wallace. Tokoh yang paling terkenal adalah Darwin. Darwin banyak terpengaruh oleh Linnaeus dan Malthus. Teori evolusi sendiri lebih banyak dipengaruhi oleh de Vries dan Mendel, Morgan dan Muller, lalu Mayr, Dobhansky. Di jaman Darwin belum ada genetika, paleantropologi dan geokronologi, bahkan ilmu-ilmu lain juga belum berkembang, seperti geologi, paleogeografi, dan embriologi komparatif.

Sekarang evolusi adalah teori sintetis atau teori biologi yang memanfaatkan segala disiplin yang relevan. Seperti paleontology, palaekologi, biostratigrafi, paleogeografi, biologi molekuler, biokimia, biostatistik dan lain sebagainya. Teori evolusi akan mudah dipelajari jika kita memahami prinsip-prinsip dari disiplin ilmu tersebut.

Evolusi adalah suatu perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. Perubahan yang dimaksudkan disini adalah perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup dari yang sederhana menuju struktur dan fungsi yang kompleks dan beragam. Perubahan yang terjadi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu; perubahan progresif dan perubahan retrogresif. Perubahan progresif yaitu perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup dari kondisi sederhana menuju kondisi yang maju atau modern untuk dapat bertahan hidup. Perubahan retrogresif yaitu perubahan struktur dan fungsi yang menuju kepunahan. Kepunahan terjadi tidak hanya karena mundurnya struktur dan fungsi tetapi juga dapat terjadi karena perkembangan struktur dan fungsi yang melebihi proporsinya sehingga makhluk hidup tersebut tidak mampu bertahan hidup.

Perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup sangat tergantung pada struktur DNA dari makhluk hidup tersebut, sehingga pengertian evolusi biologi adalah perubahan frekuensi gena dalam suatu populasi karena faktor-faktor atau mekanisme evolusi. Adapun faktor-faktor evolusi adalah  rekombinasi seksual, mutasi, seleksi alam, arus gen / gen flow, dan genetic drift. Proses evolusi dapat berbeda dalam skala, tempo dan moda. Evolusi juga dapat berlangsung lama untuk hewan besar (makroevolusi), maka yang dapat diekplorasi adalah mikroevolusi pada makhluk hidup dengan umur generasi yang pendek.

Sebagai ilmu historis yang integratif, biologi evolusi masih banyak mempunyai banyak kelemahan, sehingga dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ahli. Pertentangan teori evolusi belum akan berakhir sampai sekarang. Saat ini, di berbagai negara berlangsung upaya kolektif untuk mendorong sekolah-sekolah di sana untuk mengajarkan tidak hanya teori evolusi di kelas-kelas biologi, tapi juga teori alternatifnya, seperti apa yang disebut sebagai teori kreasionisme yaitu teori penciptaan menurut kitap suci. Dalam pandangan pendukung kreasionisme, argumen  Darwin bahwa seluruh mahluk hidup ini berawal dari sebuah sel tunggal yang kemudian berevolusi selama jutaan tahun menjadi beragam spesies dan sub-spesies seperti yang kita kenal sekarang, tidak berdasarkan pada bukti yang tak terbantahkan.

Sebaliknya, mereka percaya – seperti juga yang diyakini Harun Yahya — keragaman spesies ini terjadi karena dengan sengaja dirancang oleh Sang pencipta. Dengan kata lain, sejak awal Tuhan menciptakan, manusia, gajah, monyet, ular dan beragam mahluk lainnya secara unik. Yang satu tidak berhubungan dengan yang lain.

Ini bukan sekadar argumen ideologis. Yang menjadikan kalangan pendukung teori kreasionisme  merasa layak membantah teori Darwin adalah karena, dalam pandangan mereka,  teori-teori evolusi sendiri mengandung banyak kelemahan dan cacat. Teori-teori ini memang berdasarkan pada bukti-bukti kesamaan yang terlihat di antara fosil mahluk hidup dari jutaan tahun lalu dengan, misalnya, mahluk hidup kontemporer. Bagi para pengecam teori evolusi, rangkaian kesamaan itu tidak dengan sendirinya mengindikasikan adanya mata rantai yang berkesinambungan.

Bagi pendukung teori evolusi teori kreasionisme juga bukan tanpa cacat. Jacob (2001) mengatakan bahwa Harun Yahya dengan bukunya Keruntuhan Teori Evolusi dikritik sebagai karangan pamlet yang total menentang teori evolusi. Teori Kreasionisme yang diajukan tidak terperinci dan tidak memberi keterangan alternatif tentang bukti-bukti evolusi menurut teori kreasionisme. Harun Yahya tampak tidak memahami makna survival of  the fittest sebagai bentuk transisi hubungan seleksi alam dan arah evolusi. Ia heran bahwa teori evolusi hanya tambal sulam, padahal seluruh ilmu alamiah adalah ilmu batu bata yang disusun satu persatu.

Jacob (2001) juga menulis bahwa Harun Yahya terlalu takjub oleh beberapa spesies hewan seperti lebah mempunyai kemahiran membuat sarang yang tidak dapat ditiru oleh manusia. Luput dari observasinya bahwa semua makhluk hidup mempunyai keistimewaan masing-masing, yang tidak dapat ditiru oleh makhluk lain. Mahasiswa yang benar-benar ingin mendalami biologi evolusi sebaiknya membaca buku-buku ilmiah dengan sungguh-sungguh dan tidak mudah luntur imannya. Ilmu pengetahuan adalah suatu sistem untuk mengetahui bagaimana alam bekerja dan di belakang itu semua ada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tetap ada meskipun ada yang mengatakan ia tidak ada.

2.2 Teori-teori evolusi

Beberapa teori-teori dari para ilmuwan tentang evolusi adalah sebagai berikut:

  • Teori Fixisme

Diyakini oleh para pemikir pada masa-masa terdahulu. Teori ini meyakini adanya eaneka ragam spesies makhluk yang bersifat independen, artinya manusia berasal dari manusia dan seluruh binatang yang lain juga berasal dari spesies mereka masing-masing.

  • Teori Transformisme

Beranggapan bahwa penciptaan spesies-spesies yang ada sekarang ini berasal dari makhluk dan spesies-spesies yang berbeda. Para ilmuwan berkeyakinan bahwa teori evolusi alam natural paling tidak sesuai dengan masa para filosof Yunani. Sebagai contoh, Heraclitus meyakini bahwa segala sesuatu senantiasa mengalami proses dan evolusi. Jika manusia memiliki bentuk seperti yang dapat kita lihat sekarang ini sejak dari permulaan, niscaya ia tidak akan dapat bertahan hidup.

  • Teori Katastropisme

Merupakan paham tentang keanekaragaman makhluk hidup dihasilkan oleh nenek moyang yang umum, dan muncul atau punahnya makhluk hidup disebabkan oleh bencana alam. Teori ini dikenalkan oleh George Cuvier (1796-1832), seorang ahli Palentologi (ilmu fosil). Alasan Cuvier adalah karena ia mengamati stiap sedimen bebatuan kuno yang ia temukan mengandung beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang berbeda. Karena itu, ia berpikir bahwa sedimen mewakili tiap masa atau waktu evolusi. Tiap sedimen yang mengandung jenis-jenis organisme hidup dan mati karena bencana.Ia berkeyakinan bahwa makhluk hidup muncul selama masa yang beranekaragam dalam tataran geologis. Teori ini dalam ilmu geologi dikenal dengan nama Catastrophisme; yaitu evolusi besar di permukaan bumi. Ia mengingkari jenis hubungan kefamilian antara makhluk hidup yang hidup pada masa kini dengan makhluk hidup yang pernah hidup.

  • Teori Kresionisme

Merupakan teori tentang penciptaan yang terjadi dalam sekali waktu kehidupan sekaligus lengkap, kemudian selesai dan tak ada lagi evolusi atau prubahan. Paham ini dianut berdasar keyakinan agama juga berdasarkan keterangan Aristoteles (hidup pada masa 300 SM). Teori Kreasionisme dianggap tidak valid karena kenyatannya banyak spesies yang hidupnya tidak sekaligus ada pada satu zaman. Misalnya, masa hidup dinosaurus tidak bersamaan dengan masa hidup manusia.

  • Teori Gradualisme

Dikemukakan oleh ahli geologi Swedia bernama James Hutton (1795). Paham tersebut menyatakan bahwa perubahan geologis berlangsung pelan-pelan tetapi pasti. Teori ini tidak mampu dijelaskan dengan mekanisme yang meyakinkan.

  • Teori Uiformitarianisme

Dinyatakan oleh Charles Lyell (1797-1875). Paham ini meyatakan bahwa proses-proses geologis ternyata menuruti pola yang seragam sehingga kecepata dan pengaruh perubahan selalu seimbang dalam kurun waktu. Misalnya, terbentuknya gunung selalu diimbangi dengan erosi gunung. Teori ini tidak dapat menjelaskan kejadian terbentuknya spesies.

  • Teori Lammarck

Pada abad ke-18, sejumlah naturalis (termasuk kakek Darwin, Erasmus Darwin) berpendapat bahwa makhluk hidup berevolusi seiring perubahan lingkungan. Namun, hanya satu pendahulu Charles Darwin yang mengajukan mekanisme bagaimana makhluk hidup berubah seiring waktu: ahli biologi Prancis Jean-Baptiste de Lamarck (1744-1829). Lamarck menerbitkan hipotesisnya pada 1809 tahun ketika Darwin dilahirkan. Dengan membandingkan spesies hidup dan bentuk fosil. Lamarck menemukan sesuatu yang tampaknya merupakan sejumlah garris keturunan. Masing-masing garis keturunan merupakan rangkaian kronologis dari fosil yang lebih tua ke fosil yang lebih muda dan mengarah ke spesies yang masih ada saat ini. Ia menjelaskan temuannya menggunakan dua prinsip. Prinsip pertama adalah digunakan atau dibuang (use ndisuse), gagasan bahwa bagian tubuh yang sering digunakan menjadi lebih besar dan kuat, sementara yang jarang digunakan menjadi lemah. Sebagai contoh, ia menyebutkan jerapah yang meregangkan lehernya untuk mencapai dedaunan dicabang yang tinggi. Prinsip kedua, pewarisan sifat dari karakteristik yang diperoleh (inheritance of aquired characteristic), menyatakan bahwa suatu organisme dapat meneruskan modifikasi-modifikasi karakteristik kepada keturunannya. Lamarck menalar bahwa leher yang panjang dan berotot milik jerapah yang masih hidup saat ini telah dievolusikan selama beberapa generasi seiring rentangan leher jerapah yang semakin tinggi. Lamarck juga mengira bahwa evolusi terjadi karena organisme memiliki dorongan bawaan untuk menjadi lebih kompleks. Darwin menolak gagasan ini, namun ia juga menduga bahwa variasi muncul dalam proses evolusi sebagian melalui pewarisan sifat yang diperoleh. Akan tetapi, pemahaman kita sekarang mengenai genetika menggugurkan mekanisme ini: tidak ada bukti bahwa karakteristik yang diperoleh dapat diwariskan memalui cara yang diajukan oleh Lamarck.

  • Teori Darwin

Darwin menalar bahwa dalam jangka waktu yang amat panjang, penurunan dengan modifikasi pada akhirnya menyebabkan tingginya keanekaragaman makhluk hidup yang kita lihat sekarang ini. Darwin memandang sejarah kehidupan sebagai sebuah pohon, dengan banyak cabang dari batang bersama menuju keujung-ujung ranting termudah. Ujung-ujung ranting tersebut mencerminkan keanekaragaman organisme yang ada saat ini. Setiap percabangan pada pohon mencerminkan nenek moyang dari semua garis evolusi yang kemudian bercabang dari titik tersebut. Spesies yang berkerabat dekat, misalnya gajah Asia dan gajah Afrika, sangat mirip sebab mereka berada pada garis keturunan yang sama sebelum baru-baru ini memisah dari nenek moyang bersama mereka. Dalam upayanya untuk mengklasifikasikan makhluk hidup, Linnaeus menyadari bahwa sejumlah organisme memiliki kemiripan yang lebih banyak daripada organisme lain, namun ia tidak mengaitkan kemiripan tersebut dengan evolusi. Bagaimanapun juga karna ia telah menyadari bahwa keanekaragaman luar biasa dari organisme dapat disusun ke dalam “kelompok dibawah kelompok” (ungkapan Darwin), sistem Linnaeus sangat sesuai dengan hipotesis Darwin. Bagi Darwin, hirarki Linnaean mencerminkan sejarah percabangan dari pohon kehidupan dengan organisme pada tingkat yang berbeda berkerabat melalui penurunan dari nenek moyang bersama.

3. Bukti-Bukti Evolusi

Kecaman dari berbagai pihak tentang teori evolusi, mendorong para pendukung teori evolusi membuktikan kebenaran teori evolusi. Hal-hal yang perlu dibuktikan dalam teori evolusi sebenarnya sudah dibahas dalam buku Drawin ”The Origin of Species by Means Natural Selection”. Upaya untuk mencari bukti sampai sekarang lebih mengarah pada petunjuk adanya evolusi daripada bukti adanya evolusi. Pemaparan bukti evolusi harus dilakukan dengan pendekatan multidisipliner.

Adapun bukti evolusi yang sering dipakai adalah fosil, anatomi komparatif, struktur sisa, embriologi komparatif, biokimia komparatif dan biogeografi.

  • Petunjuk adanya evolusi dari segi palaentologi

Charles Darwin yang menyatakan bahwa fosil adalah bukti perkembangan makhluk hidup masa lampau, yang menujukkan suatu perkembangan yang terus menerus secara evolutif. Perkembangan evolusi kuda sering digunakan sebagai contoh perkembangan makhluk hidup dari segi paleontologik.

Perkembangan kuda dimulai dari apa yang disebut Hyracotherium, termasuk kelompok Eohippus, yang muncul dari Eocene awal di Amerika Utara dan Eropa. Nenek moyang kuda ini hanya sekitar 11 inci, berleher pendek dan mempunyai kaki depan yang berbeda dengan kaki belakang, kaki depan jumlah jari kakinya empat dan kaki belakang jumlah jarinya hanya tiga; jari keempat dan kelima masih ada tapi kecil sekali. Pada oligocene muncul Mesohippus yang lebih besar daripada Eohippus, yakni sekitar 24 inci. Kaki depan dan kaki belakang semua berjari 3. Pada Miocene dijumpai adanya Parahippus dan Merychippus, yang pertama adalah pemakan daun dan yang kemudian adalah pemakan rumput. Baru pada Pleiocene muncul apa yang disebut Pliohippus yang jari sampingnya sudah mereduksi. Pada akhir Pleiocene akhir sudah muncul nenek moyang kuda  yang berjari satu, yang menyebar ke seluruh dunia kecuali Australia.

Kalau diikuti uraian tersebut di atas seakan-akan perkembangan kuda secara evolusi seperti garis lurus. Dalam kenyataannya perkembangan tersebut bercabang-cabang. Sebagai contoh adalah pada Miocene selain terdapat Parahippus dan Merychippus seperti disebut di atas, juga ada Hypohippus, namun kemudian tidak berkembang dan akhirnya punah

  • Petunjuk adanya Evolsi berupa Anatomi Komparatif

Dikenal adanya keadaan yang disebut homologi dan analogi. Homologi adalah adanya fungsi yang berbeda beragai hewan yang bila dianalisa secara cermat ternyata mempunyai bentuk dasar yang sama, sedangkan analogi adalah adanya fungsi yang sama pada beberapa makhluk hidup yang secara anatomik organ yang mengemban fungsi tersebut tidak mempunyai struktur dasar yang sama. Para ahli berpendapat bahwa peristiwa analogi ini adalah merupakan proses perkembangan evolusi konvergen. Suatu peristiwa yang bertolak dari adaptasi anggota makhluk hidup dari beberapa bentuk berbeda namun berada dalam lingkungan yang sama untuk jangka waktu yang sangat lama. Yang biasa dipakai petunjuk evolusi adalah homologi struktur ekstrimitas anterior beberapa hewan vertebrata

  • Petunjuk Evolusi Embriologi Komparatif

Hubungan perkembangan embrio dengan evolusi dinyatakan dalam Ernst Haeckel bahwa ontogeni adalah pilogeni yang dipersingkat. Ia menyebut sebagai teori rekapitulasi atau teori biogenetik. Perkembangan embrio pada hewan vertebrata dijumpai kenyataan bahwa perkembangan embrio dari zigot menujukkan struktur yang sama, namun selanjutnya berkembang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga bentuk dewasanya mejadi sangat berbeda (gambar 3).

  • Petunjuk dari Fisiologi Komparatif

Kemiripan faal tubuh dijumpai pada makhluk hidup mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi meliputi:

  1. –          kemiripan dalam faal respiratoria
  2. –          kemiripan dalam metabolisme
  3. –          proses sintesis protein
  4. –    pembentukkan ATP sebagai molekul berenergi tinggi
  • Petunjuk dari usaha domestifikasi

Hasil perjalanan Darwin menunjukkan bahwa spesiasi dapat terjadi karena upaya domestifikasi oleh manusia, misalnya upaya pemuliaan tanaman maupun hewan.

  1. Petunjuk dari Alat Tubuh yang tersisa

Alat-alat sisa digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi, karena dalam kenyataanya meskipun alat tersebut tidak lagi menunjukkan suatu fungsi nyata tapi tetap dijumpai secara nyata dan jumlahnya boleh dikatakan cukup banyak. Penganut faham evolusi melihat adanya kelemahan dari penganut faham ciptaan khusus, bertolak dari alat-alat tersisa yang tidak lagi ada gunanya itu. Adapun organ-organ sisa antara lain: apendiks, selaput mata sebelah dalam, otot-otot penggerak telinga, tulang ekor, gigi taring yang runcing, geraham ketiga, rambut didada, mammae pada laki-laki, musculus piramidalis dan masih banyak lagi (Gambar 4).

  1. Petunjuk dari struktur DNA dan Protein

Semua organisme hidup tersusun oleh kode genetik (DNA=Dioksiribonukleotid Acid) yang sama. Kode genetik makhluk hidup tersusun oleh gula ribosa, pospat, dan empat basa nitrogen yang saling berkombinasi menghasilkan sifat-sifat fenotif yang berbeda. Kode genetik ini bersifat universal. Melalui proses transkripsi dan tranlasi kode-kode genetik ini diterjemahkan menjadi asam amino-asam amino yang menyusun protein. Secara universal protein seluruh makhluk hidup tersusun oleh kombinasi 20 asam amino (Gambar 5 dan 6).   

2.2  Pendapat para ahli mengenai adanya evolusi

Berikut beberapa pendapat pro kontra teori evolusi.

  1. Lamarck vs Weismann :

Pendapat Lamark pada tahun 1801 mengenai adanya evolusi pada makhluk hidup :

Lamarck percaya bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu organism semasa hidupnya sebagai konsekuensi dari adaptasinya dengan lingkungan tertentu. Bagian-bagian yang digunakan cenderung akan menonjol, sedangkan yang tidak digunakan akan cenderung menghilang (konsep guna-takguna,use-disuse concept). Kemudian perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu organisme semasa hidupnya akan diteruskan pada keturunannya; dengan kata lain, keturunannya mewakili karakteristik dapatan atau karakteristik perolehan (acquired characteristic) tersebut. Ada sebuah konsep yang terintegrasi dengan teori Lamarck, yaitu bahwa ada konsep dorongan tak sadar yang tertanam dalam diriorganisme untuk mengarah pada tingkat kompleksitas yang lebih tinggi, seakan-akan setiap makhluk hidup diberkahhi keinginan untuk mencari kedudukan yang lebih baik dalam hidup.

Kekurangan utama dalam teori Lamarck adalah pandangan bahwa karakteristik perolehan suatu organism akan diwariskan. Dengan pemahaman kita saat ini mengenai kendali pewarisan sifat secara genetis, kita menyadari bahwa hanya perubahan susunan gen yang dapat mengarah pada terjadinya perubahan permanen pada keturunan suatu organism. Akan tetapi, saat Lamarck merumuskan teorinya, hanya sedikit yang telah diketahui mengenai mekanisme genetic.

Teori evolusi Lamarck tidak seharusnya dianggap sebagai sekedar kesalahan konseptual. Lebih tepatnya, teorinya itu seharusnya dipandang sebagai langkah penting dalam perkembangan berkelanjutan kea rah ketepatan yang lebih tinggi dalam deskripsi suatu proses alamiah.

Weismann (biologiawan Jerman 1834-1912) menentang pendapat Lamarck mengenai diturunkannya sifat-sifat yang diperoleh.

Percobaan yang dilakukan Weismann : Dia mengawinkan 2 ekor tikus yang dipotong ekornya ternyata keturunannya tetap berekor panjang. Keadaan ini tetap berlangsung meskipun dilakukan sampai 20 generasi.

  1. Lamarck vs Darwin :

Mereka berbeda pendapat mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang.

Menurut Lamarck : semula jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya.

Teori Lamarck tentang evolusi

  1. Organ tubuh yang sering dipergunakan akan tumbuh sempurna, sedangkan organ tubuh yang jarang/tidak dipergunakan akan menyusut (rudimeter) (Teori Use and Disuse).
  2. Perubahan-perubahan pada makhluk hidup disebabkan oleh perubahan lingkungan. Setiap perubahan yang dialami oleh makhluk hidup akanditurunkan.

Menurut Darwin : dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.

Teori Darwin tentang Evolusi

  1. Mahluk hidup yang ada sekarang berasal dari mahluk hidup dimasa silam dengan mengalami perubahan secara perlahan-lahan.
  2. Proses perubahah dari mahluk hidup dimasa silam (sederhana) menjadi mahluk hidup dimasa sekarang (lebih sempurna) berlangsung secara bertahap dan dalam kurun waktu yang sangat lama.
  3. Setiap mahluk hidup harus berjuang untuk melangsungkan kehidupannya (teori seleksi alam).
  4. Darwin vs Weisman

Sebenarnya Weisman tidaklah menentang teori Darwin tetapi hanya menegaskan bahwa sifat-sifat hasil dari seleksi alam tidaklah dapat di turunkan kepada keturunannya. Menurutnya Evolusi adalah menyangkut maslah bagaimana pewarisan genetika melalui sel-sel kelamin, dengan kata lain evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

Hubungan hal tersebut dengan teori Darwin adalah bahwa jerapah-jerapah leher pendek gennya bersifat resesif. sedangka, jerapah leher panjang bersifat dominan. Jerapah yang ber-gen resesif jumlah nya akan lebih sedikit dari pada jerapah yang berleher panjang dan tidak mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan. oleh karena itu jerapah yang berleher pendek pun punah.

  1. Harun Yahya vs Darwin

Harun yahya kontra terhadap adanya teori evolusi yang menyatakan manusia berasal dari kera. Ia berpendapat bahwa manusia pertama yang terlahir di bumi adalah Nabi Adam a.s.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

            Evolusi adalah suatu perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama. Perubahan yang dimaksudkan disini adalah perubahan struktur dan fungsi makhluk hidup dari yang sederhana menuju struktur dan fungsi yang kompleks dan beragam. Teori-teori evolusi yaitu Teori Fixisme, Katastrophisme, Transformisme, Gradualisme, Kreasionisme, Uiformitanianisme, Lamarck, Darwin. Perbedaan dari teori Lamarck dengan Darwin yaitu Lamarck mengatakan evolusi terjadi Karenaadanya perubahan individu sebagai mekanisme adaptasi terhadap lingkungan, dan perubahan ini diwariskan. Sedangkan Darwin mengatakan evolusi terjadi karena seleksi alam, individu yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya yang mampu bertahan hidup. Adapun bukti-bukti terjadinya evolusi yaitu biogeografi, catatan fosil, anatomi perbandigan, dan embriologi perbandingan. Pandangan baru mengenai evolusi yaitu dari pihak yang tidak setuju dengan pendapat Darwin mengemukakan bahwa mahluk hidup tercipta dengan betuk yang ada seperti saat ini. Ini disebut teori penciptaan dan berkembang menjadi teori-teori yang pada intinya mendukung teori penciptaan (creationism). Salah satu teori penciptaan adalah teori Intelligent Design. Menurut teori ini, semua mahluk hidup dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan secara terencana dan bukannya dengan ketidak sengajaan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Fried, George. 2006. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
  • Gian. 2011. Makalah Biologi.
  • Recee, Campblee dan Mitchell.2002.Biologi.Jakarta:Erlangga.

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Tentang Sharf (Tukar Menukar Uang)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*