Contoh Makalah Energi Shalat Sebagai Terapi Penyakit Jantung

Contoh Makalah Energi Shalat Sebagai Terapi Penyakit Jantung

Contoh Makalah Energi Shalat Sebagai Terapi Penyakit Jantung

MakalahContoh Makalah Energi Shalat Sebagai Terapi Penyakit Jantung yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

      Penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner. Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri karena penumpukan lemak berlebih di lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Hal tersebut dipengaruhi oleh stress (tekanan emosi) dan gaya hidup yang tidak baik, misalnya kurang gerak, kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

       Untuk mengatasi berbagai macam pemicu serangan jantung ini, banyak sekali caranya, salah satunya dengan menjalankan shalat. Walaupun tujuan utama kita menjalankan shalat bukan untuk menghindari terjadinya serangan penyakit jantung, namun dibalik ibadah shalat banyak manfaat positif yang dapat menyehatkan jantung kita. Sebagai contoh, menghindarkan kita dari stress pemicu munculnya serangan jantung. Demikian pula dengan gerakan shalat, doa dan bacaan shalat  yang ternyata di dalamnya mengandung terapi untuk mencegah sekaligus menyembuhkan penyakit jantung.  

2. Rumusan Masalah

Dalam karya tulis ini akan dibahas seputar gerakan-gerakan dalam shalat yang menyehatkan jantung, bacaan dan doa shalat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, manfaat shalat berjamaah bagi penderita penyakit jantung, dan penjelasan shalat sebagai peredam stress penyebab penyakit jantung.

3. Tujuan

Tujuan karya tulis ini adalah

  1. Untuk mengetahui gerakan-gerakan dalam shalat yang menyehatkan jantung
  2. Untuk mengetahui bacaan dan doa shalat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung
  3. Untuk mengetahui manfaat shalat berjamaah bagi penderita penyakit jantung
  4. Untuk mengetahui penjelasan shalat sebagai peredam stress penyebab sakit jantung

4. Manfaat

Adapun manfaat penyusunan karya tulis ini adalah

  1. Pembaca dapat mengetahui gerakan-gerakan dalam shalat yang menyehatkan jantung
  2. Pembaca dapat mengetahui bacaan dan doa shalat yang bermanfaat bagi kesehatan jantung
  3. Pembaca dapat mengetahui manfaat shalat berjamaah bagi penderita penyakit jantung
  4. Pembaca dapat mengetahui penjelasan shalat sebagai peredam stress penyebab sakit jantung

5. Metode Penulisan

Karya tulis ini disusun dengan metode studi pustaka dan wawancara. Penyusunan dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan energy shalat sebagai terapi penyakit jantung. Pengumpulan dilakukan dari sumber buku cetak dan internet kemudian dipilih dan dilakukan perubahan seperlunya serta melakukanan wawancara dengan narasumber.

BAB II

GERAKAN-GERAKAN DALAM SHALAT YANG MENYEHATKAN JANTUNG

1.Shalat; Ibadah yang Mengandung Banyak Gerak

           Allah SWT berfirman:     Apabila dibandingkan dengan ibadah yang lain, shalat mengandung banyak gerakan. Bahkan , gerakan-gerakannyapun cukup bervariasi; mulai dari takbir, berdiri, ruku’,sujud, dudukdiantara dua sujud, duduk akhir (tahiat), sampai mengucapkan salam. Dari situ, jelaslah bahwa shalat merupakan salah satu ibadah yang mengandung banyak gerak secara fisik.

Ibadah yang mengandung banyak gerakan secara fisik tentu saja banyak manfaat positifnya. Salah satunya adalah dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Paffenharger pada 1970 diketahui bahwa ternyata para pekerja pelabuhan di San Fransisco –yang sedikit menggunakan fisiknya– memiliki risiko menderita penyakit jantung 60% lebih besar dari pada pekerja lain yang banyak menggunakan fisik dalam pekerjaannya.

Karena itu, apabila kita melakukan pekerjaan dengan sedikit gerak dalam kehidupan sehari-hari maka gerakan-gerakan shalat yang kita lakukan akan terasa begitu nikmat.

2. Berdiri dalam Shalat Membuat Jantung Sehat

Bagi orang yang sehat, maka ia harus menjalankan shalat dengan posisi berdiri tegak. Adapun efek dari dari posisi ini adalah bisa memperpanjang konsentrasi, menyebabkan pengenduran kaki dan punggung, menimbulkan perasaan rendah hati, kesederhanaan, dan keshalihan.

Moh Sholeh dalam bukunya Pelatihan Shalat Tahajjud; Solusi Praktis Menyembuhkan Berbagai Penyakit (2008), menyebutkan bahwa ketika berdiri dalam shalat, energy yang dibutuhkan sebagian besar diambil dari lemak dan daging yang ada di pantat dan tungkai bawah. Jika posisi ini dikerjakan secara berulang dan sempurna, dapat menghilangkan timbunan lemak atau daging. Dengan berkurangnya lemak dalam jaringan, dapat mengakibatkan kadar lemak dalam peredaran darah menjadi rendah sehingga kita terhindar dari penyakit penyempitan pembuluh darah dan penyakit jantung koroner.

BAB III

BACAAN DAN DOA SHALAT YANG BERMANFAAT BAGI KESEHATAN JANTUNG

1.Ucapan Allahu Akbar dan Kaitannya dengan Jantung

Ketika kita memulai menjalankan shalat, maka kita mengucapkan Allahu Akbar. Begitu pula tatkala melakukan gerakan hendak ruku’, sujud , duduk diantara dua sujud, berdiri lagi, dan tahiat. Kata Allah yang dilantunkan berkali-kali dalam shalat, selain bernilai ibadah ternyata juga memiliki nilai positif dari sudut pandang kesehatan.

Prof. Vander menerangkan hasil penelitiannya bahwa pengucapan huruf pertama dalam Allah, yaitu “a”, dapat melancarkan saluran pernafasan (aspiratory system) dan mengontrol pernafasan (controls breathing). Pengucapan huruf konsonan “l” dengan lidah menyentuh bagian atas rahang dapat memberikan efek rileks. Dan mengucapkan huruf “h” pada kata Allah dapat menghubungkan anatar paru-paru dan jantung sehingga dapat mengontrol system denyut jantung (heart beat). Subhanallah, kata “Allah” yang kita ucapkan dalam shalat sangat besar sekali manfaatnya bagi kesehatan kita secara menyeluruh.

2. Sholat Mengandung Aspek Doa yang Menyehatkan

Shalat adalah suatu ibadah yang terdiri atas perkataan-perkataan dan sejumlah gerakan tertentu yang diawali dengan Takbiratul Ihram dan diakhiri dengan salam.

Adapun bacaan atau doa yang diucapkan dalam shalat yang berisi permohonan agar kita selalu diberi kesehatan, salah satunya adalah doa ketika duduk diantara dua sujud.

Menurut pakar tafsir Al-Qur’an, Muhammad Quraish Shihab, shalat berintikan doa, bahkan itulah harfiahnya.

3. Doa Membantu Penyembuhan Penyakit Jantung

         Doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit atau kesuliatan-kesuliatan duniawi lainnya. Seseorang yang memiliki iman sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Suatu survey yang dilakuakn selama 26 tahun di Israel dengan melibatkan 10000 orang sebagai subjek penelitian, menyimpulkan kemungkinan bagi mereka yang rajin berdoa  ketika menuju kematian karena menderita gangguan jantung jauh lebih kecil disbanding yang tidak rajin berdoa. Menurut para peneliti itu, berdoa memang terbukti mampu meredakan irama napas serta menurunkan detak jantung dan tekanan darah.   

BAB IV

MANFAAT SHALAT BERJAMAAH BAGI PENDERITA PENYAKIT JANTUNG

1.Shalat Berjamaah sebagai Dukungan Sosial dan Pengaruhnya bagi Jantung

Bagi penderita penyakit jantung , ia semakin  bertambah penyakitnya apabila mengalami stress. Sedangkan diantara penyebab munculnya stress adalah karena seseorang hidup dalam kesepian sehingga tidak mendapatkan dukungan social. Menjalankan shalat berjamaah sangat bermanfaat bagi penderita jantung koroner. Dengan menjalankan shalat berjamaah, penderita akan mendapat semacam dukungan social dari orang lain.

Para peneliti juga telah mempelajari hubungan antara dukungan social dengan kemungkinan orang menderita penyakit dan kecepatan untuk sembuh. Lynch(1977) menggambarkan seorang pasien penyakit jantung yang terbaring terus, sebatang kara, tidak ada teman atau sanak saudara yang menjenguk, jantungnya berdetak tak teratur. Sampai suatu hari, seorang perawat menyentuhnya. Ternyata kemudian detak jantung si pasien berlangsur normal. Pengaruh dari kontak dengan seseorang yang memiliki kepedulian untuk memahami sesuatu terkadang membantu kesembuhan pasien.

Jelaslah bahwa kebersamaan dan rasa diperhatikan orang lain sangat bermanfaat bagi penyembuhan penyakit. Karenanya, membiasakan shalat berjamaah di masjid sangat penting untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa diperhatikan atau dukungan social.

2. Terapi Memaafkan dalam Shalat Berjamaah dan Manfaatnya bagi Jantung

Usai shalat berjamaah, kita mempunyai kebiasaan untuk bersalaman dengan jamaah yang lain. Tentu saja, saat-saat seperti itu sulit didapatkan dalam waktu lain apabila kita tidak terbiasa shalat berjamaah di masjid.

Bagi penderita jantung , saling memaafkan sangat bermanfaat. Bukan saja dari segi agama yang bernilai ibadah, namun dari segi kesehatan pun menjadi terapi untuk mempercepat pemulihan kesehatan penyakit jantung yang sedang dideritanya.

Kita tahu bahwa banyak factor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Permusuhan dan dendam termasuk perilaku yang tidak baik bagi jantung. Sebuah penelitian dari Kathi Heffner, asisten professor psikiatri  di The Rochester Center for Mind-Body Research, Universitas Rochester Medical Center, New York, menunjukan bahwa permusuhan  mungkin menjadi peramal terbaik terhadap penyakit jantung daripada hal lain, seperti tekanan darah tinggi dan kegemukan.

Oleh karena itu, jelaslah bahwa kebiasaan shalat berjamaah sangat baik untuk mengurangi permusuhan dan dendam sebagai penyebab penyakit jantung.

BAB V

SHALAT SEBAGAI PEREDAM STRES PENYEBAB PENYAKIT JANTUNG

Stres adalah reaksi nonspesifik manusia terhadap rangsangan atau tekanan. Stres normal sebenarnya merupakan reaksi alamiah yang mendorong kemampuan seseorang untuk mengatasi kesulitan. Jika stress terlampau besar maka akan timbul gejala, seperti sakit kepala, gampang marah, tidak bisa tidur, dan lain sebagainya.Ketegangan jiwa tersebut akan merangsang kelenjar anak ginjal (corfex) untuk melepaskan hormone adrenalin dan memacu denyut jantung lebih cepat dan kuat sehingga tekanan darah menjadi naik. Jika stress berlangsung cukup lama, tubuh akan mengadakan penyesuaian sehingga timbul perubahan patologis yang dapat berupa hipertensi dan serangan jantung.

Bagi orang Islam, ketika ditimpa berbagai masalah yang membuatnya stress maka dianjurkan mendekatkan diri kepada Allah, salah satu caranya adalah dengan menjalankan shalat. Dalam Al-Qur’an dijumpai beberapa ayat yang menjelaskan bahwa shalat mampu memberikan ketenangan bagi orang yang melakukannya.

 BAB VI

 PENUTUP

1.Kesimpulan

        Penyakit jantung yang paling umum adalah jantung koroner. Penyakit tersebut dipengaruhi oleh stress (tekanan emosi) dan gaya hidup yang tidak baik, misalnya kurang gerak.

            Shalat adalah kewajiban bagi umat Islam yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan yang positif antara gerakan shalat, bacaan atau doa shalat, dan kebiasaan shalat berjamaah terhadap pencegahan dan penyembuhan penyakit jantung.

2. Saran

            Banyak cara untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit jantung. Dalam memilih terapi pencegahan dan penyembuhan penyakit jantung, sebaiknya kita memilih energy shalat sebagai solusinya, selain tetap melakukan usaha penyembuhan melalui medis. Terapi energy shalat ini tidak membutuhkan biaya, hanya membutuhkan kekhusyukan dan kerendahan hati kepada Allah untuk meminta

DAFTAR PUSTAKA

  • Musbikin, Imam. 2013. Ajaibnya Energi Shalat sebagai Terapi Penyakit Jantung. Yogyakarta: Najah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*