Contoh Makalah Gizi Anak Usia Sekolah Yang Benar Lengkap

Contoh Makalah Gizi Anak Usia Sekolah

Contoh Makalah Gizi Anak Usia Sekolah Yang Benar Lengkap

MakalahkitaContoh Makalah Gizi Anak Usia Sekolah Yang Benar Lengkap yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1
  2. Tujuan……………………………………………………………………………………. 1
  3. Manfaat…………………………………………………………………………………… 1

BAB II  PEMBAHASAN……………………………………………………………………. 3

  1. Pengertian Gizi Dan Usia Anak Sekolah……………………………………… 3
  2. Fungsi Gizi Untuk Anak Sekolah………………………………………………. 3
  3. Asupan Makanan untuk Anak Usia Sekolah……………………………….. 3
  4. Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Anak Sekolah…………………… 7
  5. Gangguan Gizi Pada Anak Sekolah……………………………………………. 8
  6. Upaya Peningkatan Gizi Pada Anak Sekolah……………………………… 10

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………….. 11

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………………… 11
  2. Saran……………………………………………………………………………………… 11

LAMPIRAN-LAMPIRAN…………………………………………………………………… 12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….. 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti,absobsi,transportasi,penyimpanan,metabolism dan pengeluaran zat – zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan ,pertumbuhan dan fungsi normal dari organ – organ,serta menghasilkan energy.

Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi,yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,tumbuh kembang dan produktif.Oleh karena itu,setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan.

Makanan yang beraneka ragam sangat bermanfaat bagi kesehatan.apalagi untuk anak dalam masa sekolah,makanan merupakan sumber untuk membuat anak cerdas.

Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO (World Healt Organization) adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk itu keduanya diperhatikan detile untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya.inilah yang mendorong kami untuk member makalah tentang gizi anak sekolah.(istiqomah,2008)

2. TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan peniulisan makalah ini adalah:

  1. Mengetahui apa pengertian gizi dan usia anak sekolah.
  2. Mengetahui fungsi gizi untuk anak usia sekolah.
  3. Mengetahui apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.
  4. Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Anak Sekolah.
  5. Mengetahui Gangguan Gizi Pada Anak Sekolah.
  6. Mengetahui bagaimana Upaya Peningkatan Gizi Pada Anak Sekolah.

3. MANFAAT

Makalah ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak berikut:

  1. Bidan

Bagi bidan, makalah ini bisa menjadi bahan masukan bahwa gizi anak sekolah adalah sangat penting dan memrlukan perhatian lebih, dan sangat menunjang untuk kelansungan karier bidan.

  1. Mahasiswa

Bagi mahasiswa, makalah ini bisa menjadi bahan masukan bahwa materi gizi untuk anak usia sekolah sangat dibutuhkan untuk kelak menjadi seorang bidan yang berwawasan luas.

  1. Masyarakat

Bagi masyarakat, khususnya untuk para ibu diharapkan dapat memperhatikan gizi anaknya, terutam yang masih berusia sekolah yang sangat membutuhkan asupan gizi yang banyak untuk pertumbuhannya.

BAB II

PEMBAHASAN

1.PENGERTIAN GIZI DAN USIA ANAK SEKOLAH

  1. Pengertian Gizi

Gizi merupakan  ilmu terapan yang mempergunakan berbagai disiplin ilmu dasar, seperti Biokimia, Biologi, Ilmu hayat (fisiologi), ilmu penyakit (pathologi), dan beberapa lagi. Sedangkan definisi gizi sekarang menjadi ilmu yang mempelajari hal  ihwal makanan, dikaitkan dengan  kesehatan tubuh.

  1. Pengertian Usia Anak Sekolah

Berikut adalah beberapa tentang pengertian usia anak sekolah:

  1. UU no 20 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan WHO yang dikatakan masuk usia anak adalah sebelum usia 18 tahun dan yang belum menikah
  2. American Academic of Pediatric tahun 1998 memberikan rekomendasi yang lain tentang batasan usia anak yaitu mulai dari fetus (janin) hingga usia 21 tahun.
  3. Batas usia anak tersebut ditentukan berdasarkan pertumbuhan fisik dan psikososial, perkembangan anak, dan karakteristik kesehatannya.
  4. Pembagian golongannya:
  5. Taman kanak-kanak (pra sekolah usia 4-6 tahun)
  6. Sekolah dasar 7-12 tahun
  7. Remaja 13-18 tahun

2. FUNGSI GIZI UNTUK ANAK SEKOLAH

  1. Supaya pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal
  2. Memperbaiki gizi anak
  3. Menentukan perkembangan anak untuk usia selanjutnya

3. ASUPAN MAKANAN UNTUK ANAK USIA SEKOLAH

  1. Kebutuhan Gizi Berkaitan dengan Proses Tubuh

Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat-zat gizi esensial tertentu. Zat gizi esensial adalah zat gizi yang harus didatangkan dari makanan. Bila dikelompokkan, ada tiga fungsi zat gizi dalam tubuh, yaitu :

Memberi Energi

Zat-zat gizi yang dapat memberikan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Oksidasi zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas.

Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh

Protein, mineral, dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan unutk membentuk sel-se baru, memelihara, dan mengganti sels-sel yang rusak. Dalam fungsi ketiga ini zat gizi dinamakan zat pembangun.

Mengatur Proses Tubuh

Protein, mineral, air, dan vitamin deiperlukan untuk mengatur prose tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam peroses-proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak peroses lain yang terjadi di dalam tubuh termasuk proses penuaan.

  1. Angka Kecukupan Gizi dan Angka Kebutuhan Gizi

Angka kecukupan gizi adalah nilai yang menunjukan jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh unutk hidup sehat setiap hari bagi semua populasi menurut kelompok umur, jenis kelamin dan kondisi fisiologi tertentu. Angka kecukupan gizi berbeda dengan angka kebutuhan gizi (dietary requirements). Angka kebutuhan gizi adalah jumlah zat-zat gizi minimal yang dibutuhkan seseorang untuk mempertajankan status gizi adekuat.

AKG yang dianjurkan didasarkan pada patokan berat badan untuk masing-masing kelompok umur, gender, dan aktivitas fisik. Dalam penggunaannya, bila kelompok penduduk yang dihadapi mempunyai rata-rata berat badan yang berbeda dengan patokan yang digunakan, maka diperlukan penyesuaian. AKG tidak dipergunakan untuk  individu. Dalam menentukan AKG, perlu dipertimbangkan setiap faktor yang berpengaruh terhadap absorpsi zat-zat gizi atau efisiensi penggunaannya di dalam tubuh. Untuk sebagian zat gizi, sebagian dari kebutuhan mungkin dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi suatu zat yang di dalam tubuh kemudian dapat diubah menjadi zat gizi esensial. Pada kebanyakan zat gizi, pencernaan dan atau absorpsinya tidak komplit, sehingga AKG yang dianjurkan harus sudah memperhitungkan bagian zat gizi yang tidak di absrorpsi.

Dalam memenuhi kebutuhan AKG seriap harinya, perlu dilakukan memberi variasi makanan yagn berbeda setiap harinya yang nantinya diharapkan cukup dapat memenuhi semua kebutuhan gizi. Di Indonesia pola menu seimbang tergambar dalam menu 4 Sehat 5 Sempurna dan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Saat ini dikenal juga menu pelangi, yaitu menu makanan yang berwarna-warni seperti pelangi untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh seperti sayur-sayuran. Perlu pendidikan khusus bagi anak usia sekolah atau sekolah dasar dalam memilih makanan yang berwarna-warni. Peran orang tua sangat diperlukan, jangan sampai anak memilih makanan yang berwarna-warni yang menggunakan zat pewarna. Dalam menyusun menu, selain AKG perlu pula dipertimbangkan aspek akseptibilitas makan yang disajikan, karena selain sebagai sumber zat-zat gizi, makanan juga mempunyai nilai sosial dan emosional. Untuk itu dalam memenuhi AKG harus sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang, yaitu :

  1. Variasimakanan
  2. Polahidupbersih
  3. Menghindarirokok, alkoholdannarkoba
  4. Aktivitasfisik
  5. PantauBB

Gizi yang diperoleh seorang anak melalui konsumsi makanan setiap hari berperan besar untuk kehidupan anak tersebut. Untuk dapat memenuhi dengan baik dan cukup, ternyata ada beberapa masalah yang berkaitan dengan konsumsi zat gizi untuk anak. Contoh masalah gizi masyarakat mencakup berbagai defisiensi zat gizi atau zat makanan. Seorang anak juga dapat mengalami defisiensi gizi atau makanan. Seorang anak juga dapat mengalami defisiensi zat gizi tersebut yang berakibat pada berbagai aspek fisik maupun mental. Masalah ini dapat ditanggulangi secara cepat, jangka pendek, dan jangka panjang serta dapat dicegah oleh masyarakat sendiri sesuai dengan klasifikasi dampak defisiensi zat gizi antara lain melalui pengaturan makan yang benar.

Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi hidup manusia. Makan yang dikonsumsi beragam jenis dengan berbagai cara pengolahannya. Di masyarakat dikenal pola makan atau kebiasaan makan dan selera makan, yang terbentuk dari kebiasaan alam masyarakatnya. Jika menyusun hidangan untuk anak, hal ini perlu diperhatikan di samping kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat dan bertumbuh kembang. Kecukupan zat gizi ini berpengaruh pada kesehatan dan kecerdasan anak, maka pengetahuan dan kemampuan mengelola makanan sehat untuk anak adalah suatu hal yang sangat amat penting.

  1. Faktor yang Berperan dan Permasalahan pada Tumbuh Kembang

Ada dua faktor utama yang mempengaruhi proses tumbuh kembang optimal seorang anak, yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam merupakan faktor-faktor yang ada dalam diri anak itu sendiri, baik faktor bawaan maupun faktor yang diperoleh. Faktor luar yaitu faktor-faktor yang ada di luar atau berasal dari luar diri anak, mencakup lingkungan fisik dan sosial serta kebutuhan fisik anak.

Selain kedua faktor tersebut, faktor yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak dapat ditentukan oleh keluarga, status gizi, budaya, dan teman bermain. Keluarga hendaknya menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal. Status gizi anak dapat ditentukan oleh tingkat konsumsi atau kualitas makanan. Kualitas makanan ditentukan oleh zat-zat bergizi yang dibutuhkan oleh anak. Permasalahan tumbuh kembang anak ada dua macam, yaitu gizi lebih dan gizi kurang.

Akibat dari status gizi yang buruk, maka dapat menimbulkan penyakit. Lingkungan masyarakat dalam hal ini asuhan dan kebiasaan suatu masyarakat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tata cara dan kebiasaan yang diberlakukan masyarakat tidak selalu sesuai dengan syarat-syarat kebersihan dan kesehatan. Teman bermain dan sekolah juga berperan dalam mempengaruhi makanan yang dikonsumsi oleh anak. Ketika mereka berinteraksi dengan teman bermain atau teman sekolahnya, makanan atau jajanan yang dipilih biasanya sejenis dengan yang dipilih oleh teman dekat atau lingkungan sekitarnya. Makhluk hidup memerlukan makanan untuk melangsungkan kehidupannya. Makanan itu terdiri atas bagian-bagian yang berbentuk iktan-ikatan kimia atau unsur-unsur anorganik yang disebut zat-zat makanan atau zat gizi.Manusia mendapatkan zat makanannya dalam bentuk bahan makanan. Yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau hewan. Satu macam saja bahan makanan tidak dapat memenuhi semua keperluan tubuh akan berbagai zat makanan, karena masing-masing bahan makanan mengandung zat makanan yang berlainan macam maupun banyaknya

4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI PADA USIA SEKOLAH

Kesehatan yang paling diperhatikan oleh WHO (World Healt Organization)adalah kesehatan ibu hamil dan anak. Untuk itu keduanya diperhatikan detil untuk masalah asupan gizi dan konsumsi makanan sehari-harinya.

Kali ini penulis akan coba share dengan pembaca mengenai kebutuhan energi dan zat gizi anak usia sekolah. Kembali lagi ke WHO, mengapa perlunya memperhatikan kebutuhan gizi anak usia sekolah, ada beberapa alasan mengapa kebutuhan gizi anak sekolah sangat diperhatikan, berikut point-pointnya :

5. Faktor yang mempengaruhi gizi pada usia anak sekolah

  1. Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.

Anak Sd yang berusia sekitar 7-13 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan paling pesat kedua setelah masa balita. Dimana kesehatan yang optimal akan menghasilkan pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian terhadap kesehatan sangatlah diperlukan, pendidikan juga digalakan untuk perkembangan mental yang mengacu pada skil anak.

Asupan gizi diperlukan untuk memenuhi keduanya yaitu : fisik dan mental anak. Karena tentunya fisik dan mental merupakan sesuatu yang berbeda namun saling berkaitan. makanan yang kaya akan nutrisi sangat mempengaruhi tumbuh kembang otak dan organ-organ lain yang dibutuhkan anak untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal, untuk itu keluarga adalah pihak pertama yang harus memperhatikan asupan gizi anaknya. Pengetahuan keluarga akan gizi sangat berpengaruh disini.

  1. Selalu Aktif.

Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka Nutrisi dan energi juga akan semaki banyak diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah merupakan usia yang senang bermain. Senang menghabiskan waktunya untuk belajar mengetahui lingkungan sekitar. Untuk itu perlunya nutrisi dan asupan energi yang banyakuntuk menunjang aktifitas fisiknya.

Sulitnya untuk mengkonsumsi makanan bergizi adalah tantangan yang perlu dihadapi oleh orang tua. Untuk itu pengetahuan mengenai gizi anak sangat disarankan untuk mempelajarinya.

  1. Perubahan Sikap Terhadap Makanan.

Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa selera makan yang saat ini sedang ia senangi, perubahan sikap terhadap makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh dari luar. Pada masa-masa inilah perhatian ibu terhadap pengaruh pola konsumsi makanan sepertinya harus digalakan.

  1. Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.

Ya telah terbukti, anak usia sekolah sangat sulit untuk dapat mengkonsumsi makanan-makanan yang sedang ia perlukan untuk masa pertumbuhan. Kriteria makanan yang banyak disukai oleh anak usia ini adalah makanan yang banyak mengandung gula dan mempunyai warna yang cerah sehingga menarik anak untuk mengkonsumsinya.

Beberapa tips diatas penulis rasa, dapat anda manfaatkan pada saat anda membeli makanan dimanapun, tidak hanya disupermarket namun di tempat penjualan produk makanan yang sering anda kunjungi. Ingin sehat tidak asal pilih dan beli.

6. GANGGUAN GIZI PADA ANAK SEKOLAH

Nutrisi merupakan komponen penting bagi kesehatan anak. Pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak membuat mereka membutuhkan nutrisi yang baik dalam hal protein, energi dan komponen nutrien lainnya. Hal tersebut juga membuat mereka rentan terhadap kekurangan nutrisi dan gangguan pertumbuhan. Pola makan yang dimulai sejak masa kanak kanak dapat mempengaruhi kesehatan mereka selanjutnya. Pada masa kanak-kanak, pemberian nutrisi yang kurang baik dapat mengakibatkan gagal tumbuh, obesitas, dan penyakit-penyakit terkait defisiensi nutrisi. Akibat jangka panjang yang dapat ditimbulkan adalah meningkatnya risiko penyakit degeneratif kelak saat usia lanjut.

Masalah gizi yang dihadapi oleh anak-anak pada usia sekolah dasar antara lain: obesitas, gagal tumbuh, anemia karena kekurangan zat besi, dan karies pada gigi geligi serta infeksi kecacingan. Obesitas biasanya disebabkan karena konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya per hari. Sebaliknya, gagal tumbuh biasanya disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi. Selain gagal tumbuh, kurangnya asupan nutrisi juga dapat menyebabkan terjadinya anemia dan membuat anak rentan terhadap infeksi. Karies disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung gula berlebihan disertai dengan kebersihan gigi yang kurang terjaga. Infeksi kecacingan disebabkan karena kurangnya kebiasaan cuci tangan saat makan dan seringnya tidak menggunakan alas kaki saat beraktifitas.

Masalah gizi pada anak sekolah dasar masih cukup memprihatinkan. Hal ini dapat terlihat dari beberapa penelitian yang dilakukan terhadap anak usia sekolah dasar di Indonesia. Anak usia sekolah dasar dalam hal ini adalah anak dengan kisaran usia 7-12 tahun. Pada penelitian yang dilakukan oleh dr. Saptawati Bardosono, ahli gizi dari Universitas Indonesia, di 5 sekolah dasar di jakarta, didapatkan sebanyak 94,5% anak mendapatkan asupan gizi di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Hal senada diungkapkan oleh Endang Dewi Lestari dengan penelitiannya pada 10 sekolah dasar di Solo. Didapatkan semuanya menderita defisiensi zat seng. Rendahnya kecukupan gizi pada kelompok anak usia sekolah dasar berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, konsentrasi dan prestasi. Pada penelitian yang dilakukan oleh Satoto, ditemukan sebanyak 30-35% anak sekolah dasar tumbuh di bawah baku yang ada.

Infeksi yang lama dan berat juga berhubungan erat dengan masalah gizi berupa malnutrisi. Infeksi dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi. Seorang anak yang mengalami infeksi membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari biasanya. Sementara beberapa gejala yang dialami saat infeksi seperti diare dan tidak nafsu makan membuat asupan nutrisi menjadi sulit. Sebaliknya, malnutrisi juga dapat menyebabkan individu rentan terhadap terjadinya infeksi. Daya tahan tubuh kita didukung oleh protein, zat besi, vitamin dan beberapa mikronutrien lainnya. Jika asupan zat gizi tersebut kurang, kerja daya tahan tubuh menjadi tidak optimal.

Untuk mengatasi masalah gizi diperlukan beberapa upaya, terutama dari pihak orang tua dan pihak sekolah. Makanan anak-anak pada usia sekolah dasar perlu diperhatikan, terutama karena pada usia ini anak-anak tersebut masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga keseimbangan gizi perlu dijaga.

Anak dengan usia sekolah dasar sudah dapat menentukan makanan yang disukainya. Makanan yang diberikan pada anak usia sekolah dasar ditentukan berdasarkan berat badan, usia dan aktivitas anak. Anak laki-laki umumnya lebih banyak melakukan aktivitas fisik dibandingkan anak perempuan, sehingga asupan makanan yang mengandung lebih banyak energi perlu ditingkatkan. Sedangkan anak perempuan pada usia sekolah dasar mulai memasuki usia haid, sehingga memerlukan lebih banyak protein dan zat besi.

Sarapan pagi bagi anak-anak usia sekolah dasar sangat penting mengingat aktivitas di sekolah yang melibatkan fisik dan konsentrasi belajar. Lingkungan sekolah dasar umumnya memiliki banyak jajanan. Banyak anak menyukai makanan jajanan yang hanya mengandung karbohidrat dan garam. Makanan tersebut hanya akan membuat seorang anak cepat kenyang dan mengurangi nafsu makan anak.

Asupan gizi pada anak usia sekolah mulai dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena anak-anak usia ini sudah mulai mengenal lingkungannya. Oleh karena itu, perhatian orang tua dan pihak sekolah perlu ditingkatkan untuk mencegah gangguan nutrisi berupa malnutrisi atau pun obesitas. Peran serta dari berbagai pihak dalam hal asupan gizi diperlukan untuk memperbaiki status gizi anak-anak di Indonesia pada umumnya dan anak-anak usia sekolah dasar pada khususnya.

7. UPAYA PENINGKATAN GIZI ANAK SEKOLAH

WHO telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau Health Promoting School, melalui upaya promotif danpreventif didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas adalah :

a) Promotif dan Pencegahan

  1. Pemberian nutrisi yang baik dan benar (PMT, Sarapan dll)
  2. Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
  3. Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular
  4. Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak sekolah
  5. Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah
  6. Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan belajar
  7. Imunisasi anak sekolah

b) Kuratif dan rehabilitasi.

  1. Penganan pertama kegawat daruratan di sekolah
  2. Pengananan pertama kecelakaan di sekolah
  3. Keterlibatan guru dalam penanganan anak dengan gangguan perilaku dan gangguan belajar

BAB III

PENUTUP

1.KESIMPULAN

Nutrisi berpengaruh dalam fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi enzim, pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak. Dan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tubuh manusia, maka akan terhindar dari ancaman-ancaman penyakit.

3. SARAN

Kebutuhan nutrisi dalam tubuh setiap individu sangat penting untuk diupayakan. Upaya untuk melakukan peningkatan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan dengan cara makan-makanan yang seimbang 4 sehat 5 sempurna dengan di imbangi keadaan hidup bersih untuk setiap individu. Hal tersebut harus dilakukan setiap hari, karena tanpa setiap hari maka tubuh manusia bisa terserang penyakit akibat imune tubuh yang menurun.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

SOAL-SOAL

  1. Apakah yang di maksud dengan gizi?
  2. polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis
  3. komponen mutlak yang dibutuhkan seorang anak untuk peningkatan pertumbuhan terutama pada saat masa usia sekolah
  4. bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh setelah air
  5. padatan senyawa kimia homogen, non-organik, yang memiliki bentuk teratur (sistem kristal) dan terbentuk secara alami
  6. sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
  7. Sebutkan salah satu fungsi gizi untuk anak usia sekolah?
  8. Supaya pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal
  9. Sumber energi
  10. Untuk mengganti sel tubuh yang aus atau rusak
  11. Sebagai pembentuk bahan asam amino esensial
  12. Untuk pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
  13. Apakah asupan makanan yang baik untuk anak usia sekolah?
  14. Kebutuhan Gizi Berkaitan dengan Proses Tubuh
  15. Oksidasi zat-zat gizi
  16. Lebih banyak protein dan zat besi
  17. Fisik dan mental anak
  18. Makanan jajanan yang mengandung karbohidrat dan garam
  19. Apa Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Anak Sekolah?
  20. Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan
  21. Faktor lingkungan
  22. Anemia karena kekurangan zat besi
  23. Tata cara dan kebiasaan yang diberlakukan masyarakat
  24. Kebutuhan vitamin dan mineral
  25. Apa saja Gangguan Gizi Pada Anak Sekolah?
  26. kwashiorkor artinya penyakit yang diperoleh anak pertama
  27. kenaikan amoniak darah dan kenaikan ureum darah
  28. Kebutuhan nutrisi
  29. Obesitas, disebabkan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhannya
  30. Infeksi kecacingan
  31. Bagaimana Upaya Peningkatan Gizi Pada Anak Sekolah?
  32. Promotif dan Pencegahan dan Kuratif dan rehabilitasi
  33. Perubahan Sikap Terhadap Makanan
  34. Menyuruh anak makan sayur
  35. Mengonsumsi makanan cepat saji
  36. Makan makanan yang kadaluwarsa
  37. Perbedaan Asupan gizi pada anak laki-laki dan perempuan?
  38. Minum susu dan produk olahan lainnya seperti yoghurt
  39. Susu rendah lemak
  40. Jenis buah-buahan yang bisa dikonsumsi
  41. Anak laki-laki banyak melakukan aktivitas fisik dan perempuan lebih banyak protein dan zat besi.
  42. Lebih banyak protein dan vitamin
  43. Apakah pengaruh fungsi nutrisi pada organ tubuh?
  44. Menolak sayuran, diganti dengan buah-buahan
  45. Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
  46. Mempertahankan suhu, fungsi enzim
  47. Anak mengikuti pola makan orang dewasa
  48. Pola tumbuh kembang kurang konstan
  49. Makanan yang diberikan pada anak usia sekolah dasar ditentukan berdasarkan?
  50. 1 – 2 tahun diberikan ASI, makanan keluarga 3 kali, selingan 2 kali
  51. Berat Badan, Usia, Aktivitas Anak
  52. Faktor lingkungan
  53. Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
  54. Makan-makanan yang seimbang
  55. Sebutkan prinsip-prinsip gizi seimbang!
  56. Variasimakanan
  57. Lemak dan minyak
  58. Pola hidup kotor
  59. Mengonsumsi makanan cepat saji
  60. Mempertahankan suhu, fungsi enzim