Contoh Makalah Hikmah Puasa Menurut Islam

Contoh Makalah Hikmah Puasa Menurut Islam

Contoh Makalah Hikmah Puasa Menurut Islam

Makalahkita.com – Contoh Makalah Hikmah Puasa Menurut Islam yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………. 1

DAFTAR ISI    ……………………………………………………………………………………………… 2

BAB I    PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang………………………………………………………………………… 3

1.2.  Tujuan…………………………………………………………………………………….. 2

1.3. Manfaat……………………………………………………………………………………. 3

BAB II   PEMBAHASAN

2.1.Keutamaan Puasa ………………………………………………………………….. 4

2.2.Sunah-Sunah Puasa………………………………………………………………..4

2.3.Hikmah Puasa   ………………………………………………………………… …… 5

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan …………………………………………………………………………… 32

3.2. Saran……………………………………………………………………………………..32

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu rukun Islam yang harus diyakini dan diamalkan setiap muslim adalah ibadah puasa. Dalam  Islam, kita mengenal dua bentuk ibadah puasa, yaitu puasa wajib dan puasa sunah. Kewajiban berpuasa merupakan perintah dari Allah SWT yang terdapat didalam QS. Al-Baqarah Ayat 183.

     قُونَتَّتَعَلَّكُمْ لَقَبْلِكُمْ مِنْ الَّذِينَ عَلَى كُتِبَ كَمَا الصِّيَامُ عَلَيْكُمُ كُتِبَ آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

Artinya:

    Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Puasa berarti menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

1.2. Tujuan

           Tujuan ibadah puasa adalah untuk menahan nafsu dari berbagai syahwat, sehingga ia siap mencari sesuatu yang menjadi puncak kebahagiaannya; menerima sesuatu yang menyucikannya, yang di dalamnya terdapat kehidupannya yang abadi, mematahkan permusuhan nafsu terhadap lapar dan dahaga serta mengingatkannya dengan keadaan orang-orang yang menderita kelaparan di antara orang-orang miskin; menyempitkan jalan setan pada diri hamba dengan menyempitkan jalan aliran makanan dan minuman; puasa adalah untuk Tuhan semesta alam, tidak seperti amalan-amalan yang lain, ia berarti meninggalkan segala yang dicintai karena kecintaannya kepada Allah Ta ‘ala; ia merupakan rahasia antara hamba dengan Tuhannya, sebab para hamba mungkin bisa diketahui bahwa ia meninggalkan hai-hal yang membatalkan puasa secara nyata, tetapi keberadaan dia meninggalkan hal-hal tersebut karena Sembahannya, maka tak seorangpun manusiayang mengetahuinya, dan itulah hakikat puasa.

1.3. Manfaat

Adapun manfaat puasa yaitu:

  • -Melatih kesabaran
  • -Membantu sistem kerja usus
  • -Membersikan Lambung
  • -Menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama manusia
  • -Memperkuat iman dan taqwa(dekat dengan Allah SWT.)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Keutamaan Berpuasa

 Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,bahwa Nabi bersabda:

 “Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat.

Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.’ Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.”

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

“Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu”. (Shahih Muslim No.1793)

Syarat mendapat pahala puasa :
Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do’anya.

2.2. Sunah-Sunah Puasa

Sunah puasa ada enam :

  1. Mengakhirkan sahur sampai akhir waktu malam, selama tidak dikhawatirkan terbit fajar.
  2. Segera berbuka puasa bila benar-benar matahari terbenam.
  3. Memperbanyak amal kebaikan, terutama menjaga shalat lima waktu pada waktunya dengan berjamaah, menunaikan zakat harta benda kepada orang-orang yang berhak, memperbanyak shalat sunat, sedekah, membaca Al-Qur’an dan amal kebajikan lainnya.
  4. Jika dicaci maki, supaya mengatakan: “Saya berpuasa,” dan jangan membalas mengejek orang yang mengejeknya, memaki orang yang memakinya, membalas kejahatan orang yang berbuat jahat kepadanya; tetapi membalas itu semua dengan kebaikan agar mendapatkan pahala dan terhindar dari dosa.
  5. Berdo’a ketika berbuka sesuai dengan yang diinginkan. Seperti membaca do’a :

“Ya Allah hanya untuk-Mu aku bepuasa, dengan rizki anugerah-Mu aku berbuka. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, terimalah amalku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “

  1. Berbuka dengan kurma segar, jika tidak punya maka dengan kurma kering, dan jika tidak punya cukup dengan air.

     Nabi kita Muhammad SAW menganjurkan kita untuk berbuka puasa dengan 3 butir kurma dengan setengah air minum,serta berhentilah kamu makan sebelum kenyang. Makna yang terkandung dari 2 hal yang diajarkan Nabi tersebut, janganlah kita berlebihan pada saat berbuka puasa supaya makan/minum yang tersedia diberikan kepada saudara kita yang tergolong fakir miskin.

2.3. Hikmah Puasa

     Kita ketahui bahwa segala sesuatu yang diciptakan atau ditetapkan oleh Allah SWT tidaklah sia-sia, baik yang berupa perintah maupun dalam bentuk larangan Allah pastilah ada hikmah dibalik itu semua, termasuk perintah berpuasa, tentu mempunyai beberapa hikmah yaitu:

A. -Memelihara kesehatan Jasmani

Selama 11 tahun lamanya setiap tahunnya organ-organ pencernaan dalam tubuh hampir tidak pernah istirahat untuk mencerna dan mengolah makanan, andaikan alat-alat pencernaan dapat berbicara maka ia berkata,

  “Aku juga butuh istirahat dan perlu pembersihan”,maka kita sebagai pemilik organ tersebut juga berkata, Aku wajib mengistirahatkan dan membersihkanmu yaitu dengan berpuasa di bulan ramadhan, sesuai hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oeh Ibnu Majah yang berarti,”

Bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pembersihnya dan pembersih badan kasar(Jasmani) ialah puasa. Jadi dengan berpuasa organ-organ tubuh dapat menjadi bersih dan sehat.

B. -Sebagai pembersih rohani atau yang berhubungan dengan spiritual seperti:

            Kita dapat mengendalikan diri,menahan hawa nafsu,bersabar sehingga dapat meraih ketenangan jiwa dan menambah keimanan kita.

Selain hal tersebut hikmah berpuasa yang berkaitan dengan rohani atau spiritual adalah mensyukuri nikmat Allah SWT yang tidak dapat dihitung banyaknya. Sebagaimana firman Allah SWT didalam QS. Ibrahim Ayat 34.

كَفَّارٌ لَظَلُومٌ الإنْسَانَ نَّ إِ تُحْصُوهَالا اللَّهِ نِعْمَةَ تَعُدُّوا وَإِنْ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah SWT tidaklah kamu dapat menghinggakan.

C. -Menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesame terutama kepada fakir miskin.

         Dengan bepuasa kita dapat merasakan penderitaan akibat rasa lapar dan haus yang  dialami oleh fakir miskin yang dalam hidupnya selalu terbelangga oleh kemiskinan. Nabi kita Muhammad SAW menganjurkan kita untuk berbuka puasa dengan 3 butir kurma dengan setengah air minum,serta berhentilah kamu makan sebelum kenyang. Makna yang terkandung dari 2 hal yang diajarkan Nabi tersebut, janganlah kita berlebihan pada saat berbuka puasa supaya makan/minum yang tersedia diberikan kepada saudara kita yang tergolong fakir miskin.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

               Dari uraian tersebut penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:

  1.   Sebagai Hamba Allah SWT., marilah kita senantiasa menjalankan perintah-Nya  ..    seperti berpuasa di Bulan Suci Ramadhan.

 Dan Hikmah Puasa meliputi 3 Hal yaitu:

A. Memelihara kesehatan Jasmani dan pembersih organ-organ pencernaan;

B. Sebagai pembersih rohani (Spiritual) yaitu mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, melatih diri untuk sabar;

C. Menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama terutama kepada kepada fakir miskin.

3.2. Saran

Kami dari pihak penyusun mengajak kepada pembaca untuk menjalankan perintah Allah SWT.dan menjauhi segala larangannya. Dan berpuasalah dengan hati yang ikhlas supaya amal ibadah puasa kita diterima disisi Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

  • Robingan.2009.Teladan Utama Pendidikan Agama Islam 2.Solo,Jawa Tengah.Tiga Serangkai.
  • Sofyan Efendi. 2006.Puasa.Indonesia. HaditsWeb.
  • A.Suriati,S.Ag.Hikmah Puasa.Wajo,Sulawesi Selatan. Pidato Agama.

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Macam-Macam Puasa Menurut Islam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*