Contoh Makalah Karakteristik Agama Islam (Lengkap)

Contoh Makalah Karakteristik Agama Islam

Contoh Makalah Karakteristik Agama Islam (Lengkap)

Makalahkita.com – Contoh Makalah Karakteristik Agama Islam (Lengkap) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ………………………………………………………………………… 1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………….. 2
  3. Tujuan Penulisan…………………………………………………………………. …… 2

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengertian Karakteristik Ajaran Islam …………………………………………. 3
  2. Karakteristik Ajaran Islam Dalam Bidang-Bidang Disiplin Ilmu…….. 5

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………… 8

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar belakang

Setiap agama mempunyai karakteristik ajaran yang membedakan dari agama-agama lain. Agama yang didakwahkan secara sungguh-sungguh diharapkan dapat menyelematkan dunia yang terpecah-pecah dalam berbagai bagian-bagian. Perpecahan saling mengintai dan berbagai krisis yang belum diketahui bagaimana cara mengatasinya.

Tidak mudah membahas karakteristik ajaran islam, karena ruanglingkupnya sangat luas, mencakup berbagai aspek kehidupan umat islam. Untuk mengkaji secara rinci semua karakteristik ajaran islam perlu di telusuri, mulai dari risalah Allah terakhir dan menjadi agama yang diridloi Allah, untuk dunia dan seluruh umat manusia sampai datangnya hari kiamat.

Karakteristik yang dimiliki islam, yakni karakteristik ilmu dan kebudayaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, politik, pekerjaan, dan disiplin ilmu. Karakteristik ajaran islam adalah suatu karakter yang harus dimiliki oleh umat muslim dengan bersandarkan Al-Qur’an dan Hadist dalam berbagai bidang ilmu,kebudayaan, pendidikan.sosial, ekonomi, kesehatan, politik, pekerjaan, disiplin ilmu,dan berbagai macam ilmu khusus. Karakteristik ini banyak terdapat di dalam sumber-sumber ajaran Al-Quran dan Al-Hadits. Maka dari itu kedua sumber ini telah menjadi pedoman hidup bagi setiap umat Islam sekaligus menjadi sumber dari pembuatan makalah ini. Aspek-aspek sumber kehidupan ini diberi karakter tersendiri dalam berbagai ilmu pengetahuan, ekonomi, social, politik, pekerjaan, kesehatan, dan disiplin ilmu untuk sepanjang masa.

Islam dalam potret yang ditampilkan Muhammad Iqbal bernuansa filosofis dan sufistik. Islam yang ditampilkan Fazlur Rohman bernuansa histories dan filosofis.Islam yang ditampulkan pemikir dari Iran seperti Ali Syariati, Sayyed Husain Nasr, dan Murthada Muthahari banyak menguasai pemikiran filsafat modern dan ilmu social yang berasal dari barat.

2. RUMUSAN MASALAH

  1. Apa Pengertian karakteristik ajaran Islam?
  2. Apa saja bidang karakteristik ajaran Islam?

3. TUJUAN PENULISAN

  1. Mengetahui Pengertian karakteristik ajaran Islam.
  2. Mengetahui bidang karakteristik ajaran Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

1.Pengertian Karakteristik Ajaran Islam

Istilah “karakteristik ajaran Islam” terdiri dari dua kata : karakteristik dan ajaran islam. Kata karakteristik dalam kamus besar bahasa Indonesia, diartikan sebagai sesuatu yag mempunyai karakter atau sifatnya khas. Dan kata Islam menurut bahasa berasal dari bahasa arab, yaitu dari kata salimayang mengandung yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Salimadiubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk kedalam kedamaian. Ensiklopedi Islam Indonesia mendefinisikan bahwa Islam adalah agama tauhid yang ditegakkan oleh nabi Muhammad SAW, selama 23 tahun di Mekah dan Madinah yang inti sari Islam berserah diri atau taat sepenuh hati pada kehendak Allah SWT, demi tercapainya kepribadian yang bersih, hubungan yang harmonis, dan damai sesama manusia serta sejahtera dunia dan akhirat.

Apabila meneliti sumber kepustakaan Islam yang ditulis oleh para cendekiawan atau para ulama, kita akan mengetahui bahwa ajaran-ajaran Islam memiliki karakteristik yang khas, yang berbeda dari ajaran-ajaran agama lainnya. Dimana karakteristik islam diantaranya meliputi:

  1. Kesatuan agama

Islam merupakan agama kesatuan , bukan agama tauhid semata. Kata tauhid telah mempunyai pengertian khusus yang tidak akan dilewatinya, yakni kepercayaan bahwa Tuhan itu Esa, menciptakan langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada diantara keduanya dan kepada Allah-lah segala urusan itu dikembalikan. Pengertian ini merupakan kebalikan dari kepercayaan bahwa Tuhan itu dua atau banyak. Disamping itu , islam tidsak hanya meyerukan tauhid saja melainkan ia berlandaskan pada kesatuan dalam segala hal yang meliputi:segi ketuhanan, segi politik, segi sosial, segi-segi dunia dan kehidupan yang lain. Islam tidak hanya menetapkan kesatuan tentang Tuhan yang berhak disembah melainkan juga menjelaskan bahwa agama ini dengan agama-agama samawi yang sebelumnya merupakan satu kesatuan. Risalah allah bagi umat manusia bersifat universal, sebagaian yang satu melengkapi sebagian yang lain, sesuai dengan hulum perkembangan dalam pengajaran dan pendidikan. Karena semua agama itu semua menuju satu tujuan meskipun nerbeda-berbeda cara yang ditempuh untuk mencapainya, karena perbedaan waktu dan manusianya. (Prof. Dr.Muhammad Yusuf Musa. 1991.hlm.14-16)

  1. Kesatuan politik

Dari segi politik bahwa Allah telah menganugerahkan Islam kepada bangsa Arab. Mereka terdiri dari suku-suku yang mengalami disintegrasi. Sebagian yang satu memusuhi dan memerangi sebagian yang lain. Karena itu sejarah mengenal apa yang dinamakan “hari-hari arab” (ayyam al-‘arab), yakni peperangan mereka di zaman jahiliyah. Dari orang-orang arab ini secara nyata Islam telah membentuk satu ummat dengan satu pemimpin yang mengikuti satu politik dan mempunyai satu tujuan yaitu menyebarkan agamayang hak kepada umat manusia seluruhnya untuk dijadikan petunjuk jalan mereka menuju kebaikan di dunia dan akhirat. Kesatuan politik yang diajarkan Islam itu dipraktekkan oleh Nabi Muhammmad dan para pengikutnya, antara lain mempunyai pengaruh pada waktu pemilihan khalifah yang pertama. (Prof. Dr.Muhammad Yusuf Musa. 1991.hlm.17-18)

  1. Kesatuan sosial

Kita melihat kesatuan yang ditetapkan Islam dalam segi sosial ini telah mencapai satu tingkatan yang mengagumkan dan menjadi contoh yang menantang sejarah dan umat manusia seluruhnya. Di India umpamanya tempat persemaian salah satu agama dunia yang tertua ,kita melihat agama Hindu Brahma membagi-bagi para pemeluknya ke dalam empat kasta. Kaum Brahmana menempati kasta tertinggi dan rakyat jelata (Paria) menempati kasta terendah. Sedangkan dalam Islam tidak mengenal adanya kasta dalm pembagian masyarakat sosialnya. Karena pada hakekatnya manusia itu semua sama dihadapan Allah yang membedakan hanya ketaqwaannya kepada Allah. Itulah indahnya Islam. (Prof. Dr.Muhammad Yusuf Musa. 1991.hlm.19)

  1. Agama akal, dan fikiran

Islam adalah agama akal dan fikiran. Ha ini tidak dapat diragukan lagi dan mendapat kesaksian dan Al-Qur’an dan Rasul yang dalam banyak ayat dan hadistnya menguatkan kedudukan akal. Hal ini juga ditunjukkan oleh akidah-akidah dan pokok-pokok ajaran yang dibawa agama Islam.

  1. Agama fitrah dan kejelasan

Islam, disamping mempunyai karakteristik-karakteristik tersebut di depan, juga berkarakteristik sebagai agama fitrah dan kejelasan. Fitrah yang sempurna dan sejati, dan kejelasan yang tidak membuat akal mengalami kesuliatan untuk memahami ajaran-ajarannya.

Istilah karakteristik ajaran islam terdiri dari dua kata: karakteristik dan ajaran islam. Kata karakteristik dalam kamus bahasa Indonesia, diartikan sesuatu yang mempunyai karakter atau sifat yang khas. Islam dapat diartikan agama yang diajarkan nabi Muhammad SAW yang berpedoman pada kitab suci al qur’an dan diturunkan di dunia ini melalui wahyu allah SWT. Berarti karakteristik jaran islam dapat diartikan sebagai ciri yang khas atau khusus yang mempelajari tentang berbagai ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia dalam berbagai bidang agama, muamalah (kemanusiaan), yang didalamnya temasuk ekonomi, social, politik, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, lingkungan, dan disiplin ilmu.

2. Karakteristik Ajaran Islam Dalam Bidang-Bidang Disiplin Ilmu

Karakteristik ajaran islam terdiri dari berbagai bidang disiplin ilmu. Bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dalam Bidang Agama

Menurut Nurcholis Madjid, bahwa dalam bidang agama, Islam mengakui adanya pluralisme. Menurutnya, Pluralisme adalah sebuah aturan Tuhan (sunnah Allah) yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang kitab sucinya dengan tegas mengakui hak agama lain, kecuali berdasarkan paganisme dan syirik, untuk hidup dan mengajarkan agama masing-masing dengan penuh kesungguhan. Karena itu agama tidak boleh dipaksakan. Bahkan Al-qur’an juga mengisyaratkan bahwa para penganut berbagai agama, asalkan percaya kepada Tuhan dan hari kemudian serta berbuat baik semuanya akan selamat. Karakteristik ajaran islam dalam bidang agama juga mengakui adanya universalisme, mengajarkan kepercayaan kepada Tuhan dan hari akhir, menyuruh berbuat baik, dan mengajak pada keselamatan. Dengan demikian, karakteristik ajaran islam dalam visi keagamaanya bersifat toleran, pemaaf, tidak memaksakan, dan saling menghargai.

  1. Dalam Bidang Ibadah

Ibadah yang dibahas dalam bagian ini adalah ibadah dalam arti khusus. Yakni apa yang telah di tetapkan oleh Allah akan perincian-perincianya, tingkat dan cara-caranya tertentu. Ketentuan ibadah demikian itu termasuk salah satu bidang ajaran islam dimana akal manusia tidak perlu campur tangan, melainkan hak dan otoritas Tuhan sepenuhnya. Kedudukan manusia dalam hal ini adalah mematuhi, mentaati, melaksanakan, dan menjalankannya, dengan penuh ketundukan pada Tuhan, sebagai bukti pengabdian dan terimakasih-Nya. Dengan demikian, visi Islam tentang ibadah adalah merupakan sifat, jiwa, dan misi ajaran islam itu sendiri yang sejalan dengan tugas penciptaan manusia sebagai makhluk yang diperintahkan agar beribadah kepada-Nya.

  1. Bidang Aqidah

Karakteristik Islam yang dapat di ketahui dalam bidang akidah ini adalah bahwa akidah Islam bersifat murni baik dalam isinya maupun prosesnya. yang diakui dan diyakini dan diakui sebagai Tuhan yang wajib disembah hanya Allah SWT. Dalam prosesnya keyakinan tersebut harus langsung tidak boleh melalui perantara. Akidah dalam Islam meliputi keyakinan dalam hati tentang Allah SWT sebagai Tuhan yang wajib disembah, ucapan dengan lisan dalam bentuk dua kalimat syahadat dan perbuatan dengan amal soleh. Dan selanjutnya harus berpengaruh kedalam segala aktivitas yang dilakukan manusia, sehingga berbagai aktvitas tersebut bernilai ibadah. Dengan demikian akidah Islam bukan sekedar keyakinan dalam hati, melainkan pada tahap yang selanjutnya harus menjadi acuan dan dasar dalam bertingkah laku serta berbuat yang pada akhirnya menimbulkan amal saleh.

  1. Bidang Ilmu dan Kebudayaan

kebudayaan adalah penjelmaan (manifestasi) akal dan rasa manusia. Ini berarti manusilah yang menciptakan kebudayaan. Kebudayaan islam, berarti menyaring kebudayaan yang tidak melenceng dari ajaran islam agar tetap berjalan antara kebudayaan dengan ajaran agama maka harus pula dipelajari tentang pengertian kebudayaan dan islam itu sendiri. Menurut bahasa, kata kebudayaan berasal dari bahasa sangsekerta, yaitubudh yang berarti akal kemudian dari kata budh itu berubah menjadi katabudhi dan jamaknya budaya. Dalam bahasa arab kata kebudayaan itu disebut ats-tsaqafah dalam bahasa inggris kebudayaan ini disebut culture.

Dalam bidang ilmu dan kebudayaan, islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersikap terbuka, sekalipun islam bukan timur dan barat. Ini tidak berarti islam harus menutup diri dari keduanya dalam sejarah, islam mewarisi peradapan yunani-romawi di barat dan peradapan Persia, India, cina di timur. Dari abad ke-7 sampai abad ke-15, ketika perdapan besar di barat dan timur tenggelam, islam bertindak sebagai pewaris utamanya untuk kemudian di ambil alih oleh peradapan barat jadi, dalam ilmu dan kebudayaan, Islam menjadi mata rantai sangat penting dalam sejarah peradapan dunia .

BAB III

PENUTUP

1.KESIMPULAN

Karakteristik ajaran islam secara dominant ditandai oleh pendekatan normative, histories, dan filosofis. Ajaran islam memiliki cirri-ciri yang secara kesuluruhan amat ideal. Islam agama yang mengajarkan perdamaian, toleransi terbuka, kebersamaan, egaliter, kerja keras yang bermutu, demokratis, adil, seimbang antara urusan dunia dan akherat. Islam memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Islam dalam kesehatan mengutamakan pencegahan dari pada penyenmbuhan. Bidng kesehatan memperhatikan segi kebersihan badan, pakaian, makanan, tempat tinggal, dan lingkungan. Islam juga tampil sebagai disiplin ilmu, yaitu ilmu keislaman dengan berbagai cabangnya. Karakteristik isalm yang demikian ideal itu tampak masih belum seluruhnya diketahui dan diamalkan. Antara ajaran islam yang ideal dan kenyatan umatnya msih ada kesenjangan. Hal ini memerlukan pemecahan, antar lain dengan merumuskan kembali metode dan pendekatan dalm memahami islam.

DAFTAR PUSTAKA

  • Abdullah, M. Yatimin. 2006. Studi Islam Kontemporer. Jakarta: Amzah.