Contoh Makalah Kedisiplinan Siswa Yang Benar Lengkap

Contoh Makalah Kedisiplinan Siswa

Contoh Makalah Kedisiplinan Siswa Yang Benar Lengkap

MakalahkitaContoh Makalah Kedisiplinan Siswa Yang Benar Lengkap yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

COVER MAKALAH               ……………………….…………………………………………………………………….i

KATA PENGANTAR  …………………….………………………………………………………………………………ii

DAFTAR ISI                ……… …………….……………………………………………………………………………….iii

BAB I  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang             ………………………………………………………………….……..1

1.2 Tujuan Penelitian         ………………………………………………………………….….…1

1.3 Manfaat Penelitian       ……………………………………………………………………..…1

BAB II  PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Kedisiplinan   … ………………………………………………………….……….…2

2.2   Disiplin di Sekolah                       …………………………………………………………….…………2

2.3   Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa            ………………………………………………………….3

BAB III  PENUTUP

3.1  Kesimpulan  ……………………………………………………………………………………………4

3.2  Saran …………………………………………………………………………………………………4

3.3 Sumber      …..………………………………………………………………………………………5

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku disekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku disekolahnya itu biasa disebut DisiplinSiswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut Disiplin Sekolah. Disiplin Sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolah. Yang dimaksud dengan aturan sekolah (school rule) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian (standards of clothing), ketepatan waktu, berperilaku social dan etika belajar/kerja. Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan pula untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik dan kesalahan perlakuan psikologis,

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penyusunan makalah kedisiplinan ini adalah:

  1. Memenuhi tugas dari kegiatan LOS SMK YAPALIS KRIAN-SIDOARJO 2015/2016
  2. Mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin siswa terhadap perkembangan prestasi dan tingkah laku di sekolah
  3. Ikut serta dalam upaya mengembangkan penanaman disiplin pada diri siswa

1.3 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah mengetahui seberapa besar penerapan displin yang dilaksanakan oleh siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri Talang Bakung khususnya kelas IX A. Dan seberapa besar upaya warga sekolah, khususnya Guru dalam usaha meningkatkannya

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Disiplin

          Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang  berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata disiplin mengalami pekembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua, disiplin sebagai latihan yang betujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.

2.2 Disiplin di Sekolah

          Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negative siswa. Perilaku negative yang terjadi dikalangan siswa remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawatirkan, seperti: kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, geng motor dan berbagai tindakan yang menjurus kearah criminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan masyarakat umum. Di lingkungan internal sekolah pun pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan yang merentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti: kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk menyimpang lainnya. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain factor lingkungan, keluarga, dan sekolah.  Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu factor dominan dalam membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa. Di sekolah seorang siswa berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya.

Sanksi adalah hukuman yang diberikan kepada siswa atau warga sekolah lainnya yang melanggar tata tertib atau kedisiplinan yang telah diatur oleh sekolah, yang secara eksplisit berbentuk larangan-larangan. Hal ini menurut DepDiknas(2001:10). Sanksi yang diterapkan agar bersifat mendidik, tidak bersifat hukuman fisik, dan tidak menimbulkan trauma psikologis. Sanksi dapat diberikan secara bertahap dari yang paling ringan sampai yang seberat-beratnya. Sanksi tersebut dapat berupa:

  1. Teguran lisan atau tertulis bagi yang melakukan pelanggaran ringan terhadap ketentuan sekolah yang ringan.
  2. Hukuman pemberian tugas yang sifatnya mendidik, misalnya membuat rangkuman buku tertentu, menterjemahkan tulisan berbahasa inggris dan lain-lain.
  3. Melaporkan secara tertuliskepada orang tua siswa tentang pelanggaran yang dilakukan putera-puterinya.
  4. Memanggil yang bersangkutan bersama orang tuanya agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi pelanggaran yang diperbuatnya.
  5. Melakukan skorsing kepada siswa apabila yang bersangkutkan melakukan pelanggaran peraturan sekolah berkali-kali dan cukup berat.
  6. Mengeluarkan yang bersangkutan dari sekolah, misalnya yang bersangkutan tersangkut perkara pidana dan perdata yang dibuktikan oleh pengadilan.

2.3 Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Siswa

          Reisman dan Payne (E. Mulyasa, 2003)  mengemukakan strategi umum merancang disiplin siswa, yaitu:

  1. Konsep diri, untuk menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berperilaku disiplin,guru disarankan untuk bersikap empatik, menerima, hangat dan terbuka.
  2. Keterampilan berkomunikasi, guru terampil berkomunikasi yang efektif sehingga mampu menerima perasaan mendorong kepatuhan siswa.
  3. Konsekuensi- konsekuensi logis dan alami, guru disarankan dapat menunjukan secara tepat perilaku yang salah, sehingga membantu siswa dalam mengatasinya, dan memanfaatkan akibat-akibat logis dan alami dari perilaku yang salah.
  4. Klarifikasi nilai, guru membantu siswa dalam menjawab pertanyaannya sendiri tentang nilai-nilai dan membentuk system nilainya sendiri.
  5. Analisis transaksional, guru disarankan guru belajar sebagai orang dewasa terutama ketika berhadapan dengan siswa yang menghadapi masalah.
  6. Terapi realitas, sekolah harus berupaya mengurangi kegagalan dan meningkatkan keterlibatan. Guru perlu bersikap positif dan bertanggung jawab.
  7. Disipin yang terintegrasi, metode ini menekankan pengendalian penuh oleh guru untuk mengembangkan dan mempertahankan peraturan.
  8. Modifikasi perilaku, perilaku salah disebabkan oleh lingkungan. Oleh karena itu dalam pembelajaran perlu diciptakan lingkungan yang kondusif.
  9. Tantangan bagi disiplin, guru diharapkancekatan, sangat terorganisasi, dan dalam pengendalian yang tegas. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa peserta didik akan menghadapi berbagai keterbatasan pada hari-hari pertama di sekolah, dan guru perlu membiarkan mereka untuk mengetahui siapa yang berada dalam posisi sebagai pemimpin.

BAB III

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

          Penegakan disiplin disekolah tidak hanya berkaitan dengan masalah seputar kehadiran atau tidak, terlambat atau tidak. Hal itu lebih mengacupada pembentukan sebuah lingkungan yang didalamnya ada aturan bersama yang dihormati, dan siapapun yang melanggar mesti berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setiap pelanggaran atas kepentingan umum didalam sekolah mesti diganjar dengan hukuman yang mendidik sehingga siswa mampu memahami bahwa nilai disiplin itu bukanlah bernilai demi disiplinnya itu sendiri, melainkan demi tujuan lain yang lebih luas, yaitu demi stabilitas dan kedamaian hidup bersama.

4.2 Saran

          Upaya yang mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa antaranya pertama, guru disarankan untuk bersikap empatik, guru terampil berkomunikasi yang efektif, guru disarankan untuk menunjukkan perilaku yang salah sehingga membantu siswa untuk mengatasinya.