Contoh Makalah Ketenagakerjaan Dan Pendidikan

Contoh Makalah Ketenagakerjaan Dan Pendidikan

Contoh Makalah Ketenagakerjaan Dan Pendidikan

Makalahkita – Contoh Makalah Ketenagakerjaan Dan Pendidikan yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.
Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
2. Font : Times New Roman Ukuran 12
3. Kertas : Size A4
4. Spasi : 1.5

DAFTAR ISI

Cover ……………………………………………………………………………………….1

Kata Pengantar…………………………………………………………………………….2

Daftar Isi……………………………………………………………………………………3

BAB 1 PENDAHULUAN

  1. Latar belakang……………………………………………………………….……4
  2. Rumusan masalah……………………………………………………………..…..4
  3. Tujuan…………………………………………………………………………..….4

BAB 2 PEMBAHASAN

  1. Pendidikan…………………………………………………………..…….……….5
  2. Ketenagakerjaan…………………………………………………………………..6
  3. Pentingnya pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja…………………13

BAB  3 PENUTUP

  1. Kesimpulan………………………………………………………………………..15
  2. Saran……………………………………………………………………………….15

REFERENSI……………………………………………………………………………….16

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar belakang

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan masyarakat untuk menciptakan generasi tenaga kerja yang terdidik. Tetapi dalam sebuah Negara tidak akan pernah bisa lepas dari permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih pada Negara-negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Masalah ketenagakerjaan, pengangguran, dan kemiskinan di Indonesia sudah menjadi masalah pokok bangsa ini dan membutuhkan penanganan segera supaya tidak semakin membelit dan menghalangi langkah Indonesia untuk menjadi Negara yang lebih maju.

Hal yang mempengaruhi tentang ketenagakerjaan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas tentunya juga banyak berpengaruh pada kemajuan Negara tersebut. Salah satu dasar untuk menciptakan sumber daya manusia tersebut adalah melalui pendidikan.

 Maka dari itu untuk menanggulangi masalah tersebut perlu adanya upaya agar masalah tesebut tidak berkelanjutan dan tidak menjadi penyandung bagi Indonesia untuk menjadi Negara maju.

2. Rumusan masalah

  1. Apakah pengertiaan pendidikan?
  2. Apakah pengertiaan ketenagakerjaan?
  3. Bagaimana keterkaitan pentingnya pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja?

3. TUJUAN

  1. Untuk mengetahui pengertiaan pendidikan
  2. Untuk mengetahui pengertian ketenagakerjaan dan penggolongannya
  3. Untuk mengetahui betapa pentingnya pendidikan untuk mempersiapkan tenaga kerja

BAB II

PEMBAHASAN

1.PENDIDIKAN

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Peranan pendidikan sangat penting karena memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Terkait dengan fungsi yang pertama yaitu mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. untuk mencari nafkah tentunya masyarakat perlu bekerja untuk menghidupi keluarga dan dirinya sendiri agar mendapat penghasilan.

Menurut (Ali, 2007) Berbagai macam pendapat tenteng pengertian  pendidikan, baik menurut orang yunani, jerman, dan orang romawi. Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didk sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, perilaku, pengetahuan, dan ketrampilan pada calon luaran. Pembangunan sistem pendidikan nasional merupakan satu kesatuan seluruh komponen pendidikan yang saling terkait dan terpadu serta bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas.

UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 menyatakan  bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam GBHN (BP.7 Pusat, 1990-96) sebagai arah dan kebijaksanaan umum butir 22 dinyatakan mengembangkan SDM dan menciptakan angkatan kerja Indonesia yang tangguh, mampu, dan siap bekerja sehingga dapat mengisi semua jenis tingkat lapangan kerja dalam pembangunan nasional. Selanjutnya dalam butir 23 dinyatakan meningkatkan pemerataan lapangan kerja dan kesempatan kerja serta memberikan perhatian khusus pada penanganan angkatan kerja usia muda.

Menurut (Djamarah,Zain,2006). Insrtuktur memerlukan sebuah strategi yang sampingan atau disebut taching performance dalam desain dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Sistem persekolahan muncul sebagai konsekuensi dari proses indusrtialisasi dan urbanisasi yang menjadikan pendidikan persekolahan sebagai tiang pembangunan Negara dapat mengantarkan pada kesuksesan membelajarkan.

2. KETENAGAKERJAAN

Ketenagakerjaan, menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menyebutkan bahwa ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan masalah tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.

Ketenagakerjaan dapat dibagi ke dalam beberapa golongan yaitu :

  1. Tenaga Kerja

Ada beberapa pengertian tentang tenaga kerja yaitu :

a.UU No.13 pasal 1 nomor 2 tahun 2003 : Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

b. Tenaga kerja(Manpower) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (15 tahun atau lebih yang potensial yang mampu menghasilkan suatu produk atau jasa,dlsb

Melihat dari dua definisi diatas kesimpulannya adalah bahwa Tenaga kerja adalah seseorang yang mampu melakukan suatu pekerjaan dan dapat menghasilkan sebuah produk atau jasa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri & masyarakat.

Tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi :

  • Tenaga kerja menurut jenis kelamin, terdiri atas tenaga kerja wanita dan tenaga pria dengan dasar agar kualitas produksi bisa terjamin karena adanya kesesuaian antara tenaga dan jenis pekerjaannya.
  • Tenaga kerja menurut kualitasnya:
  1. Tenaga kerja terdidik atau ahli adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian yang diperoleh dan jenjang formal, seperti: dokter, notaries, arsitek, dan sebagainya.
  2. Tenaga kerja terampil atau terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki ketrampilan yang diperoleh dari pengalaman atau kursus, seperti montir, tukang las.
  3. Tenaga kerja tidak terdidik atau tidak terampil adalah tenaga kerja yang tidak memiliki kemampuan tetapi hanya mengandalkan kekuatan fisik, seperti kuli panggul, tukang gali, tukang becak.
  • TENAGA KERJA MENURUT LAPANGAN PEKERJAAN
  1. Tenaga kerja professional adalah tenaga kerja yang mempunyai pendidikan tinggi yang menguasai bidang ilmu pengetahuan khusus, seperti: arsitek, dokter.
  2. Tenaga kerja terlatih atau terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus dalam bidang tertentu yang diperoleh dari pendidikan seperti pendidikan menengah plus sampai setara Diploma 3, seperti: tenaga pembukuan.
  3. Tenaga kerja biasa adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan ketrampilan khusus dalam melaksanakan pekerjaan, seperti tukang gali sumur.

3. Angkatan kerja

Angkatan kerja, angkatan kerja adalah warga Negara yang ikut aktif serta menyumbangkan tenaga dalam kegiatan produksi, serta warga Negara yang sedang mencari pekerjaan atau yang masih menganggur, akan tetapi sewaktu-waktu siap untuk bekerja. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999, pasal 2, ayat 2, golongan angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (berumur 15 tahun ke atas) baik yang bekerja maupun yang mencari pekerjaan.

  1. Angkatan kerja dibagi menjadi tiga golongan,  sebagai berikut:

1) Pekerja adalah kelompok angkatan kerja yang sudah mendapat pekerjaan.

2) Pengangguran adalah kelompok angkatan kerja yang belum mendapat pekerjaan

3) Pencari kerja adalah kelompok angkatan kerja yang berusaha mendapatkan pekerjaan

  1. Menurut Soemitro Djojohadikoesoemo, factor yang menentukan angkatan kerja sebagai berikut:

1) Jumlah dan sebaran usia penduduk, penduduk yang berusia lebih dari batas tertentu dianggap masuk ke dalam usia kerja.

2) Pengaruh keaktifan bersekolah terhadap penduduk di usia muda, maksudnya adalah penduduk usia muda yang masih sekolah tidak dianggap sebagai angkatan kerja, walaupun penduduk usia muda itu sebagian orang yang sudah mulai bekerja.

3) Peranan kaum wanita dalam perekonomian, wanita yang bekerja dalam urusan rumah tangga tidak dianggap sebagai bagian angkatan kerja.

4) Pertambahan penduduk yang tinggi, setiap pertambahan jumlah penduduk cenderung akan menambah sebagian penduduk yang tergolong angkatan kerja.

5) Meningkatkan jaminan kesehatan.

  1. Bukan angkatan kerja

Bukan angkatan kerja adalah tenaga kerja yang tidak mau bekerja, mereka yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah, dan tidak melakukan suatu kegiatan yang dimasukkan ke  dalam kategori kerja.

a. Kesempatan kerja

Kesempatan kerja adalah keadaan di mana peluang kerja tersedia bagi para pencari kerja. Kesempatan kerja merupakan pertemuan antara permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja di pasar tenaga kerja. Kesempatan kerja diartikan sebagai jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat.

b. Usia kerja

Usia kerja merupakan tingkat umur seseorang yang diharapkan dapat bekerja dan memperoleh pendapatan. usia kerja di Indonesia berkisar antara berumur 10-55 tahun sedangkan batas usia kerja menurut bank dunia adalah 15-64 tahun.

c. Pengangguran

Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak melakukan kegiatan kerja, atau sedangmencari pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal.

  1. Klasifikasi pengangguran

1) Pengangguran menurut lama waktu bekerja

a) Pengangguran terbuka, merupakan tenaga kerja yang betul-betul tidak mempunyai pekerjaan, meskipun mereka sedang mencari pekerjaan. Pengangguran ini terjadi apabila seseorang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal, sementara lapangan kerja yang tersedia tidak cocok dengan latar belakang pendidikannya, atau karena malas mencari pekerjaan.

b) Setengah menganggur merupakan tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena ketiadaan lapangan kerja atau pekerjaannya. Pengangguran ini jam kerjanya kurang dari tiga puluh lima jam selama seminggu. Sebagai contoh, seorang buruh bangunan yang telah menyelesaikan pekerjaan di suatu proyek untuk sementara menganggur sambil menunggu proyek berikutnya.

c)Pengangguran terselubung, adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak memperoleh pekerjaan yang tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Sebagai contoh, suatu kantor mempekerjakan sepuluh orang karyawan padahal pekerjaan dalam kantor itu dapat di kerjakan dengan baik dengan delapan karyawan saja, sehingga terdapat kelebihan dua orang tenaga kerja dan orang-orang tersebut dinamakan pengangguran terselubung.

       2) Pengangguran menurut penyebab

a)  Pengangguran struktural, disebabkan oleh ketidak cocokan antara keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan tenaga kerja yang tersedia. Latarbelakang ketidakcocokan ini berupa perubahan struktur permintaan penawaran dalam jangka panjang sebagai dampak kemajuan teknologi, perubahan selera, dan persaingan antar perusahaan.

b) Pengangguran siklikal, berkaitan dengan naik turunya aktifitas atau keadaan perekonomian suatu Negara.

c) Pengangguran musiman, disebabkan oleh perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala. Pengangguran seperti ini biasa terjadi pada tenaga kerja paruh waktu (part time).

d) Pengangguran friksional, disebabkan oleh pergantian pekerjaan atau pergeseran tenaga kerja. Sering kita jumpai tenaga kerja yang berpindah dari satu perusahaan keperusahaan lain, atau berpindah dari jenis pekerjaan tertentu ke jenis pekerjaan lainnya.

e) Pengangguran teknologi adalah Pengangguran yang terjadi karena adanya penggunaan alat-alat teknologi yang semakin modern yang menggantikan tenaga kerja manusia.

4. Dampak negatif pengangguran terhadap lingkungan sosial

1)  Penurunan produktifitas

Tenaga kerja akan menurun produktifitasnya jika tidak dimanfaatkan. Peningkatan rasa frustasi, patah semangat, dan perasaan tidak berdaya, yang terjadi pada pengangguran, dalam jangka panjang akan menumbuhkan sikap masa bodoh. Para penganggur tidak mampu lagi mengelola dirinya sendiri dan tidak mampu menangkap peluang yang ada secepatnya.

2)  Penurunan setandar hidup

Jika pekerja menganggur, maka pendapatannya anjlok dan standar kehidupan menurun. Sebagian pekerja mungkin dapat meminta bantuan kepada pihak lain untuk membuka usaha tapi kebanyakan dari mereka terpaksa harus melakukan penghematan besar-besaran.

3) Penurunan pendapatan Negara

Semakin besar jumlah pengangguran semakin menurun pendapatan Negara dari pajak penghasilan. Begitu pendapatan menurun semakin menurun juga kemampuan pemerintah melayani kebutuhan warganya.

4) Pertumbuhan ekonomi terhambat

Pengangguran akan menurunkan daya beli masyarakat, sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi berkurang. Hal ini akan menyebabkan turunnya penanaman modal. Sebagai akibatnya aktifitas perekonomian dan pertumbuhan ekonomi akan terhambat.

5) Biaya sosial meningkat

Pengangguran mengakibatkan masyarakat harus menanggung jumlah biaya sosial antara lain ada kaitan erat antara peningkatan pengangguran dan kejahatan.

5. Upaya Mengatasi Pengangguran

1) Peningkatan mobilitas tenaga kerja dan modal. Peningkatan mobilitas tenaga kerja dilakukan dengan memindahkan pekerja ke kesempatan kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi ditempat baru. Peningkatan modal dapat dilakukan dengan memindahkan industry padat karya kewilayah yang mengalami masalah pengangguran parah. Cara ini baik digunakan untuk mengatasi masalah pengangguran struktural

2) Pengelolaan permintaan masyarakat. Pemerintah dapat mengurangi pengangguran siklikal melalui manajemen yang mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat kebarang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah.

3) Penyediaan informasi tentang kebutuhan tenaga kerja. Untuk mengatasi pengangguran musiman, perlu ada pemberiaan informasi yang cepat mengenai tempat-tempat mana yang sedang memerlukan tenaga kerja. Masalah pengangguran dapat muncul karena orang tidak tahu perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja, atau perusahaan yang seperti apa yang cocok dengan keterampilan yang dimiliki.

4) Pertumbuhan ekonomi. Kesempatan kerja berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. Semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara, semakin tinggi pendapatan nasional. Pendapatan nasional yang tinggi dapat memungkinkan pembentukan modal menjadi lebih besar melalui tabungan perorangan, tabungan perusahaan maupun tabungan pemerintah. Tabungan-tabungan tersebut memberikan kesempatan membentuk investasi yang menyebabkan perluasan usaha yang berarti menciptakan kesempatan kerja.

5) Program pendidikan dan latihan kerja. Pengangguran terutama disebabkan oleh masalah tenaga kerja yang tidak terampil dan ahli. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu digalakkan lembaga yang mendidik tenaga kerja menjadi siap pakai. Yang paling penting dalam pendidikan dan latihan kerja adalah kesesuaian program dengan kualifikasi yang dituntut oleh kebanyakan perusahaan.

6)  Pengiriman tenaga kerja keluar negeri. Pengiriman tenaga kerja keluar negeri merupakan salah satu pilihan dalam usaha memperluas kesempatan kerja sekaligus dapat menghasilkan devisa negara.

7) Wiraswasta. Selama orang masih tergantung pada upaya mencari kerja diperusahaan tertentu, pengangguran akan tetap menjadi masalah pelik. Masalah menjadi agak terpecahkan apabila muncul keinginan untuk menciptakan lapangan usaha sendiri atau berwiraswasta. Kendala utama wiraswasta adalah modal dan peluang. Seseorang dengan keteramoilan dan keahlian tertentu tidak sanggup berbuat apapun apabila seseorang tersebut tidak memiliki modal dan peluang usaha karena bidang usaha yang menguntungkan hampir pasti sudah dikuasai oleh perusahaan raksasa. Itulah mengapa upaya menggerakkan wiraswasta perlu disertai keleluasaan memperoleh modal dan peluang bisnis.

6. PENTINGNYA PENDIDIKAN UNTUK MEMPERSIAPKAN TENAGA KERJA

Pendidikan formal dianggap sebagai penentu dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, dan titik temu antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi adalah produktivitas kerja, dengan asumsi bahwa semakin tinggi mutu pendidikan, semakin tinggi produktivitas kerja, semakin tinggi pula pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat. Anggapan ini mengacu pada teori Human Capital yang menerangkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena pendidikan berperan di dalam meningkatkan produktivitas kerja.

Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya.

Pendidikan adalah hidup (segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu,suatu proses pertumbuhan dan perkembangan,sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik,berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir).

Pendidikan sebagai proses penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar ini berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan , karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Pembangunan sistem pendidikan nasional merupakan satu kesatuan seluruh komponen pendidikan yang  saling terkait dan terpadu serta bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, terampil, cerdas, maju, mandiri, dan modern. Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.  Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara proses penyiapan tenaga kerja yang khususnya di indonesia. Dalam penulisan makalah ini menggunakan metode library  research (penelitian perpustakaan),dengan mengambil sumber dari buku,dan internet. Hasil membuktikan bahwa dengan adanya penyiapan tenaga kerja masyarakat pada umumnya dapat atau mampu menjalankan kehidupan sehari-harinya dalam menghidupi keluarganya.

Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. Bekerja menjadi penopang hidup seseorang dan keluarga sehingga tidak bergantung dan mengganggu orang lain. Melalui kegiatan bekerja seseorang mendapat kepuasan bukan saja karena menerima imbalan melainkan juga karena seseorang dapat memberikan sesuatu kepada orang lain (jasa ataupun benda), bergaul, berkreasi, dan bersibuk diri. Kebenaran hal tersebut menjadi jelas kita melihat yang sebalikya, yaitu ketika seseorang mengaggur dan tidak tau apa yang harus dikerjakan

UUD 1945 Pasal 27 ayat 2 menyatakan  bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dalam GBHN (BP.7 Pusat, 1990-96) sebagai arah dan kebijaksanaan umum butir 22 dinyatakan mengembangkan SDM dan menciptakan angkatan kerja Indonesia yang tangguh, mampu, dan siap bekerja sehingga dapat mengisi semua jenis tingkat lapangan kerja dalam pembangunan nasional. Selanjutnya dalam butir 23 dinyatakan meningkatkan pemerataan lapangan kerja dan kesempatan kerja serta memberikan perhatian khusus pada penanganan angkatan.

  1. Arah pembangunan ketenagakerjaan ialah pada peningkatan harkat,martabat, dan kemampuan manusia serta kepercayaan pada diri sendiri.
  2. Meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan yang terpadu dan menyeluruh yang bersifat nasional.
  3.  Menyempurnakan sistem informasi ketenagakerjaan yang mencakup penyediaan dan permintaan tenaga kerja.
  4. Meningkatkan upaya perlindungan tenaga kerja khususnya bagi tenaga kerja wanita.

Isi dari butir tersebut mencakup, pengadaan tenaga kerja, penyediaan kesempatan tenaga kerja, perencanaan terpadu, penyempurnaan sistem informasi untuk penyediaan dan pemasaran tenaga kerja, dan perlindungan tenaga kerja.

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,ahklak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja  diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar ini berupa pembentukan sikap, pengetahuan dan ketrampilan kerja pada calon luaran. Ini menjadi misi penting bagi pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia.

Pendidikan formal dianggap sebagai penentu dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, dan titik temu antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi adalah produktivitas kerja, dengan asumsi bahwa semakin tinggi mutu pendidikan, semakin tinggi produktivitas kerja, semakin tinggi pula pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat. Anggapan ini mengacu pada teori Human Capital yang menerangkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi karena pendidikan berperan di dalam meningkatkan produktivitas kerja.

Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya

B.SARAN

  1. Pemerintah seharusnya menggalakkan pendidikan yang diimbangi dengan kualitas pendidikan tersebut.
  1. Hendaknya muncul kesadaran diri dari masyarakat bahwa pendidikan sangatlah penting bagi kehidupan, salah satunya menyangkut akan pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA

  • www.makalahkita.com

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Abortus Komplitus Yang Benar Lengkap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*