Contoh Makalah Kewirausahaan Jamur Tiram (Lengkap)

Contoh Makalah Kewirausahaan Jamur Tiram

Contoh Makalah Kewirausahaan Jamur Tiram (Lengkap)

Makalahkita.com – Contoh Makalah Kewirausahaan Jamur Tiram (Lengkap) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Di Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah sering disingkat (UMKM), UMKM saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Dari statistik dan riset yang dilakukan, UMKM mewakili jumlah kelompok usaha terbesar. UMKM telah diatur secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UMKM merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi.

Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran. Seringkali, perusahaan kecil menengah di Indonesia merasakan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja.Tapi, hal ini sangat bertolak belakang dengan data – data investor bagi UMKM, baik oleh pemodal ventura maupun dari lembaga bantuan yang ada di Indonesia. Mereka belakangan ini dengan gencar, meluncurkan bantuan berupa dana segar.

Secara umum perusahaan kecil menengah di Indonesia saat ini memiliki kelemahan – kelemahan pada hal – hal berikut sehingga menimbulkan permasalahan dalam mengembangkan usahanya :

  1. Penerapan sistem manajemen perusahaan yang kurang baik
  2. Kurangnya dalam membaca peluang pasar
  3. Penerapan strategi pemasaran yang kurang efektif
  4. Kurangnya modal kerja untuk menunjang strategi perusahaan
  5. Sistem produksi yang masih belum memenuhi standar

Sudah merupakan hal yang wajar jika dalam menjalankan usaha, kita sering dihadapkan pada berbagai permasalahan – permasalahan. Namun kita harus melihat inti dari permasalahan tersebut, apakah masalah tersebut terdapat di faktor internal (sistem dan strategi) ataukah di faktor eksternal (Pasar).

Secara teori, keseimbangan antara faktor internal dan faktor eksternal haruslah terjaga agar perusahaan dapat lebih berkembang. Walaupun sistem dan strategi perusahaan itu sangat baik, namun jika tidak didukung dengan pembacaan peluang pasar dan prilaku konsumen maka perusahaan tidak akan dapat menjaga pasarnya. Begitu pula sebaliknya, jika hanya mengetahui peluang pasar saja namun tidak didukung dengan sistem dan strategi perusahaan yang baik, maka perusahaan akan semakin ditinggalkan oleh pasar. Apalagi, jika kedua – duanya tidak mendukung. Kemungkinan bangkrut sudah pasti akan menghampir. Hal ini saya mengambil sebuah judul yang akan saya angkat dalam tugas makalah ini yaitu Usaha Tani Jamur Tiram.

1.2  Tujuan Penulisan

Sesuai dengan uraian singkat, adapun makalah ini dibuat dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kepada pembaca maupun penulis agar dapat. memahami tentang peranan dan informasi mengenai UMKM Jamur Tiram saat ini.

BAB II

PEMBAHASAN 

2.1 Pembahasan

      Jamur tiram putih berwarna putih agak krem dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur ini memiliki miselium.  Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi dan menjadi tujuan dari budidaya jamur tiram. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama tanaman. Sehingga tidak kegagalan dalam usaha budidaya jamur ini.

Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang dalam media yang terbuat dari serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastic. Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui mengenai kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram.

Pada kehidupan alaminya jamur ini tumbuh di hutan dan biasanya tumbuh berkembang dibawah pohon berdaun lebar atau dibawah tanaman berkayu. Hal ini penting untuk jadi patokan dalam melakukan budidaya jamur tiram dan perlu diingat Jamur Pleurotus ini tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak .

Jamur tiram adalah salah satu jamur yang sangat laku di pasaran saat ini sebagai salah satu bahan makanan. Namun jamur tersebut sangatlah sulit untuk ditemukan di alam saat ini dan kemunculannya juga hanya sedikit. Dari sebab itu di perlukanlah suatu budidaya jamur tiram untuk memenuhi permintaan pasar. Dan tidak sedikit jamur yang berasal dari indonesia di impor ke luar negri.

Selain sebagai bahan makanan produksi jamur tiram juga dapat menjadi sebuah usaha menjanjikan dan dapat mengurangi penganguran yang ada saat ini karena pengangguran setiap tahun semakin meningkat.

2.2 Teori Penunjang

      Dalam strategi perusahaan adalah cara – cara perusahaan dalam mengembangkan pasar yang menjadi target. Pada umumnya strategi lebih banyak didominasi oleh strategi pemasaran. Jadi bagaimana cara memasarkan produk – produk perusahaan kepada konsumen. Pemasaran dapat berarti menjaga konsumen untuk melakukan pembelian, atau menjaga image produk perusahaan agar tetap menjadi pilihan konsumen.

Banyak sekali cara – cara dalam memasarkan sebuah produk. Namun pada intinya, dalam melakukan pemasaran kita harus memperhatikan hal – hal berikut :

  1. Brand / Image produk
  2. Segmentasi pasar
  3. Positioning
  4. Diferensiasi
  5. Targeting
  6. Marketing Mix ( Produk, Promosi, Distribusi, Harga, dan Kemasan )

Dana untuk mendukung strategi pemasaran sangat dibutuhkan, namun bukan berarti kita hanya mengandalkan dana untuk melaksanakan strategi pemasaran. Ada banyak hal – hal yang dapat dilakukan jika anggaran untuk pemasaran sangat terbatas. Ada pepatah mengatakan “ tidak ada rotan, akar pun jadi “. Begitu juga dengan pemasaran, tidak ada kata yang tidak mungkin. Untuk itu diperlukan pemikiran yang mendalam dan kerja keras yang lebih dibandingkan perusahaan yang memiliki dana lebih.

Mungkin ada sudah mengetahui, bagaimana para pejuang – pejuang Indonesia dulu dalam menghadapi penjajah yang bersenjatakan lengkap. Modal mereka hanyalah semangat juang yang tinggi, senjata tradisional, dan mereka mengerti bagaimana kondisi daerahnya.

Satu hal yang harus kita perhatikan, uang bukanlah segala – galanya. Uang belum tentu bisa menyelesaikan permasalahan kita semua, tetapi memang uang memudahkansegalanya. Jika kita (pribadi, perusahaan, produk, sistem dan strategi ) memiliki kualitas yang baik, dengan sendirinya uang akan menghampiri kita melalui berbagai hal, seperti : bantuan pemerintah, investor perorangan, keuntungan perusahaan, peminjaman pribadi atau lembaga keuangan, dll.

Jika kita memiliki kualitas sistem manajemen dan strategi perusahaan yang baik, maka anda hanya butuh modal “ Proposal ” untuk mencari dana. Proposal merupakan master plan dan company profile yang anda tunjukan kepada calon investor. Dari proposal inilah gambaran seluruh operasional perusahaan anda terlihat, baik itu sejarah dan laporan operasional maupun perencanaan perusahaan kedepan.

Semua sumber dana, baik itu perorangan maupun kelembagaan sangat membutuhkan proposal dalam menganalisa layak atau tidaknya usaha tersebut. Isi dari sebuah proposal pada umumnya terbagi dalam 4 bagian :

  1. Rencana Organisasi ( apa dan siapa perusahaan kita )
  2. Strategi Pemasaran ( bagaimana perusahaan mencapai konsumen )
  3. Analisa Keuangan ( bagaimana keuntungannya )
  4. Pendukung ( bagaimana kualitas owner atau pengelola )

Data – data yang disajikan haruslah bersifat riill atau yang sebenarnya, karena ini merupakan panduan kita dalam menjalankan operasional perusahaan. Jika kita melebihkan anggaran kebutuhan, maka tanggung jawab pengembalian tidak dapat terpenuhi. Atau jika melebih – lebihkan kekuatan perusahaan, maka akan terjadi permasalahan dalam menerapkan strategi perusahaan. Untuk itu, data – data proposal setiap waktu haruslah diperbaharui sesuai dengan perkembangan perusahaan. Baik itu perubahan anggaran akibat kenaikan harga atau perubahan strategi pemasaran akibat evaluasi kinerja.

BAB III

DATA DAN DOKUMENTASI

3.1 Data

  1. Karakteristik Jamur Tiram
  2. Karakteristik Jamur Tiram Secara Umum :
  • Heterotrofsaprofit
  • Multiseluler.
  • Tubuh disusun oleh hifa dan miselium dan tubuh buah.
  • Hifa bersekat.
  • Spora dihasilkan oleh sel basidium melalui reproduksi secara seksual.
  • Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara :
    • Aseksual : dilakukan saat kondisi lingkungan mendukung.
    • Seksual   : dilakukan bila kondisi lingkungan kurang mendukung
  • Alat reproduksi seksual Basidiommycota berupa Basidium.
  • Basidium merupakan badan yangberasal dari sebuah sel yang membesar, selanjutnya membentuk empat tonjolan .
  • Tonjolan dengan sel induknya dipisahkan oleh sekat hingga akhirnya dihasilkan empat sel yang masing- masing dengan sebuah Basidiospora.
  • Seluruh basidium berkumpul membentuk badan yang disebut basidiokarp.
  • Bentuk basidiokap bervariasi, ada yang seperti papan, paying, bola, dan ada yang tidak beraturan.
  1. Karakteristik Jamur Tiram Secara Khusus :
  • Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus.
  • Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.
  • Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
  • Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.
  • Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.
  • Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.
  • Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu
  • Budi daya jamur tiram dapat pula menggunakan substrat jerami dengan tahapan tertentu
  • Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.
  1. Pemasaran

Dalam jangka pendek mengembangkan usaha budi daya jamur tiram dalam skala usaha mikro dan berusaha mencukupi permintaan pasar akan jamur tiram dalam skala local. Jika dalam jangka panjang mengembangkan usaha budi daya jamur tiram menjadi usaha berskala kecil atau menengah agar dapat memenuhi skala permintaan pasar yang lebih besar. Pengembangan usaha dalam hal pembibitan dan pembuatan baglog siap pakai. Mengembangkan berbagai variasi jamur dan membuat berbagai olahan jamur.

  1. Harga

Dalam menentukan harga jual per-Kg dari jamur tiram sekitar Rp 7.500 karena harga tersebut merupakan harga pasaran. Dan penetapan harga seperti itu telah sesuai dengan kualitas produk yang mereka berikan dan telah mendapatkan laba yang cukup sepadan. Namun harga tersebut dapat berubah baik turun ataupun naik sesuai dengan produk yang dihasilkan dari permintaan konsumen ataupun dari pengaruh musim.

  1. Promosi

Dalam mempromosikan usaha jamur tiram ini, hanya dari mulut ke mulut karena menurut beliau promosi ini sudah cukup untuk memasarkan produknya yang masih tergolong usaha mikro dengan hasil produksi masih relative kecil

BAB IV

PENUTUP

1.Kesimpulan

Didalam jamur tiram ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat buat tubuh kita sehingga para petani atau pengusaha kecil jamur tiram ini memiliki banyak permintaan. Dari segi harga pun terlampau murah, memang itu tergantung dari permintan konsumen yang cukup banyak atau sedikit dan juga dari pengaruh musim yang membuat jamur tiram tidak tumbuh banyak.

2. Saran

Diharapkan para pemuda pemudi Indonesia ini mampu membudidayakan jamur tiram ini, entah itu diberlakukan untuk usaha sampingan atau dibuat untuk ketergantungn hidup, sehingga kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi remaja-remaja yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya dikarenakan tidak adanya biaya