Contoh Makalah Kewirausahaan Rujak Cireng (Lengkap)

Contoh Makalah Kewirausahaan Rujak Cireng

Contoh Makalah Kewirausahaan Rujak Cireng (Lengkap)

Makalahkita.com – Contoh Makalah Kewirausahaan Rujak Cireng (Lengkap) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUHAN

1.1 Latar belakang Rujak cireng aneka rasa

Usaha cemilan cireng ini berdiri sejak tahun 2013 dan diberi nama bu umi. Sejak usaha ini didirikan hingga sekarang telah beberapa kali mengalami hambatan, tetapi hal tersebut tidak mengakibatkan usaha ini mengalami kebangkrutan. Berdirinya usaha ini tidak lepas dari adanya dukungan dari orang sekitar kampung, khususnya ibu dari ibu PKK yang mempunyai hobi memasak. Selama memajukan usaha cemilan ini sudah beberapa kali mengikuti percobaan selama 1 sampai 2 bulan memasak ditempat yang berbeda serta membuat variasi kue dengan menggunakan resep sendiri maupun masukan dari ibu ibu PKK. Usaha kue ini berada di jalan raya dukuh kupang utara

1.2 Tujuan Didirikan Usaha Rujak cireng aneka rasa

Adapun tujuan didirikannya usaha ini adalah untuk mendapatkan keuntungan atau penghasilan bagi si pemilik usaha, untuk mengembangkan hobi yang dimiliki oleh pemiliknya, dan juga karena adanya peluang usaha didaerah tempat tinggalnya. Dan turut mengembangkan makan “rujak” yang notabennya khas surabaya itu dapat pula di padukan dengan makanan khas lain , sebagai contoh cireng yang notabennya khas bandung.

Alasan Utama Dalam Membuka Usaha

Adapun alasan yang dimiliki oleh ibu Ratna dalam membuka usaha ini diantaranya:

  1. Merasa mempunyai hobi dalam bidang membuat jajan tak hanya sekedar hobi tapi jug ingin hobinya tersebut mendapatkan keuntungan.
  2. Karena ibu Ratna mempunyai keinginan untuk membuka usaha makanan khususnya dalam hal berbasis cemilan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pembahasan

Cireng (singkatan dari aci goreng, bahasa Sunda untuk ‘tepung kanji goreng’) adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Makanan ringan ini sangat populer di daerah Priangan, dan dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa. Makanan ini cukup terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji, tepung terigu, air, merica bubuk, garam, bawang putih, kedelai, daun bawang dan minyak goreng.

Seiring dengan perkembangan zaman, cireng telah terinovasi hingga variasi rasa yang ada mencakup daging ayam, sapi, sosis, baso, hingga keju dan ayam teriyaki. Bahkan inovasi tidak hanya secara rasa namun bentuk, contohnya adalah cimol. Sekarang Cireng tidak hanya terdapat di Priangan saja, tetapi sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru Nusantara. Salah satunya disurabaya, oleh karena itu kesempatan ini dimanfaatkan untuk menjadi umkm bu umi dengan sedikit variasi dan dipadukan dengan rujak yang berciri khas surabaya.

2.2 Teori

2.2.1 Modal Usaha

Modal usaha yang diperlukan dalam mendirikan Toko Kue Kristina yaitu :

  1. Modal untuk pembelian bahan baku sebesar ± Rp. 200.000,00
  2. Modal untuk pembelian peralatan sebesar ± Rp. 1.000.000,00.

Peralatan ini terdiri dari :

– Mixer

– Penggorangan

– Kompor

– Wajan, dll.

2.2.2 Bahan-bahan yang Dibutuhkan

Adapun bahan baku yang digunakan diantaranya :

  1. Ayam
  2. Daging sapi
  3. keju
  4. coklat
  5. Minyak goring
  6. Gula pasir
  7. Tepung terigu
  8. Tepung kanji
  9. merica
  10. daun bawang
  11. Garam
  12. bumbu rujak manis, dll.

2.2.3 Sumber Daya Manusia

Dalam usaha ini mempunyai pegawai sebanyak 1orang yang terdiri dari masih ada hubungan keluarga sendiri

Tugas dari para pegawai tersebut diantaranya untuk membantu dalam opration pembuatan produk dan berjualan di sekitar area kampung . Dalam pembagian upah pemilik memakai upah mingguan.

2.2.4 Profit yang Dihasilkan

Keuntungan yang diperoleh Toko Kue Kristina selama 1 bulan cukup memadai, karena usaha ini menggunakan sistem pemesanan dan juga pemasaran ke area kampung sekitar

Dibawah ini merupakan simulasi keuntungan usaha ini.

Pendapatan Laba Kotor Rp. 7.000.000,00 sampai Rp. 8.000.000,00

Pengeluaran yang terdiri dari:

– Bahan baku/bulan Rp. 1.000.000

– Tenaga kerja/bulan RP. 950.000 + makan dan tempat tinggal

– biaya transportasi pemasaran dan pengantar pesanan Rp.200.000

Jadi total pengeluaran Rp. 2.150.000

Keuntungan Bersih sebesar Rp.7.000.000– Rp. 2.150.000= Rp. 4.850.000

Jadi keuntungan bersih yang diperoleh sebesar Rp. 4.850.000 keuntungan ini tidak dapat diperoleh setiap bulannya karena penjualan setiap bulan berbeda-beda kadang tinggi, kadang rendah jadi tidak dapat dipastikan.

2.2.4 Pemasaran

Adapun pemasaran yang dilakukan ini yaitu:

  1. Dengan cara membuka Toko yang dibuka didepan rumah pengusaha
  2. Menitipkan produk tersebut di kantin” sekolah dan pasar. Pada keterangan ini Toko Kristina masih tetap menggunkan sistem konsinyasi.
  3. Menerima pesanan kue dalam partai besar maupun dalam partai kecilPesanan ini biasanya untuk acara ulang tahun, pernikahan, sunatan, gereja, dll.
  4. Berkeliling di area tempat tinggal tersebut.
  5. Serta dengan cara membagikan brosur Toko Kue Kristina ke pelanggan serta dari mulut ke mulut.

2.2.5 Peluang Usaha

Kalau menurut kelompok kami peluang usaha ini akan lebih berkembang dan lebih maju karena Toko ini menjual bermacam-macam kue yang mempunyai ciri khas tersendiri serta rasanya enak dan bisa bersaing dengan toko-toko kue yang terkenal lainnya. Serta suka membuat sensari baru dengan cara menawarkan macam-macam varisa warna atau rasa. Dalam melakukan pemesanan dapat dilakukan dengan cara menelpon langsung pemilik kue sehinnga tidak perlu datang ke tempat usaha maupun tempat produksi dan juga jika yang memesan orang lama maka pemesan tidak perlu membayar uang muka.

2.2.6 Persaingan Usaha

Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, pemilik toko kue ini tidak takut bersaing dengan usaha toko kue yang lain. Karena pemilik toko yakin kue yang diproduksinya mempunyai rasa yang khas dibandingkan dengan toko kue lainnya serta selalu memberikan sensasi-sensasi baru dengan membuat kue dengan resep baru dan tidak menggunakan bahan-bahan pengawet. Dan dalam pemilik selalu menerima kritik dan saran dari pelanggan yang berfungsi untuk dapat lebih mengembangkan usaha toko kue ini.

BAB III

3.1 Data pengusaha

Rujak cireng bu umi adalah perusahaan rumahan atau home industri yang memproduksi, mendistribusikan, dan menawarkan produk berupa cireng yang sudah dipadupadankan dengan bumbu “rujak” yang bercirikhas surabaya. Tidak hanya cireng biasa bu umi juga sudh memvariasai dengan banyak pilihan rasa. Profil perusahaan home Industri ini sebagai berikut: • Pemilik Perusahaan: Bu umiyati • Alamat Perusahaan: Dukuh kupang utara no 73 RT. 07 RW. 08 • Karyawan: 1 orang • Telp: 083854317317 – (031) 5686727 • Jenis Perusahaan: Home industri makanan ringan • Produk: cireng • Harga: Rp. 15.000 perkilonya

3.2 dokumentasi

1.proses penggorengan dan bentuk yang beraneka rasa di dalamnya

2.rasa original

  1. penyajian

BAB IV

KESIMPULAN

1.Kesimpulan

Rujak cireng bu umi ini menjual berbagai macam” varian rasa cireng dan dipadupadankan dengan bumbu rujak manis yang sangat cocok. inovasi rasa dan bentuk yang baru sehingga para pelanggan tidak akan bosan karena yang dijual banyak variasinya. Toko ini juga menyediakan bisa diperjualkan kembali, jika ada yang berminat toko kue ini memberikan potongan harga sekitar 10% sampai 15% dari harga seharusnya serta jika kue tersebut tidak habis terjual maka pembeli boleh mengembalikan kue tersebut kepada pemilik toko, atau pemilik toko biasa menyebut dengan sistem konsinyasi. Dengan sistem ini pemilik toko tidak takut mengalami kerugian karena hal tersebut masih bisa diatasi. Dan jika kue yang dibuat oleh pemilik toko tidak habis terjual maka kue tersebut dibagikan ke tetangga terdekat atau saudara-saudara bu umi .

2. Saran.

Usaha yang baiknya kurang disayangkan soal pemasaran yang memanfaatkan media online, dimana media online saat ini merupakan strategi yang amat menjanjikan dan strategis apabila bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik untuk mengembakan usaha ini.

Daftar pusaka

  • -umiyati 2015/pelaku usaha

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Kewirausahaan Warnet (Lengkap)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*