Contoh Makalah Konjungsi Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Konjungsi Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Konjungsi Bahasa Indonesia

MakalahkitaContoh Makalah Konjungsi Bahasa Indonesia yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………..

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………..

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………………………

1.2 Perumusan Masalah…………………………………………………………………………

1.3. Tujuan ………………………………………………………………………………………….

1.4. Manfaat ……………………………………………………………………………………….

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kata …………………………………………………………………………….

2.2. Pengertian Konjungsi …………………………………………………………………….

2.3. Jenis-jenis konjungsi ………………………………………………………………………

                     2.3.1. Konjungsi Antarklausa ……………………………………………..

                               2.3.2.1. Konjungsi Koordinatif ………………………………….

                               2.3.2.2. Konjungsi Subordinatif …………………………………

                               2.3.2.3. Konjungsi Korelatif……………………………………….

                     2.3.2. Konjungsi Antarkalimat ……………………………………………

                     2.3.3. Konjungsi Antarparagraf …………………………………………..

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan …………………………………………………………………………………..

3.2. Saran …………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya kata adalah satu kesatuan yang utuh yang mengandung arti dan makna. Kata penghubung merupakan rambu- rambu bahasa tulis yang berpengaruh dalam pembuatan kalimat atau karangan. Suatu karangan deskripsi akan sulit dimengerti jika dalam karangan deskripsi tidak dibubuhi kata penghubung. Siswa sering sekali kurang dalam pemahaman kata penghubung dalam suatu karangan, padahal setiap hari mereka disekolah pasti akan bertemu dengan kegiatan menulis dan membaca, baik itu membaca buku pelajaran atau menulis suatu karangan. Walaupun banyak buku yang menguklas pemakain bahasa Indonresia yang baik dan benar, akan tetapi kenyataannya masih sering dijumpai dalam penggunaan kata penghubung yang tidak tepat.

1.2 Perumusan Masalah

  1. Pengertian kata.
  2. Pengertian kata penghubung
  3. Pembagian kata penghubung

1.3 Tujuan

  1. Mengetahui apa pengertian kata.
  2. Mengetahui apa pengertian kata penghuhung.
  3. Mengetahui macam-macam kata penghubung.

1.4 Manfaat

            Kemampuan menggunakan kata penghubung ini diharapkan agar dapat memberikan sumbangan yang berarti sebagai bahan acuan pengembangan kajian kaidah bahasa Indonesia, sehingga memperoleh sukses dalam karir sebagai penulis.

BAB II

PEMBAHASAN

1.Pengertian Kata

Kata adalah sederetan huruf yang diapit dua spasi dan mempunyai arti. Menurut Bloomfield (dalam Chaer, 1994:163), “Kata adalah Satuan bebas terkecil (a minimal free form).” Contoh kata, kumbang, hinggap, dan bunga. Jika ditinjau dari segi bahasa, pengertian kata adalah morfem atau kombinasi morfem yang olehbahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. Atau dengan definisi lain, sebuah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tungaal (misalnya pendatang, pembuat, mahakuasa).

2. Pengertian Konjungsi

Konjungsi (Kata Sambung), Konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih. Konjungsi disebut juga dengan istilah kata sambung, kata hubung, dan kata penghubung.

3. Jenis-jenis konjungsi:

  1. Konjungsi antarklausa, dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
    1. Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang sama. ( =konjungsi setara ).
  • tetapi = penanda hubungan perlawanan
  • melainkan = penanda hubungan perlawanan
  • padahal = penanda hubungan pertentangan
  • sedangkan = penanda hubungan pertentangan
  • dan = penanda hubungan penambahan
  • serta = penanda hubungan pendampingan
  • atau penanda hubungan pemilihan

Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain, karena selain menghubungkan klausa juga menghubungkan kata.

Contoh;

  1. Dia menangis dan adiknya pun tersedu-sedu.
  2. Kamu yang datang ke rumahku atau Aku yang datang ke rumahmu?
  3. Dia terus saja berbicara, tetapi istrinya hanya terdiam saja.
  4. Habib pura-pura tidak tahu, padahal tahu banyak.
  5. Ayah sedang mencuci baju, sedangkan Ibu membaca Koran.
  1. Konjungsi subordinatif yaitu konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih yang memiliki status sintaksis yang tidak sama. (=konjungsi bertingkat)

Macam-macamnya:

a. – sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, sambil, seraya, selagi, selama, hingga, sampai (menyatakan waktu).

b. – Jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala ( menyatakan syarat ).

c. – Andaikan, seandainya, andaikata, umpamanya, sekiranya ( menyatakan pengandaian ).

d. – agar, supaya, biar ( menyatakan tujuan )

e. – biarpun, meskipun, sekalipun, walaupun, sungguhpun, kendatipun ( menyatakan konsesif ).

f. – seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana ( menyatakan pemiripan ).

g. – sebab, karena, oleh karena ( menyatakan sebab )

h. – hingga, sehingga, sampai(-sampai), maka(nya) ( menyatakan akibat ).

i. – bahwa ( menyatakan penjelasan ).

Konjungsi Subordinatif – Setelah sebelumnya kita telah mempelajari tentang Konjungsi Koordinatif  kali ini kita akan mempelajari Kata Penghubung Subordinatif.

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (kalusa) yang kedudukannya tidak sederajat (Abdul Chaer, 2008: 100). Konjungsi subordinatif dibagi menjadi tiga belas kelompok sebagai berikut:

  1. Konjungsi suordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
  2. Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
  3. Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
  4. Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.
  5. Konjungsi subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
  6. Konjungsi subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
  1. Konjungsi subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
  2. Konjungsi subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
  3. Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.
  4. Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa.
  5. Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa
  1. Konjungsi suboerdinatif atributif: yang
  2. Konjungsi subordinatif perbandingan: sama ,dengan, lebih ,dari(pada)
  1. Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsure itu memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Macam-macamnya:

– baik … maupun …

– tidak hanya …, tetapi ( …) juga …

– bukan hanya …, melainkan …

– (se)demikian (rupa) … sehingga…

– apa(kah) … atau … – entah … entah …

– jangankan …, …pun …

Perhatikan contoh berikut!

* Baik Andi maupun Toni ingin kursus piano.

* Tidak hanya kehilangan rumah, tetapi ia juga kehilangan seluruh keluarganya.

* Kakaknya belajar demikian tekun, sehingga ia dapat peringkat pertama.

* Entah ditanggapi entah tidak, ia akan mengajukan usul itu.

* Jangankan teriak, berbicara pun suaranya tidak bisa keluar.

  1. Konjungsi Antarkalimat yaitu konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai satu kalimat yang baru dan huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital.

Macam-macamnya:

– biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu ( menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu )

– kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu ( menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya ).

– sebaliknya ( menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya ).

– sesungguhnya, bahwasannya ( menyatakan keadaan yang sebenarnaya ).

– malahan, bahkan ( menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).

– akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
– dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )

– oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )

– sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )

  1. Konjungsi Antarparagraf yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan paragraf tempat konjungsi itu dipakai dengan paragraf sebelumnya. Konjungsi antarparagraf pada umumnya terletak pada awal paragraf. Macam-macamnya:

– adapun

– akan hal

– mengenal

– dalam pada itu.

Selain keempat konjungsi antarparagraf tersebut terdapat juga konjungsi antarparagraf berikut:

– alkisah

– arkian

– sebermula

– syahdan

Kata Penghubung

Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antar klausa, antar kalimat, dan antar paragraf. Kata penghubung antar klausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antar kalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya), dan kata penghubung antar paragraf letaknya di awal paragraf.

Macam-macam kata penghubung dan fungsinya :

  1. Kata Penghubung Aditif (gabungan) Kata Penghubung aditif (gabungan) adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam kedudukan yang sederajat, misalnya : dan, lagi, lagi pula, dan serta.
  2. Kata Penghubung Pertentangan, Kata penghubung pertentangan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat dengan mempententangkan kedua bagian tersebut. Biasanya bagian yang kedua menduduki posisi yang lebih penting daripada yang pertama, misalnya : tetapi, akan tetapi, melainkan, sebaliknya, sedangkan, padahal, dan namun.
  3. Kata Penghubung Disjungtif (pilihan), Kata penghubung pilihan merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sederajat dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih, misalnya: atau, atau….atau, maupun, baik…baik…, dan entah…entah…
  4. Kata Penghubung Temporal (waktu), Kata penghubung temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Kata-kata konjungsi temporal berikut ini menjelaskan hubungan yang tidak sederajat, misalnya : apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semwnjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, dan tatkala. Sementana konjungsi berikut ini menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat, misalnya sebelumnya dan sesudahnya.
  1. Kata Penghubung Final (tujuan), Konjungsi tujuan adalah semacam konjungsi modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan suatu penistiwa, atau tindakan. Kata-kata yang biasa dipakai untuk menyatakan hubungan ini adalah : supaya, guna, untuk, dan agar.
  2. Kata Penghubung Sebab (kausal), Konjungsi sebab menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi karena suatu sebab tertentu. Bila anak kalimat ditandai oleh konjungsi sebab, induk kalimat merupakan akibatnya. Kata-kata yang dipakai untuk menyatakan hubungan sebab adalah sebab, sebab itu, karena, dan karena itu.
  3. Kata Penghubung Akibat (konsekutif), Konjungsi akibat menjelaskan bahwa suatu peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Dalam hal ini anak kalimat ditandai konjungsi yang menyatakan akibat, sedangkan peristiwanya dinyatakan dalam induk kalimat. Kata-kata yang dipakai untuk menandai konjungsi akibat adalah sehingga, sampai, dan akibatnya.
  4. Kata Penghubung Syarat (kondisional), Konjungsi syarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi bila syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. Kata kata yang menyatakan hubungan ini adalah jika, jikalau, apabila, asalkan, kalau, dan bilamana.
  5. Kata Penghubung Tak Bersyarat, Kata penghubung tak bersyarat menjelaskan bahwa suatu hal dapat terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang dipenuhi. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah walaupun, meskipun, dan biarpun.
  6. Kata Penghubung Perbandingan, Kata penghubung perbandingan berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal itu. Kata kata yang sering dipakai dalam konjungsi ini adalah sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, seakan-akan, ibarat, umpama, dan daripada.
  1. Kata Penghubung Korelatif, Konjungsi korelatif menghubungkan dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga yang satu langsung mempenganuhi yang lain atau yang satu melengkapi yang lain. Dapat juga dikatakan bahwa kedua kalimat mempunyai hubungan timbal-balik. Kata-kata yang yang menyatakan konjungsi ini adalah semakin ….. . semakin, kian .. . kian…,bertambah … bertambah . . , tidak hanya… ….,tetapi juga…, sedemikian rupa…, sehingga…, baik…, dan maupun.
  2. Kata Penghubung Penegas (menguatkan atau intensifikasi), Konjungsi ini berfungsi untuk menegaskan atau meningkas suatu bagian kalimat yang telah disebut sebelumnya. Termasuk di dalam konjungsi hal-hal yang menyatakan rincian. Kata-kata yang tenmasuk dalam konjungsi ini adalah bahkan, apalagi, yakni, yaitu, umpama, misalnya, ringkasnya, dan akhirnya
  3. Kata Penghubung Penjelas (penetap), Konjungsi penjelas berfungsi menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Contoh kata dalam konjungsi ini adalah bahwa.
  4. Kata Penghubung Pembenaran (konsesif), Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subondinatif yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui suatu hal, sementara menolak hal yang lain yang ditandai oleh konjungsi tadi. Pembenanan dinyatakan dalam klausa utama (induk kalimat), sementara penolakan dinyatakan dalam anak kalimat yang didahului oleh konjungsi seperti, meskipun, walaupun, biar, biarpun, sungguhpun, kendatipun, dan sekalipun.
  5. Kata Penghubung Urutan, Konjungsi ini menyatakan urutan sesuatu hal. Kata-kata yang termasuk dalam konjungsi ini adalah mula-mula, lalu, dan kemudian.
  6. Kata Penghubung Pembatasan Kata penghubung ini menyatakan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas mana perbuatan dapat dikerjakan, misalnya kecuali, selain, dan asal.
  7. Kata Penghubung Penanda, Kata penghubung ini menyatakan penandaan terhadap sesuatu hal. Kata-kata yang ada dalam konjungsi ini adalah misalnya, umpama, dan contoh. Konjungsi lain yang masih merupakan konjungsi penanda yaitu konjungsi penanda pengutamaan. Contoh kata-kata konjungsi ini adalah yang penting, yang pokok, paling utama, dan terutama.
  8. Kata Penghubung Situasi Kata penghubung situasi menjelaskan suatu perbuatan terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. Kata-kata yang dipakai dalam konjungsi ini adalah sedang, sedangkan, padahal, dan sambil.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Uraian diatas menunjukan bahwa kata penghubung Antarkalimat merupakan suatu bidang ilmu yang penting dewasa ini. Berkat penguasaan kata penghubung para penulis dapat meraih sukses besar dalam karirnya sebagai penulis karena kata penghubung merupakan rambu- rambu bahasa tulis yang berpengaruh dalam pembuata kalimat atau karangan. Suatu karangan deskripsi tidak dibubuhi kata penghubung. Siapa yang mempelajari kata penghubung Antarkalimat dan mempergunakannya dalam membuat suatu kalimat atau karangan akan mendapat sukses dalam karyanya.

2. Saran

Kesanggupan untuk menguasai kata penghubung dapat dicapai dengan memprlajari kata penghubung tersebut dalam sebuah kalimat atau karangan dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

  • www.makalahkita.com

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*