Contoh Makalah Konsep Database (Sistem Informasi Manajemen)

Contoh Makalah Konsep Database (Sistem Informasi Manajemen)

Makalahkita.com – Contoh Makalah Konsep Database (Sistem Informasi Manajemen) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Di Era Global saat ini Sistem Informasi Manajemen merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu organisasi dimana sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.sistem manajemen basis data merupakan perangkat lunak yang dapat di gunakan untuk mendefinisikan, menciptakan, mengelola dan mengendalikan pengaksesan basis data.

Dalam pengambilan keputusan, baik dalam operasional sehari-hari, maupun dalam perencanaan strategis ke masa depan. Proses pengambilan keputusan harus dilandasi oleh data dan informasi yang tepat waktu dan tepat isi agar keputusan yang diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari pengolahan data, dan pengolahan data dilaksanakan oleh sistem informasi dengan dukungan teknologi informasi. Data adalah bahan baku informasi dan dikumpulkan dalam suatu basis-data (database) agar pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan, pengolahan, dan pengamanannya dapat dilaksanakan secara effektif dan effisien.

Hal ini dikarenakan setiap kegiatan atau pekerjaan yang kita lakukan kadang terdapat suatu kumpulan data yang sangat banyak, sehingga akan menjadi sulit apabila tidak ada system yang mengelola data-data tersebut, dan ini sangat diperlukan suatu basis data (Database). Basis data(Database) adalah sebuah kumpulan informasi yang dibuat dalam suatu susunan sistematik dengan menggunakan suatu program komputer untuk membantu dalam penyusunan maupun pengolahan dari informasi.Sehingga suatu pengolahan  informasi tersebut dapat menjadi informasi yang tepat guna, tepat waktu, akurat dan relevan.

1.2  Rumusan Masalah

a) Apa pengertian Basis Data (Database) ?

b) Apa saja Komponen Dasar Basis Data (Database)?

c) Apa tujuan penggunaan Basis Data (Database)?

d) Kriteria apa yang terdapat dalam Basis Data (database)?

e) Apa saja istilah-istilah yang terdapat di dalam Basis Data (Database)?

f) Apa Database Management System (DBMS) ?

g) Apa jenis – jenis Database Management System (DBMS)?

h) Apa pengertian Arsitektur Basis Data serta bagaimana pembagiannya?

i) Bagaimana Kelebihan yang terdapat dalam Basis Data (Database)?

j) Bagaimana Kekurangan yang terdapat dalam Basis Data (Database)?

1.3 Tujuan dan Manfaat

a) Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari Basis Data (Database),

b) Mahasiswa dapat mengetahui komponen dasar yang terdapat di dalam basis data (database),

c) Mahasiswa mampu memahami tujuan penggunaan tentang basis data(database),

d) Mahasiswa dapat mengetahui tentang kriteria yang terdapat dalam Basis Data(database)

e) Mahasiswa dapat mengetahui serta mengerti tentang istilah – istilah yang terdapat di dalam basis data (database),

f) Mahasiswa bisa lebih tahu tentang Management System (DBMS),

g) Mahasiswa bisa mengetahui pengertian dan pembagian dari Arsitektur Basis Data,

h) Mahasiswa dapat mengetahui jenis – jenis Database Management System (DBMS)?

i) Mahasiswa lebih tahu tentang kelebihan serta kelemahan dari basis data(database).

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Basis Data (Database)

            Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas basis data(bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulaninformasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data(database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalamilmu informasi. Banyak sekali definisi tentang basis data yang diberikan oleh para pakar di bidang ini. Berikut beberapa pengertian dari basis data :

      Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan sertadiorganisasikan sedemikian  rupa agar dapat digunakan kembali secara mudah dan cepat, Kumpulan data yang saling berhubungan serta disimpan secarabersama  tanpa adanya pengulangan (redundansi) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan, Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan dan disimpan dalam media penyimpanan elektronis

Database ( Basis Data ) Merupakan Kumpulan dari suatu data yang tersimpan dan saling berhubungan satu sama lain tersimpan dalam suatu komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Penerapan database dalam suatu informasi disebut dengan datebase System.

Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS).

Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

2.2 Komponen Basis Data  (Database)

      Komponen di dalam basis data ada 4 sebagai berikut:

  1. Data

Representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.Dengan ciri – ciri seperti berikut ;

Ø  Data disimpan secara terintregrasi (integrated) database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi – aplikasi yang berbeda, dan disusun dengan cara menghilangkan bagian – bagianyang rangkap (Redundant).

Ø  Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared) masing – masingbagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu bersamaan,untuk aplikasi yang berbeda.

  1. Hardwere (Perangkat Keras)

Terdiri dari semua perangkat keras komputer sebagai pengolahan database tersebut :

ü  Peralatan untuk menyimpan database,yaitu second storage(harddisk, CD, Disket, Flashdisk,dll)

ü  Peralatan Output dan input device

ü  Peralan komunikasi data.

  1. Sofwere (Perangkat Lunak)

Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data physik pada database. Software pada sistem database dapat berupa :

o   DBMS (Database management system) yaitu menangani akses dalam database sehingga proses tidak terlalu memikirkan penyimpanan dan pengolahan yg terlalu detail.

o   Program- program aplikasi dan prosedur – prosedur

  1. User

Terbagi menjadi 4 klasifikasi sebagai berikut;

  • System engineer merupakan tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem database dan juga mengadakan peningkatan serta melaporkan kesalan dari sistem tersebut pada pihak penjual.
  • Data base administrator (DBA) yaitu orang atau tim yg bertugas untuk mengelola sistem databasee secara keseluruhan
  • Progammer ialah orang atau tim membuat program aplikasi yang mengakses data base dengan menggunakan bahasa pemograman
  • End user merupakan orang yang mengakses data base melalui terminal dengan menggunakan query languange atau proglam aplikasi yg dibuat oleh programmer

2.3 Tujuan Penggunaan Basis Data (Database)

      Mencegah data redudancy dan inconsistency

      Mempermudah melalkuan akses terhadap data

      Data isolasi

      Mencegah concurrent access anomaly

      Masalah keamanan data

      Masalah integritas

2.4   Kriteria di Basis Data (Database)

   Sistem data base mempunyai beberapa criteria yang penting, yaitu:

  • Bersifat data oriented dan bukan program oriented,
  • Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah databasenya,
  • Dapat berkembang dengan mudah baik volume maupun strukturnya,
  • Dapat memenuhi kebutuhan system baru secara mudah,
  • Dapat digunakan dengan cara-cara yang berbeda,
  • Kerangkapan data (data redundancy) minimal.

Keenam criteria tersebut membedakan secara nyata/jelas antara file database dan file tradisional yang bersifat program oriented, yaitu hanya dapat digunakan oleh satu program aplikasi; berhubungan dengan suatu persoalan tertentu untuk system yang direncanakan; perkembangan data hanya mungkin terjadi pada bolume data saja; kerangkapan data terlalu sering muncul/tidak terkontrol dan hanya dapat digunakan dengan satu cara tertentu saja.

2.5  Istilah – istilah Basis Data (Database)

a.)    Enterprise:

Suatu bentuk organisasi seperti: bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional: data keuangan, data mahasiswa, data pasien, data karyawan.

b.)    Entitas:

Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data. Contoh entitas dalam lingkungan bank terdiri dari: nasabah, simpanan, hipotik. Contoh entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : mahasiswa, mata kuliah.

Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas. Contoh: semua nasabah, semua mahasiswa.

c.)     Atribut (Elemen Data):

Karakteristik dari suatu entitas. Contoh: entitas mahasiswa atributnya terdiri dari npm, nama, alamat, tanggal lahir.

d.)    Nilai Data (Data Value):

Isi data/informasi yang tercakup dalam setiap elemen data. Contoh atribut nama mahasiswa dapat berisi nilai data: Dani, Dewi, Diaz.

e.)    Kunci Elemen Data (Key Data Element):

Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh entitas mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan kunci elemen data NPM.

f.)      Record Data:

Kumpulan isi elemen data yang saling berhubungan. Contoh: kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari entitas mahasiswa berisikan : “4109073”, “Dani”, “Jl. Jend. Sudirman No. 4 Makassar”, “4 April 1983”.

2.6  Database Management System (DBMS)

Seperti yang telah dikemukakan di awal, pada bagian ini kita akan mengulas lebih

spesifik lagi mengenai Sistem Manajemen Basis Data atau populernya disebut Database Management System atau disingkat DBMS. Yang mana adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database, mulai dari membuat database itu sendiri sampai dengan proses-proses yang berlaku dalam database tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query terhadap data, membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif dan efisien. Salah satu jenis DBMS yang sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS (RDBMS), yang merepresentasikan data dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan. Sebuah tabel disusun dalam bentuk baris (record) dan kolom (field). Banyak sekali berkembang perangkat lunak RDBMS ini, misalnya MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL, Microsoft Access (MS. Access) dan lain-lain.

Ada 3 kelompok perintah yang digunakan dalam mengelola dan mengorganisasikan data dalam RDBMS, yaitu :

  1. Data Definition Language:

Merupakan perintah-perintah yang digunakan oleh seorang Database Administrator untuk mendefinisikan struktur dari database, baik membuat tabel baru, menentukan struktur penyimpanan tabel, model relasi antar tabel, validasi data, dan lain sebagainya.

  1. Data Manipulation Language (DML):

Perintah-perintah yang digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data pada suatu database. Manipulasi yang dapat dilakukan terhadap data adalah:

ü  Penambahan data

ü  Penyisipan data

ü  Penghapusan data

ü  Pengubahan data

  1. Data Control Language:

Bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja yang bias melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dan lain-lain. Lebih mengarah ke segi sekuritas data.

2.7  Jenis- jenis Software database manajemen system (DBMS)

  1. MySQL

MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL

(bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.Memiliki kelebihan sebagai berikut:

–          free (bebas didownload)

–          stabil dan tangguh

–          fleksibel dengan berbagai pemrograman

–          Security yang baik

–          dukungan dari banyak komunitas

–          kemudahan management database

–          mendukung transaksi

–          perkembangan software yang cukup cepat.

  1. ORACLE

Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:

– Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)

– Menangani manajemen space dan basis data yang besar

– Mendukung akses data secara simultan

– Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi

– Menjamin ketersediaan yang terkontrol

– Lingkungan yang terreplikasi

  1. FIREBIRD

Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.

Kemampuan dan Kelebihan Firebird

  1. Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah
  2. b. Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key.
  3. c. Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar
  4. d. Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database
  1. Microsoft SQL server 2000 Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas.
  1. Visual Foxpro 6.0

pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model ini menggunakan sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut

  1. Database Desktop Paradox

 Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase

2.8 Arsitektur Basis Data (Database)

            Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya, penjelasan ini disebut skema. Arsitektur sistem basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu

  1. Internal/Physical Level:

Level terendah untuk merepresentasikan basis data, berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.

  1. External/View Level:

Level user, berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.

Programmer menggunakan bahasa bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I End User menggunakan bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi.

Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data.

Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.

  1. Conceptual/Logical Level:

Sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data yang menghubungkan antara level internal & level external. Tidak seperti level eksternal, maka pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun aplikasi basis data.

2.8  Kelebihan dari Basis Data (Database)

Terdapat beberapa kelebihan sebagai berikut;

  1. Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi,
    2. Terpeliharanya keselarasan data,
    3. Data dapat dipakai secara bersama-sama,
    4. Memudahkan penerapan standarisasi,
    5. Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan,
    6. Terpeliharanya intergritas data,
    7. Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi,
    8. Program / data independent,

2.10  Kekurangan dari Basis Data (Database)

  1. Mahal dalam implementasinya,
  2. Rumit/komplek,
  3. Penanganan proses recovery & backup sulit,
  4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait,
  5. Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

            Basis data atau juga disebut database artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Komponen dasar dalam pembuatan basis data dengan adanya data, hardware, software, dan user. Istilah-istilah dalam basis data juga seyogyanya kita tahu, yaitu: enterprise, entitas, atribut, nilai data, kunci elemen data, record data.

      Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu: Internal/Physical Level, External/View Level, Conceptual/Logical Level. Tujuan utama dari arsitektur 3 level tersebut adalah untuk menyediakan data independence yang terbagi 2: Logical Data Independence (kebebasan data secara logika) dan Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik).