Contoh Makalah Konsep Epideomologi Yang Benar Lengkap

Contoh Makalah Konsep Epideomologi

Contoh Makalah Konsep Epideomologi Yang Benar Lengkap

MakalahkitaContoh Makalah Konsep Epideomologi Yang Benar Lengkap yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

BAB I

PENDAHULUAN

1.DEFINISI EPIDEMIOLOGI

Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu secara harfiah terdiri dari Epi (pada/tentang), Demos (penduduk) dan Logos (Ilmu). Jadi Epidemiologi dapat diartikan sebagai suatu ilmu tentang penduduk.

Beberapa definisi Epidemiologi:

1.Hirach (1883)

Epidemiologi adalah suatu gambaran kejadian, distribusi, dan tipe penyakit manusia.

2. Frost (192)

Epidemiologi adalah suatu ilmu induktif yang tidak hanya mendeskripsikan distribusi penyakit, melainkan kesesuaiannya dalam suatu filosofi yang konsisten.

3. Grewood (1934)

Epidemiologi adalah suatu penyakit sebagai fenomena massal.

4. Lilienfeld (1957)

Epidemiologi adalah studi distribusi suatu penyakit atau kondisi dalam populasi dan faktor yang mempengaruhi distribusi.

5. Taylor (1963)

Epidemiologi adalah studi kesehatan atau penyakit dalam populasi.

6. McMahon, Pugh & Ipsen (1970)

Epidemiologi adalah studi distribusi dan determinan frekuensi penyakit pada manusia.

7. Last (1988)

Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari penyebaran dan penentu dari keadaan dan peristiwa yang berkaitan dengan kesehatan dalam suatu populasi tertentu dan penerapan dari hasil studi tersebut untuk penanggulangan masalah kesehatan.

8. Noor Nasri Noor, 1997

Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari, menganalisis serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan pada suatu populasi tertentu.

9. Mac Mahon, 1970 ; Omran, 1974

Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan status kesehatan dan kejadiannya dalam suatu populasi.

10. Azrul Azwar, 1988

Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor- faktor yang mempengaruhinya.

11. WHO

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari epidemiologi dan determinan dari peristiwa kesehatan dan peristiwa lainnya yang berhubungan dengan kesehatan yang menimpa sekelompok masyarakat serta menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah-masalah tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

1.RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI

Pada awalnya epidemiologi hanya mempelajari penyakit yang bersifat menular/infeksi dan akut. Pada perkembangan lebih lanjut, epidemiologi juga mempelajari penyakit tidak menular juga kronis, masalah sosial/prilaku, penilaian terhadap pelayanan kesehatan, serta di luar bidang kesehatan. Ruang lingkup epidiomologi meliputi :

  1. Epidiomolgi Penyakit Menular
  2. Epidiomologi Penyakit TidakMenular
  3. Epidemiologi Klinik, Bentuk ini merupakan salah satu bidang epidemiologi yang sedang dikembangkan oleh para klinisi yang bertujuan untuk membekali para klinisi/dokter tentang cara pendekatan masalah melalui disiplin ilmu epidemiologi.
  4. Epidemiologi Kependudukan, Merupakan salah satu cabang ilmu epidemiologi yang menggunakan sistem pendekatan epidemiologi dalam menganalisis berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidang demografi serta faktor-faktor yang mempengaruhi berbagai perubahan demografis yang terjadi di dalam masyarakat.
  5. Epidemiologi Gizi, Digunakan dalam analisis masalah gizi masyarakat dimana masalah ini erat hubungannya dengan berbagai faktor yang menyangkut pola hidup masyarakat.
  6. Epidemiologi Pelayanan Kesehatan, Bentuk ini merupakan salaah satu sistem pendekatan manajemen dalam menganalisis masalah, mencari faktor penyebab timbulnya suatu masalah serta penyusunan rencana pemecahan masalah tersebut secara menyeluruh dan terpadu.
  7. Epidemiologi Lingkungan dan Kesehatan Kerja, Bentuk ini merupakan salah satu bagian epidemiologi yang mempelajari serta menganalisis keadaan kesehtan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan pada lingkungan kerja,serta kebiasaan hidup para pekerja
  8. Epidemiologi Kesehatan Jiwa, Merupakan salah satu dasar pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat yang mempengaruhi timbulnya gangguan jiwa dalam masyarakat.
  9. DLL

2. MACAM-MACAM METODE EPIDEMIOLOGI

Metode Epidemiologi adalah cara pendekatan ilmiah dalam mencari faktor penyebab serta hubungan sebab akibat terjadinya peristiwa tertentu pada suatu kelompok penduduk tertentu. Pada dasarnya metode epidemiologi dibagi 3, :

  1. Deskriptif
    Epidemiologi deskriptif mempelajari tentang frekuensi dan distribusi suatu masalah kesehatan dalam masyarakat. Keterangan tentang frekuensi dan distribusi suatu penyakit atau masalah kesehatan menunjukan tentang besarnya masalah itu dalam pertanyaan mengenai faktor who (siapa), where (dimana) dan when (kapan).

1) Siapa, Merupakan pertanyaan tentang faktor orang yang akan di jawab dengan mengemukakan perihal mereka yang terkena masalah. Bisa mengenai variable umur, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Faktor-faktor ini biasa disebut sebagai variabel epidemiologi/demografi. Kelompok orang yang potensial atau punya peluang untuk menderita sakit atau mendapatkan resiko, biasanya disebut population at risk (populasi berisiko).

2) Dimana, Pertanyaan ini mengenai faktor tempat dimana masyarakat tinggal atau bekerja atau dimana saja ada kemungkinan mereka menghadapi masalah kesehatan. Faktor tempat ini dapat berupa kota (urban), dan desa (rural), pantai dan pegunungan, daerah pertanian, industri, tempat bermukim atau bekerja.

3) Kapan, Kapan kejadian penyakit berhubungan juga dengan waktu. Faktor waktu ini dapat berupa jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, musim hujan dan musim kering. Contoh : “Banyaknya penderita TBC di daerah Sulawesi Selatan adalah 25.000 lelaki pada tahun 1992. ”

  1. Analitik
    Adalah menegakkan hipotesis tentang hubungan sebab akibat terjadinya keadaan kesehatan atau penyakit serta menguji hipotesis melalui pengamatan langsung dengan menilai sifat penyebaran alamiah dalam masyarakat. Menjawab : Why. Epidemiologi Analitik berkaitan dengan upaya epidemiologi untuk menganalisis faktor penyebab ( determinant) msalah kesehatan. Disini diharapkan epidemiologi mampu menjawab pertanyaan kenapa ( why ) apa penyebab terjadinya masalah itu. Contoh : “Setelah ditemukan secara deskriptif bahwa banyak perokok yang menderita kanker paru, maka perlu dianalisis lebih lanjut apakah rokok itu merupakan faktor determinan/penyebab terjadinya kanker paru.”
  2. Eksperimental
    Adalah melakukan analisis secara langsung tentang hubungan sebab akibat melalui percobaan-percobaan, baik di laboratorium maupun di masyarakat. Salah satu hal yang perlu dilakukan sebagai pembuktian bahwa suatu faktor sebagai penyebab terjadinya suatu luaran ( output = penyakit), adalah diuji kebenaranya dengan percobaan (eksperimen). Contoh : “Jika rokok dianggap sebagai penyebab kanker paru maka perlu dilakukan eksperimen jika rokok dikurangi maka kanker paru akan menurun atau sebaliknya. Untuk ini dilakukan perbandingan antara kelompok orang yang merokok dengan orang yang tidak merokok, kemudian dilihat jumlah penderita penyakit kanker paru untuk masing- masing kelompok. Dari perbedaan yang ada dapat disimpulkan ada atau tidaknya pengaruh rokok terhadap penyakit kanker paru tersebut. Ketiga jenis epidemiologi ini tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainya saling berkaitan dan mempunyai peranan masing-masing sesuai tingkat kedalaman pendekatan epidemiologi yang dihadapi. Secara umum dapat dikatakan bahwa pengungkapan dan pemecahan masalah epidemiologi dimulai dengan epidemiologi deskriptif, lalu diperdalam dengan epidemiologi analitik dan disusul dengan melakukan epidemiologi eksperimental. Jenis-jenis epidemiologi dapat juga dilihat dari aspek lain sehingga ditemukan berbagai jenis epidemiologi lainya. Misalnya ada epidemiologi penyakit menular, kependudukan, kesehatan reproduksi, statistik, farmasi, dll.

3. KEGUANAAN ATAU PERANAN EPIDEMIOLOGI

Dari kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi dan faktor-faktor penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan intervensi yang diperlukan maka epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam  bidang kesehatan masyarakat berupa :

  1. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan atau penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam usaha mencari data untuk pencegahan dan penanggulangannya.
  2. Menyiapkan data atau informasi untuk keperluan perencanaan program dengan menilai status kesehatan masyarakat serta memberi gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam.
  3. Membantu menilai berbagai hasil dari setiap bentuk program kesehatan
  4. Mencari dan mengembangkan metodologi dalam menganalisis penyakut serta cara menanggulanginya, baik penyakit perorangan (dianalisis dalam kelompok) maupun Kejadian Luar Biasa dalam masyarakat.

4. PRINSIP-PRINSIP EPIDEMIOLOGI

Adapun prinsip-prinsip epidemiologi adalah :

  1. Mempelajari sekelompok manusia atau masyarakat yang mengalami masalah kesehatan.
  2. Menunjuk kepada banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan pada populasi yang dinyatakan dengan frekuensi atau rasio
  3. Menunjuk kepada banyaknya masalah kesehatan yang diperinci menurut keadaan tertentu (waktu, tempat, orang yang mengalami masalah)
  4. Merupakan kegiatan tertentu yang dilakukan untuk mengkaji masalah kesehatan sehingga diperoleh kejelasan dari masalah tersebut.

5. TERJADINYA PENYAKIT / MASALAH KESEHATAN

Proses terjadinya penyakit atau masalah kesehatan di masyarakat meliputi beberapa teori yaitu:

  1. Penyakit timbul karena gangguan makhluk halus.
  2. Teori Hypocrates, bahwa penyakit timbul karena pengaruh lingkungan terutama: air, udara, tanah, cuaca (tidak dijeIaskan kedudukan manusia dalam lingkungan).
  3. Teori Humoral, dimana dikatakan bahwa penyakit timbul karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.
  4. Teori Miasma, penyakit timbul karena sisa dari mahkluk hidup yang mati membusuk, meninggalkan pengotoran udara dan Iingkungan.
  5. Teori jasad renik (teori Germ), terutama setelah ditemukannya mikroskop dan dilengkapi teori imunitas.
  6. Teori nutrisi dan Resistensi, hasil pengamatan berbagai pengamatan epidemiologis.
  7. Teori Ekologi lingkungan, bahwa manusia berinteraksi dengan penyebab dalam Iingkungan tertentu dapat menimbulkan penyakit.
    Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, Fisiologis, Psikologis, Sosiologis dan antropologis) dengan penyebab ( agent ) serta dengan lingkungan (e nviroment).

1)  Segitiga Epidemiologi

Segitiga epidemiologi merupakan konsep dasar epidemiologi yang memberi gambaran tentang hubungan antara tiga faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Segitiga epidemiologi merupakan interaksi antara Host (penjamu), Agent (penyebab) dan Environment (lingkungan). Pada saat terjadi ketidakseimbangan antara Host, Agent dan Environment akan menimbulkan penyakit pada individu atau masalah kesehatan di masyarakat

2) Jaring-jaring Sebab Akibat

Menurut model ini, suatu penyakit tidak bergantung pada satu sebab yang berdiri sendiri melainkan sebagai akibat dari serangkaian proses sebab dan akibat. Dengan demikian maka timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong mata rantai pada berbagai titik.

3) Model Lingkaran atau Roda

Seperti halnya dengan model jaring-jaring sebab akibat, model roda memerlukan identifikasi dari berbagai faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit dengan tidak begitu menekankan pentingnya agen. Disini dipentingkan hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya.

6. FAKTOR RESIKO TERJADINYA MASALAH KESEHATAN

Dengan menggunakan paradigma epidemiologi klasik yang menganggap terjadinya penyakit atau masalah kesehatan sebgai hasil akhir dari interaksi pejamu ( host ), agent (bibit penyakit) dan lingkungan ( environment).

  1. Pejamu ( Host)

Adalah faktor yang terdapat pada diri manusia yang dapat mempengaruhi timbulnya serta perjalanan suatu penyakit. Macam- macam faktor pejamu, antala lain :

1)Faktor keturunan, Dalam dunia kedokteran dikenal dengan berbagai penyakit yang dapat diturunkan seperti riwayat alergis, kelainan jiwa dan beberapa penyakit kelainan darah.

2) Mekanisme pertahanan tubuh, Jika pertahahn tubuh baik maka dalam batas-batas tertentu jenis penyakit akan dapat diatasi.
3) Umur, Pada saat ini dikenal penyakit tertentu yang hanya menyerang golongan umur tertentu. Misalnya penyakit campak, polio dan difteri yang banyak ditemukan pada anak-anak.
4) Jenis kelamin, Beberapa penyakit tertentu hanya pada jenis kelamin tertentu saja. Misalnya tumor leher rahim.

5) Ras, Beberapa ras tertentu diduga lebih sering menderita beberapa penyakit tertentu. Misalnya penyakit hemofili yang lebih banyak ditemukan pada orang barat.

6)  Status perkawinan

7) Pekerjaan, Melihat dari tingkat stress dan beban masalah yang dihadapi, serta kejiwaanya.
8) Kebiasaan hidup

2. Bibit Penyakit ( Agent)

Suatu substansi atau elemen tertentu yang kehadiran atau ketidakhadirannya dapat menimbulkan atau mempengaruhi penyakit. Agent adalah faktor yang menyebabkan penyakit atau masalah kesehatan. Dan penyebab agent menurut model segitiga epidemilogi terdiri dari biotis dan abiotis.

1)   Biotis , khususnya pada penyakit menular yaitu terjadi dari 5 golongan:

a) Protozoa : misalnya Plasmodium, amodea

b) Metazoa : misalnya arthopoda , helminthes

c) Bakteri : misalnya Salmonella, meningitis

d) Virus misalnya : dengue, polio, measies, lorona

e) Jamur Misalnya : candida, tinia algae, hystoples osis

2)  Abiotis, terdiri dari:

a) Nutrient Agent, misalnya kekurangan /kelebihan gizi (karbohididrat, lemak, mineral, protein dan vitamin).

b) Chemical Agent , misalnya pestisida, logam berat, obat-obatan

c) Physical Agent, misalnya suhu, kelembaban panas, kardiasi, kebisingan.

d) Mechanical Agent, misalnya pukulan tangan kecelakaan, benturan, gesekan, dan getaran

e) Psychis Agent, misalnya gangguan phisikologis stress depresi

f) Phycologis Agent, misalnya gangguan genetik.

3. Lingkungan ( Environment)

Adalah agregat dari seluruh kondisi dan pengaruh-pengaruh luar yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan suatu organisme. Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan terjadinya sifat karakteristik individu sebagai pejamu dan itu memegang peranan dalam proses kejadian penyakit.

1)  Lingkungan Biologis

Segala flora dan fauna yang berada di sekitar manusia yang antara lain meliputi :

a) Beberapa mikroorganisme patogen dan tidak patogen

b) Vektor pembawa infeksi

c) Berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia, baik sebagai sumber kehidupan (bahan makanan dan obat-obatan), maupun sebagai reservoir / sumber penyakit atau pejamu antara ( host intermedia )

d) Fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular. Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh dan memegang peranan yang penting dalam interaksi antara manusia sebagai pejamu dengan unsur penyebab, baik sebagai unsur lingkungan yang menguntungkan manusia (sebagai sumber kehidupan) maupun yang mengancam kehidupan / kesehatan manusia.

2)  Lingkungan Fisik

Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung, maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia. Lingkungan fisik (termasuk unsur kimiawi serta radiasi) meliputi :

a) Udara keadaan cuaca, geografis, dan golongan

b) Air, baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai bentuk pemencaran pada air

c) Unsur kimiawi lainnya pencemaran udara, tanah dan air, radiasi dan lain sebagainya. Lingkungan fisik ini ada yang termasuk secara alamiah tetapi banyak pula yang timbul akibat manusia sendiri.

3) Lingkungan Sosial

Semua bentuk kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik, sistem organisasi. Serta instusi/ peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. Lingkungan sosial ini meliputi :

a) Sistem hukum, administrasi dan lingkungan sosial politik, serta sistem ekonomi yang berlaku;

b) Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat

c) Sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat

d) Kebiasaan hidup masyarakat

e) Kepadatan penduduk. Kepadatan rumah tangga, serta berbagai sistem kehidupan sosial lainnya.

7. UKURAN-UKURAN EPIDEMIOLOGI

Dalam pengertian dan tujuan dari epidemiologi tertuang bahwa
epidemiolog dipakai untuk melihat bagaimana penyebaran penduduk dan masalah kesehatan (penyakit). Untuk itu epidemiologi membagi ukuran ke dalam dua tipe yaitu :

  1. Ukuran Yang Dipakai Untuk Menghitung Angka Kesakitan Atau Morbiditas
    Ukuran atau angka morbiditas adalah jumlah penderita yang dicatat selama 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun. Angka ini dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan kesehatan secara umum, mengetahui keberhasilan program-program pemberantasan penyakit, dan sanitasi lingkungan serta memperoleh gambaran pengetahuan penduduk terhadap pelayanan kesehatan. Secara umum ukuran yang banyak digunakan dalam menentukan morbiditas adalah angka, rasio, dan proporsi.

1)  Rate
Rate atau angka merupakan proporsi dalam bentuk khusus perbandingan antara pembilang dengan penyebut atau kejadian dalam suatu populasi teterntu dengan jumlah penduduk dalam populasi tersebut dalam batas waktu tertentu. Rate terdiri dari berbagai jenis ukuran diantaranya adalah :

a) Incidence Rate

Incidence Rate suatu penyakit tertentu adalah jumlah kasus baru yang terjadi di kalangan penduduk selama periode waktu tertentu.

b) Attack Rate

Attack Rate suatu penyakit tertentu adalah jumlah kasus selama epidemi atau incidence rate pada suatu epidemi yang terjadi di kalangan penduduk.

c) Prevalence Rate

Prevalence Rate suatu penyakit tertentu adalah mengukur jumlah orang di kalangan penduduk yang menderita suatu penyakit pada satu titik waktu tertentu.

d) Period Prevalence

Period Prevalence suatu penyakit tertentu adalah mengukur jumlah rata-rata orang di kalangan penduduk ( mid period population ) yang menderita suatu penyakit selama periode tertentu. Period Prevalence terbentuk dari prevalence pada suatu titik waktu ditambah kasus- kasus baru ( incidence ), dan kasus-kasus yang kambuh selama periode observasi.

2) Ratio

Rasio adalah nilai relatif yang dihasilkan dari perbandingan dua nilai kuantittif yang pembilangnya tidak merupakan bagian dari penyebut.

3)  Proporsi

Proporsi adalah perbandingan dua nilai kuantitatif yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebut.

  1. Ukuran Yang Dipakai Untuk Menghitung Angka Kematian, Meliputi :

1) Crude Death Rate (CDR) atau Angka Kematian Kasar

Angka keamtian kasar adalah jumlah kematian yang dicatat selama 1 tahun per 1000 penduduk pada pertengahan tahun yang sama. Disebut kasar karena angka ini dihitung secara menyeluruh tanpa memperhatikan kelompok- kelompok tertentu di dalam populasi dengan tingkat kematian yang berbeda-beda.

2) Age Specific Death Rate (ASDR) atau Angka Kematian Menurut

Golongan Umur Angka kematian menurut golongan umur adalah perbandingan antara jumlah kematian yang dicatat selama 1 tahun pada penduduk golongan umur x dengan jumlah penduduk golongan umur x pada pertengahan tahun

3)Cause Disease Specific Death Rate (CDSDR) atau Angka Kematian Akibat Penyakit Tertentu Angka Kematian Akibat Penyakit Tertentu adalah Jumlah kematian karena TBC di satu daerah dalam waktu satu tahun dengan jumlah penduduk rata-rata (pertengahan tahun) pada daerah dan tahun yang sama.

4)      Under Five Mortality Rate (UFMR) atau Angka Kematian Balita
Angka Kematian Balita adalah gabungan antara angka kematian bayi dengan angka kematian anak umur 1-4 tahun yaitu jumlah kematian balita yang dicatat selam satu tahun per 1000 penduduk balita pada tahun yang sama.

5)  Neonatal Mortality Rate (NMR) atau Angka Kematian Neonatal

Neonatal adalah bayi yang berumur kurang dari 28 hari. Angka Kematian Neonatal adalah jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 28 hari yang dicatat selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

6) Perinatal Mortality Rate (PMR) atau Angka Kematian Perinatal Angka kematian perinatal adalah jumlah kematian janin yangdilahirkan pada usia kehamilan berumur 28 minggu atau lebih ditambah kematian bayi yang berumur kurang dari 7 hari yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 kelahiran kelahiran hidup pada tahun yang sama.

7)Infant Mortality Rate (IMR) atau Angka Kematian Bayi Angka Kematian Bayi adalah perbandingan jumlah penduduk yang berumur kurang dari 1 tahun yang diacat selama 1 tahun dengan 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

8)  Maternal Mortality Rate (MMR) atau Angka Kematian Ibu

Angka kematian ibu adalah jumlah kematian ibu akibat komplikasi kehamilan, persalinan, dan masa nifas yang dicatat selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

  1. Ukuran Yang Dipakai Untuk Menghitung Angka Kesuburan Atau Fertilitas, meliputi :

1)  Crude Birth Rate (CBR) atau Angka kelahiran kasar

Angka kelahiran kasar adalah semua kelahiran hidup yang dicatat dalam 1 tahun per 1000 jumlah penduduk pertengahan tahun yang sama.

2)   Age Spesific Fertilty Rate (ASFR) atau Angka Fertilitas Menurut Golongan Umur
Angka fertilitas menurut golongan umur adalah jumlah kelahiran oleh ibu pada golongan umur tertentu yang dicatat selam 1 tahun yang dicata per 1000 penduduk wanita pada golongan umur tertentu apda tahun yang sama.

3)  Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Fertilitas Total

Angka fertilitas total adalah jumlah angka fertilitas menurut umur yang dicatat selama 1 tahun.

DAFTAR PUSTAKA

  • Azwar, asrul.dr.m.ph.1988. Pengantar epidemiologi. Jakarta: PT. Binarupa Aksara
  • Sutrisna, Bambang.dr.M.h.SC.1986. Pengantar Metoda Epidemiologi. Jakarta: PT. Dian Rakyat
  • Modul Materi Dasar Epidemiologi FKM UNDIP 2010
  • Budioro.B.2007. Pengantar Epidemiologi edisi II. Semarang : Badan Penerbit Undip

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*