Contoh Makalah Manajemen Bisnis Ritel (Lengkap)

Contoh Makalah Manajemen Bisnis Ritel (Lengkap)

Makalahkita.com – Contoh Makalah Manajemen Bisnis Ritel (Lengkap) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….. i

Daftar Isi..…………………………………………………………………………………………….. ii

BAB I : PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang…………………………………………………………………..    1

1.2  Tujuan …………………………………………………………………………………    2

1.3  Rumusan Masalah………………………………………………………………   2

BAB II : PEMBAHASAN

2.1  Sumber Daya Manusia dalam Bisnis Ritel……………………………….  3

2.2  Struktur Organisasi pada Bisnis Ritel…..………………………………..   4

2.3  Memotivasi Karyawan Ritel …………………………………………………   5

2.4  Membangun Komitmen Karyawan ……………………………………….   7

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….   8

3.2 Saran……………………………………………………………………………………   9

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan bisnis ritel sangat pesat dekade ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha ritel yang bermunculan untuk menarik minat konsumen dengan harapan dapat memimpin pasar, sehingga persaingan dalam dunia ritel akan semakin ketat.

Di Indonesia, perkembangan ritel telah memasuki era praktis seperti yang ada di negara-negara maju. Ini  khususnya  terjadi  di  kota-kota besar,  seperti Jakarta,  Bandung, Surabaya,  Palembang,  Makasar, dan Medan.

Kondisi  tersebut  menyebabkan  produsen lebih  jeli  dalam menciptakan keunggulan  sebelum  terjun  ke  pasar  sasaran.  Hal  ini  harus didukung oleh  Sumber  Daya  Manusia (SDM) yang  handal,  berpotensial  dan mempunyai  loyalitas  serta dedikasi  terhadap  kelangsungan perusahaan terutama  bisnis ritel,  karena  bisnis ini  berbeda  cara pengelolaannya dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan pada umumnya.

Sumber  daya  manusia  mempunyai  peran  sangat  penting  dalam pengelolaan  bisnis       ritel ,  karena  membutuhkan  kesiapan pengelolaan  dalam arti sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan keterampilan (baik soft  skill  maupun  hard  skill)  dalam hal  manajerial  penjualan  ritel  dan  sekaligus kepekaan dalam melihat peluang agar dapat memiliki kompetensi untuk bertahan.dalam  bisnisritel.

Hal  ini  bisa  dilihat  dari  jam  kerja  yang  berbeda,  pentingnya sumber daya  manusia  ini  akan  mempengaruhi  kelangsungan  perusahaan.  Dan jika  bisnis ini  mengalami  penurunan,  baik dalam  pengelolaannya  dan terutama dilihat  dari  omset  penjualannnya,  maka  peran  manajemen untuk sumber  daya manusianya  yang  harus diperbaiki,  karena perusahaan  sendiri  pada  umumnya mempunyai tujuan dan harapan yang sama yaitu memperoleh laba dalam jangka panjang agar perusahaan yang dikelolanya tetap berkembang.

Melihat pentingnya peran SDM dalam bisnis ritel, maka penulis mencoba menguraikan  permasalahan  manajemen SDM Ritel  dalam  makalah  ini yang berjudul:  “ANALISIS MANAJEMEN  SUMBER  DAYA  MANUSIA  (SDM)DALAM BISNIS  RITEL PADA MAXIMART “.

1.2 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini antara lain :

  1. Untuk memenuhitugas mata  kuliah  Manajemen  Bisnis Ritel
  2. Memberikan kontribusi akademis dengan memberikan saran  dalam permasalahan Manajemen Sumber Daya Manusia pada bisnis ritel
  3. Mengetahui pengelolaan SDM dalam bisnis ritel yang berfokus pada lokasi MaxiMart, Thamrin Plaza-Medan Lt.1.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

  1. Apa yang dimaksud dengan sumber daya manusia dalam bisnis ritel ?
  2. Bagaimana struktur organisasi pada bisnis ritel (Maxi Mart) ?
  3. Bagaimana cara
  4. memotivasi karyawan dalam bisnis ritel ?
  5. Bagaimana cara membangun komitmen karyawan dalam bisnis ritel ?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sumber Daya Manusia dalam Bisnis Ritel

Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bidang manajemen yang berfokus pada pengelolaan Sumber Daya Manusia dengan seefektif mungkin agar diperoleh suatu kesatuan tenaga kerja yang memuaskan. Manajemen  sumber  daya  manusia  sangat  penting  dalam  bisnis ritel, sebab  setiap  karyawan  memainkan  peran  atau  bagian  yang  penting dalam melaksanakan  fungsi  pekerjaan  dengan  baik.

Manajemen sumber  daya dalam bisnis ritel adalah upaya untuk mengelola sumber daya manusia (SDM) ritel serta hubungannya dengan pelanggan dan kultur tentang ritel hingga menjadi manfaat kompetitif yang mendukung.

Berbagai  posisi  karier  yang  bisa  kita  temukan  dalam  sebuah  bisnis ritel, antara  lain; Pemilik Ritel,  Pengelola  Ritel,  Pramuniaga,  Kasir, Kepala  Gudang,  Customer  Service,  Security, Pemasok Barang  Dagangan, Manajer  Keuangan, dan sebagainya.

Pendekatan-pendekatan yang secara umum digunakan untuk memotivasi dan mengkoordinasikan  aktivitas karyawan,  dan  manajemen  praktis untuk membangun  kekuatan  kerja  secara  efektif  dan  mengurangi tingkat  perputaran karyawan. Semua aktivitas tersebut dilakukan untuk menerapkan strategi sumber daya,  perencanaan  sumber  daya, termasuk dalam  merekrut,  menyeleksi, melatih,  mengawasi, mengevaluasi,  dan  membagi  kompensasi  penjualan,  yang dikerjakan hanya oleh manajemen.

Pengelolaan sumber daya manusia dalam ritel sangat menantang, karena pada dasarnya bisnis ritel sangat berbeda dengan bisnis atau perusahaan pada umumnya. Ada beberapa ciri yang dapat dijadikan pembeda yaitu :

  1. Jam kerja karyawan berbeda dengan perusahaan padaumumnya. Jam  buka  toko  yang  paling  panjang  membuat  perusahaan  harus membagi pekerjaan dengan sistem  shift. Toko buka 7 hari dalam seminggu dan akan ramai  pada  hari-hari  libur,  membutuhkan komitmen  yang  tinggi  dari karyawan yang harus membuka tokonya selama 24 jam. Misalnya pada akhir pekan  atau  menjelang  hari raya  /  besar  sehingga  harus menambah  shift kerja dan karyawan.
  2. Penekanan terhadap kontrol biaya. Kontribusibiaya  karyawan cukup  besar  pada  total  biaya  toko  keseluruhan. Sehingga  perlu sangat  hati-hati  dalam  merinci  secara  tepat  kebutuhan  karyawan yang efisien sesuai dengan tingkat keahliannya masing-masing.
  3. Perubahan demografis pekerja. Peritelbesar  yang  beroperasi secara  nasional  dan  internasional  akan menghadapi  tantangan mengenai    perubahan  pola  demografis karyawan. Hal  ini  akan berpengaruh  besar  terhadap kinerja  kerja  dan  kualitas pelayanan dan penjualan.

Dalam pelaksanaan dan pengelolaan sumber daya manusia memerlukan  perencanaan  yang  matang,  hal  ini  didasarkan  pada beberapa karakter yang harus dimiliki oleh para karyawan / pelaku ritel, diantaranya adalah :

  • Memiliki keterampilan analisis. Kemampuan  menyelesaikan masalah  dan  memiliki  kemampuan numerik untuk menganalisis fakta dan data bagi perencanaan, pengelolaan dan pengawasan.
  • Memiliki kreatifitas. Mampu  untuk  menghasikan  ide-ide  dan solusi  yang  imajinatif,  cepat  mengenali kebutuhan konsumen dan mampu bertindak dan mengantisipasi perubahan.
  • Mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat.
  • Fleksibel. Mampu berlaku fleksibel terhadap kejadian sehari-hari agar mampu mengakomodasi perubahan tren, gaya serta sikap pelanggan.
  • Inisiatif. Kemampuan melakukan sesuatu yang dirasa perlu tanpa disuruh.
  • Leadership. Hormat  kepada  keputusan,  mampu  mendelegasikan dan  memberikan  panduan kepada orang lain.
  • Mampu mengorganisasikan pekerjaan dan menentukan prioritas.
  • Berani  mengambil  resiko  dengan  pertimbangan,  analisis  yang akurat  dan bertanggung jawab.

2.2. Tahapan Pengelolaan SDM

Dalam  pengelolaan  sumber  daya  manusia, memerlukan tahapan yang harus dilakukan :

  1. Rekrutmen

Merupakan gerbang awal yang menentukan.

Contoh pada MaxiMart : Rekrutmen dimulai dari penentuan berbagai kriteria SDM yang dibutuhkan, lalu mempublikasikannya di situs resmi Maximart, dan juga di media massa cetak, demi mendapatkan calon karyawan yang tepat dan handal.

  1. Orientasi

Setiap  organisasi  memiliki  budaya,  suasana,  prinsip  kerja  dan nilai-nilai  yang berbeda. Pada tahap ini diperkenalkan  mengenai perusahaan,  posisi  perusahaan, personel perusahaan, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, pekerjaan dan alur pekerjaan secara rinci.

Contoh pada MaxiMart: Orientasi dilakukan pada masa awal training agar calon peserta training paham tentang prinsip  kerja dan  nilai-nilai  yang ada di dalam perusahaan.

  1. Pelatihan

Pelatihan  sangat  diperlukan  untuk  meningkatkan  keterampilan dan  pengetahuan karyawan sehingga dapat terjadi peningkatan kinerja.

Ada 2 (dua) macam pelatihan :

  1. Pelatihan keterampilan teknis

   Keterampilan  yang  diberikan  untuk  tampil  melakukan suatu pekerjaan.  Seperti keterampilan komputer dalam penggunaan cash register pada kasir, dan lain-lain.

  1. Pelatihan antar pribadi

Pelatihan keterampilan erhubungan dengan sesama karyawan, atasan, bawahan, mitra perusahaan atau pelanggan.

Contoh pada MaxiMart : Pelatihan pada MaxiMart memiliki beberapa perbedaan tergantung kepada jenis bidang kerja. Namun secara umum, pelatihan dilakukan selama tiga bulan penuh di lokasi kerja.

  1. Penempatan

Tahap dimana karyawan yang telah dinilai layak diterima akan ditempatkan kerjanya sesuai divisi yang dibutuhkan.

Contoh pada MaxiMart : Setelah calon SDM mampu melewati masa training dengan baik, maka ia akan dipilih dan ditempatkan sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dimasukinya. Untuk karyawan Maximart yang masih baru, mereka akan langsung dikontrak untuk tiga bulan kedepan.

  1. Pemberdayaan

Mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan dengan pengawasan

Contoh pada MaxiMart: Karyawan yang telah melewati masa training (mis. kasir) biasanya akan tetap dibimbing oleh senior/ supervisor-nya selama seminggu. Setelah dia dinilai cukup mahir dan terampil dalam melakukan tugasnya, maka intensitas bimbingan terhadapnya akan dikurangi, tapi tidak terlepas dari pengawasan senior/ supervisor.

  1. Continous Improvement

Setiap hari harus menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Contoh pada MaxiMart: Dua kali dalam sebulan, kesatuan tim dari pusat datang untuk mengontrol seluruh kegiatan fungsional SDM yang ada di MaxiMart. Kontrol ini bertujuan untuk memantau dan menjaga kestabilan kinerja SDM agar terus-menerus menjadi lebih baik. Apabila ditemukan kesalahan/ kinerja SDM tidak sesuai dengan standar kerja, maka kesatuan tim pusat akan melaporkan kepada SM yang akan ditindaklanjuti oleh SM itu sendiri, karena itu adalah wewenang SM atas karyawan.

2.2 Struktur Organisasi pada Bisnis Ritel

Struktur organisasi dalam pengelolaan bisnis ritel harus mampu mengidentifikasi  aktivitas  yang dilakukan  karyawan  dan  menentukan garis otoritas  dan  tanggung  jawabnya dalam perusahaan. Struktur organisasi dimulai dengan cara menentukan dahulu semua tugas yang ada, setelah diidentifikasi, dikelompokan dalam bentuk bidang kerja dan ditentukan pula hubungan timbal baliknya. Struktur organisasi ritel tidak harus selalu baku  untuk setiap  perusahaan  ritel,  struktur  organisasi dapat berbeda antara peritel disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Berbagai pilihan struktur organisasi adalah sebagai berikut :

  1. Struktur organisasi fungsional

Struktur  organisasi  ini  disusun  berdasarkan  fungsi  yang  dijalankan masing-masing departemen.

  1. Struktur organisasi berdasarkan produk

Struktur  organisasi  yang  disusun  berdasarkan  barang  yang  dijual dalam ritel.

  1. Struktur organisasi berdasarkan geografis

Struktur  organisasi  ini  adalah  struktur  organisasi  yang  disusun berdasarkan wilayah geografis yang dilayani ritel.

  1. Struktur organisasi kombinasi

Struktur  organisasi  yang  disusun  dalam  bentuk  kombinasi  antara fungsional, geografis maupun barang dagangan yang di jual.

Maximart yang menjadi fokus kami memakai tipe struktur organisasi fungsional, yang ditampilkan sebagai berikut :

Adapun tugas dan tanggungjawab unit fungsional masing-masing pelaku bisnis ritel di MaxiMart adalah sebagai berikut :

  1. SM (Store Manager)
  • Berwenang dalam memantau seluruh unit fungsional yang ada di MaxiMart.
  • Menjalankan operasional Maximart yang dipimpinnya setiap hari. Mengembangkan outlet yang dipimpin dengan efektif dan efisien secara konsisten termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  • Menjalankan strategi penjualan untuk mencapai target-target yang ditetapkan oleh perusahaan (Sales Growth) misalnya :

1)  Menjaga kualitas produk dan pelayanan yang konsisten

2) Mengaktifkan program promosi : Misalnya secara mingguan, SM akan mengumumkan program “belanja minimal 100rb, berhadiah  Sania 2 liter”. Program lain misalnya pemberian potongan harga dari total belanja (sesuai dengan jenis produk tertentu) untuk member MaxiMart mulai dari hari Kamis sampai Minggu.

  • Mengevaluasi setiap personil yang dibawahi oleh Store Manager itu sendiri
  • Mengontrol dan mengevaluasi Management Outlet (Operasi, Inventory, Keuangan) yang dibawahi agar berjalan secara efektif dan efisien khususnya masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem dan prosedur kerja serta sistem pelaporannya.
  • Menganalisa dan mengantisipasi setiap perkembangan / kecenderungan pasar yang dibawahi yang berdampak pada Sales Growth dan melakukan / membuat usulan langkah perbaikan untuk mengantisipasi setiap perkembangan yang ada.
  • Mengevaluasi seluruh hasil yang dicapai secara periodik dan menyusun rencana kerja serta target-target yang hendak dicapai untuk memperbaiki kekurangan maupun untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai.
  1. ASM (Assistant Store Manager) : Berwenang dalam membantu tugas SM, menggantikan tugas SM untuk waktu tertentu (sementara)
  2. Divisi Lapangan yang dikepalai Field Supervisor / Supervisor Lapangan

Field Supervisor memantau kinerja unit yang ada dibawahnya, yaitu :

  • Stockist : menyusun, menyortir, dan menempatkan barang yang dijual (dengan catatan bahwa barang / merchandise yang ada di stand jangan sampai kosong)
  • Pramuniaga : membantu stockist dalam menjalankan tugasnya, selalu bersiap (stand by) di pos/ corner-nya masing-masing, merapikan susunan barang dan menjaga barang yang dijual
  • PU (Pembantu Umum) : bertugas untuk membantu segala keperluan karyawan lain yang memang ditugaskan tidak boleh keluar dari lokasi ritel MaxiMart. Misalnya membeli makan siang, minum, dll.
  • Security : menjaga keamanan dan ketertiban dan harus siap sedia di pintu masuk / keluar lokasi MaxiMart
  1. Divisi Kasir yang dikepalai Cashier Supervisor (CSPV) / Supervisor kasir

Cashier Supervisor memantau kinerja unit yang ada dibawahnya, yaitu :

  •  Kasir (Cashier) : menerima pembayaran atas belanja konsumen
  • Customer Service : berjaga di tempat penitipan barang untuk melayani konsumen maupun karyawan MaxiMart. Misalnya tas (kantungan), payung ataupun barang lainnya. Selain itu juga memberikan pengumuman khusus melalui microphone yang ditujukan kepada pihak-pihak tertentu
  • Lansir : merapikan troli, mengantarkan barang konsumen, dan membantu kasir dalam memasukkan barang belanjaan kedalam kantungan plastik belanja
  1. Divisi Gudang yang dikepalai Supervisor Gudang

Bertugas untuk melakukan pencatatan dan mengontrol jumlah barang di gudang, Mencocokkan jumlah barang secara fisik dan data, serta memantau unit kerja dibawahnya :

      –       Labelling : melabel barang-barang  yang baru masuk

      –       Sticker : menempelkan stiker pada barang yang telah diberi label

      –       Admin Entry Data / AED : urusan administrasi barang

  1. Divisi Keuangan yang dikepalai Finance Manager / Manajer keuangan

Bertugas untuk mengelola keuangan MaxiMart, termasuk pada penyusunan laporan keuangan selama satu periode, dan membuat laporan keuangannya.

Selain sumberdaya manusia yang ada diatas, Maximart juga memiliki SDM dari luar perusahaan yang juga bersifat membantu kelangsungan usaha,yaitu:

  • Supplier : Supplier yang datang ke MaxiMart jumlahnya banyak bahkan bisa mencapai 25 supplier dalam sehari. Mereka memasok setiap jenis barang tersedia di MaxiMart. Misalnya Unilever, P&G, Sari Roti, Golden Ginger, dll
  • SPG : merupakan karyawan berasal dari supplier yang ditugaskan untuk memasarkan produknya. Ada dua jenis SPG di MaxiMart, yaitu SPG stay, dan mobile (ikut mempromosi barangnya)

2.3 Memotivasi Karyawan Ritel

Ritel  umumnya  menggunakan  tiga  metode  untuk memotivasi  aktivitas karyawannya, yaitu :

  1. Kebijakan tertulis dan pengawasan karyawan

Hal  ini  adalah  metode  koordinasi  yang  paling  mendasar  karena  dapat dijadikan indikasi dan petunjuk bagi karyawan mengenai apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

  1. Insentif

Insentif biasa dipergunakan peritel untuk memotivasi karyawan dalam melaksanakan aktivitas yang konsisten dengan sasaran penjualan.

            Terdapat 2 (dua) jenis insentif, yaitu :

  1. Komisi

Kompensasi yang didasarkan pada rumusan yang telah ditetapkan perusahaan.

Contoh : komisi di MaxiMart telah diberikan sesuai dengan spesifikasi kerja, apabila ada karyawan yang lembur harus melaporkannya terlebih dahulu kepada SM/ ASM.

  1. Bonus

Kompensasi  tambahan  yang  diberikan  secara  periodik  berdasarkan evaluasi kerja karyawan.

Contoh : bonus diberikan sesuai dengan hari besar keagamaan. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, karyawan yang beragama Muslim akan mendapatkan THR. Sementara karyawan yang beragama non Muslim (Kristen) akan mendapatkan bonus hari  Natal.

  1. Budaya organisasi

Memotivasi  dan  mengoordinasi  karyawan  bertujuan  untuk mengembangkan  budaya organisasi kuat. Satuan nilai-nilai, tradisi, kebiasaan dalam suatu perusahaan yang mendasari perilaku karyawan atau organisasi, seperti menghargai setiap karyawan, mau mendengarkan bawahan, dan lain-lain.

Contoh pada Maximart : Budaya yang kuat terlihat dari kebijakkan Maximart adalah kerja yang tangkas, bersih, ramah, dan disiplin.

2.4 Membangun Komitmen Karyawan

Tantangan  utama  dalam  penjualan    eceran  adalah  untuk mengurangi tingkat  keluar  masuk karyawan.  Perputaran  karyawan  yang  tinggi  akan mengurangi  penjualan  (karena  kurang  berpengalaman,  kurang  pengetahuan akan  barang  dan  kebijakan  perusahaan  sehingga  tidak mampu  berinteraksi secara efektif dengan konsumen) dan meningkat biaya (rekrutmen dan pelatihan membutuhkan biaya). Beberapa  pendekatan  yang  dilakukan  oleh ritel    untuk membangun komitmen timbal balik adalah :

  1. Meningkatkan keterampilan.
  2. Memberdayakan karyawan.
  3. Menciptakan hubungan kemitraan dalam karyawan.

Terdapat  tiga  aktivitas   manajemen  sumber  daya  manusia  yang  dapat membangun  dan  mengembangkan  komitmen  karyawan  melalui  hubungan kemitraan :

  1. Mengurangi perbedaanstatus antar karyawan
  2. Memberikan peluang promosi untuk karyawan lama
  3. Diberlakukan flextime (sistem penjadwalan pekerjaan  yang memungkinkan karyawan memilih waktu  kerja) dan job sharing(dua  karyawan  secara  sukarela bertanggung jawab atas satu pekerjaan.

Pada MaxiMart, setiap karyawan dibimbing agar mampu saling bekerjasama dalam melakukan berbagai kegiatan. Misalnya penempatan dan penyusunan barang pada rak merupakan tugas seorang stockist. Namun apabila ada konsumen yang mengambil kemudian mengembalikannya sehingga tidak tersusun seperti kondisi semula, maka pramuniaga yang sedang stand by akan membantu untuk menyusunnya dengan rapi kembali.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa penulis simpulkan :

  • – Bisnis Ritel adalah bisnis yang sudah mulai merambah ke segala bidang dan wilayah. Di tengah  pesatnya  perkembangan  bisnis ritel,  muncul  implikasi kepada kebutuhan akan SDM yang banyak dan handal.
  • – Manajemen  sumber  daya  manusia (MSDM) sangat  penting  dalam  bisnis ritel,  sebab setiap  karyawan  memainkan  peran  atau  bagian  yang  penting dalam melaksanakan fungsi pekerjaan dengan baik.
  • – Berbagai  pilihan  struktur  organisasi  adalah struktur organisasi  fungsional, struktur  organisasi  berdasarkan  produk,  struktur organisasi berdasarkan geografis, dan struktur organisasi kombinasi. Maximart memilih struktur organisasi fungsional
  • – Tiga metode memotivasi karyawan yaitu kebijakan tertulis dan pengawasan karyawan, insentif dan budaya organisasi. Maximart telah melakukan ketiga metode tersebut dengan sebagaimana mestinya.
  • Terdapat  tiga  aktivitas   manajemen  sumber  daya  manusia  yang  dapat membangun  dan  mengembangkan  komitmen  karyawan  melalui  hubungan kemitraan : Mengurangi perbedaan  status antar karyawan, Diberlakukan flextime (sistem  penjadwalan  pekerjaan  yang  memungkinkan karyawan memilih waktu  kerja)  dan  job  sharing  (dua  karyawan  secara  sukarela bertanggung jawab atas satu pekerjaan).

3.2 Saran

Saran yang bisa kami berikan adalah :

  • – SDM pada bisnis ritel sebaiknya diatur dan dikelola untuk lebih memperhatikan kelengkapan produk yang akan dipasarkan. Pelayanan terhadap pelanggan juga perlu untuk ditingkatkan, agar pelanggan merasa nyaman berbelanja dan untuk selanjutnya memilih untuk tetap berbelanja di Maximart (terciptanya loyalitas pelanggan).
  • – Pengembangan hendaknya harus terus diciptakan dan berkesinambungan baik itu melalui pelatihan ataupun pemberian pendidikan kepada setiap karyawan. Hal ini dilakukan agar setiap karyawan tidak merasa kaget dan mudah menyesuaikan diri.
  • – Pimpinan Maximart harus selalu memberikan motivasi dan dukungan penuh kepada seluruh karyawan dan menjaga konsistensi dari penerapan pengembangan sumber daya manusia, bahkan apabila mungkin perusahaan harus dapat menambah beberapa hal baru yang berkaitan dengan penerapan pengembangan sumber daya manusia.
  • – Perusahaan juga perlu menaruh perhatian yang serius kepada perilaku karyawan untuk semua permasalahan kebutuhan yang berkaitan dengan penerapan pengembangan sumber daya manusia, baik dengan memberikan fasilitas kepada kegiatan pelatihan maupun pendidikan yang akan mendukung terciptanya kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

Daftar Pustaka

  • Whydia, Utama Lestari. 2014. Manajemen Bisnis Ritel. Jakarta. Penerbit : Karya Salemba Empat.
  • Soenyoto. 1994. Kumpulan Bacaan Wajib Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Manusia. Medan. Penerbit : Fakultas Ekonomi USU