Contoh Makalah Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Benar

Contoh Makalah Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Benar

MakalahkitaContoh Makalah Masalah Kesehatan Masyarakat Yang Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pembangunan di bidang kesehatan diharapkan akan semakin meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat secara memadai (Dinas Kesehatan, 2007).

Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu dalam kesejahteraan penduduk. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja dan belajar

Keadaan lingkungan fisik dan biologis pemukiman penduduk di Indonesia belum baik, baru sebagian kecil penduduk yang menikmati air bersih dan fasilitas penyehatan lingkungan. Hal ini berakibat masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit akibat kesehatan lingkungan. Peningatan kesehatan lingkungan dimaksudkan untu perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan, melalui peningkatan sanitasi dasar serta pencegahan dan penanggulangan kondisi fisik dan biologis  yang tidak baik.

Permasalahn permasalahan lingkungan yang akan berdampak kepada derajat kesehatan masyarakat di antaranya:

  1. Urbanisasi penduduk
  2. Tempat pembuangan sampah
  3. Penyediaan air bersih
  4. Perncemaran udara
  5. Pembuangan limbah industri dan rumah tangga
  6. Bencana alam / pengungsian
  7. Perencanaan tata kota dan kebijakan pemerintah

Secara administratif Provinsi Jawa Barat terdiri dari 17 kabupaten dan 9 kota, Di antaranya yaitu kabupaten Ciamis, kabupaten Ciamis mempunyai luas wilayah sekitar 244.479 Ha, secara geografis letaknya berada pada koordinat 1080 20 sampai dengan  1080 40 Bujur Timur dan 70 40 20 sampai dengan 70 41 20 Lintang Selatan. (Sumber : Database SIAK Provinsi Jawa Barat Tahun 2011).  Pertumbuhan penduduk di Ciamis semakin meningkat itu akan berdampak kepada permasalahan kesehatan lingkungan karena semkain tinggi agka kelahiran maka kebutuhan untuk hidup semakin meningkat juga.

Sebagai petugas dari kesehatan masayarakat berperan dalam usaha promotif dan preventif di dalam kesehatan lingkungan yang ada di Kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong melalui penelitian langsung ke Kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong dengan tujuan untuk merubah prilaku masyarakat yang tidak baik menjadi baik tujuan akhir meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,

1.2 Rumusan Masalah

Pengertian Kesehatan Lingkungan

Permasalahan – permasalahan kesehatan lingkungan apa saja yang ada di Kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong

Bagaimana solusi permasalahan di Kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong

1.3 Tujuan

  1. Mengetahui apa yang di maksud dengan kesehatan lingkungan
  2. Mengetahui permasalahan permasalahan kesehatan lingkungan apa saja yang ada di Kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong
  3. Solusi kesehatan lingkungan di Kabupatn Ciamis daerah Lembur Balong

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kesehatan Lingkungan

Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.

Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

Kesehatan lingkungan adalah kesehatan yang sangat penting bagi kelancaran kehidupan dibumi, karena lingkungan adalah tempat dimana pribadi itu tinggal. Lingkungan yang sehat dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi syarat-syarat lingkungan yang sehat.

Syarat– syarat pokok lingkungan sehat adalah

  1. Keadaan Air

Air yang sehat adalah air yang tidak berbau, tidak tercemar dan dapat dilihat kejernihan air tersebut, kalau sudah pasti kebersihannya dimasak dengan suhu 1000C, sehingga bakteri yang di dalam air tersebut mati.

  1. Keadaan Udara

Udara yang sehat adalah udara yang didalamnya terdapat yang diperlukan, contohnya oksigen dan di dalamnya tidka tercear oleh zat-zat yang merusak tubuh, contohnya zat CO2 (zat carbondioksida).

  1. Keadaan tanah

Tanah yang sehat adalah tamah yamh baik untuk penanaman suatu tumbuhan, dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat.

2.2 Permasalahan – Permasalahan Kesehatan Lingkungan

Data Kependudukan Kabupaten Ciamis Tahun 2010

(jwa)Kpdtan Pnddk (jiwa/km2)Jmlh Pnduk Lki-lki (jiwa)Jmlh Pnddk Prmpun (jiwa)% Rumah sehat% RT Akses Air Bersih% KK Dngn Jamban Sehat% KK Mmlki Tmpt Smph% KK Dngn Air Limbah ShatJmlh Tnga KesmasJmlh Puskesmas1CIAMIS1.532.504559758.889773.61548,9559,5376,4650,3067,215351

Sumber: databese kementrian kesehatan RI

Dari data di atas terlihat jumlah penduduk kabupaten di Ciamis 1.532.504 jiwa yang mempunyai rumah sehat hanya 48,95 %, jamban sehat 76,46 %, memiliki tempat sampah 50,30 % , jumlah puskesmas 51. Sehingga dapat di simpulkan bahwa permasalahan di kabupaten ciamis adalah :

1) Tempat pembuangan sampah.

2) Penyediaan sarana air bersih

  1. Tempat pembuangan sampah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.

Sampah merupakan masalah yang tak ada habisnya. Semakin hari sampah semakin menumpuk. Perbandingan antara jumlah sampah yang dihasilkan tidak seimbang dengan sampah yg diolah. Dengan bertambahnya aktifitas manusia, pertambahan jumlah pendduk, namun ketersediaan ruang hidup manusia relatif tetap. Semakin maju gaya hidup manusia, maka semakin banyak sampah yang dihasilkan.

Ditambah dengan kebiasaan buruk masyarakatnya yaitu tidak membuang sampah ke tempat sampah melainkan membuang langsung ke sungai, karena terdapat sungai di tengah tengah pemukimannya sehingga memudahkan masyarakat untuk membuang sampah begitu saja ke sungai. Masyarakat yang membuang sampah ke sungaipun tidak memikirkan dampak dari apa yang masyarakat lakukan yang bisa menimbulkan berbagai masalah seperti pencemaran darat yang dapat ditimbulkan misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau dari segi keindahan, tentu saja menurunnya estetika.

Pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Macam pencemarann perairan yang ditimbulkan misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan-bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. Ada dua jenis yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup,seperti daun-daunan, sampah dapur. Sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng.

Sampah yang di buang masyarakat ke sungaipun terdiri dari bahan-bahan padat sebagai hasil kegiatan rumah tangga yang sudah dipakai dan dibuang, seperti sisa-sisa makanan baik yang sudah dimasak atau belum, bekas pembungkus baik kertas, plastik, daun, dan sebagainya, pakaian-pakaian bekas, bahan-bahan bacaan, perabot rumah tangga, daun-daunan dari kebun atau taman.

  1. Penyediaan sarana air bersih

Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah pembangunan sarana air bersih dan jamban keluarga. Air besih merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Mengingat pentingnya air bersih ini, negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari – hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih dan produktif (Pasal 5 Undang – Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air bersih. Di indonesia, penduduk pedesaan yang menggunakan air bersih baru mencapai 67,3 %. Dari angkat tersebut hanya separuhnya (51,4 %) yang memenuhi syarat bajteriologis.

Di Kabupaten Ciamis di daerah Lembur Balong penyediaan air bersih menjadi masalah kesehatan lingkungan terbukti dari data kependudukan di Kabupaten Ciamis akses jumlah air bersih 59,53 % dan yang mempunyai jamban 76,46 %

Penyedian air bersih air seharusnya 60% dari PDAM dan 40 % dari sumber lain seperti sumur di kabupaten Ciamis masyarakatnya belum memakai air dari PDAM tetapi masih di sumur sumur, jangankan air dari PDAM untuk fasilitas jambannya juga kurang.

Sebagian besar warga masyarakat di Kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong memang tidak mempunyai jamban, jadi setiap ketua keluarga jika ingin menggunakan jamban maka harus ikut kepada jamban ketua keluarga atau bisa menggunakan dengan jamban jamban umum tapi jamban umum tidak terlalu banyak. Dengan pemakaian sepeti itu menuntut masyarakat untuk tidak mempunyai rasa memiliki sehingga jika jamban umum digunakan bersama sama rasa untuk merawat dan menjaga jaman akan kurang yang akan mengakibatkan kepada kesehatan.

2.3  Solusi Kesehatan Lingkungan

  1. Solusi tempat pembuangan sampah

Untuk solusi penanggulangan sampah bukan hal yang mudah apalagi sudah menjadi kebiasaan masyarakat, untuk merubah kebiasaan tersebut harus dengan kerja keras dan dukungan dari semua sektor baik itu dari masyarakatnya sendiri, tokoh masyarakat dan dari pihak pemerintah. Jika semua bekerja keras dan bekerja sama untuk meningkatkan perilaku hidup yang baik maka merubah kebiasaan membuang sampah ke sungai tidak akanlah sulit. Di lihat dari segi sarana dan prasarana masyarakat tersebut tidak mempunyai lahan untuk membuang sampah, dari segi pemerintah kurangnya penyediaan tempat sampah dan cara pemungutan sampah oleh petugas pengambil sampah jadi kalaupun mereka membuag sampah pada tempat sampah sampahnya tersebut akan di biarkan begitu saja membusuk tanpa adanya pemungutan sampah oleh petugas sampah.

Tahap awal yaitu menyadarkan masyarakat tentang betapa pentingnya kesehatan lingkungan bisa dengan cara penyuluhan selanjutnya dapat di lakukan bisa di mulai dengan cara menyediakan bak bak sampah tiap selisih berapa rumah dan minta bekerja sama dengan pemeritah atau desa untuk petugas sampah agar rajin mengambil dari bak bak sampah tersebut. Dengan menggunakan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan dalam penangan sampah misalnya dengan menerapkan prinsip 3-R, 4-R atau 5-R. Penanganan sampah 3-R adalah konsep penanganan sampah dengan cara reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur-ulang sampah), sedangkan 4-R ditambah replace (mengganti) mulai dari sumbernya. Prinsip 5-R  selain 4 prinsip tersebut di atas ditambah lagi dengan  replant (menanam kembali). Penanganan sampah 4-R sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka pengelolaan sampah padat perkotaan yang efisien dan efektif, sehingga diharapkan dapat mengrangi biaya pengelolaan sampah.

Penanganan 5-RCara Pengerjaannya
Reduce–    Hindari pemakaian dan pembelian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
  1. Gunakan produk yang dapat diisi ulang.
  2. Kurangi penggunaan bahan sekali pakai
  3. Jual atau berikan sampah yang telah terpisah kepada pihak yang memerlukan.Reuse-    Gunakan kembali wadah/kemasan untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya.
  4. Gunakan wadah/kantong yang dapat digunakan berulang-ulang.
  5. Gunakan baterai yang dapat diisi kembali.
  6. Kembangkan manfaat lain dari sampah.Recycle-     Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur-ulang dan mudah terurai.
  7. Lakukan penangan untuk sampah organic menjadi kompos dengan berbagai cara yang telah ada atau manfaatkan sesuai dengan kreatifitas masing-masing.
  8. Lakukan penanganan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat.Replace-    Ganti barang-barang yang kurang ramah lingkungan dengan yang ramah lingkungan.
  9. Ganti pembungkus plastik dengan pembungkus yang lebih bersahabat dengan lingkungan.
  10. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama.Replant- Buat hijau dan teduh lingkungan anda,  dan gunakan bahan/barang yang dibuat dari sampah.

2.4 Solusi Penyediaan Air Bersih

Belum ada solusi untuk penyedian air bersih di kabupaten Ciamis daerah Lembur Balong. Maka jika akan meningkatkan derajat kesehatan dengan cara penyediaan air bersih maka harus kerja keras dari semua pihak baik dari masyarakatya sendiri ataupun dari pemerintahnya sendiri.

Dimasa yang akan datang, pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat miskin di pedesaan. Departemen Pekerjaan Umum sedang mengembangkan program Penyediaan Air Minum berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang menjangkau 500 desa atau 6 juta. Pada akhir 2009 akses air minu melalui pipaniasi diharapkan mencapai 70,7 juta jiwa atau 30 % dari penduduk Indonesia (Republika Onlie, kamis 24 agustus 2006 19:55). Sasaran program pamsimas adalah kelompok masyarakat miskin di pedesaan dan pinggiran kota (peri- urban) yag memiliki pravelensi penyakit terkait air yang tinggi dan belum mendapatkan akses terhadap air minum dan sanitasi. PAMSIMAS diterapkan dengan dukungan dana dari pemerintah pusat, dan pinjaman bank dan kontribusi dana dari provinsi serta kabuparen/ kota.

Pihak lain yaitu masyarakatnya sendiri dimana masyarakat harus ikut berpartisipasi dan berperan serta untuk mengikuti baik dari program pemerintah ataupun dengan mengadakan program bank sampah.

Bank sampah adalah suatu wadah tempat penerimaan sampah dari masyarakat yang kemudian mereka akan merasakan hasil dari sampah yang disetorkan ke teller bank sampah.

Pada bank sampah, masyarakat menabung dalam bentuk sampah yang sudah dikelompokkan sesuai jenisnya. Mereka juga mendapatkan sejenis nomor rekening dan buku tabungan. Pada buku tabungan mereka tertera nilai Rupiah dari sampah yang sudah mereka tabung dan memang bisa ditarik dalam bentuk Rupiah (uang).

Fungsi bank sampah yaitu :

  1. Sebagai media edukasi bagi anak-anak usia dini tentang bagaimana kita memelihara lingkungan
  2. Sarana belajar untuk masyarakat lebih terampil dalam mengolah sampah
  3. Menghindari pencemaran lingkungan
  4. Menjadikan sampah yang tidak dipandang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis
  5. Dari segi ekonomi, membantu para pengepul sampah dan bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah akan memperoleh imbalan berupa uang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*