Contoh Makalah Pendidikan Islam Yang Baik dan Benar Terbaru

Contoh Makalah Pendidikan Islam

Contoh Makalah Pendidikan Islam Yang Baik dan Benar Terbaru

MakalahkitaContoh Makalah Pendidikan Islam Yang Baik dan Benar Terbaru yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah. 

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………….. 1

1.1  Latar Belakang………………………………………………………………………………………….. 1

1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………… 2

1.3  Tujuan…………………………………………………………………………………………………….. 2

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………………………… 3

2.1  Pendidikan islam………………………………………………………………………………………. 3

2.1.1 Pengertian pendidikan islam……………………………………………………………….. 3

2.1.2 Hakikat pendidikan islam…………………………………………………………………… 4

2.1.3 Tujuan pendidikan islam…………………………………………………………………….. 5

2.2  Filsafat islam……………………………………………………………………………………………. 6

2.2.1 Pengertian filsafat……………………………………………………………………………… 6

2.2.2 Dasar dan tujuan filsafat pendidikan islam……………………………………………… 8

2.3  Hubungan pendidikan islam dengan filsafat islam…………………………………………….. 10

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………………….. 12

3.1  Kesimpulan…………………………………………………………………………………………….. 12

3.2  Saran…………………………………………………………………………………………………….. 12

DAFTAR PUSTAKA

BAB  I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Sebagaimana diketahui bahwa manusia adalah sebagai khalifah di alam. Sebagai khalifah, manusia mendapat kuasa dan wewenang untuk melaksanakannya. Dengan demikian, pendidikan merupakan urusan hidup dan kehidupan manusia. dan merupakan tanggung jawab manusia sendiri.

Untuk mendidik diri sendiri, pertama-tama manusia harus memahami dirinya sendiri. Apa hakikat manusia, bagaimana hakikat hidup dan kehidupannya. Apa tujuan hidupnya diri apa pula tugas hidupnya. Problema berikutnya bahwa manusia berhadapan dengan alam dan lingkungannya, dan manusia harus memahaminya. Bagaimana hubungannya dengan alam dan lingkungan. Manusia hidup dalam masyarakatnya, di mana ia harus menyesuaikan din di dalamnya. Manusia hidup bersama dengan basil cipta nusa dan karsanya kebudayaan). Manusia hidup bersama dengan kepercayaan dan keyakinannya, dengan pengalaman pengetahuan yang diperolehnya dalam proses hidup. Sementara itu dari masa ke masa, dan generasi ke..generasi nampak bahwa lingkungannya berubah berkembang, pengetahuan, dan kebudayaannya pun berkembang, sehingga nilai pula. Dan tanpa. dilihat dengan nyata, kualitas hidup dan kehidupannya pun berangsur-angsur berubah menuju pada kesempurnaan (menjadi lebih baik).

Hal tersebut merupakan problema hidup dan kehidupan manusia. Jadi, merupakan problema pendidikan. Menurut konsep pendidikan dalam Islam (Tarbiyah Islamiyah) bahwa pada hakikatnya manusia sebagai khalifah Allah di alam; manusia mempunyai potensi untuk memahami, menyadari dan kemudian merencanakan pemecahan problema hidup dan kehidupannya. Manusia bertanggung jawab untuk memecahkan problema hidup dan kehidupannya sendiri: Dengan kata lain, Islam menghendaki agar manusia melaksanakan pendidikan dini sendiri secara bertanggung jawab agar tetap berada dalam kehidupan yang Islami, kehidupan yang selamat, sejahtera, sentosa, yang diridai Tuhan.

Dengan membaca dan memahami isi dari makalah ini penulis mengharapkan agar mengetahui apa itu filsafat pendidikan islam maupun tujuan dari pendidikan islam karena kita di zaman globalisasi ini masih banyak pemimpin-pemimpin (pemimpin rumah tangga) yang belum banyak berminat untuk mengembangkan pendidikan islam lewat pendidikan formal.

2. Rumusan masalah

Dari latar belakang diatas dapat kita tarik beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana mengetahui hakikat pendidikan islam ?
  2. Bagaimana mengetahui hakikat filsafat pendidikan ?
  3. Bagaimana mengetahui hubungan antara pendidikan islam dan hakikat islam ?

3. Tujuan

Dari rumusan masalah diatas dapat kita ketahui beberapa tujuan, sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui hakikat pendidikan islam
  2. Untuk mengetahui hakikat filsafat pendidikan
  3. Untuk mengetahui hubungan antara pendidikan islam dan filsafat islam

 

BAB II

PEMBAHASAN

1.Pendidikan Islam

  1. Pengertian pendidikan islam

Jika pendidikan diartikan sebagai pelatihan mental, moral, dan fisik yang bisa menghasilkan manusia berbudaya tinggi maka pendidikan berarti menumbuhkan personalitas serta menanamkan rasa tanggung jawab. Usaha kependidikan bagi manusia menyerupai makanan yang berfungsi memberikan vitamin bagi pertumbuhan manusia.

Tujuan dan sasaran pendidikan berbeda-beda menurut pandangan hidup masing-masing pendidik atau lembaga pendidikan. Oleh karena itu, perlunya dirumuskan pandangan hidup islam yang mengarahkan tujuan dan sasaran pendidikan islam.

Pendidikan islam berarti sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai islam yang telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya.

Dengan demikian pengertian pendidikan islam adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik duniawi maupun ukhrawi.[1]

Adapun beberapa alasan mengapa ilmu pendidikan sangat diperlukan, antara lain:

  1. Pendidikan sebagai usaha membentuk pribadi manusia harus melalui proses yang panjang, dengan hasil yang tidak dapat diketahui dengan segera.
  2. Pendidikan islam yang bersumber dari nilai-nilai ajaran islam harus bisa menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai islam yang melandasi, merupakan proses ikhtiariah yang secara pedagogis mampu mengembangkan hidup anak kearah dewasa yang menguntungkan dirinya.
  3. Islam sebagai agama wahyu yang diturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk menyejahterakan dan membahagiakan hidup serta kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat.
  4. Ruang lingkup kependidikan islam mencakup segala bidang kehidupan manusia didunia, oleh karenanya pembentukan sikap dan nilai-nilai amaliah islamiah dalam pribadi manusia baru dapat efektif apabila dilakukan melaui proses kependidikan yang berjalan diatas kaedah-kaedah ilmu pengetahuan kependidikan.
  5. Teori-teori hipotesis, dan asumsi-asumsi kependidikan yang bersumberkan ajaran islam sampai kini masih belum tersusun secara ilmiah meskipun bahn bakunya sudah tersedia bai dalam kitab suci Al-qur’an, hadis, maupun kaul ulama

2.Hakikat pendidikan islam

Pendidikan islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan  serta perkembangan fitrah anak didik tidak mempelajari islam kearah maksimal pertumbuhan da perkembangannya.

Pendidikan, secara teoritis mengandung arti “member makan” (opvoeding) kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan sebagai “menumbuhkan” kemampuan dasar manusia.

Esensi dari potensi dinamis dalam setiap diri manusia itu terletak dalam keyakinan atau keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak, dan pengalaman.[2]

  1. Tujuan Pendidikan Islam

Bila dilihat dari pendekatan sistem instruksional tertentu, pendidikan islam bisa dibagi dalam beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut:

a) Tujuan instruksional khusus (TIK), diarahkan pada setiap bidang studi yang harus diamalkan oleh anak didik.

b) Tujuan instruksional umum (TIU), diarahkan pada penguasaan atau pengalaman suatu bidang studi secara umum atau garis besarnya sebagai suatu kebulatan.

c) Tujuan kurikuler, yang ditetapkan untuk dicapai melalui garis-garis besar program pengajaran ditiap institute pendidikan.

d) Tujuan institusional, adalah tujuan yang harus dicapai menurut program pendidikan di tiap sekolah atau lembaga pendidikan tertentu secara bulat seperti tujuan institusional SLTP/SLTA.

e) Tujuan umum atau tujuan nasional, adalah cita-cita hidup yang ditetapkan untuk dicapai melalui proses kependidikan dengan berbagai cara atau sistem, baik sistem formal, nonformal, dan informal.

Selain ini ada rumusan lain tentang tujuan pendidikan sebagai berikut:

“tujuan pendidikan ialah perubahan yang diinginkan, yang diusahakan dalam proses pendidikan atau usaha pendidikan untuk mencapainya, baik pada tingkah laku individu dari kehidupan pribadinya atau kehidupan masyarakatnya serta alam sekitar dimana individu itu hidup atau pada proses pendidikan itu sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu kegiatan asasi dan sebagai proporsi diantara profesi asasi dalam masyarakat.[3]

2. Filsafat Islam

  1. Pengertian Filsafat

Istilah filsafat berasal dari bahasa asalnya Yunani Kuno adalah cinta akan kebenaran atau  hikmah.  Adapun  pengertian  secara  umum   adalah  bukanlah hikmah  itu  sendiri, melainkan  cinta  terhadap  hikmah  dan  berusaha mendapatakannya.  Oleh  karena  itu  filosof adalah  orang  yang mencintai  hikmah dan  berusaha  mendapatkannya,  memusatkan perhatian  kepadanya  dan menciptakan  sikap  positif  terhadapnya.  Selain  itu  mencari hakikat  sesuatu, berusaha  menghubungkan  sebab  dan  akibat, berusaha  menafsirkan pengalaman pengalaman manusia. Filosof pendidikan dan juga filosof umum telah berusahamencari  hak  dan  hakikatnya  serta  persoalan  yang  berkaitan  dengan  proses pendidikan.Jadi  filsafat  pendidikan  adalah  pelaksanan  pandangan  filsafat  dan kaidahnya  dalam bidang  pendidikan.  Filsafat  pendidikan Islam  terbentuk  dari perkataan  filsafat,  pendidikan dan  Islam.  Penambahan  kata  Islam  di  akhir gabungan  kata  tersebut  dimaksudkan  untuk membedakan  filsafat  pendidikan Islam  dari  pengertian  yang  terkandung  dalam  filsafat pendidikan  secara  umum.

Filsafat juga sebagai ilmu yang didalamnya mengandung empat pertanyaan: bagaimanakah, mengapakah, kemanakah dan apakah. Dengan 4 pertanyaan tersebut ada 3 jawaban yang diperoleh dalam jenis pengetahuan:

  1. Pengetahuan yang timbul dari hal-hal yang selalu berulang-ulang (kebiasaan) yang nantinya pengetahuan tersebut dapat dijadikan pedoman.
  2. Pengetahuan yang timbul dari pedoman yang terkandung dalam adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat.
  3. Pengetahuan yang timbul dari pedoman yang dipakai (hukum) sebagai suatu hal yang dijadikan pegangan.[4]

Para filosof berpendapat mengenai pengertian filsafat:

  1. Konsep Rene Descartes

Filsafat adalah merupakan kumpulan segala pengetahuan, dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.

  1. Konsep Perancis Bacon

Filsafat adalah merupakan induk agung dari ilmu-ilmu dan filsafat menangani semua pengetahuan sebagai bidangnya.

  1. Konsep John Dewey (tokoh pragmatisme)

Filsafat adalah suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia secara tersu menerus dalam upaya melakukan penyesuaian berbagai tradisi diantara yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan.

Pendidikan adalah bimbingan atau usaha sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si pendidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Ada juga beberapa filosof mengemukakan pengertian filsafat yang kaitannya dengan masalah pendidikan.

Menurut W.H. Kilpatrick filsafat dalam pendidikan mempunyai 3 tugas pokok:

  1. Memberikan kritik-kritik terhadap asumsi yang dipegang oleh para pendidikan.
  2. Membantu memperjelas tujuan-tujuan pendidikan.
  3. Melakukan evaluasi secara kritis tentang berbagai metode pendidikan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan-tujuan kependidikan yang telah dipilih.

Adapun pola dan sistem pemikiran filosofis kependidikan yang berdimensi mikro adalah yang menyangkut proses pendidikan yang meliputi 3 faktor yaitu: pendidik, anak didik dan alat-alat pendidikan yang bersifat materiil maupun non materiil. Dengan demikian akan tampak jelas bahwa hasil pemikiran filsafat tentang pendidikan Islam itu merupakan pattern of mind(pola pikir) dari pemikir-pemikir yang bernafaskan Islam atau berkepribadian muslim.[5]

Beberapa faedah mengenai filsafat dalam pendidikan:

  1. Agar terlatih berfikir serius
  2. Agar mampu memahami filsafat
  3. Agar mungkin menjadi filosof
  4. Agar menjadi warga negara yang baik.

Dari beberapa uraian diatas tentang filsafat dan pendidikan kita bisa mengambil sedikit pendapat bahwa  filsafat  pendidikan  Islam  mempunyai  pengertian  khusus  yang ada kaitannya  dengan  ajaran  Islam.  Secara  teori  umum  mengenai  system pendidikan, maka filsafat pendidikan Islam berfungsi sebagai peletak dasar bagi kerangka dari sistem pendidikan yang akan berfungsi cara untuk mengaplikasikan ajaran Islam di bidang pendidikan, dengan tujuan yang identik dengan tujuan yang akan dicapai oleh ajaran Islam itu sendiri. Sebaliknya, jika pendidikan merupakan proses  pelaksana  mencapai  tujuan,  maka  filsafat  pendidikan Islam  berfungsi sebagai pedoman dasar dari sistem yang harus ditelusuri oleh proses pelaksanaan itu  sendiri.  Filsafat  pendidikan  Islam  dengan  demikian  berfungsi  sebagaipembentuk  nilai-nilai  bagi  pendidikan  Islam.  Untuk  mencapai  tujuan  tersebut, maka filsafat  pendidikan  Islam  berusaha  meletakkan  dasar  pemikirannya  pada tujuan yang memuat konsep mengenai akhlak yang mulia. Dua dasar pokok yang juga  termuat  dalam tujan  filsafat  pendidikan  Islam  adalah  meletakkan  dasar pemikiran  sistem  pendidikan yang  berdimensi  ganda.  Dimensi  pertama  adalah untuk  mencapai  kesejahteraan  hidup  di dunia  dan  kebahagian  hidup  di  akhirat. Dimensi kedua berhubungan dengan fitrah kejadian manusia yakni sebagai hamba Allah yang setia.

  1. Dasar dan Tujuan Filsafat Pendidikan Islam

Menurut prof. Kohustamin bahwa pendidikan adalah usaha untuk membentuk manusia tidak hanya memperoleh dasar dan tujuannya dengan berdasarlan pada kebutuhan masyarakat melainkan juga dapat menentukan dasar dan tujuan secara apriori yaitu berdasarkan pandangan terhadap manusia (mensbeschuwing) yang berlaku dalam tiap-tiap masyarakat.

Tujuan pendidikan secara filosofi maka sebenarnya kita telah memasuki persoalan yang menjadi salah satu sasaran yang utama dan filsafat dimana terdapat pertemuan antara pandangan filosofis dan pandangan paedagogik antropologi, dimana pendidikan dalam menentukan tujuannya itu banyak mendapat bantuan dari filsafat ini. Sebab di dalam tujuan pendidikan kita mempersoalkan manusia atau bagaimana manusia itu akan mencapai pendidikan yang telah dicita-citakan.

Menurut Rene Descartes ada 4 langkah dalam mencapai tujuan atau dasar berfikir yang rasionalistis dalam pendidikan:

  1. Tidak boleh menerima begitu saja hal-hal yang belum diyakini kebenarannya, tetapi harus secara hati-hati mengkaji hal-hal tersebut sehingga pikiran kita menjadi jelas dan terang.
  2. Menganalisis dan mengklasifikasikan setiap permasalahan melalui pengujian yang teliti ke dalam sebanyak mungkin bagian yang diperlukan bagi pemecahan yangedequat (memadai)
  3. Menggunakan pikiran dengan cara demikian, diawali dengan menganalisis sasaran-sasaran yang paling sederhana dan paling mudah untuk diungkapkan.
  4. Dalam tiap permasalahan dibuat uraian yang sempurna serta dilakukan peninjauan kembali secara umum.

Bila dilihat dari segi filosofis maka tujuan pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi dua macam:

  1. Tujuan teoritis yang bersasaran pada pemberian kemampuan teoritis kepada anak didik.
  2. Tujuan praktik yang mempunyai sasaran pada pemberian kemampuan praktik anak didik.

Bahwa filsafat dalam pendidikan yaitu mempunyai tugas untuk menemukan hakikat pendidikan akan berakhir pada penemuan masalah praktis yang ditelusuri dari masalah-masalah teoritis, walaupun tidak semua masalah praktis tersebut dapat dipecahkan oleh filsafat pendidikan. Namun ruang lingkup tugas filsafat pendidikan berada pada permasalahan teoritis dan praktis kependidikan.[6]

3. Hubungan Pendidikan Islam Dengan Filsafat Islam

Adapun salah satu hubungan antara pendidikan islam dengan filsafat islam salah satunya adalah pendidikan islam bertugas memberikan penganalisisan secara mendalam dan rinci tentang problema-problema pendidikan islam sampai kepada penyelesaiannya. Dalam ilmu pendidikan islam tidak hanya melandasi tugasnya pada teori-teori saja, akan tetapi memeperhatikan juga fakta-fakta empiris atau praktis yang berlangsung dalam masyarakat sebagai bahan analisis. Oleh sebab itu, masalah pendidikan akan dapat diselesaikan bilamana didasarkan atas keterkaitan hubungan antara teori dan praktik, karena pendidikan akan mampu berkembang jika benar-benar terlibat dalam dinamika kehidupan masyarakat.

Antara pendidikan dan masyarakat selalu terjadi interaksi atau saling mengembangkan, sehingga satu sama lain dapat mendorong perkembangan dan megokohkan posisi, fungsi serta idealitas kehidupannya. Ia memerlukan landasan ideal dan rasional yang memberikan pandangan mendasar, menyeluruh, dan sistematis tentang hakikat dibalik masalah pendidikan yang dihadapi.

Dengan demikian filsafah pendidikan menyumbangkan analisisnya kepada ilmu pendidikan islam tentang hakikat masalah secara rasional dan mengandung nilai-nilai dasar yang bisa dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses kependidikan.

Ruang lingkup pemikiran filsafat tentang pendidikakn islam tidak hanya pada masalah metode, sistem, dan evaluasi pendidikan. Meskipun tidak secara terperinci dan meluas seperti tugas ilmu pendidikan, filsafat pendidikan islam memberikan pandangan objektif yang mendasar tentang kebutuhan manusia terhadap pendidikan. Apabila ditinjau dari ajaran islam, dimana kemampuan dalam segala bidang kehidupan harus dikuasai maka filsafat pendidikan islam berusaha menunjukkan kearah mana pendidikan islam itu ditujukan. Dan pandangan demikian baru fungsional bila diprogram dalam proses kependidikan.

Tugas filsafat adalah melaksanakan pemikiran rasional analisis dan teoritis secara mendalam dan mendasar melalaui proses pemikiran sistematis, logis, dan radikal (sampai keakarnya), tentang hidup dan kehidupan manusia. Produk pemikirannya merupakan pandangan dasar yang berintikan kepada richotogami (tiga kekuatan rohaniah pokok) yang berkambang dalam pusat kemanusiaan (antropologis centra) yaitu:

  1. Individualitas, kemampuan mengembangkan diri pribadi sebagai makhluk pribadi.
  2. Sosialitas, kemampuan mengembangkan diri selaku masyarakat.
  3. Moralitas, kemampuan mengembangkan diri selaku pribadi dan anggota masyarakat berdasarkan moralitas (niali-nilai dan agama).[7]

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Pendidikan islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan  serta perkembangan fitrah anak didik tidak mempelajari islam kearah maksimal pertumbuhan da perkembangannya.

Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang hakikat kebenaran sesuatu. Hakikat filsafat selalu menggunakan rasio (pikiran), tetapi tidak semua proses berpikir disebut filsafat. Antara pendidikan dan masyarakat selalu terjadi interaksi atau saling mengembangkan, sehingga satu sama lain dapat mendorong perkembangan dan megokohkan posisi, fungsi serta idealitas kehidupannya. Ia memerlukan landasan ideal dan rasional yang memberikan pandangan mendasar, menyeluruh, dan sistematis tentang hakikat dibalik masalah pendidikan yang dihadapi.

Dengan demikian filsafah pendidikan menyumbangkan analisisnya kepada ilmu pendidikan islam tentang hakikat masalah secara rasional dan mengandung nilai-nilai dasar yang bisa dijadikan landasan atau petunjuk dalam proses kependidikan.

2. Saran

Pendidikan adalah salah satu tujuan pokok manusia karena itu sebagai calon pendidik marilah kita mengamalkan tujuan pendidikan islam secara ikhlas baik lewat pendidikan formalmaupun non formal.

DAFTAR PUSTAKA

  • Arifin, H. Muzayyin. 2009. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
  • Marimba, Ahmad.1974.Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma’arif.
  • Sudiyono, H.M. 2009. Ilmu Pendidikan Islam JIlid 1. Jakarta: Rineka Cipta.
[1] Prof. H. Muzayyin Arifin, M.Ed, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hal.3
[2]  Ibid, Hal. 6
3H.M. Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam: JIlid 1, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 7.
[4] Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Al-Ma’arif, 1974), hlm. 16-17
5 ibid, hal. 19
[6] Ibid, hal. 25-27
[7] Prof. H. Muzayyin Arifin, M.Ed., Op.cit., hlm.20-22

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*