Contoh Makalah Penyakit Rabun Jauh Yang Benar Lengkap

Contoh Makalah Penyakit Rabun Jauh
Contoh Makalah Penyakit Rabun Jauh

Contoh Makalah Penyakit Rabun Jauh Yang Benar Lengkap

MakalahContoh Makalah Penyakit Rabun Jauh Yang Benar Lengkap yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan

Surat Pernyataan Keaslian Tulisan

Abstrak

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Penelitian

1.4  Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Penyakit

2.2 Pengertian Mata

2.3 Pengertian Rabun Jauh

2.4 Organ Organ Mata

2.5 Jenis-Jenis Penyakit Mata

2.6 Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Rabun Jauh

2.7 Cara Mencegah Miopi atau Rabun Jauh

2.8 Cara Mengurangi dan Menyembuhkan Miopi atau Rabun jauh

2.9 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Mata

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Setiap manusia pada umumnya di anugerahi alat indera oleh Yang Maha Kuasa sejak lahir. Alat indera adalah organ yang sangat penting bagi manusia untuk melakukan segala aktivitas sehari-hari. Alat indera berfungsi untuk menerima rangsangan tertentu. Semua indra kita berkembang untuk membantu kita bertahan hidup. Salah satu manfaat dari alat indera adalah kita dapat merasakan sakit, karena rasa sakit dapat memperingatkan kita akan penyakit dan cedera. Orang yang lahir dengan kondisi cacat indera membuat mereka tidak mampu merasakan sakit sehingga mereka akan dengan mudah memar dan patah tulang, bahkan banyak dari mereka yang meninggal dalam usia muda karena tidak dapat mengambil keuntungan dari rasa sakit.

Reseptor atau penerima rangsang diberi nama berdasarkan jenis rangsangan yang diterimanya, seperti fotoreseptor (penerima rangsang cahaya), audio reseptor (penerima rangsang suara), dll. Selain itu, dikenal pula beberapa reseptor yang berfungsi mengenali lingkungan dalam tubuh yang disebut interoreseptor dan reseptor yang berfungsi mengenali perubahan lingkungan luar disebut sebagai eksoreseptor. Eksoreseptor yang kita kenal ada lima macam yang biasa disebut dengan panca indera. Kelima indera itu adalah indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, dan pembauan. Sedangkan alat indera yang mendukung kelima indera tersebut adalah mata yang berfungsi untuk melihat, telinga yang berfungsi untuk mendengar, kulit yang berfungsi untuk meraba, lidah yang berfungsi untuk mengecap, dan hidung yang berfungsi untuk membau.

Mata merupakan salah satu bagian dari panca indera yang sangat penting dibanding indera lainnya. Para ahli mengatakan, jalur utama informasi 80% adalah melalui mata. Tanpa adanya mata, manusia pasti akan kesulitan untuk melakukan segala aktivitas dan pasti sangat memerlukan adanya alat bantu. Tetapi, seiring dengan pentingnya mata dalam kehidupan, banyak pula penyakit yang menghantui mata. Beberapa dari banyaknya penyakit mata tersebut adalah katarak yaitu sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun, iridosiklitis yang disebabkan oleh gigi yang berlubang, gonoblenorrhoe yang terjadi pada bayi yang baru lahir karena ibunya menderita gonorrhoe, glaukoma yang ditandai dengan pandangan yang mulai kabur dan berkurangnya lebar penglihatan serta gangguan lensa mata. Gangguan lensa ada beragam jenisnya diantaranya miopi, hiperopi, presbiopi, astigmatisma, amblyopia, strabismus, silindris.

Gangguan mata yang paling sering dialami oleh kaum muda mudi Indonesia termasuk siswa dan siswi SMA Negeri 1 Banjarmasin adalah miopi. Miopi adalah ketidak mampuan mata untuk melihat dengan jelas objek yang berada jauh, sehingga mata memerlukan alat bantu berupa kacamata atau lensa kontak. Ada banyak faktor yang menyebabkan para penderita mengalami gangguan mata miopi, salah satunya adalah keturunan dan kebiasaan buruk seperti membaca sambil tidur dan menonton tv dari jarak dekat.

Oleh karena itulah penulis mengulas sebuah karya tulis tentang “Penyebab Minus Mata pada Siswa SMA Negeri 1 Banjarmasin”

1.2  Rumusan Masalah

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah :

1.2.1        Apa sajakah jenis penyakit mata ?

1.2.2        Apa saja gangguan mata yang umum terjadi pada siswa ?

1.2.3        Apa pengertian dari miopi atau rabun jauh ?

1.2.4        Mengapa rabun jauh lebih banyak terjadi pada remaja?

1.2.5        Apa sajakah tindakan yang tepat dalam mengobati miopi atau rabun jauh ?

1.2.6        Bagaimana cara mencegah miopi?

1.2.7        Apa sajakah penyebab umum yang menyebabkan mata mengalami miopi ?

1.3  Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah :

1.3.1        Mendeskripsikan apa saja jenis-jenis penyakit mata.

1.3.2        Mendeskripsikan apa saja gangguan mata yang umum terjadi pada siswa.

1.3.3        Mendeskripsikan apa pengertian dari miopi atau rabun jauh.

1.3.4        Mendeskripsikan mengapa rabun jauh lebih banyak terjadi pada remaja.

1.3.5        Mendeskripsikan apa saja tindakan yang tepat dalam mengobati miopiatau rabun jauh.

1.3.6        Mendeskripsikan bagaimana cara mencegah miopi.

1.3.7        Mendeskripsikan apa saja penyebab umum yang menyebabkan mata mengalami miopi.

1.4  Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah :

1.4.1  Manfaat bagi Siswa: Melatih kedisiplinan diri untuk membuat karya tulis ilmiah.

1.4.2 Manfaat bagi Guru: Mengetahui kegemaran siswa dalam bidang tertentu sekaligus menguji wawasan intelektualnya  dalam pembuatan karya tulis ilmiah.

1.4.3 Manfaat bagi Masyarakat/Pembaca Menambah wawasan pengetahuan mengenai berbagai penyebab terjadinya penyakit rabun jauh..

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Penyakit

Pe.nya.kit n 1 sesuatu yang menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup; 2 gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem fatal atau jaringan pada organ tubuh (pada makhluk hidup). (Meoliono,2011: 1011).

2.2 Pengertian Mata

Mata (1) alat pada tubuh yang dipakai untuk melihat(Meoliono,2011: 752).

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.(http://id.wikipedia.org/wiki/Mata diunduh hari Sabtu, tanggal 11 Oktober2014, Pukul 09.34.47).

2.3 Pengertian Rabun Jauh

Miopi (dari bahasa Yunani: μυωπία myopia “penglihatan-dekat”]) atau rabun jauh adalah sebuah kerusakan refraktif mata di mana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai.Miopi dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram. Penderita penyakit ini tidak dapat melihat jarak jauh dan dapat ditolong dengan menggunakan kacamata negatif (cekung).

2.4 Organ Organ Mata

Mata terdiri dari bermacam-macam struktur sekaligus dengan fungsinya. Struktur atau anatomi mata meliputi Sklera, Konjungtiva,Kornea, pupil, iris, lensa, retina, saraf optikus, Humor aqueus, sertaHumor vitreus yang masing-masingnya memiliki fungsi atau kerjanya sendiri. Berikut Struktur mata beserta fisiologisnya:

2.4.1        Sklera  (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih.

2.4.2        Konjungtiva          : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar isual.

2.4.3        Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.

2.4.4        Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.

2.4.5        Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.

2.4.6        Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantarahumor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.

2.4.7        Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan isual melalui saraf optikus ke otak.

2.4.8        Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan isual dari retina ke otak.

2.4.9        Humor Aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.

2.4.10    Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

2.5  Jenis-jenis Penyakit Mata

Mata adalah organ vital yang sangat menunjang aktivitas sehari-hari. Namun disamping itu, banyak pula penyakit yang mengincar mata dari yang ringan hingga penyakit yang cukup serius. Beberapa penyakit mata tersebut antara lain :

2.5.1        Bintitan

Ditandai dengan munculnya bisul kecil pada tepi kelopak mata. Namun infeksi juga bisa terjadi di lokasi yang lebih dalam, sehingga yang tampak hanya warna merah dan pembengkakan. Bintitan timbul karena adanya infeksi bakteri pada kelenjar di dasar bulu mata dan termasuk penyakit mata ringan. Umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu satu minggu setelah nanah keluar. Untuk mempercepat pecahnya bisul, caranya dengan menggunakan kompres hangat dan memijatnya dengan perlahan. Jenis penyakit mata ini sering terjadi pada anak usia sekolah karena sering mengucek mata tanpa memperhatikan kebersihan tangan.

2.5.2        Belekan

Penyebabnya adalah infeksi virus, terkadang disertai infeksi bakteri. Penyakit mata ini membuat mata menjadi merah, bengkak, dan nyeri serta memproduksi kotoran mata menjadi banyak. Gejala dari belekan ini biasanya membuat bulu mata saling menempel dan sulit dibuka pada waktu bangun tidur karena terlalu banyak kotoran yang lengket di bulu mata. Biasa menyerang anak-anak dan sangat menular.

2.5.3        Keratitis

Penyakit mata ini menyerang kornea mata. Penyebabnya bisa virus, kuman, maupun jamur. Uniknya, keratitis ini seringkali menyerang para petani, khususnya yang sedang mengalami masa panen. Karena itu, penyakit mata ini disebut juga sebagai sawahika. Ciri-cirinya, di sekitar kornea mata terdapat bercak-bercak putih, sehingga menyebabkan penglihatan si penderita menjadi kabur.  Jalan satu-satunya untuk sembuh harus dilakukan cangkok mata.

2.5.4        Kerabunan dan Kebutaan

Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya “membaca” dengan jari-jarinya. Ini disebut huruf Braille.

2.5.5        Buta Warna

Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna. Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.

2.5.6        Miopi

Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar.

2.5.7        Hipermetropi

Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata.

2.5.8        Presbiopi

Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Biasa terjadi pada lansia.

2.5.9        Glaukoma

Mata mempunyai sebuah tekanan cairan pada bola matanya (intraokuler) untuk mempertahankan bentuk dan fungsinya. Jika tekanan terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan bola mata menonjol seperti hendak keluar dan dapat merusak saraf mata. Glaukoma ditandai dengan pandangan yang mulai kabur dan berkurangnya pandangan ke samping (lebar penglihatan berkurang). Jika ditangani dengan baik, sebelum terjadi kerusakan pada retina dan saraf mata, maka masih ada kesempatan untuk kembali membaik. Namun jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kebutaan.

2.5.10    Iridosiklitis Akut

Penyebabnya berasal dari gigi yang berlubang. Pada awalnya, penyakit ini ditandai dengan mata merah, namun tanpa kotoran, yang kemudian disertai nyeri dan penglihatan agak terganggu karena ada bintik-bintik hitam yang beterbangan. Kalau pada orang awam, penyakit ini dianggap biasa dan hanya diobati dengan obat-obat yang dijual bebas. Bila penyakit ini ditangani secara cepat dan tepat, maka kemungkinan sembuh secara sempurna akan terwujud. Namun sayang, penyakit ini pada umumnya akan kambuh kembali terutama apabila sumber kumannya, yaitu gigi tidak ditangani dengan baik. Kekambuhan yang sering akan menyebabkan mata menjadi cacat menetap disertai penglihatan yang rabun bahkan bisa timbul kebutaan.

2.5.11    Katarak

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Kebanyakan lensa agak keruh setelah usia 60 tahun. Sebagian besar penderita mengalami perubahan yang serupa pada kedua matanya, meskipun perubahan pada salah satu mata mungkin lebih buruk dibandingkan dengan mata yang lainnya. Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Katarak bisa disebabkan oleh: cedera mata, penyakit metabolik (misalnya diabetes), atau obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid). Gejala dan tanda keluhan yang sering dirasakan penderita adalah kurangnya penglihatan dan gambaran keruh pada mata. Gangguan penglihatan bisa berupa kesulitan melihat pada malam hari, melihat lingkaran di sekeliling cahaya atau cahaya terasa menyilaukan mata, penurunan ketajaman penglihatan (bahkan pada siang hari), sering berganti kaca mata, dan penglihatan ganda pada salah satu mata. Pencegahan utama adalah mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat terbentuknya katarak.  Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata. Berhenti merokok juga bisa mengurangi risiko terjadinya katarak.

2.5.12    Hordeolum

Hordeolum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan dan biasanya timbul dalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan. Penyebabnya ialah bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus).  Gejala dan tanda pada Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya.  Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruh kelopak membengkak. Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah. Pencegahannya yaitu selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata. Selain itu bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.

2.5.13    Eksoftalmus

Eksoftalmus adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata. Disebabkan oleh penyakit tiroid; terutama penyakitgrave (jaringan di dalam rongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan), perdarahan di belakang mata, peradangan di dalam rongga mata, tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata, pseudotumor,trombosis sinus kavernosus, dan malformasi arteriovenosa. Gejala dan tanda eksoftalmus ialah salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol.

2.6  Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Rabun Jauh

2.6.1        Faktor Keturunan (Hereditas)

Faktor keturunan sering menjadi penyebab terjadinya kelainan refraksi pada mata anak. Kelainan refraksi tersebut dapat berupa penyakit mata minus (miopia) maupun astigmatisma atau yang orang awam sering katakan sebagai mata silinder. Kelainan tersebut sifatnya adalah kelainan bentuk bola mata atau kelengkungan kornea.

2.6.2        Ketegangan Visual atau Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan pada miopi pengaruhnya lebih besar dari faktor keturunan. Terjadinya miopi lebih dipengaruhi oleh bagaimana seseorang menggunakan penglihatannya, dan kebiasaannya sehari-hari, beberapa diantaranya seperti :

2.6.2.1       Jarak terlalu dekat membaca buku, menonton televisi, bermain videogames, main komputer, main hp ponsel, dll. Mata yang dipaksakan dapat merusak mata. Pelajari jarak aman aktivitas mata kita agar selalu terjaga kenormalannya.

2.6.2.2        Terlalu lama beraktifitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan komputer, di depan layar monitor, di depan mesin, di depan berkas, dan lain-lain. Mata butuh istirahat yang teratur dan sering agar tidak terus berkontraksi yang monoton.

2.6.2.3       Tinggal di tempat yang sempit penuh sesak karena mata kurang berkontraksi melihat yang jauh-jauh sehingga otot mata jadi tidak normal. Atur sedemikian rupa ruang rumah kita agar kita selalu bisa melihat jarak pandang yang jauh.

2.6.2.4       Kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan mata kita seperti membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, membaca di bawah sinar matahari langsung yang silau, menatap sumber cahaya terang langsung, dan lain sebagainya.

2.6.2.5       Lama mata berada di balik media transparan yang tidak cocok untuk mata dapat mengganggu kesehatan mata seperti sering kelamaan memakai helm, lama memakai kacamata yang tidak sesuai dengan mata normal kita, dan sebagainya.

2.6.2.6       Kekurangan gizi yang dibutuhkan mata juga bisa memperlemah mata sehingga kurang mampu bekerja keras dan mudah untuk terkena rabun jika mata bekerja terlalu diporsir. Vitamin A, betakaroten, ekstrak billberry, alpukat, dan lain sebagainya bagus untuk mata.

2.6.3        Kurang Istirahat

Mata rabun atau minus juga dapat disebabkan oleh kurangnya istirahat. Sama seperti anda, mata juga membutuhkan istirahat. Jadi jangan terlalu memaksakan mata anda untuk bekerja keras. Usahakan jangan duduk didepan layar monitor/komputer dalam waktu yang terlalu lama dan lakukan tidur yang cukup.

2.6.4        Pola Makan yang Kurang Baik

Pola makan anda yang buruk dapat menyebabkan kerusakan pada mata. Misalnya karena kekurangan mengkonsumsi sayuran misalnya wortel akhirnya anda kekurangan vitamin A dan akibatnya mata anda mengalami kerusakan, menurut penelitian terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dapat berpengaruh juga terhadap kesehatan mata.

2.6.5        Kurang Berolahraga

Kurangnya berolahraga dapat menyebabkan peredaran darah ke mata menjadi terganggu apalagi jika bekerja terlalu lama di depan komputer dapat membuat mata cepat lelah dan tegang karena radiasi dari layar komputer.

2.7  Cara Mencegah Miopi atau Rabun Jauh

  • Berilah jarak yang cukup antara mata dengan objek yang dilihat baik saat membaca atau menggunakan komputer.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup terang dan jangan membaca dalam suasana remang atau redup.
  • Sebaiknya tidak membaca sambil tiduran, karena posisi ini akan membuat mata cepat capek akibat jarang pandang yang berubah-ubah membuat mata menjadi tidak fokus.
  • Usahakan jangan terlalu lama berada di depan komputer, sebaiknya setiap dua jam sekali mata diistirahatkan dengan cara memejamkan mata selama 10 menit atau melihat pemandangan yang hijau selain layar komputer.
  • Mengurangi makanan yang tinggi protein karena diduga bisa menambah minus pada mata.
  • Mengosumsi segala jenis sayuran dan buah-buahan.

2.8 Cara Mengurangi dan Menyembuhkan Miopi atau Rabun jauh

  • Lepaskan kacamata jika dirasa kurang diperlukan, seperti berada di ruangan yang sempit. Lakukan hal ini jika anda masih dapat melihat dengan jelas walau tanpa kacamata.
  • Latih mata untuk melihat objek yang jauh tanpa memakai kacamata. Sebagai contoh, anda dapat pergi ke sawah atau pantai karena tempat-tempat tersebut memiliki sudut pandang yang jauh dan luas.
  • Latih mata untuk melihat benda yang bergerak. Sebagai contoh, saat anda berada di jalan raya, amatilah motor yang berlalu lalang di depan anda. Telusuri dan perhatikan tiap gerakannya, usahakan bayangan yang terbentuk adalah utuh.
  • Jika anda sering menggunakan komputer pilihlah layar komputer yang radiasinya rendah seperti layar LCD (liquid crystal display) dan jangan fokus memandang layar komputer terlalu lama, usahakan setiap setengah jam sekali anda mengalihkan pandangan ke arah lain beberapa saat.
  • Mengobati mata minus dengan terapi daun sirih. Daun sirih dapat membantu menyembuhkan mata minus dengan cara alami. Caranya juga mudah, bersihkan daun sirih dan tempelkan di kelopak mata saat anda tidur. Lakkan terapi ini secara rutin.
  • Gunakan kaca mata atau helm tutup saat anda mengendarai sepeda motor di jalan raya untuk menghindari mata anda dari debu, gunakan obat tetes mata untuk membersihkan mata anda dari kotoran atau debu.
  • Jangan membaca di tempat yang bergerak seperti membaca didalam angkot, bus, mobil, motor, atau kendaraan apapun.
  • Biasakan mata sering terkena tempat terang khusunya sinar matahari.
  • Makan makanan yang bermanfaat bagi mata anda yang mengandung vitamin A, beta karolin, dll.

2.9  Makanan Terbaik untuk Kesehatan Mata

Selain cara-cara yang telah disebutkan sebelumnya, miopi atau rabun jauh  juga dapat disembuhkan dengan cara rutin mengkonsumsi suatu makanan. Beberapa jenis makanan berikut ini tidak hanya ampuh mengobati mata minus, tetapi juga dapat mencegah gangguan pada pada lainnya, seperti katarak dsb. Beberapa makanan yang baik untuk menjaga kesehatan mata diantaranya yaitu :

2.9.1        Wortel

Wortel merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat baik bagi kesehatan mata karena wortel mengandung beta-karoten, yang mana beta-karoten tersebut akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A yang sangat berperan penting untuk menjaga kesehatan mata. Wortel juga bermanfaat melepaskan radikal bebas yang ada dalam tubuh kita.

2.9.2        Biji Bunga Matahari (Kuaci)

Kuaci mengandung selenium, zinc dan vitamin E yang bisa mencegah gangguan pada mata seperti katarak dan gangguan pada mata yang disebabkan oleh faktor penuaan. Selain itu biji bunga mata hari juga mengandung vitamin B2 yang berfungsi untuk mengatasi penyakit  sensitivitas mata terhadap cahaya atau sering dikenal dengan istilah “photophobia”

2.9.3        Ikan Salmon

Ikan salmon memiliki kandungan omega-3 lebih banyak jika dibandingkan dengan jenis ikan / makanan laut yang lainnya.Beberapa penelitian menunjukan bahwa orang yang rutin mengkonsumsi asam lemak omega-3 maka akan terhindar dari gangguan mata kering sehingga mata akan tetap sehat.

2.9.4        Telur

Telur mengandung sumber nutrisi yang sangat baik untuk mata diantaranya seperti  lutein, B12, vitamin D, zinc, vitamin A,  dancysteine. Lutein dan zeaxanthin yang terkandung di dalam putih telur adalah antioksidan terbaik yang dapat mencegah proses degenerasi makular dan  penyakit katarak.

2.9.5        Bayam

Seperti halnya telur, bayam juga mengandung banyak zeaxanthin dan lutein. Selain itu bayam juga mengandung vitamin C yang dapat mencegah penyakit glaukoma.

2.9.6        Alpukat

Alpukat merupkan jenis buah yang memiliki kandungan luteinpaling banyak jika dibandingkan dengan buah lainnya. Fungsi Luteinsendiri yaitu mencegah degenerasi makular dan mata katarak. Selain itu buah alpukat juga berperan sebagai penyerap nutrisi penting seperti alfa dan beta-karoten  yang berguna dalam membentuk vitamin A agar dapat diserap tubuh dengan baik.

2.9.7        Bawang Putih

Kandungan selenium, vitamin C, vitamin B1, quercetin, dan glutathione pada bawang putih bermanfaat untuk melindungi lensa mata dari radikal bebas seperti sinar UV. Selain itu bawang putih juga dapat menjaga sirkulasi darah dan dapat memperkuat sel-sel optik dan daya tahan tubuh yang tentu saja akan membantu mata kita agar tetap sehat.

2.9.8        Tomat

Buah Tomat sering digunakan untuk merawat keehatan kulit muka. tetapi buah tomat juga memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan mata. Tomat yang diperkaya vitamin A, vitamin C dan lycopene, yang merupakan tiga nutrisi yang sangat penting untuk mata.

2.9.9        Cokelat Hitam

Cokelat hitam berfungsi untuk meningkatkan ketajaman penglihatan. Karena coklat hitam mengandung suatu zat yang dinamakan flavonoid yang bertugas melindungi pembuluh darah pada mata sehingga tentu saja akan secara otomatis memperkuat kornea dan retina mata kita.

2.9.10    Kol dan Brokoli

Kol dan Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang baik untuk merawat dan menjaga kesehatan mata karena brokoli dan kol ini mengandung nutrisi yang sama seperti bayam yaitu lutein danzeaxanthin. Kedua nutrisi ini fungsinya seperti ‘sunglasses’ yang berfungsi untuk melindungi mata dari pancaran sinar UV. Selain itu, mengkonsumsi kol terbukti dapat menurunkan resiko terkena katarak.

DAFTAR PUSTAKA

  • Meoliono, Anton M.dkk.2011.Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*