Contoh Makalah Peran Indonesia Di ASEAN Yang Benar

Contoh Makalah Peran Indonesia Di ASEAN

Contoh Makalah Peran Indonesia Di ASEAN Yang Benar

Makalahkita.com – Contoh Makalah Peran Indonesia Di ASEAN Yang Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
2. Font : Times New Roman Ukuran 12
3. Kertas : Size A4
4. Spasi : 1.5

Daftar Isi

Kata Pengantar……………………………………………………………………………..  1

Daftar Isi …………………………………………………………………………………… 2

BAB I PENDAHULUAN

1.Latar Belakang ……….………………………………………………………………  3

BAB II PEMBAHASAN

a. Peran Indonesia Dalam Lingkungan Negara-Negara Di Asia Tenggara ………………  4

  1. Kerja Sama Negara-Negara di Asia Tenggara …………………………………….4
  2. Terbentuknya ASEAN …………………………………………………………4
  3. Tujuan ASEAN ………………………………………………………………..4
  4. Anggota ASEAN …………………………………………………………….4
  5. Sekretariat ASEAN ………………………………………………………….5
  6. Kerja Sama ASEAN …………………………………………………………..5
  7. Peran Indonesia dalam Lingkungan Negara-Negara ASEAN …………………….
  8. Pemrakarsa Berdirinya ASEAN ………………………………………………
  9. Tempa Penyelenggaraan KTT ASEAN ……………………………………….
  10. Ikut Serta dalam Menyelesaikan Masalah Kamboja ………………………….

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ………………………………………………………………………..
  2. Saran ……………………………………………………………………………….

Daftar Pustaka ….…………………………………………………………………………. 13

BAB I

Pendahuluan

1.Latar Belakang

Setiap negara selalu punya Negara tetangga yang lain, oleh sebab itu kita tidak mungkin bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan bantuan dan kerja sama dengan orang lain. Demikian pula dengan negara Indonesia. Negara Indonesia bertetangga dengan negara-negara lain di sekitarnya. Negara Indonesia menjalin kerja sama dengan negara-negara lain

Negara Indonesia menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan dunia pada umumnya. Hubungan dengan negara tetangga didasari oleh rasa saling menghormati dan menghargai. Kerja sama negara-negara Asia Tenggara diwujudkan dalam suatu organisasi yang disebut ASEAN.

ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, ibu kota negara Thailand yang diprakarsai oleh lima Menteri Luar Negeri berikut ini

a. Indonesia  : Adam Malik
b. Malaysia    : Tun Abdul Razak
c. Thailand     : Thanat Khoman
d. Filipina       : Narcisco Ramos
e. Singapura : S. Rajaratnam

Terbentuknya ASEAN ditandai dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok. Organisasi ASEAN pada awalnya menghindari kerja sama dalam bidang militer dan politik.asean mempuanyai banyak tujuan berikut penjelasannya dalam makalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kerja Sama Negara-Negara di Asia Tenggara

Dunia ini mempunyai lima benua, yaitu Benua Asia, Amerika, Afrika, Australia, dan Eropa. Negara Indonesia terletak di Benua Asia, tepatnya di kawasan Asia Tenggara. Selain Indonesia, negara-negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara, antara lain Malaysia, Thailand, Kamboja (Kampuchea), Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Negara-negara tersebut merupakan negara tetangga Indonesia.

Negara Indonesia menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan dunia pada umumnya. Hubungan dengan negara tetangga didasari oleh rasa saling menghormati dan menghargai. Kerja sama negara-negara Asia Tenggara diwujudkan dalam suatu organisasi yang disebut ASEAN.

2. Terbentuknya ASEAN

Terbentuknya ASEAN didasari oleh adanya kepentingan-kepentingan bersama dan masalah-masalah bersama di Asia Tenggara. Dengan terbentuknya ASEAN akan memperkukuh ikatan solidaritas, terciptanya perdamaian, dan kerja sama yang saling menguntungkan di antara negara-negara di Asia Tenggara. Bagaimana terbentuknya ASEAN? ASEAN singkatan dari Association of South East Asian Nations atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Perbara (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, ibu kota negara Thailand yang diprakarsai oleh lima Menteri Luar Negeri berikut ini.

a. Indonesia  : Adam Malik
b. Malaysia    : Tun Abdul Razak
c. Thailand     : Thanat Khoman
d. Filipina       : Narcisco Ramos
e. Singapura : S. Rajaratnam

Kelima negara itulah yang mendirikan ASEAN. Terbentuknya ASEAN ditandai dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok. Organisasi ASEAN pada awalnya menghindari kerja sama dalam bidang militer dan politik.

2. Tujuan ASEAN

Tujuan terbentuknya ASEAN tercantum dalam naskah Deklarasi Bangkok, antara lain sebagai berikut.

  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan ASEAN melalui usaha bersama dalam semangat dan persahabatan untuk memperkukuh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan ketertiban hukum d dalam negara-negara di kawasan ASEAN. Selain itu, juga mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB.
  3. Meningkatkan kerja sama yang aktif serta saling membantu satu dengan yang lain di dalam menangani masalah kepentingan bersama yang menyangkut berbagai bidang. Misalnya, di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.
  5. Meningkatkan kerja sama yang lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian serta industri, perluasan perdagangan komoditas internasional, perbaikan saran pengangkutan dan komunikasi, sertapeningkatan taraf hidup mereka.
  6. Memelihara kerja sama yang lebih erat dan bergabung dengan organisasi internasional dan regional lainnya  untuk menjajaki segala kemungkinan saling bekerja sama secara lebih erat di antara mereka sendiri.

3. Anggota ASEAN

Pada awal berdirinya, jumlah anggota ASEAN hanya lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Keanggotaan ASEAN sifatnya terbuka, maksudnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang belum tergabung dalam ASEAN boleh menjadi anggota ASEAN dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pada tanggal 7 Januari 1984 Brunei Darussalam bergabung dan diterima menjadi anggota ASEAN yang keenam. Pada tanggal 28 Juli 1995 Vietnam bergabung dan diterima menjadi anggota ASEAN yang ketujuh. Disusul Laos dan Myanmar bergabung dan diterima sebagai anggota ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Anggota yang terakhir adalah Kamboja bergabung dan diterima sebagai anggota ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Dengan demikian jumlah anggota ASEAN ada 10 negara. Lambang ASEAN adalah seikat batang padi yang berjumlah sepuluh batang sesuai dengan jumlah anggotanya.Lambang tersebut menggambarkan solidaritas dan kesepakatan ASEAN serta melambangkan adanya ikatan kerja sama untuk mencapai kemakmuran rakyatnya.

4. Sekretariat ASEAN

ASEAN untuk menjalankan organisasinya memerlukan sebuah sekretariat ASEAN yang sifatnya permanen. Pada bulan Juli 1976 didirikan Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. Sekretariat ASEAN dipimpin oleh sekretaris jenderal yang diangkat oleh Sidang Menteri ASEAN. Jabatan Sekjen ASEAN dijabat secara bergilir oleh setiap negara anggota menurut nama negara berdasarkan abjad. Masa jabatan seorang Sekjen ASEAN adalah empat tahun. Sekjen ASEAN bertanggung jawab kepada Sidang Menteri manakala bersidang dan kepada Komite Tetap pada waktu-waktu lainnya. Selain itu, Sekjen ASEAN bertanggung jawab atas pelaksanaan semua fungsi dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya oleh Sidang Menteri ASEAN dan Komite Tetap. Berikut ini orang-orang yang pernah menjabat sebagai Sekjen ASEAN.

No.NamaAsal NegaraMasa Jabatan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

H.R. Darsono

Umarjadi nyotowiyono

Datuk Ali bin Abdullah

Narcisco Reyes

Chan Kai Yau

Phan Wamamethe

Raderick Yong

Rusli Noor

Datuk Ajit Singh

Radolfo Saverini

Ong Keng Yong

Indonesia

Indonesia

Malaysia

Filipina

Singapura

Thailand

Brunei

Indonesia

Malaysia

Filipina

Singapura

1977 – 1978

1978 – 1978

1979 – 1981

1981 – 1983

1983 – 1985

1985 – 1986

1986 – 1989

1989 – 1992

1992 – 1998

1998 – 2002

2002 – . . .

6. Kerja Sama ASEAN

Negara-negara anggota ASEAN saat ini menjalin kerja sama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan latihan militer bersama.

a. Politik

Di bidang politik, ASEAN sepakat untuk menyelesaikan segala permasalahan melalui meja perundingan. ASEAN sepakat untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir.

b. Ekonomi

Di bidang ekonomi, ASEAN berupaya menciptakan kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama ekonomi dapat direalisasikan, antara lain sebagai berikut:

1). Membuka pusat promosi ASEAN untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata di   Tokyo;

2). Menyediakan cadangan pangan (terutama beras);

3).Membangun proyek-proyek industry ASEAN, seperti proyek pabrik pupuk urea ammonia di Indonesia dan Malaysia, proyek industry tembaga di Singapura, proyek pabrik mesin diesel di Singapura, dan proyek pabrik superfosfor di Thailand;

4). Menciptakan preference trading arrangement (PTA) yang bertugas menentukan tariff rendah untuk beberapa jenis barang komoditas ASEAN.

c. Sosial

                   Di bidang sosial, ASEAN melakukannya kerja sama, antara lain sebagai berikut:

1). Pencegahan narkoba dan penanggulangannya;

2). Penanggulangan bencana alam;

3). Perlindungan terhadap anak cacat;

4). Pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.

e. Budaya

1). Tukar menukar pelajaran dan mahasiswa;

2). Pemberantasan buta huruf;

3). Program tukar menukar acara televisi ASEAN;

4). Temu karya pemuda ASEAN;

5). Festival lagu ASEAN.

f. Latihan Militer Bersama

Negara-negara anggota ASEAN tetap menghindari pembentukan pakta atau persekutuan militer. Namun, untuk meningkatkan keamanan wilayah mereka sering menggelar latihan militer bersama. Misalnya, latihan militer dengan sandi Elang Malindo merupakan latihan militer Angkatan Udara Indonesia dan Malaysia.

B. Peran Indonesia dalam Lingkungan Negara-Negara ASEAN

Indonesia merupakan negara yang terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga mempunyai peranan penting di lingkungan negara-negara ASEAN. Peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara ASEAN, seperti berikut ini.

  1. Pemrakarsa Berdirinya ASEAN

Jumlah negara anggota ASEAN sekarang ini ada sepuluh negara. Dari sepuluh negara tersebut tidak semuanya berperan sebagai pendiri ASEAN. Pendiri ASEAN, antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Negara anggota ASEAN yang tidak ikut sebagai pendiri, antara lain Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Ketika akan membentuk ASEAN, Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik dalam pertemuan di Bangkok. Menteri Luar Negeri Adam Malik pula yang ikut menandatangani Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 yang menandai awal berdirinya ASEAN.

  1. Tempat Penyelenggaraan KTT ASEAN

Sebagai Negara anggota ASEAN, pemerintah Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah pertemuan kepela pemerintah dan kepala Negara ASEAN. Pada bulan oktober 2003, Bali menjadi tempat pertemuan kepala Negara dan kepala pemerintahan ASEAN.

  1. Ikut Serta dalam Menyelesaikan Masalah Kamboja

Pada tahun 1970 di Kamboja terjadi kudeta. Pada waktu itu Kamboja dipimpin oleh Pangeran Norodom Sihanouk. Pada tanggal 18 Maret 1970 ketika Pangeran Norodom Sihanouk berada di luar negeri, keponakannya yang bernama Pangeran Sisowath Sirik Matak bersama Lo Nol melakukan kudeta atau perebutan kekuasaan. Sejak peristiwa tersebut terjadi perang saudara yang berlangsung lama dan berlarut-larut. Keadaan Kamboja menjadi porak poranda, rakyatnya sangat menderita.

Melihat kejadian yang berlarut-larut di Kamboja tersebut, Indonesia berusaha untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai atau berperang dengan cara mempertemukan mereka dalam suatu perundingan. Akhirnya, dibentuklah Jakarta Informal Meeting (JIM). Artinya, pertemuan tidak resmi yang diadakan di Jakarta tahun 1988. Pertemuan di Jakarta dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas sebagai penengah di antara pihak-pihak yang bertikai. Dengan adanya pertemuan tersebut pihak-pihak yang bertikai bersepakat untuk melakukan perdamaian. Pertemuan di Jakarta itu kemudian ditindaklanjuti dengan diselenggarakannya perundingan perdamaian di Paris, Perancis pada tahun 1989.

Kawasan Asia Tenggara terletak di daerah yang strategis dan ramai karena merupakan jalur lalu lintas internasional. Selain itu negara-negara di kawasan ini pada umumya memilki tanah yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Hal ini menyebabkan kawasan Asia Tenggara selalumenjadi incaran negara-negara lain. Negara – negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, Papua Nugini, dan Timor Leste.

Negara – negara di kawasan Asia Tenggara perlu mengadakan hubungan kerjasama untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang maju dan kuat. Hubungan kerjasama yang dilakukan meliputi bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya, baik secara bilateral maupun multilateral.

ASEAN merupakan bentuk kerja sama multilateral negara-negara di kawasan Asia Teggara. Organisasi ini berdiri dalam upaya menggalang kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan Asia Teggara.

Tokoh pendiri ASEAN yang berasal dari 5 negara di kawasan Asia Tenggara yaitu sebagai berikut:

  1. Adam Malik (menteri bidang politik/menteri luar negeri Indonesia)
  2. Tun Abdul Razak (wakil perdana menteri/menteri pembangunan nasional Malaysia)
  3. S. Rajaratnam (menteri luar negeri Singapura)
  4. Thanat Koman  (menteri luar negeri Thailand)
  5. Narsico Ramos  (menteri luar negeri Filipina)

Maksud dan tujuan ASEAN tercantum dalam dokumen pendirian ASEAN, Deklarasi Bangkok, yaitu sebagai berikut.

  1. Mempercepat kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan Asia Tenggara.
  2. Meningkatkan kerja sama antarnegara untuk saling membantu satu sama lain, mengatasi masalah bersama di bidang sosial, ekonomi budaya, pengetahuan, dan teknologi.
  3. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan menghormati keadilan dan tertib hukum di kawasan Asia Tenggara.
  4. Memelihara kerja sama dalam upaya peningkatan pendayagunaan pertanian, industri, perluasan perdagangan komditi interasional, perbaikan sarana distribusi dan komunikasi, dan peningkatan taraf hidup rakyat

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Hubungan dengan negara tetangga didasari oleh rasa saling menghormati dan menghargai. Kerja sama negara-negara Asia Tenggara diwujudkan dalam suatu organisasi yang disebut ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok,negara Thailand. yang diprakarsai oleh lima Menteri Luar Negeri berikut ini:

a. Indonesia   : Adam Malik
b. Malaysia     : Tun Abdul Razak
c. Thailand            : Thanat Khoman
d. Filipina              : Narcisco Ramos
e. Singapura          : S. Rajaratnam

Tujuan terbentuknya ASEAN tercantum dalam naskah Deklarasi Bangkok, antara lain sebagai berikut:

  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan ASEAN melalui usaha bersama dalam semangat dan persahabatan untuk memperkukuh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan ketertiban hukum d dalam negara-negara di kawasan ASEAN. Selain itu, juga mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB.
  3. Meningkatkan kerja sama yang aktif serta saling membantu satu dengan yang lain di dalam menangani masalah kepentingan bersama yang menyangkut berbagai bidang. Misalnya, di bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
  4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.

2. Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makala-makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.  Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

  • www.makalahkita.com