Contoh Makalah Singkatan Dan Akronim Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Singkatan Dan Akronim Bahasa Indonesia

Contoh Makalah Singkatan Dan Akronim Bahasa Indonesia

MakalahkitaContoh Makalah Singkatan Dan Akronim Bahasa Indonesia yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar  Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar atau membaca sebuah singkatan. Yang populer saat ini adalah singkatan untuk nama orang, misalnya Susilo Bambang Yudhoyono disingkat menjadi SBY, Jusuf Kalla menjadi JK, dan Bambang Pamungkas menjadi BP.

Singkatan nama memang sedang menjadi trend. Namun, kadang penyingkatan semacam ini menimbulkan kerancuan karena persamaan huruf depan dari dua nama orang yang berbeda. Contoh: Bambang Widjojanto (BW) dengan Budi Waseso (BW). Dua nama ini agak sulit dijadikan singkatan karena punya huruf awal yang sama. Karena itu, orang lalu membuat pemendekan lain untuk nama Budi Waseso menjadi Buwas. Pemendekan nama ini disebut dengan akronim.

Perhatikan daftar kependekan di bawah ini, lalu tentukan manakah yang akronim dan manakah yang singkatan!

  1. Sdr.
  2. Wagub
  3. HIV
  4. ABRI

Dari keempat istilah diatas yang termasuk akronim ialah nomor dua (2) dan empat (4),  sementara yang termasuk singkatan ialah sisanya yaitu nomor satu (1) dan tiga (3). Perhatikan cara membaca keempat istilah di atas:

  1. Sdr. dibaca eS-De-eR
  2. Wagub dibaca Wa-Gub
  3. HIV dibaca Ha-I-Ve
  4. ABRI dibaca AB-RI

Maka jelas singkatan yang dibaca adalah huruf sementara akronim yang dibaca ialah suku kata. Sama halnya seperti pada akronim, dalam membuat singkatan pun ada hal-hal yang harus diperhatikan. Oleh sebab itu makalah ini akan membahas tentang singkatan dan akronim serta macam-macam bentuk penulisannya.

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apakah dimaksud dengan singkatan?
  2. Macam-macam bentuk penulisan singkatan ?
  3. Apakah dimaksud dengan akronim?
  4. Macam-macam bentuk penulisan akronim ?

1.3. Tujuan

  1. Mengerti apa yang dimaksud dengan singkatan dan akronim.
  2. Mengerti tentang bentuk penulisan singkatan dan akronim.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Singkatan

Singkatan adalah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih.

2.2. Macam Bentuk Penulisan Singkatan

Dalam penulisan singkatan terdapat macam-macam bentuk penulisan singkatan yang sesuai ejaan bahasa Indonesia. Berikut bentuk penulisan singkatan:

  1. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat. Singkatan ini diikuti dengan tanda titik dibelakang tiap-tiap singkatan itu.

Contoh :

A.H. Nasution                         Abdul Haris Nasution

Hamid                                Haji Hamid

S.Pd.                                       sarjana pendidikan

Bpk.                                        Bapak

S.B.Y.                                     Susilo Bambang Yudhoyono

Catatan: Untuk singkatan pada penulisan nama, gelar, atau jabatan diambil satu huruf atau lebih dari kata tersebut yang merupakan deratan huruf pada kata tersebut dan ditulis diawali dengan huruf kapital. Penulisan selalu diikuti dengan tanda titik untuk memisahkan singkatan kata yang satu dengan singkatan kata kedua.

  1. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal pada tiap-tiap kata . Bentuk singkatan ini ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.

Contoh :

DPR                Dewan Perwakilan Rakyat

PBB                Perserikatan Bangsa Bangsa

SD                   sekolah dasar

KTP                 kartu tanda penduduk

WHO              World Health Organization

  1. Singkatan kata yang berupa gabungan huruf dari satu kata yang diikuti dengan tanda titik.

Contoh :

           jml.                  jumlah

           kpd.                 kepada

            tgl.                   tanggal

            hlm.                 halaman

  1. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua atau tiga kata, biasanya disingkat dengan mengambil huruf awal pada tiap-tiap kata, kemudian diakhiri dengan tanda titik.

Contoh :

           dll.                   dan lain-lain

                 dsb.                 dan sebagainya

                 Yth.                 Yang terhormat

                 dst.                  dan seterusnya

                 dkk.                 Dan kawan-kawan

  1. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat menyurat). Singkatan ini di tulis dengan huruf kecil dan diikuti oleh tanda titik antar huruf pada singkatan.

Contoh :

a.n.                  atas nama

                 d.a.                  dengan alamat

                 u.b.                  untuk beliau

                 u.p.                  untuk perhatian

                 a.l.                   antara lain

  1. Singkatan untuk lambang kimia, singkatan satuan, takaran, timbangan, dan mata uang. jenis singkatan ini tidak diikuti oleh tanda titik.

Contoh :

cm                   centimeter

                 Kg                   kilogram

                 Cu                   kuprum

                 Rp                   rupiah

                 Na                   Natrium

  1. Singkatan huruf dan angka yang disingkat dengan mengkombinasikannya menggunakan angka karena memiliki kesamaan awalan huruf. Angka digunakan untuk menunjukkan jumlah huruf pada singkatan atau dapat pula menunjukkan tanggal, jenjang, serta tipe.

Contoh :

           P2B                 Pusat Pengembangan Bahasa

           S1                    Strata satu

           D3                   Diploma tiga

           G30SPKI        gerakan 30 September PKI

           PS3                  playstation tiga

2.3.    Pengertian Akronim

Akronim adalah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan ol9sebagai sebuah kata.

2.4.    Macam Bentuk Penulisan Akronim

Dalam penulisan akronim terdapat cara-cara tertentu yang sesuai ejaan bahasa Indonesia. Berikut macam bentuk dalam penulisan akronim:

  1. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri. Akronim ini ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.

Contoh :

            SIM                 surat izin mengemudi

            LAN                Lembaga Administrasi Negara

            ABRI              Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

IKIP                Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan

  1. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital.

Contoh :

            Bulog              Badan Urusan Logistik

            Kowani           Kongres Wanita Indonesia

            Bappenas         Badan Perencanaa Pembangunan Nasional

            Akabri             Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia

  1. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan dari dua kata atau lebih. Akronim ini ditulis dengan huruf kecil.

Contoh :

            pemilu             pemilihan umum

            iptek                ilmu pengetahuan dan teknologi

            tilang               bukti pelanggaran

            rudal                peluru kendali

Catatan: ada aturan-aturan yang hendaknya tidak diabaikan begitu saja saat membuat akronim, yaitu sebagai berikut:

  • Jumlah suku kata dalam akronim tidak melebihi kata yang sudah lazim dalam bahasa indonesia. Artinya, tidak lebih dari tiga suku kata.
  • Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian antara vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia, yang lazim agar mudah diingat.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Singkatan adalah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Singkatan digunakan dalam beberapa ragam lisan dan tulisan. Akronim adalah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata.

Catatan: ada aturan-aturan yang hendaknya tidak diabaikan begitu saja saat membuat akronim, yaitu sebagai berikut:

  • Jumlah suku kata dalam akronim tidak melebihi kata yang sudah lazim dalam bahasa indonesia. Artinya, tidak lebih dari tiga suku kata.
  • Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian antara vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia, yang lazim agar mudah diingat.

DAFTAR PUSTAKA

  • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Bandung: Yrama Widya, 2015

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Kerangka Karangan Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*