Contoh Makalah Sistem Ekonomi Sosialis Yang Benar

Contoh Makalah Sistem Ekonomi Sosialis

Contoh Makalah Sistem Ekonomi Sosialis Yang Benar

Makalahkita.com – Contoh Makalah Sistem Ekonomi Sosialis Yang Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Sejak awal dikembangkannya ajaran liberalisme-kapitalisme telah mengundang berbagai reaksi yang kritis dari berbagai pihak. Reaksi tidak hanya dalam bentuk perdebatan secara teoritis, melainkan juga dalam bentuk gerakan politik.

Dibawah panji-panji kapitalisme di eropa, golongan borjuis mulai menguasai negara. Oleh kaum borjuis negara dijadikan sebagai kekuatan dan alat pemaksa untuk mengatur organisai ekonomi-politik dan kemasyarakatan guna memenuhi berbagai kepentingan mereka.

Tentu tidak semua orang senang dengan apa yang dilakukan oleh kaum borjuis diatas. Mereka yang tidak senang ini kenudian berusaha melakukan balas dendam. Dibanyak pabrik para pekerja mengamuk dan melekukan pengrusakan terhadap pabrik dan mesin-mesin. Mereka melampiaskan rasa tidak senang mereka karena ditindas oleh kaum borjuis yang hanya mementingkan diri mereka saja, dan tidak peduli dengan nasib kaum proletar.

Kondisi rakyat dibawah kaum borjuis dapat diikuti dari buku”England green and pleasant land” yang di tulis oleh William Blake ( 1775-1827 ). Buku tersebut berisi sindiran sangat pahit tentang akibat-akibat yang ditimbulkan oleh liberalisme-kapitalisme bagii masyarakat Inggris. Dalam buku dikisahkan tentang masa lalu inggris yang indah, damai, setiap orang hidup harmonis didaerah-daerah yang hijau subur. Kemudian keadaan berubah seratus delapan puluh derajat setelah dikembangkannya ajaran liberalisme-kapitalisme oleh pemikir-pemikir klasik. Ajaran kapitalisme telah membawa masyaratkat kearah hidup yang penuuh persaingan dan perkelahian.

Kemudian muncul pemikiran-pemikiran baru oleh para pakar ekonomi sosialis. Diantara sekian banyak pakar sosialis, pandangan Karl heindrich marx  ( 1818-1883) dianggap paling berpengaruh. Dari segi teoritis, banyak pakar dan pemikir ekonomi yang mengakui bahwa argumentasi Marx sangat dalam dan luas. Teori-teorinya tidak hanya didasarkan atas pandangan ekonomi saja, tetapi juga melibatkan moral, etika, social, politik, sejarah, falsafah dan sebagainya.

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Sejarah Lahirnya Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis mempunyai tujuan kemakmuran bersama, filosofi ekonomi sosialis adalah bagaimana mendapatkan kesejahteraan, perkembangan sosialisme dimulai dari kritik terhadap kapitalisme yang pada waktu itu kaum kapitalis atau kaum borjuis mendapat legitimasi gereja untuk mengeksploitasi buruh. Inilah yang menjadikan Karl Marx mengkritik sistem kapitalis sebagai ekonomi yang tidak sesuai dengan aspek kemasyarakatan.

Menurut Marx, tidak ada tempat bagi kapitalisme didalam kehidupan, maka upaya revolusioner harus dilakuakan untuk menghancurkan kapitalisme, alat-alat produksi harus dikuasai oleh Negara guna melindungi rakyat.Kritik Marx atas kapitalisme ini diimplementasikan oleh Lenin dalam bentuk institusi Negara. Pada awal mulanya Lenin mengutarakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mensosialisasikan paham baru kepada masyarakat Rusia setelah jatuhnya pemerintahan lama antara lain: Pertama,menggunakan propaganda bahwa komunisme adalah partai rakyat. Kedua, adanya infiltrasi organisasi-organisasi masyarakat, dan Ketiga, kekerasan, hal itu dilakukan untuk mengembangkan idiologi Lenin dalam masyarakat yang harus dimerdekakan dari penindasan pasar Rusia.

B. Sistem Ekonomi Sosialis (Sosialisme)

Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat. Sistem ekonomi sosialis tidak sama dengan sistem ekonomi komunis, sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme.

Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme :

1.    Karena adanya revolusi industri
2.   Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh)
3. Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat
4. Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis Karl Max merupakan tokoh pengkritik kapitalisme di eropa dan penggugah perlawanan kaum buruh terhadap kapitalisme, juga penulis wacana yang menjadi dasar pembentukan sistem ekonomi sosial

C.  Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis

•    Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).

 Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial,sedang individu-individu fiksi belaka.
   Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.

•    Peran pemerintah sangat kuat

    Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
    Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.

•    Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

 Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
 Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis).

Teori pertentangan kelas tidak berlaku umum Tidak banyak kasus, hanya terjadi pada saat revolusi industri (abad pertengahan) dan revolusi Bolsevik tahun 1917). Di India banyak kasta, tapi tidak pernah terjadi revolusi sosial.

•    Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan

Maka kreativitas masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi dan perekonomian akan berhenti.

•    Tidak ada insentive untuk kerja keras

Maka tidak ada dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi menurun, ekonomi mundur.

•    Tidak menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi

•    Karl Marx hanya mengkritik keburukan kapitalisme, tapi tidak menjelaskann mekanisme yang mengalokasikan sumber daya di bawah sosialisme.

D. Perbedaan Sosialisme dan Komunisme Menurut Marx

Marx membedakan fase sosialisme dengan komunisme penuh atau lengkap. Dalam fase sosialisme, produktivitas masih rendah dan kebutuhan materi belum terpenuhi secara cukup. Sementara itu dalam fase komunisme penuh produktivitas sudah tinggi, sehingga semua kebutuhan materi sudah diproduksi secara cukup. Dengan begitu, perekonomian dapat memenuhi kebtuhan semua anggota masyarakat secara berkelimpahan.

Tentang hakikat manusia sebagai produsen dalam fase sosialisme manusia belum cukup menyesuaikan diri sehingga menjadikan kerja sebagai hakikat dan masih mementingkan insentif materi untuk bekerja. Pada tahap komunisme, kerja sudah menjadi hakikat. Semua pekerjaan dikerjakan dengan sukarela, kegembiraan dan efesien tanpa mengharapkan insentif langsung seperti upah yang merupakan produk sampingan dari kerja.

Sosialisme merupakan tahap persiapan ke komunisme. Komunisme merupakan tahap akhir perkembangan masyarakat (The Six Major Historical Stages): primitive communism slaery feudalism, capitalism, sosialism dan full communism.

Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis

1.    Korea Utara
2.     Kuba
3.    Vietnam
4.     RRC (sudah mulai mengendur)

E.    Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis

1. Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan. Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.

2. Kesamaan Ekonomi Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oleh prinsip kesamaan. Setiap individu disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

3. Disiplin Politik Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh, yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.

F.    Kebaikan dan Kelebihan  Sistem Ekonomi Sosialis

Adapun kebaikan dan kelebihan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah

 Disediakannya kebutuhan pokok. Setiap warga negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.

 Didasarkan oleh perencanaan Negara. Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.

    Produksi dikelola oleh Negara. Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.

  Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
    Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
    Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
    Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
    Jarang terjadi krisis ekonomi

G. Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

1. Sulit melakukan transaksi. Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.

2. Membatasi kebebasan. Sistem tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.

3.  Mengabaikan pendidikan moral. Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

1.    Sistem Ekonomi sosialis yaitu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh pemerintah secara terpusat.
Faktor-faktor yang mendorong lahirnya sosialisme :

    Karena adanya revolusi industri
    Karena bangkitnya kaum borjuis (majikan) dan kaum proletar (buruh)
    Munculnya pemikiran-pemikiran baru yang lebih terpelajar dan lebih rasional terhadap kehidupan manusia dan masyarakat
    Adanya tuntutan-tuntutan berlakunya demokrasi dari hasil Revolusi Perancis

2.    Ciri – ciri sistem ekonomi sosialis :

    Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
    Peran pemerintah sangat kuat
    Lebih mengutamakan kebersamaan ( kolektivisme )

3.    Kelebihan dan kebaikan sistem ekonomi sosialis :

    Disediakannya kebutuhan pokok
    Didasarkan oleh perencanaan Negara
    Produksi dikelola oleh Negara
    Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
    Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
    Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
    Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
    Jarang terjadi krisis ekonomi

4.    Kelemahan sistem ekonomi sosialis

    Mengabaikan pendidikan moral
    Membatasi kebebasan
    Sulit melakukan transaksi

DAFTAR  PUSTAKA

  • Grosmann, Gregory. (1986). Sistem Ekonomi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Hadi, Muhammad. (2006). Kapitalisme, Sosialisme dan Pancasilaisme, artikel di http://www.google.com.
  • Hamid, Edy Suandi. (2004). Sistem Ekonomi, Utang Luar Negeri, dan Politik-Ekonomi, Yogyakarta: UII Press.
  • Hudiyanto. (2004). Ke luar dari Ayun Pendulum Kapitalisme-Sosialisme. Yogyakarta: UMY Press.
  • Mubyarto. (2000). Membangun Sistem Ekonomi. Yogyakarta: BPFE.
  • Mubyarto. (2000). Reformasi Sistem Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.

1 Trackback / Pingback

  1. Contoh Makalah Sistem Ekonomi Komunis Yang Benar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*