Contoh Makalah Tentang Administrasi Pendidikan Yang Benar

Makalah Administrasi Pendidikan

Contoh Makalah Tentang Administrasi Pendidikan Yang Benar

Makalahkita.com – Contoh Makalah Tentang Administrasi Pendidikan Yang Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi sharing contoh makalah. Baiklah kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………… 1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………………………. 1
  3. Tujuan …………………………………………………………………………………………………. 1

BAB II PEMBAHASAN

  1. Administrasi Pendidikan……………………………………………………………………….. 2
  2. Pengertian Administrasi Pendidikan ………………………………………………… 2
  3. Konsep Dasar Administrasi Pendidikan ……………………………………………. 3
  4. Tujuan Administrasi Pendidikan ……………………………………………………… 4
  5. Fungsi Administrasi Pendidikan ………………………………………………………. 5
  6. Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan …………………………………………. 6
  7. Konsep-konsep Baru Administrasi Pendidikan ………………………………….. 9
  8. Manajemen Pendidikan ………………………………………………………………………….. 11
  9. Pengertian Manajemen Pendidikan …………………………………………………… 11
  10. Konsep Dasar Manajemen Pendidikan ………………………………………………. 11
  11. Fungsi Manajemen Pendidikan …………………………………………………………. 12

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………………. 14

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………….. 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Administrasi sebagai suatu kegiatan bersama terdapat dimana-mana selama ada manusia yang hidup dan bekerjasama dalam kelompok. Jika kita melihat sebuah pabrik bekerja menghasilkan semacam benda sebagai produknya, maka di situ kita melihat ada Administrasi. Jika kita melihat suatu lembaga yang melatih dan memberikan suatu pelajaran yang akhirnya mereka mendapat sertifikat dari proses pendidikan itu,maka disitu ada Administrasi pendidikan. Jika kita melihat suatu lembaga yang mempunyai suatu organisasi yang tersusun baik ataupun terencana, maka di situ kita melihat ada sebuah Manajemen.

2. Rumusan Masalah

  1. Apakah definisi administrasi dan manajemen pendidikan?
  2. Seperti apakahkonsep dasar administrasi dan manajemen pendidikan?
  3. Apa saja ruang lingkup administrasi pendidikan?
  4. Bagaimanakah tujuan dan fungsi administrasi dan manajemen pendidikan?
  5. Bagaimanakah konsep-konsep baru administrasi pendidikan?

3. Tujuan

  1. Mengetahui pengertian administrasi dan manajemen pendidikan
  2. Mengenal konsep dasar administrasi dan manajemen pendidikan
  3. Mengetahui ruang lingkup administrasi pendidikan
  4. Memahami tujuan dan fungsi administrasi dan manajemen pendidikan
  5. Memahami konsep-konsep baru administrasi pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

1.ADMINISTRASI PENDIDIKAN

  1. Pengertian Administrasi

Menurut asal katanya, administrasi berasal dari bahasa latin ad+ministrare yang berarti melayani, membantu, dan memenuhi. Dari perkataan itu terbentuk kata bendaadministration dan kata sifat administrativus yang kemudian masuk ke dalam bahasa inggris administrasion. Perkataan itu selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi administrasi.[1]

A. Administrasi dalam arti sempit

Dalam pengertian ini, administrasi diambil dari istilah dalam bahasa Belanda administratie yang berarti setiap penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya satu sama lain.[2]

B. Administrasi dalam arti luas

Ø  Administrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan asas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.[3]

Ø  Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.[4]

Ø  Administrasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengendalikan suatu usaha (pemerintah) agar tujuan tercapai.[5]

Dengan memahami pengertian administrasi secara luas diharapkan terdapat keluasan wawasan pemahaman terhadap istilah administrasi. Administrasi bukan hanya pekerjaan tulis menulis di belakang meja, akan tetapi mencakup pengaturan manusia dan non manusia (waktu, tempat, sarana, dan prasarana).

Charles A. Beard, seorang historikus politik terkenal dalam salah satu karyanya yang dikutif oleh Albert Lepawsky dalam buku Administration menyatakan bahwa : “Tidak ada satu hal untuk abad modern sekarang ini yang lebih penting dari administrasi. Kelangsungan hidup pemerintahan yang beradab dan bahkan kelangsungan hidup peradaban itu sendiri akan sangat bergantung atas kemampuan kita untuk membina dan mengembangkan suatu filsafat administrasi yang mampu memecahkan masalah-masalah modern.[6]

Pendapat di atas menekankan pentingnya administrasi dalam abad modern ini. Bahkan, tegak rubuhnya suatu Negara, maju mundurnya peradaban manusia serta timbul tenggelamnya bangsa-bangsa di dunia tidak dikarenakan perang nuklir atau malapetaka, akan tetapi tergantung pada baik buruknya administrasi yang dimiliki.[7]

Pertimbangan rasional yang diambil adalah ada suatu kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu namun dikerjakan tidak teratur, belum ada administrasi. Demikian pula usaha kerja sama secara teratur tanpa adanya tujuan pun belum dapat dikatakan ada administrasi. Jadi syarat atau prinsip adanya administrasi adalah :

(1) adanya kegiatan kerja sama yang dilakukan sekelompok orang,

(2) adanya penataan atau pengaturan dalam kerja sama,

(3) adanya tujuan yang akan dicapai dari kegiatan kerja sama.

Adapun tujuan administrasi adalah untuk mendayagunakan segala tenaga, sarana, dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Konsep Dasar Administrasi Pendidikan

1.Pengertian Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan oleh para ahli diartikan dalam dua pengertian, yaitu sebagai ilmu dan sebagai proses. Pengertian administrasi pendidikan sebagai suatu ilmu mengandung pengertian bahwa Administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang disepakati.[8]

Administrasi pendidikan pada dasarnya adalah suatu media untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien. Efektif tidaknya kegiatan administrasi dapat dilihat pada

(1) masukan yang merata,

(2) keluaran yang banyak dan bermutu tinggi,

(3) ilmu dan keluaran yang gayut dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun, dan

(4) pendapatan tamatan atau luaran yang memadai.

Sedangkan efisiensi dapat dilihat pada

(1) kegairahan atau motivasi belajar yang tinggi,

(2) semangat bekerja yang besar,

(3) kepercayaan berbagai pihak, dan

(4) pembiayaan, waktu dan tenaga yang sekecil mungkin tetapi hasil yang besar.

3.Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan administrasi pendidikan pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan optimal pendidikan. Karena sekolah merupakan sub sistem dari sistem pendidikan nasional, maka tujuan administrasi pendidikan yang dilaksanakan di sekolah mempunyai tiga macam jangkauan, yaitu : tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang.

  • Tujuan Jangka Pendek

Pada hakikatnya tujuan jangka pendek administrasi pendidikan di sekolah adalah agar tersusun dan terlaksana suatu sistem pengelolaan komponen instrumental proses pendidikan, yang terdiri dari komponen siswa, pegawai, guru, prasarana, sarana, organisasi, pembiayaan, kurikulum, tata laksana dan hubungan masyarakat guna menjamin terlaksananya proses pendidikan di sekolah yang relevan, efektif dan efisien yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.

  • Tujuan Jangka Menengah

Agar tujuan jangka pendek dilakukan itu tidak salah arah, perlu berorientasi kepada tujuan jangka menengah, yaitu tujuan institusional setiap jenis dan jenjang program pendidikan di sekolah. Jadi, tujuan jangka pendek harus disesuaikan dengan tujuan institusional. Tujuan institusional pendidikan untuk semua tingkat dan jenis sekolah telah dibakukan oleh pemerintah.

  • Tujuan Jangka Panjang

Semua tujuan jangka menengah yang akan dicapai harus mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang lebih luas, yaitu tujuan nasional. Karena itu, kegiatan administrasi pendidikan di sekolah dalam jangka panjang hendaknya akan mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Apabila dikaitkan dengan pengertian administrasi pendidikan, tujuan administrasi pendidikan adalah agar segala usaha kerja sama dalam mendayagunakan berbagai sumber daya (manusia dan non manusia) dapat berjalan secara teratur, efektif, efisien, dan produktif dalam mencapai tujuan pendidikan.

4. Fungsi Administrasi Pendidikan

  • Fungsi Administrasi Pendidikan

Pada dasarnya administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijaksanaan umum. Sedangkan manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah dirumuskan.

Dalam proses pelaksanaannya, administrasi dan manajemen mempunyai tugas-tugas tertentu yang harus dilaksanakan. Tugas-tugas itulah yang disebut/ diartikan sebagai fungsi-fungsi administrasi dan manajemen.

Di bawah ini akan dikemukakan pendapat para ahli tentang fungsi administrasi :

  • “George R Terry mengemukakan  empat fungsi yang terkenal dengan akronim POAC, yaitu : Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating(penggerakan), dan Controlling (pengawasan).
  • Henry Fayol menegemukakan lima fungsi, yaitu : Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Commanding (pemberian komando), Coordinating (pengoordinasian), dan Controlling (pengawasan).
  • Luther M. Gullick mengemukakan tujuah fungsi yang terkenal dengan akronim POSDCORB, yaitu: Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Staffing (pengadaan tenaga kerja), Directing (pemberian bimbingan), Coordnating (pengkoordinasian), Reporting (pelaporan), dan Budgeting (penganggaran).
  • Harold Koontz dan O’Donnel menegmukakan lima fungsi yaitu : Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Staffing (pengadaan tenaga kerja), Directing (pemberian bimbingan), dan Controlling (pengawasan).
  • Menurut John F. Mee terdapat empat fungsi yaitu Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Motivating (pemberian motivasi), dan Controlling (pengawasan). Sementara itu, S.P. Siagian membagi kedalam lima fungsi, yaitu : Perencanaan, Pengorganisasian, Pemberian motivasi, Pengawasan, dan Penilaian.[9]

Sejalan dengan uraian diatas, administrasi pendidikan mempunyai fungsi yang integral dalam proses pendidikan, terutama dalam pengelolaan pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dengan demikian, fungsi administrasi pendidikan di sekolah meliputi :

1) Fungsi perencanaan yang mencakup berbagai kegiatan seperti menentukan kebutuhan, diikuti dengan penentuan trategi pencapaian tujuan dan kemudian penentuan program guna melaksanakan strategi pencapaian tujuan tersebut.

2) Fungsi organisasi yang meliputi pengelolaan personil, sarana prasarana, distribusi tugas,struktur, yang berwujud sebagai suatu badan yang integral.

3) Fungsi motivasi yang terutama meningkatkan efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja. Fungsi tersebut timbul antara lain karena adanya penentuan dan distribusi tugas, tanggung jawab, dan kewenangan yang sesungguhnya bermuara pada relevansi, efektivitas, dan efisiensi hasil kerja yang hendak dicapai.

4) Fungsi pengawasan, meliputi pengamatan proses pengelolaan secara menyeluruh sehingga tercapailah hasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Hal ini akan berguna untuk mencegah terjadinya penyimpangan, membimbing dalam rangka peningkatan kemampuan kerja, memperoleh umpan balik, dan untuk mengukur sampai berapa jauh tujuan telah tercapai.

5. Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan tidak saja menyangkut penataan pendidikan formal (sekolah dan perguruan tinggi) melainkan juga pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah seperti kursus-kursus, latihan keterampilan, dan sebagainya. Hal ini bila ditinjau dari segi institusional organisatoris.

Secara umum ruang lingkup administrasi pendidikan meliputi :

  • Administrasi Organisasi

Hal ini merupakan kegiatan administrasi yang berhubungan dengan bagian-bagian yang ada dalam organisasi pendidikan serta kemungkinan hubungan yang dapat terjadi antara satu bagian dengan bagian yang lain baik secara vertical maupun horizontal, struktur organisasi, pembagian tugas, dan lainnya.

  • Administrasi Kurikulum

Hal ini berhubungan dengan kegiatan administrasi pendidikan yang meliputi perencanaan kurikulum, metode/cara penyampaian, sistem yang dipergunakan, penyusunan kalender akademik, sampai kepada evaluasi pelaksanaan kurikulum di lapangan.

  • Administrasi Kepegawaian

Kegiatan ini meliputi pengadministrasian yang berkaitan dengan upaya perencanaan, pengadaan, pembinaan sampai kepada pendayagunaan pegawai, baik edukatif (seperti guru) maupun pegawai non edukatif (pegawai tata usaha, pegawai perpustakaan, dll).

  • Administrasi Peserta Didik/Siswa

Administrasi kesiswaan adalah semua kegiatan administrasi pendidikan yang dilakukan berhubungan dengan para calon siswa, siswa, dan alumni, seperti mengatur penerimaan siswa baru, pengelompokkan menurut jurusan, program bimbingan dan penyuluhan, masalah kehadiran, kemajuan akademik, kegiatan ekstra kurikuler, dan lain-lain.

  • Administrasi Sarana dan Prasarana

Kegiatan administrasi pendidikan yang dilakukan sehubungan dengan semua sarana dan prasarana yang langsung atau tidak langsung menunjang proses pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, seperti : pengaturan tata letak bangunan, alat-alat sekolah, dan lain-lain.

  • Adminsitrasi Tata Usaha

Administrasi ketatausahaan merupakan kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola pencatatan, pengumpulan, dan penyimpanan data dan dokumen yang dapat dipergunakan untuk membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan, urusan surat menyurat serta laporan – laporan mengenai kegiatan sekolah.

  • Administrasi Pembiayaan

Administrasi pembiayaan adalah administrasi pendidikan yang berhubungan dengan pengelolaan pembiayaan pendidikan mulai dari tingkat perencanaan sampai pada pengukuran efisiensi biaya dalam proses pendidikan. Hal ini berhubungan dengan administrasi uang SPP, DPP, Sumber-sumber keuangan lainnya, alokasi pembiayaan dan pertanggung jawaban penggunaannya.

  • Administrasi Tata Hubungan Masyarakat

Administrasi tata hubungan dengan masyarakat ialah kegiatan administrasi pendidikan yang mengelola hubungan masyarakat dengan sekolah. Masyarakat itu bisa perseorangan atau orang tua siswa atau organisasi/lembaga lain yang dianggap mendukung pencapaian tujuan proses pendidikan secara keseluruhan, seperti BP3 (Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan), IKOMAH (Ikatan Orang Tua Mahasiswa), Majlis Ulama, GUPPI, dan lain-lain.

Apabila ditinjau dari tingkat pelaksanaannya, kegiatan administrasi pendidikan di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu tingkat nasional, regional, dan lokal.

1) Tingkat Nasional

Pada tingkat nasional kegiatan administrasi pendidikan dilakukan oleh departemen beserta unit kerjanya (tingkat pusat). Kegiatan administrasi pendidikan pada tingkat nasional terutama berupa perumusan kebijaksanaan umum dalam bidang pelaksanaan dan teknis, pemberian bimbingan dan pengawasan terhadap kebijaksanaan tersebut. Hal ini sesuai dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Organisasi Departemen. Departemen yang mengurus bidang pendidikan dalam berbagai jenjang kelembagaan yaitu Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

2) Tingkat Regional

Kegiatan administrasi pendidikan pada tingkat regional dilaksanakan pada Kantor Dinas Pendidikan Nasional Propinsi, Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten/Kota, Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kecamatan, dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta. Demikian pula pada Departemen Agama dilaksanakan pada tingkat Kanwil Departemen Agama Propinsi, Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta.

3) Tingkat Lokal

Pelaksanaan administrasi pendidikan ditingkat lokal adalah kegiatan administrasi pendidikan yang dilaksanakan di lembaga pendidikan yang secara langsung melakukan proses pendidikan terhadap peserta didik, seperti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Umum/Madrasah Aliyah, PTN/PTS dan PTAIN/PTAIS, dan sebagainya.

6. Konsep – konsep Baru Administrasi Pendidikan

Pemahaman terhadap apa yang sedang berkembang dalam dunia administrasi pendidikan amat penting untuk meluaskan wawasan dan memantapkan visi yang ada dan diperlukan. Konsep-konsep yang perlu diketahui yaitu :

  • Administrasi pendidikan sebagai suatu proses sistem perilaku

Konsep ini mengandung arti bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan terjadi suatu proses interaksi manusia dalam sistem yang terarah dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan.

  • Learning merupakan sasaran pokok

Konsep ini mengandung arti bahwa faktor-faktor lain hanyalah merupakan sasaran antara untuk membantu peserta didik untuk meningkatkan proses belajarnya.

  • Kepengawasan adalah usaha kerja sama yang sistemik dan terkoordinasi secara terarah dan terpadu

Konsep ini mengandung arti bahwa keberhasilan kepengawasan bukanlah terletak pada efektif pengawasan dalam menjalankan tugasnya, seperti keyakinan pada konsep kepengawasan tradisional, tetapi terletak sejauh manakah kerja sama antara berbagai unsur yang terlibat.

  • Komunikasi terbuka antar berbagai unsur yang terlibat

Komunikasi adalah urat nadi kegiatan administrasi pendidikan. Bilamana jalur komunikasi ini tertutup atau ada yang menghambat, akan terdapat ketidaklancaran aktivitas administrasi.

  • Penggunaan gaya kepemimpinan yang tepat

Kepemimpinan itu akan efektif apabila menggunakan style yang tepat. Style ini bersumber pada berbagai teori kepemimpinan yang telah lama dikembangkan.

  1. Adanya fleksibilitas organisasi yang memungkinkan penyesuaian yang dapat dilakukan sehingga terjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. Penghargaan terhadap usaha dan aktivitas kreatif sesuai dengan hakikat manusia yang diekspresikan dalam pelaksanaan program pendidikan.

Hari R. Douglas menyarankan beberapa prinsip lain tentang administrasi, yaitu :

1) Priority of objectives over machinery and personal consideration (memprioritaskan tujuan diatas pertimbangan-pertimbangan pribadi dan mekanisme organisasi).

2) Coordination of authority and responsibility (koordinasi tentang wewenang dan tanggung jawab ).

3) Adaptation of responsibility to the character of the personal (penyusunan tanggung jawab yang diberikan terhadap karakter personal).

4) Recognition of the human psychological factors ( pengakuan terhadap faktor-faktor psikologis manusia).

5) Relativity of values (relativitas nilai-nilai).[10]

Dalam pelaksanaan kegiatan administrasi, nilai-nilai yang ada pada suatu prinsip tergantung atau ada hubungannya dengan nilai-nilai yang ada pada prinsip lain. Karena itu tidak dibenarkan adanya suatu keputusan yang mempunyai akibat konflik antara prinsip yang satu dengan prinsip yang lain. Disamping itu untuk mengkompromikan antara prinsip yang satu dengan prinsip yang lain hendaknya mengutamakan tujuan umum.

7. MANAJEMEN

  1. Pengertian Manajemen

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang artinya seni, melaksanakan dan mengatur. Menurut Mary Parker Follet,  manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Ricky W. Griffin, manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.

Secara umum Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan pengguna sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

  1. Pengertian Mananjemen Pendidikan

Pengertian Manajemen Pedidikan menurut para ahli:

Manajemen Pendidikan menurut Made Pidarta, (1988:4). Manajemen Pendidikan diartikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.

Manajemen Pendidikan menurut Soebagio Atmodiwirio. (2000:23). Manajemen pendidikan dapat didefinisikan sebagi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Berdasarkan pengertian manajemen pendidikan dari para ahli, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan serta penilaian usaha pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

8. Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

  • Manajemen sebagai Ilmu

Manajemen telah dipelajarai lama dan telah dikaji, diorganisasikan menjadi suatu rangkaian teori. Manajemen memerlukan disiplin-disiplin ilmu pengetahuan lain dalam penerapannya untuk mencapai tujuan. Manajemen  dalam  upaya mencapai tujuannya berdasarkan kaidah ilmiah dan sistematis.

  • Manajemen sebagai Seni

Diartikan bahwa manajer dalam mencapai tujuan banyak dipengaruhi oleh keterampilan-keterampilan pribadi, bakat dan karakternya.

  • Manajemen sebagai Proses

Manajemen sebagai proses karena dalam mencapai tujuan menggunakan serangkaian kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Manajemen sebagai proses lebih diarahkan pada proses mengelola dan mengatur pelaksanaan suatu pekerjaan, atau serangkain aktivitas dalam rangka mencapai tujuan.

  • Manajemen sebagai Profesi

Manajemen sebagai profesi penekankan pada kegiatan yang dilakukan sekelompok orang dengan  menggunakan keahlian-keahlian tertentu. Keahlian-keahlian  tersebut diperoleh karena telah memenuhi syarat atau standart tertentu dan diakui oleh masyarakat. Dengan keahlian tersebut seseorang dapat memperoleh suatu status.

9. Fungsi Manajemen Pendidikan

Fungsi manajemen meliputi :

  • Perencanaan (Planning)

Proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain tak akan dapat berjalan.

  • Pengorganisasian (Organizing)

Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

  • Pengarahan (Actuating/Directing)

Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

  • Pengawasan (Controlling)

Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Dari uarian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa administrasi adalah semua kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya pengertian administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoornisasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif atau dengan kalimat lain dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan di instansi pendidikan secara beersama-sama untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan.

Secara umum tujuan administrasi pendidikan adalah untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas penyelenggaraan kegiatan operasional pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Adapaun yang menjadi tujuan utama pendidikan adalah untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan peserta didik agar menjadi warga Negara yang memiliki kualitas, sesuai dengan cita-cita bangsa berdasarkan pancasila.

Adapun manfaat administrasi pendidikan adalah sangat banyak, namun dapat disimpulkan bahwa manfaat administrasi pendidikan adalah mempermudah pencapaian tujuan pendidikan, dengan administrasi pendidikan semua yang diinginkan dalam pendidikan mudah untuk dicapai.

Selanjutnya fungsi administrasi pendidikan adalah dapat dikategorikan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengerakan, pengawasan, pengarahan, dan fungsi evaluasi dalam bidang pendidikan.

Kemudian berkaitan dengan perkembangan teori administrasi dibagi menjadi dua macam, administrasi tradisional dan administrasi transisional.

2. Saran

Penulisan makalah yang berjudul “makalah tentang administrasi pendidikan” ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, oleh karena itu besar harapan penulis untuk mengkritisi makalah ini, baik dari segi  isi maupun dari segi penulisan makalah.

Selanjutnya, mudah-mudahan makalah ini dapat dimanfaatkan oleh semua pembaca dan dapat dimanfaatkan. Atas kritik dan seran dari pembaca, penulis ucapkan terimakasih.

DAFTAR PUSTAKA

  • [1] Asnawir, Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2005), hal.1
  • [2] Sondang P. Siagian, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1974), hal. 2
  • [3] Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 7
  • [4] Ibid., hal. 7
  • [5] Ibid., hal. 8
  • [6] Op. Cit., Asnawir, hal. 3
  • [7] Hadari Nawawi, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Gunung Agung, 1997), hal. 8
  • [8] Op. Cit., Daryanto, hal. 8
  • [9] Ibid., hal. 8
  • [10] Op. Cit., Hadari Nawawi, hal. 11
  • [11] Op. Cit., Asnawir, hal. 3
  • [12] Ibid., hal. 9
  • [13] Ibid., hal. 10
  • [14] Op. Cit., Daryanto, hal. 17
  • [15] Ahmad Sabri, Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2000), hal. 8
  • [16] Op. Cit., Asnawir, hal. 10
  • [17] Ibid., hal. 10
  • [18] Ibid., hal. 11-12
  • [19] Ibid., hal. 12
  • [20] Op. Cit., Ahmad Sabri, hal. 9
  • [21] Ibid., hal. 10
  • [22] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Jakarta: Nasco, 1974), hal.11
  • [23] Op. Cit. Hadari Nawawi, hal. 14
  • [24] Op. Cit. Asnawir, hal. 14
  • [25] Op. Cit., Hadari Nawawi, hal. 18
  • [26] Op. Cit., Ahmad Sabri., hal. 14
  • [27] Op. Cit., Asnawir, hal. 22
  • [28] Op. Cit., Ahmad Sabri, hal. 15
  • [29] Op. Cit., Asnawir, hal. 28
  • [30] Ibid. hal. 32
  • [31] Op. Cit., Ahmad Sabri, hal. 16
  • [32] Ibid. hal. 16
  • [33] Ibid., hal 17
  • [34] Ibid., hal 19-20
  • [36] Ibid.
  • [37] Ibid.
  • [38] Ibid.
  • [39] Ibid.
  • [40] Ibid.
  • [41] Ibid.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*