Contoh Makalah Tentang Kerajaan Kutai

Contoh Makalah Tentang Kerajaan Kutai
Contoh Makalah Tentang Kerajaan Kutai

Contoh Makalah Tentang Kerajaan Kutai

Makalahkita – Contoh Makalah Tentang Kerajaan Kutai yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

Contoh Makalah Tentang Kerajaan Kutai

KATA PENGANTAR

            Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya.

Adapun judul makalah yang penulis ajukan adalah “KERAJAAN KUTAI”

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah Indonesia.

Dalam mempersiapkan, menyusun, dan menyelesaikan makalah  ini, penulis tidak lepas dari berbagai kesulitan dan hambatan yang dihadapi.

Penulis menyadari bahwa di dalam makalah ini masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan saran, kritik, serta masukannya yang bersifat membangun tentunya demi perbaikan dan pengembangan di dalam menyusunmakalah di masa mendatang.

Majalengka, September 2017

      Penulis

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang………………………………………………………………………….. 1

1.2     Tujuan Penelitian……………………………………………………………………….. 1

1.3     Rumusan Masalah ………………………………………………………………………  1

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Sejarah Kerajaan Kutai ……………………………………………………………….  2

2.2  Letak Kerajaan Kutai …………………………………………………………………  2

2.3 Peninggalan Sejarah Kerajaan Kutai……………………………………………… 2

2.4 Kehidupan Politik, Sosial dan Budaya, serta Ekonomi …………………….  5

2.4.1 Kehidupan Politik……………………………………………………… 5

2.4.2 Kehidupan Sosial dan Budaya…………………………………….. 5

2.4.3 Kehidupan Ekonomi………………………………………………….. 6

2.5 Masa Keruntuhanya Kerajaan Kutai………………………………………………. 7

2.6 Nama Raja-raja Kerajaan Kutai…………………………………………………….. 7

BAB III PENUTUP

2.7 Kesimpulan ………………………………………………………………………………… 9

2.8 Saran                                                                                              ……….. 9

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………. 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kerajaan Hindu merupakan pelopor berdirinya Negara hindu di Indonesia. Banyak kerajaan-kerajaan hindu di Indonesia. Sejak masuknya budaya hindu ini Zaman Prasejarah mulai berganti menjadi Zaman Sejarah. Kerajaan hindu di Indonesia mempunyai sejarahnya masing-masing, seperti Kerajaan Kutai. Agar lebih memahami Kerajaan Kutai, kita harus mempelajari sejarah-sejarah Kerajaan Kutai.

1.2 Tujuan Penulisan

            Tujuan dari penulisan dari makalah ini, yaitu :

  1. Mengetahui sejarah kerajaan kutai
  2. Mengetahui letak kerajaan kutai
  3. Mengetahui peninggalan sejarah kerajaan kutai
  4. Mengetahui kehidupan politik, sosial dan budaya, serta ekonomi
  5. Mengetahui masa keruntuhanya kerajaan kutai
  6. Mengetahui nama raja-raja kerajaan kutai

1.3    Rumusan masalah

     Adapun rumusan masalah yang dapat penulis sampaikan, antara lain :

  1. Bagaimanakah sejarah kerajaan kutai ?
  2. Dimanakah letak kerajaan kutai ?
  3. Apa saja peninggalan sejarah kerajaan kutai ?
  4. Bagaimanakah kehidupan politik, sosial dan budaya, serta ekonomi ?
  5. Bagaimanakah masa keruntuhanya kerajaan kutai ?
  6. Siapa sajakah nama raja-raja kerajaan kutai ?

BAB II
PEMBAHASAN

1.SEJARAH BERDIRINYA KERAJAAN KUTAI

            Kerajaan Kutai diperkirakan berdiri pada abad ke-5 Masehi, ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah Yupa (prasasti berupa tiang batu) yang ditulis dengan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta yang berasal dari India yang sudah mengenal Hindu. Yupa mempunyai 3 fungsi utama, yaitu sebagai prasasti, tiang pengikat hewan untuk  upacara korban   keagamaan, dan lambang kebesaran raja.

            Dari tulisan yang tertera pada yupa nama raja Kundungga diperkirakan merupakan nama asli Indonesia, namun penggantinya seperti Aswawarman, Mulawarman itu menunjukan nama yang diambil dari nama India dan upacara yang dilakukannya menujukan kegiatan upacara agama Hindu. Dari sanalah dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan Hindu telah masuk di Kerajaan Kutai. 

            Kerajan Kutai Mulawarman (Martadipura) didirikan oleh pembesar kerajaan Campa (Kamboja) bernama Kudungga, yang selanjutnya menurunkan Raja Asmawarman, Raja Mulawarman, sampai 27 (dua puluh tujuh) generasi Kerajaan Kutai.

Ø  Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)

Ø  Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)

Ø  Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)

Ø  Maharaja Marawijaya Warman

Ø  Maharaja Gajayana Warman

Ø  Maharaja Tungga Warman

Ø  Maharaja Jayanaga Warman

Ø  Maharaja Nalasinga Warman

Ø  Maharaja Nala Parana Tungga

Ø  Maharaja Gadingga Warman Dewa

Ø  Maharaja Indra Warman Dewa

Ø  Maharaja Sangga Warman Dewa

Ø  Maharaja Candrawarman

Ø  Maharaja Sri Langka Dewa

Ø  Maharaja Guna Parana Dewa

Ø  Maharaja Wijaya Warman

Ø  Maharaja Sri Aji Dewa

Ø  Maharaja Mulia Putera

Ø  Maharaja Nala Pandita

Ø  Maharaja Indra Paruta Dewa

Ø  Maharaja Dharma Setia

            Sementara itu pada abad XIII di muara Sungai Mahakam berdiri Kerajaan bercorak Hindu Jawa yaitu Kerajaan Kutai Kertanegara yang didirikan oleh salah seorang pembesar dari Kerajaan Singasari yang bernama Raden Kusuma yang kemudian bergelar Aji Batara Agung Dewa Sakti dan beristerikan Putri Karang Melenu sehingga kemudian menurunkan putera bernama Aji Batara Agung Paduka Nira.

Proses asimilasi (penyatuan) dua kerajaan tersebut telah dimulai pada abad XIII dengan pelaksanaan kawin politik antara Aji Batara Agung Paduka Nira yang mempersunting Putri Indra Perwati Dewi yaitu seorang puteri dari Guna Perana Tungga salah satu Dinasti Raja Mulawarman (Martadipura), tetapi tidak berhasil menyatukan kedua kerajaan tersebut. Baru pada abad XVI melalui perang besar antara kerajaan Kutai Kertanegara pada masa pemerintahan Aji Pangeran Sinum Panji Ing dengan Kerajaan Kutai Mulawarman (Martadipura) pada masa pemerintahan Raja Darma Setia.

            Dalam pertempuran tersebut Raja Darma Setia mengalami kekalahan dan gugur di tangan Raja Kutai Kertanegara Aji Pangeran Sinum Panji, yang kemudian berhasil menyatukan kedua kerajaan Kutai Tersebut sehingga wilayahnya menjadi sangat luas dan nama kerajaannyapun berubah menjadi Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura yang kemudian menurunkan Dinasti Raja-raja Kutai Kertanegara sampai sekarang.

Literatur sejarah menyebutkan bahwa sejak abad XIII sampai tahun 1960 yang menjadi Raja (sultan) Daerah Swapraja (Kerajaan Kutai Kertanegara) berdasarkan tahun pemerintahannya adalah sebagai berikut:

1300 – 1325 Aji Batara Agung Dewa Sakti
2. 1350 – 1370 Aji Batara Agung Paduka Nira
3. 1370 – 1420 Aji Maharaja Sultan
4.  1420 – 1475 Aji Raja Mandarsyah
5.  1475 – 1525 Aji Pangeran Tumenggung Jaya Baya (Aji Raja Puteri)
6.  1525 – 1600 Aji Raja Mahkota
7.  1600 – 1605 Aji Dilanggar
8.  1605 – 1635 Aji Pangeran Sinum Panji Mendopo
9.  1635 – 1650 Aji Pangeran Dipati Agung
10.  1650 – 1685 Aji Pageran Mejo Kesumo
11.  1685 – 1700 Aji Begi gelar Aji Ratu Agung
12.  1700 – 1730 Aji Pageran Dipati Tua
13.  1730 – 1732 Aji Pangeran Dipati Anum Panji Pendopo
14.  1732 – 1739 Sultan Aji Muhammad Idris
15.  1739 – 1782 Aji Imbut gelar Sultan Muhammad Muslihuddin
16.  1782 – 1850 Sultan Aji Muhammad Salehuddin
17.  1850 – 1899 Sultan Aji Muhammad Sulaiman
18. 1899 – 1915 Sultan Aji Alimuddin
19. 1915 – 1960 Sultan Aji Muhammad Parikesit
20. 1960 – sekarang, Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II

B. PERKEMBANGAN SOSIAL, EKONOMI, BUDAYA, DAN POLITIK

  1. Sosial dan budaya
    Berdasarkan isi prasasti-prasasti Kutai, dapat diketahui bahwa pada abad ke -4 M di daerah Kutai terdapat suatu masyarakat Indonesiayang telah banyak menerima pengaruh hindu. Masyarakat tersebut telah dapat mendirikan suatu kerajaan yang teratur rapi menurut pola pemerintahan di India. Masyarakat Indonesia menerima unsur-unsur dari luar dan mengembangkannya sesuai dengan tradisi bangsa Indonesia
    Kehidupan budaya masyarakat Kutai sebagai berikut :

    1. Masyarakat Kutai adalah masyarakat yang menjaga akar tradisi budaya nenek moyangnya.
    2. Masyarakat yang sangat tanggap terhadap perubahan dan kemajuan kebudayaan.
    3. Menjunjung tingi semangat keagamaan dalam kehidupan kebudayaannya.
    4. Masyarakat Kutai juga adalah masyarakat yang respon terhadap perubahan dankemajuan budaya. Hal ini dibuktikan dengan kesediaan masyarakat Kutai yangmenerima dan mengadaptasi budaya luar (India) ke dalam kehidupan masyarakat. Selain dari itu masyarakat Kutai dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggispirit keagamaan dalam kehidupan kebudayaanya. Penyebutan Brahmana sebagai pemimpin spiritual dan ritual keagamaan dalam yupa-prasasti yang mereka tulis menguatkan kesimpulan itu.
  2. Kehidupan ekonomi
    Kehidupan ekonomi di Kerajaan Kutai dapat diketahui dari dua hal berikut ini :
    Letak geografis Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.

    Keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

    3. Kehidupan Politik
    Sejak muncul dan berkembangnya Pengaruh Hindu di Kaltim, terjadi perubahan dalam tata pemerintahan, yatu dari sistem pemerintahan kepala suku menjadi sistem pemerintahan Raja atau feodal. Raja-raja yang pernah berkuasa pada kerajaan Kutai adalah sebagai berikut:

  • Kudungga. Raja ini adalah Founding Father kerajaan Kutai, ada yang unik pada nama raja pertama ini, karena nama Kudungga merupakan nama Lokal atau nama yang belum dipengaruhi oleh budaya Hindu. Hal ini kemudian melahirkan persepsi para ahli bahwa pada masa kekuasaan Raja Kudungga, pengaruh Hindu baru masuk ke Nusantara, kedudukan Kudungga pada awalnya adalah seorang kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia megubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya mejadi raja, sehingga pergantian raja dilakukan secara turun temurun.
  • Aswawarman. Prasasti Yupa menyatakan bahwa Raja aswawarman merupakan raja yang cakap dan kuat. Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai diperluas lagi. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan upacara Asmawedha. Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan raja Samudragupta, ketika ingin memperluas wilayahnya. Dalam upacara itu dilaksanakan  pelepasan kuda dengan tujuan untuk menentukan batas kekuasaan kerajaan Kutai. Dengan kata lain, sampai dimana ditemukan tapak kaki kuda, maka sampai disitulan batas kerajaan Kutai. Pelepasan kuda-kuda itu diikuti oleh prajurit kerajaan Kutai.
  • Mulawarman. Raja ini adalah Putra dari raja Aswawarman, ia membawa Kerajaan Kutai ke puncak kejayaan. Pada masa kekuasaannya Kutai mengalami masa gemilang. Rakyat hidup tentram dan sejahtera. Dengan keadaan seperti itulah akhirnya Raja Mulawarman mengadakan upacara korban emas yang amat banyak.

C. SEJARAH RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.Kerajaan.

Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai Kartanegara yang semula rajanya bergelar Pangeran berubah menjadi bergelar Sultan (Sultan Aji Muhammad Idris) dan hingga sekarang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

BAB III

PENUTUP

2.7 KESIMPULAN

Kerajaan Kutai berada di kalimantan Timur, yaitu di sungai hulu Mahakam. Nama kerajaan ini disesuaikan dengan nama tempat penemuan  prasasti, yaitu didaerah Kutai.

kaltim telah berdiri dan berkembang kerajaan yang mendapatkan pegaruh Hindu adalah beberapa penemuan berupa batu bertulis atau Prasasti. Tulisan itu ada pada tujuh tiang batu yang disebut Yupa. Yupa ini berfungsi utuk mengikat hewan Korban. Korban itu merupakan pwersembahan rakyat kepada para Dewa yang dipujanya.

Kehidupan social dan budayanya pun sangat menjujung tinggi nilai kebudayaan yang ada. Kehidupan ekonomi masyarakat kutai sangat makmur, dengan bukti bahwa Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.

Keterangan tertulis pada prasasti yang mengatakan bahwa Raja Mulawarman pernah memberikan hartanya berupa minyak dan 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.

Masa keruntuhan Kerajaan Kutai runtuh ketika Raja Dharma Setia  tewas ditangan Raja Kutai Kartanegara.  Raja Dhamarmasetia adalah anak dari Raja Mulawarman, cucu dari Raja Asmawarman, buyut dari Raja Kudungga. Dan Raja Dharma Setia adalah Raja terakhir diKerajaan Kutai .

2.8 SARAN

Kita sebagai masyarakat Indonesia harus mencintai budaya budaya yang ada saat ini. Peninggalan-peninggalan yang begitu besar di Indonesia membuktikan bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya. Dengan cara merawat,melestarikan dan tidak merusak budaya yang ada itu juga merupakan bukti cinta kita terhadapan peninggalan budaya di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

www.makalahkita.com