Contoh Makalah Tentang Olahraga Renang Lengkap

Contoh Makalah Tentang Olahraga Renang

Contoh Makalah Tentang Olahraga Renang Lengkap

Makalahkita – Contoh Makalah Tentang Olahraga Renang Lengkap yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

KATA PENGANTAR

  Dengan mengucapkan Puji serta Syukur kehadirat Allah S. W. T. akhirnya Saya dapat menyelesaikan Tugas Makalah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan guna memenuhi tugas dari Guru Mata Pelajaran. Berbagai kesulitan  telah dialami, baik dalam pencarian materi maupun dalam menyusun makalah ini.

  Dalam penyusunan makalah ini saya telah berusaha semaksimal mungkin, tetapi Saya berkeyakinan ini tidak akan mencakup kepada semua hal-hal yang termasuk kedalam Materi Renang. Hal ini di sebabkan karena terbatasnya kemampuan penyusun.

      Pun mengakui betapa telah mengusahakan sedemikian rupa, bahwa di dalam tugas makalah ini sudah pasti masih banyak kekurangan dan kesalahan, karena Saya menyadari masih jauh dari kesempurnaan. Oleh Karena itu, keritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami nantikan.

     Kepada semua pihak yang ikut membantu baik secara langsung maupun tidak langsung, Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga makalah ini bisa menjadi motivasi siswa-siswi semua.

DAFTAR ISI

Halaman judul…………………………………………………………………………….. I

Kata pengantar……………………………………………………………………………. II

BAB I pendahuluan……………………………………………………………………. 1

1.1  latar belakang…………………………………………………………………………. 1

1.2  rumusan masalah…………………………………………………………………….. 1

1.3  Tujuan…………………………………………………………………………………… 1

BAB II pembahasan …………………………………………………………………… 2

2.1 Sejarah renang……………………………………………………………………….. 2

2.2 Organisasi FINA ……………………………………………………………………. 3

2.3 Sejarah renang di Indonesia……………………………………………………… 3

2.4 Manfaat renang bagi tubuh………………………………………………………. 3

2.5 Macam-macam gaya renang…………………………………………………….. 4

2.6 Renang gaya BebaS………………………………………………………………… 5

2.7 Renang gaya Dada …………………………………………………………………. 7

2.8 Renang gaya Punggung …………………………………………………………… 8

2.9 Renang gaya Kupu-Kupu………………………………………………………… 9

BAB III Penutup ……………………………………………………………………….. 10

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………….. 10

3.1 Saran …………………………………………………………………………………… 10

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang.

Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.

Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah :

  1. Bagaimana Sejarah Renang ?
  2. Apa yang perlu di peresiapkan dalam olah raga renang ?
  3. Bagaimanakah peraturan olah raga renang ?

1.3 Tujuan

 Adapun tujuan dari pembuatan makalah  ini adalah meliputi beberapa hal diantaranya :

  1. Memenuhi Salah satu tugas mata pelajaran Orkes Penjaskes
  2. Mengetahui Seluk beluk, sejarah teknik serta perkembangan Olah raga Renang.
  3. C. Semoga bermanfaat bagi para pembacanya sebagai tambahan pengetahuan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Renang

       Renang telah dikenal sejak zaman prasejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Gambar-gambar yang ada di dalam gua nampak menunjukan gaya dada atau gaya anjing mengayuh, meskipun bisa jadi ia mungkin menunjukan gerakan yang berkaitan dengan prosesi ritual yang artinya tidak ada kaitannya dengan renang.

       Gua ini juga digambarkan pada film English Patient Stempel lilin Mesir yang bertanggal antara 4000 dan 9000 tahun SM, menunjukan empat perenang yang diyakini berenang dengan variasi dari gaya bebas. Referensi lain mengenai renang juga ditemukan pada gambar timbul Babylonia dalam lukisan dinding Assyria yang menunjukan variasi dari gaya dada.

       Lukisan yang paling terkenal telah ditemukan di padang pasir Kebir dan diperkirakan berasal dari sekitar 4000 tahun SM. Gambar timbul Nagoda juga menunjukan perenang yang berasal dari 3000 tahun SM. Istana Indian Mohenjo Daro dari 2800 tahun sebelum masehi memiliki kolam renang berukuran 30 m x 60 m. Istana Minoan Minos of Knossos di Kreta juga dilengkapi dengan bak mandi. Makam kuno Mesir dari 2000 tahun SM menunjukan variasi dari gaya bebas. Penggambaran perenang juga ditemukan pada Hittites, Minoans, dan Masyarakat Timur Tengah lainnya, orang Inca dalam Rumah Tepantitla di Teotihuacan, dan dalam mozaik di Pompeii.

         Ada juga beberapa yang menyinggung para perenenang dalam naskah kuno Vatikan, Borgian dan Bourbon. Orang-orang Yunani tidak mengikut sertakan renang pada Pertandingan Olympiade kuno, namun mempraktekan olahraga tersebut, sering kali membangun kolam renang sebagai bagian dari bak mandi mereka. satu pernyataan yang biasanya menyinggung di Yunani adalah dengan mengatakan tentang seseorang bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya ataupun berenang. Orang-orang Etruscan di Tarquinia (Italia) menunjukan gambar para perenang dalam 600 tahun SM, dan makam kuno di Yunani menunjukan gmbar perenang-perenang 500  tahun SM.

          Orang Yunani Sisilia telah dijadikan tawanan pada sebuah kapal Persia King Xerxes I pada 480 tahun SM. Setelah mengetahui serangan yang akan datang untuk Angkatan Laut Yunani, ia mencuri pisau dan lompat keluar kapal. Sepanjang malam dan dengan menggunakan alat bantu pernafasan ( snorkel ) yang terbuat dari buluh, ia berenang kembali kearah kapal dan memotong talinya. Juga dinyatakan bahwa keterampilan berenang telah menyelamatkan bangsa Yunani pada perang Salamis ketika bangsa Persia semuanya tenggelam ketika kapal mereka dihancurkan.

         Julius Caesar juga dikenal sebagai perenag yang baik. Sejumlah relief dari 850 tahun SM di Galeri Nimrud dari Musium Inggris menunjukan para perenang yang sebagaian besar dalam konteks militer, sering menggunakan alat bantu renang. Di Jepang renang merupakan salah satu keahlian terhormat Samurai, dan catatan sejarah menjelaskan kompetisi renang pada tahun 36 SM diadakan oleh kaisar Suigui ( ejaannya tidak jelas), yang pertama kali dikenal sebagai perlombaan renang. Cerita rakyat Jerman menjelaskan tentang renang yang dengan sukses digunakan dalam perang melawan bangsa Roma. Kompetisi renang juga dikenal sejak saat itu.

2.2 Organisasi FINA

         Federasi Renang Internasional ( Federation Internationationale de Natation disingkat FINA) adalah induk organisasi internaional olahraga renang. Orgaisasi ini diakui oleh Komite Olimpiade Internasional ( IOC ). Selain renang, FINA juga merupakan induk orgaisasi internasional polo air, selam, renang indah, dan renang perairan terbuka. Markas besar FINA berada di Lausanne, Swiss. Induk organisasi olahraga renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah disetiap negara dan teritori berhak menjadi anggota FINA. Selain mengadakan kejuaraan internasional dan regional, FINA berusaha memajukan olahraga renang diseluruh dunia, antara lain dengan menambah jumlah fasilitas olahraga renang. FINA bertugas membuat peraturan internasional untuk kejuaraan renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah.

2.3 Sejarah Renang Di Indonesia

       Umumnya olahraga renang sebelum kemerdekaan kita hanya dilakukan oleh bangsa kulit putih dengan teknik yang sudah maju sedang bangsa indonesia hanya dilakukan disungai atau danau tanpa teknik memadai namun perkembangan renang di zaman Jepang menjajah kesempatan umum lebih besar. Pada tahun 1951 setelah terbentuk P.B.S.I (Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia) Sejak itu renang di Indonesia maju pesat. P.B.S.I diterima menjadi anggota P.O.R.I (Perserikatan Olahraga Republik Indonesia)yang kemudian dirubah menjadi K.O.I (Komite Olympiade Indonesia). Tahun 1952 P.B.S.I diterima menjadi anggota F.I.N.A dan I.O.C pada Olympiade Helsinki 1952. Indonesia telah mengirim seorang perenang.Tahun 1959 P.B.S.I berubah menjadi P.R.S.I (Perserikatan Renang Seluruh Indonesia) dan renang mengalami kemajuan hingga sekarang.

2.4 Manfaat Renang Bagi Tubuh

  1. Membentuk otot

       Saat berenang, kita menggerakan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus “melawan” massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.  

  1. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung  dan paru-paru

      Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.

  1. Menambah tinggi badan

      Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).

  1. Melatih pernafasan

      Sangat dianjurkan bagi orang yang terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskuler dan pernafasan dapat menjadi kuat. Pernafasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan lebih panjang.

  1. Membakar kalori lebih banyak

      Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar kalori tubuh.

  1. Self safety

     Dengan berenang, kita perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air ( jatuh ke laut, dll)

  1. Menghilangkan stress

     Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

2.5 Macam – Macam Gaya Renang

  1. Renang Gaya Bebas
  2. Renang Gaya Dada
  3. Renang Gaya Punggung
  4. Renang Gaya Kupu – kupu
  1. Renang Gaya Bebas

1.Sejarah

      Manusia sudah berenang gaya bebas sejak zaman kuno. Didunia Barat, gaya bebas diperlombakan pertama kali pada tahun 1844 di London. Perenang dari Suku Indian dengan mudah mengalahkan perenang dari Inggris. Walaupun demikian, pria Inggris waktu itu menganggap gaya bebas tidak elegan, karena banyak memercikan air kesana-kemari. Dalam lomba renang, perenang Inggris tetap mempertahankan gaya dada. Sewaktu pergi ke Argentina antara tahun 1870 dan 1890, pelatih renang John Arthur Trudgen mempelajari gaya bebas dari penduduk asli Amerika Selatan. Berbagai  sumber menyebut angka tahun yang berbeda-beda, namun tahun 1873 adalah angka tahun yang paling sering dikutip. Namun di Inggris Trudgen memakai gerakan kaki menggunting seperti gaya samping dan bukan gerakan kaki lurus melecut naik turun seperti gaya bebas yang dikenal orang sekarang ini. gaya renang campuran yang diperkenalkan oleh Trudgen disebut gaya Trudgen.

        Gaya trudgen dikembangkan oleh perenang Australia Richmond ( Dick ) Cavill, putra dari instruktur renang Inggris “Profesor frederick Cavill yang menetap di Australia sejak 1879. Frederick Cavill memiliki 6 anak laki-laki yang semuanya perenang mahir, Ernest, Charles, Percy, Arthur (Tums), dan Richmond (Dick). Ketika Dick dan Tums sedang mengembangkan gaya trudgen, mereka berdua melihat Alick Wickham yang berenang dengan gerakan kaki lurus melecut naik turun. Wickham adalah orang Kepulauan Solomon yang tinggal di Sydney. Dalam kejuaraan Renang Internasional 1902, Richard Cavillmemenangi lomba renagn 100 yard dengan catatan 58,8 detik. Ketika ditanya nama gaya renang yang dipakainya, menurut salah salah satu anggota keluarga Cavill, “ seperti merangkak ( crawl ) didalam air”. Dikemudian hari, gaya renang yang dikembangkan Cavill disebut gaya krol ( crawl ).

        Pada tahun 1905, setelah bertemu dengan perenang Australia Barney Kieran yang mengadakan tour di Inggris pada 1905, perenang gaya trudgen asal Amerika Serikat Charles Daniels memutuskan untuk menguasai gaya krol Australia yang dipelajarinya dari Kieren. Gaya krol Australia diubah sedikit oleh Daniels menjadi gaya bebas seperti dikenal orang sekarang.                          

2. Sikap Tubuh

      Posisi tubuh pada saat berenang adalah streamline atau sejajar sedatar mungkin dengan permukaan air. Tubuh harus berputar pada garis pusat atau sumbu rotasinya.

3. Gerakan Tungkai

      Gerakan tungkai dilakukan dengan naik turun pada bagian yang vertikal, bergantian antara tungkai kanan dan kiri. Gerakan dimulai dari pangkal paha, dan gerakan menendang tekuk pada lutut, kemudian luruskan pada akhir tendangan. Gerakan ke atas dilakukan dengan gerakan lurus.

4. Gerakan Lengan

      Terdiri atas dua gerakan :

1.Gerakan recovery , gerakan lengan selama diluar air yaitu memindahkan telapak tangan saat keluar dari air untuk dibawa kedepan kepala dan masuk kedalam air.

2. Gerakan mendayung yang terdiri atas gerakan dorong. Gerakan ini dimulai dari ujung jari tengah menyentuh air sampai dengan selesai melakukan ayunan keluar dari air.

5. Pernafasan

      Pernafasan dilakukan ketika lengan digerakan keluar air, saat tubuh dalam posisi miring dan kepala berpaling ke samping. Posisi kepala jangan diangkat keatas, tetapi hanya tolehkan kearah samping kanan atau kiri.

6. Koordinasi Renang Gaya Bebas

      Pergerakan dimulai dari posisi mengapung telungkup, dengan posisi kaki diayunkan. Ayunkan kedua kaki bergantian keatas dan kebawah secara terus menerus. Ayunkan tangan kiri kedepan untuk masuk kembali kedalam air, sedangkan tangan kanan digerakan naik kepermukaan air. Pada saat itu, gerakan kepala kekanan atau kekiri untuk mengambil nafas. Saat itu tolehkan kepala untuk mengambil nafas. Ulangi langkah-langkah tersebut dengan tetap selalu menggerakkan kaki keatas dan kebawah.

2.Renang Gaya Dada

1.Sejarah

      Manusia sudah berenang gaya dada sejak Zaman Batu seperti digambarkan dalam lukisan di Gua Perenang, dekat Wadi Sora, Mesir Barat Daya. Gerakan kaki gaya dada diperkirakan meniru berenang katak . Di lukisan dinding yang dibuat orang Assyria dan lukisan relief yang ditemukan di Babilonia.

      Pada  tahun 1538, seorang profesor ilmu bahasa berkebangsaan Jerman bernama Nicolas Wynman menerbitkan buku berenang yang pertama, Colymbetes. Tujuannya menulis buku bukan untuk mempromosikan berenang, melainkan untuk mengurangi bahaya tenggelam. Meskipun demikian, buku tersebut berisi cara belajar gaya dada.

      Pada tahun 1696, pengarang Perancis Melchisedech Thevenot menulis buku The Art of Swimming yang menjelaskan berenang gaya dada yang serupa dengan gaya dada sekarang ini. salah seorang dari pembacanya adalah Benjamin Franklin.

      Lomba renang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagaian besar perenang memakai gaya dada. Dalam lomba renang tahun 1844 di London, sejumlah perenang suku Indian ikut serta. Perenang Inggris menggunakan gaya dada sementara perenang suku Indian berenang gaya bebas. Hingga tahun 1873, orang Inggris lebih senang berenang gaya dada.

      Pada tahun 1875, Kapten Matthew Webb berhasil mencatatkan diri sebagai orang pertama yang berenang menyeberangi Selat Inggris. Selat selebar 34,21 km itu diseberanginya dengan gaya dada selama 21 jam 45 menit.

      Olimpiade St. Louis 1904 adalah Olimpiade yang pertama kali mempertandingkan nomor gaya dada secara terpisah untuk jarak 440 yard (402 m). Pada waktu itu diperlombakan nomor gaya dada, gaya punggung, dan gaya bebas.

2. Sikap Badan

      Setiap kali tubuh melakukan luncuran diusahakan posisi tubuh lurus dengan permukaan air, lengan lurus ke muka badan diluruskan ke depan dan kedua kaki lurus ke belakang.

3.Gerakan Tungkai

1.Posisi badan sejajar dengan kolam, kedua tungkai lurus dan rapat.

2.Tarik tumit ke arah pinggul dengan meliput lutut.

3.Memutar pergelangan kaki ke samping sehingga telapak kaki siap untuk mendorong keluar.

4.Telapk kaki didorong kesamping dengan tenaga yang kuat sambil memutar pergelangan kaki.

5.Dorongan dilakukan dengan serentak dan dengan melecutkan kedua ujung telapak kaki.

6.Setelah melecutkan kedua ujung telapak kaki, tungkai kembali lurus, posisi tubuh sejajar dengan permukaan air.                                                                                                                

4. Gerakan Lengan

1.Berdiri dengan kaki kangkang, bungkukan badan hingga rata-rata air, dan kedua tangan lurus kedepan.

2.Jari-jari tangan rapat tetapi tidak kaku.

3.Tarik tangan ke samping melebihi bahu di bawah permukaan air dengan siku lebih tinggi dari tangan.

4.Tarik kedua tangan sampai membuat seperempat lingkaran sampai kedua tangan berada di bawah dada.

5.Dekatkan kedua siku di bawah dada, kedua tangan didorongkan serentak kedepan sampai ke posisi semula.

5. Teknik Pengambilan Nafas

      Pada saat tangan ditarik ke arah dasar kolam, kepala diangkat ke atas permukan air. Pada saat kedua tangan di bawah dada, ambil nafas melalui mulut. Kemudian kedua tangan lurus dan kepala ikut lurus sambil membuang nafas dengan mulut.

3. Renang Gaya Punggung

1.Sejarah

      Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris tahun 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade.

2.Sikap Badan

     Sikap badan pada renang gaya punggung , yaitu tidur telentang dengan posisi streamline, dengan badan terapung.

3.Gerakan Kaki

      Gerakan kaki padang renang gaya punggung sama dengan gerakan kaki pada renang gaya bebas, bedanya badan dalam keadaan terbalik.

4.Gerakan Lengan

      Dalam proses gerakan lengan renang gaya punggung ada tiga fase, yaitu fase menarik, fase mendorong, dan fase istirahat.

Bentuk-bentuk latihan gerakan lengan adalah sebagai berikut.

1.Latihan gerakan lengan di darat.

2.Latihan gerakan lengan sambil meluncur.

3.Latihan gerakan lengan sambil memakai pelampung di bagian perut

5.Gerakan Pengambilan Nafas

      Walaupun pengambilan nafas bisa dilakukan sewaktu-waktu, namun yang paling baik adalah mengambil nafas saat satu lengan istirahat dan mengeluarkan nafas saat istirahat.

4. Renang Gaya Kupu – Kupu

1.Sejarah

    Pada akhir tahun 1933, perenang Amerika serikat bernama Henry Myers berenang gaya kupu-kupu di perlombaan renang Brooklyn Central YMCA. Gaya kupu-kupu merupakan hasil pengembangan gaya dada. Pelatih renang David Armbruster dari Universitas Iowa meneliti masalah hambatan air sewaktu berenang gaya dada. Pada tahun 1934, Armbruster diduga telah memperbaiki metode mengayunkan lengan ke depan sewaktu berenang gaya dada. Armbruster menyebut gaya “baru” tersebut sebagai gaya “kupu-kupu”. Walaupun gaya kupu-kupu sulit dipelajari , perenang gaya kupu-kupu bisa berenang lebih cepat.

      Pada tahun berikutnya (1935), perenang Jack Sieg dari Universitas Iowa mengembangkan teknik menendang seperti sirip ekor ikan, Sieg berenang dengan tubuh dimiringkan ke salah satu sisi. Ia menyebut tendangannya sebagai “tendangan sirip ekor lumba-lumba”. Armbruster dan Sieg lalu bersama-sama mengembangkan kedua teknik ini menjadi gaya renang yang sangat cepat. Satu ayunan lengan kupu-kupu dipadu dengan dua tendangan lumba-lumba. Richard Rhodes mengklaim bahwa Volney Wilson adalah orang yang menciptakan “ tendangan lumba-lumba” setelah mempelajari gerakan ikan. Volney Wilson mencoba gerakan barunya di penyaringan wakil Amwrika Serikat untuk Olimpiade 1938. Hasilnya, Wilson terkena diskualifikasi.

2.Sikap Badan

     Sikap badan naik- turun secara vertikal dan meliuk-liuk seperti halnya ikan lumpa-lumba yang sedang berenang.

3. Gerakan Tungkai

     Menggerakkan kedua kaki sedikit keatas permukaan air secara bersamaan dan menjatuhkannya bersamaan pula.

4. Gerakan Lengan

     Gerakan kedua tangan ke bawah bersamaan.

5. Gerakan Pengambilan Nafas

    Pada saat gerakan tangan kebawah inilah, waktu yang tepat untuk sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan secara bergantian.                                                                                                                                              

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :

  1. Indonesia adalah Negara Kepulauan dimana daerah perairan lebih luas daripada daratan. Oleh sebab itu sudah seharunya  banyak muncul atlet renang yang lahir untuk mendapat prestasi di kancah internasional.
  2. Untuk meningkatkan prestasi atlet renang Indonesia maka yang perlu diupayakan adalah : meningkatkan manajemen di official, membangkitkan rasa nasionalisme, meningkatkan disiplin, dan mengadakan sosialisasi/motifasi di tingkat sekolah bahwa Indonesia memiliki peluang dalam merah prestasi di kancah internasional.
  3. Olahraga renang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

2. Saran – saran

  1. Dalam meraih prestasi, hal yang utama yang perlu diperhatikan adalah disiplin
  2. Keberhasilan dicapai bukan hanya dengan bekerja di kantoran atau perusahaan tetapi juga mampu kita capai di dunia olah raga termasuk renang.

Terima kasih telah membaca referensi dan menjadikan makalah ini sebagai acuan. Tentu saja dalam penulisan maupun isi makalah tersebut jauh dari kesempurnaan. Sehingga kawan-kawan bisa mencari refensi lain yang tentu demi menyempurnakan penulisan karya ilmiah.

Sangat banyak sekali dewasa ini yang bisa di jadikan rujukan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Begitu banyak sumber dari mulai media paper maupun media elektronik seperti yang saat ini kawan-kawan baca.

Semoga pemaparan tentang makalah ini bisa menjadikan kita lebih giat lagi dalam mencari ilmu pengetahuan.

Note : #Sukses Dunia dengan Ilmu jalannya. #Sukses Akhirat Ilmu jalannya. #Sukses Dunia Akhirat Ilmu Jalannya.

Teruslah Kejar Ilmu Pengetahuan dan Mimpi-Mimpimu.

Makalah Agama, Hukum, Pendidikan, Olahraga, Ekonomi, Kesehatan, Biologi, Filsafat, Kewarganegaraan, Bahasa, Kimia, Industri, Sains, Filsafat dan Sejarah.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*