Contoh Makalah Tentang Pendidikan Fisika Vektor

Contoh Makalah Tentang Pendidikan Fisika Vektor

Contoh Makalah Tentang Pendidikan Fisika Vektor

Makalahkita.com – Contoh Makalah Tentang Pendidikan Fisika Vektor yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi contoh makalah. Baiklah kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Memasuki abad 20, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangatlah pesat. Berbagai piranti sederhana maupun elektronik telah berhasil dibuatuntuk memudahkan pekerjaan manusia. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih manusia, tidak lepas atau bahkan sangat bergantung dari keberadaan suatu ilmu, yakni ilmu Fisika.

Fisika memiliki kaitan erat dengan matematika. Hal ini karena matematika mampu menyediakan kerangka logika di mana hukum-hukum fisika dapat diformulasikan secara tepat. Definisi, teori, dan model fisika selalu dinyatakan menggunakan hubungan matematis.

Sebagai ilmu dasar, fisika memiliki pengaruh pada banyak ilmu sains lainnya. Salah satu contohnya pada ilmu kimia. Fisika banyak mempelajari partikel renik semacam elektron. Bahasan tersebut ternyata juga dipelajari dan dimanfaatkan pada ilmu kimia. Bahkan topik mekanika kuantum yang diterapkan pada ilmu kimia telah melahirkan bidang baru yang dinamakan kimia kuantum (quantum chemistry).

Selain itu, ilmu fisika yang diterapkan pada bidang ilmu lain ikut berperan dalam melahirkan bidang studi baru yang menarik. Di antaranya adalah biofisika (fisika pada ilmu biologi), geofisika (fisika pada ilmu bumi), fisika medis (fisika pada ilmu kedokteran), dan yang lebih baru adalah ekonofisika (fisika pada ilmu ekonomi).

Fisika adalah ilmu yang mempelajari keteraturan alam semesta dan sebisa mungkin memanfaatkan keteraturan ini untuk dua hal, yaitu menemukan keteraturan lainnya di alam semesta yang belum ditemukan dan memanfaatkan keteraturan yang telah ditemukan untuk menjadi bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tanpa ada penemuan tentang keteraturan lensa, maka tidak mungkin di temukan planet-planet, tanpa ditemukannya planet-planet, tidak mungkin ditemukan Hukum-hukum Kepler, tanpa ditemukan Hukum Kepler, maka tidak mungkin ditemukan hal-hal penting lainnya di tata surya, dan hal-hal ini masih terus berlanjut, keteraturan yang telah ditemukan akan menjadi dasar untuk menemukan keteraturan-keteraturan lainnya.

Dengan demikian, Vektor merupakan pengetahuan yang sangat penting. Hal itulah yang melatar belakangi kami untuk menyusun makalah ini, agar nantinya dapat memahami dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah perbedaan dari besaran skalar dan besaran vektor?
  2. Apakah perbedaan dari vektor komponen dan vektor satuan?
  3. Bagaimana  menentukan vektor resultan?
  4. Bagaimana menentukan arah vektor?
  5. Bagaimana pengaplikasian vektor dalam kehidupan sehari – hari?

1.3  Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui perbedaan dari besaran skalar dan besaran vektor.
  2. Untuk mengetahui perbedaan dari vektor satuan dan vektor komponen.
  3. Untuk mengetahui cara menentukan vektor resultan.
  4. Untuk mengetahui caramenentukan arah vektor.
  5. Untuk mengetahui pengaplikasian vektor dalam kehidupan sehari – hari.

     

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perbedaan Besaran Skalar dan Besaran Vektor

Besaran Skalar adalah besaran yang memiliki besar namun tidak memiliki arah.Besaran-besaran dalam fisika yang sudah kita kenal seperti massa, panjang, waktu , dan yang lainnya dinyatakan dengan sutu angka yang biasanya diikuti dengan suatu satuan. Sebagai contoh, massa suatu benda sama dengan 4 kg. Besaran-besaran seperti itu tidaklah mempunyai arah, sehingga disebut dengan besaran skalar. Dikatakan tidak mempunyai arah, karena besaran-besaran tersebut bernilai sama ke senua arah/orientasi. Perhitungan pada besaran skalar meliputi operasi-operai matematik seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.Sedangkanbesaran Vektor merupakan besaran yang memiliki besar dan arah (Kamajaya,2007:50). Seperti contoh saat mobil bergerak 100 km/jam ke timur, 100km/jam ke utara, dan lain sebagainya. Kecepatan merupakan salah satubesaran vektor, jadi harus dinyatakan oleh nilai dan arahnya.

2.2 Perbedaan Vektor Komponen dan Vektor Satuan

Setiap vektor dapat diuraikan menjadi 2 vektor yang saling tegak lurus (Kanginan,2002:77). Pada koordinat kartesian, vektor dapat diuraikan ke arah sumbu x, sumbu y dan sumbu z jika 3 dimensi. Vektor-vektor hasil penguraian inilah yang disebut dengan vektor komponen. Vektor yang terletak di sumbu x, disebut dengan vektor komponen sumbu x, dan vektor yang terletak di sumbu y disebut dengan vektor komponen sumbu y. Besar dari vektor komponen tergntung dari vektor bersangkutan, tetapi arahnya selalu diketahui dan konstan.

Vektor  satuan (unit vector) adalah vektor yang besarnya satu satuan(Istiyono,2004:32). Vektor satuan berfungsi untuk menyatakan arah dari vektor dalam ruang, dimana vektor satuan arahnya sejajar sumbu koordinat, dan pertambahannya juga sejajar sumbu koordinat. Dalam koordinat kartesian xyz, vektor satuan biasanya dilambangkan dengan vektor satuan i untuk sumbu x positif, vektor satuan j untuk sumbu y positif dan vektor satuan k, untuk 3 dimensi. Jika dituliskan, vektor satuan pada koordinat kartesian dinyatakandengan  , ,  atau A, B, C. Dengan demikian, jelaslah perbedaan vektor komponen dan vektor satuan.

2.3 Menentukan Vektor Resultan

Hasil penjumlahan ataupun hasil pengurangan dari dua vektor atau lebih disebut resultan vektor. Untuk menentukan vektor resultan, terdapat 2 metode, yakni metode grafis dan metode analitis. Metode grafis dapat dibagi menjadi 3 metode yakni metode segitiga, metode jajar genjang dan metode polygon. Metode analitis juga dapat dibagi menjadi 3, yakni metode sinus, metode kosinus dan metode vektor komponen. Metode vektor yang lazim digunakan adalah metode jajar genjang untuk menentukan resultan 2 buah vektor dan metode vektor komponen untuk menentukan resultan banyak vektor.

2.3.1 Metode Jajar Genjang

Seperti yang sudah diulas sebelumnya, metode jajar genjang digunakan untuk menentukan resultan 2 buah vektor. Jadi satu lukisan, yang nantinya akan berbentuk seperti jajar genjang, hanya dapat melukiskan 2 buah vektor. Aturan menentukan vektor resultan dengan metode jajar genjang adalah sebagai berikut.

  1. Lukislah vektor F1 dan F2 dengan titik tangkap berimpit di titik O
  1. Buatlah jajar genjang dengan sisi-sisi vektor F1 dan F2
  1. Diagonal jajar genjang merupakan resultan atau hasil penggabungan vektor F1dan vektor F2
  1. Sudut α menunjukkan arah resultan kedua vektor terhadap vektor F1

2.3.2 Metode Segitiga

  1. Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di titik O
  1. Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1
  1. Sudut α menunjukkan arah resultan kedua vektor terhadap arah vektor F1

2.3.3 Metode Poligon

Jika ada tiga vektor atau lebih, anda tidak mungkin menjumlahkan vektor-vektor tersebut dengan metode jajar genjang atau metode segitiga. Oleh karena itu harus digunakan metode segibanyak (poligon). Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah gambar berikut

Berikut adalah tahap-tahap dalam menentukan resultan vektor mengguanakan metode poligon :
1. Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di O
2. Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1
3. Lukislah vektor F3 dengan titik tangkap di ujung vektor F2
4. Hubungkan titik tangkap di O dengan ujung vektor F3. Lukis garis penghubung antara titik tangkap O dan ujung vektor F3. Garis penghubung ini merupakan resultan vektor F1, F2, dan F3.

2.4  Menentukan Arah Resultan Vektor 

Untuk menentukan arah resultan vektor, terhadap salah satu vektor penyusunnya, dapat digunakan persamaan sisnus.

2.4.1  Perkalian Titik (Dot Product)

Perkalian titik dua buah vektor merupakan perkalian skalar dari dua vektor tersebut. Hal ini disebabkan karena hasil kali titik dari dua buah vektor menghasilkan bilangan skalar . Hasil perkalian titik dari dua buah vektor A dan B misalnya kita sebut C dapat dinyatakan dengan suatu persamaan berikut

2.4.2    Perkalian Silang (Cross Product)

Perkalian silang dari dua buah vektor akan menghasilkan sebuah vektor baru, sehingga perkalian silang dua buah vektor juga disebut dengan perkalian vektor. Hasil perkalian silang vektor A dan vektor B (dibaca A cross B) menghasilkan vektor C. Vektor C yang dihasilkan ini selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vektor A dan vektor B

C = A X B

2.5 Penggunaan Vektor Dalam Kehidupan Sehari – Hari

Berikut adalah beberapa contoh dari kehidupan manusia yang berhubungan

dengan vektor.

  1. Ketika penerjun menjatuhkan diri dari pesawat, tempat ia jatuh tidak tepat di bawah pesawat, tetapi jauh melenceng karena adanya dua vektor gaya yaitu gaya gravitasi dan gaya dorong angin.
  1. Saat perahu menyebrangi sebuah sungai, makan kecepatan gerak perahu yang sebenarnya merupakan kecepatan gerak perahu dan kecepatan air
  1. Dalam suatu kejadian seorang pemanah menarik anak panah dari busunya sebenarnya arah gerak anak panah merupakan penjumlahan vektor gaya tarik tali dari kedua ujung busur tersebut.
  1. Pesawat terbang yang ingin terbang dan tinggal landas menggunakan metode vektor, sehingga ketika turun tidak langsung jatuh kebawah, tapi melalui arah vektor yang disesuaikan. Dengan demikian orang-orang yang berada didalamnya pun tidak jatuh atau terombang-ambing.
  1. Metode vektor juga diaplikasikan terhadap orang yang sedang bermain layang-layang. Sehingga arah layang-layang yang sedang terbang tidak lurus terhadap orang yang memegang tali layangan. Dengan demikian orang tersebut dapat melihat layangan lebih jelas karena ada pengaruh vektor.
  1. Pada saat seorang anak bermain jungkat-jungkit, pada bidang miring menggunakan gaya vektor, sehingga anaak tersebut tidak jatuh dari bidang miring itu.
  1. Seorang pilotpada pesawat terbang menggunakan komputer navigasi yang dihubungkan dengan cara vektor, sehingga seorang pilot yang mengemudi tidak salah arah atau berpindah di tempat yang tidak diinginkan.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yakni

  1. Perbedaan besaran scalar dan besaran vektor adalah, besaran vektor memiliki arahsedangkan besaran scalar tidak memiliki arah.
  2. Perbedaan vektor satuan dan vektor komponen adalah vektor satuan merupakan vektor yang bernilai satu satuan pada koordinat kartesian, sedangkan vektor komponen adalah vektor uraian atau proyeksi tegak lurus suatu vektor pada sumbu xyz koordinat kartesian.
  3. Cara menetukan vektor resultan ada 2 cara, yakni metode jajar genjang untuk 2 vektor, dan metode vektor komponen untuk 2 atau lebih vektor.
  4. Untuk menentukan arah resultan vektor terhadap salah satu vektor penyusunnya dapat menggunakan persamaan sisnus, Perkalian titik dua buah vektor jika hasil kali titik dari dua buah vektor menghasilkan bilangan skalar, dan Perkalian silang dari dua buah vektor yang akan menghasilkan sebuah vektor baru.
  5. Vektor merupakan salah suatu metode yang bermanfaat bagi kehidupan sehari – hari, seperti : Bermain layang – layang, bermain jungkat – jungkit, panahan, terjun payung, perahu menyebrangi sungai berarus.

3.2  Saran

Adapun saran yang dapat penulis berikan adalah perlunya pengaplikasian dari pengetahuan tentang vektor ini di masyarakat luas, untuk memudahkan pekerjaan masyarakat, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan taraf hidup bangsa dan negara.

DAFTAR PUSTAKA

  • Istiyono, Edi.2004.Fisika untuk SMA Kelas X.Jakarta : Intan Pariwara.
  • Kamajaya.2007.Cerdas Belajar Fisika. Bandung : Grafindo Media Pratama.
  • Kanginan, Marthen.2002.Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga.
  • Tipler, Paul A.1998.Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta : Penerbit Erlangga.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Contoh Makalah Fikih Tentang Qurban dan Aqiqah
  2. Contoh Makalah Pendidikan Tentang Gender Lengkap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*