Contoh Makalah Tentang Shalat Sunnah ( Lengkap )

Contoh Makalah Tentang Shalat Sunnah

Contoh Makalah Tentang Shalat Sunnah ( Lengkap )

Makalahkita.com – Contoh Makalah Tentang Shalat Sunnah ( Lengkap ) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Sholat merupakan kewajiban yang tidak dapat di tinggalkan bagi umat muslim yang sudah mukalaf. Dalam syariat Islam sholat itu terbagi kepada dua macam, yaitu sholat fardhu dan sholat sunnah. Sengaja disayriatkan sholat sunnah ialah untuk menambal kekurangan yang mungkin terdapat pada sholat-sholat fardhu, maka perlu disempurnakan dengan sholat sunnah.  Selain itu juga karena sholat itu mengandung keutamaan yang tidak terdapat pada ibadah-ibadah lain. Banyak sekali macam-macam sholat sunnah yang disaryiatkan. Dengan demikan maka pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan dari macam-macam dari sholat sunnah.

2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Pengertian Sholat Sunnah?
  2. Bagaimana Pengertian Sholat Sunnah Berjamaah Dan Macam-Macamnya?
  3. Bagaimana Pengertian Sholat Sunnah Munfarid Dan Macam-Macamnya?

BAB II

PEMBAHASAN

1.Pengertian Shalat Sunnah

Sholat sunnah adalah sholat yang dikerjakan di luar sholat fardhu. Nabi Muhammad SAW mengerjakan sholat sunnah selain untuk mendekatkan diri kepada Allah juga mengharapkan tambahan pahala.[1]  Seseorang yang mengerjakan sholat sunnah maka ia akan mendapatan pahala, jika tidak dikerjakan pun ia juga tidak mendapatkan dosa.  Shalat sunnah terbagi dua yaitu:

  1. Shalat sunnah yang dilaksanakan secara berjamah. Shalat sunnah jenis ini status hukumnya adalah muakkad,contohnya: shalat idul fitri, idul adha, terawih, istisqa, kusuf dan khusuf.
  2. Shalat sunnah yang dikerjakan secara munfarid ( sendiri-sendiri ). Status hukumnya ada yang muakkad seperti: shalat sunnah rawatib dan tahajud. Ada pula yang status hukumnya sunnah biasa ( ghairu muakkad ) seperti: shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, shalat witir, dan lain-lain.

Ø Shalat sunah yang di anjurkan secara berjamaah

ü  Shalat Id

ü  Shalat Istisqo’

ü  Shalat Gerhana

ü  Shalat Tarawih

ü  Shalat Witir

Ø Shalat sunnah yang dianjurkan secara munfarid :

ü Shalat rawatib

ü Shalat tahajud

ü Shalat istikharah

ü Shalat hajat

ü Shalat dhuha

ü Shalat Wudhu

ü Shalat sunnah tasbih

ü Shalat sunnah taubat

ü Shalat Tahiyatul Masjid

ü Shalat sunnah muthlaq

ü Shalat sunnah awwabin

2. Pengertian Sholat Sunnah Berjamaah Dan Macam-macamnya

Shalatsunnah yang dilakukanberjamaahialahshalatsunnah yangdikerjakansecarabersama-sama. Terdiridari imam danmakmum.Macam-macam shalatsunnah yang dilakukandenganberjamaah :

  1. Shalat Sunnah Idain

Kata idain berarti dua hari raya, yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Shalat idain adalah shalat sunnah yang dilakukan karena datangnya hari raya idul fitri atau idul adha. Shalat idul fitri di laksanakan pada tanggal 1 syawal, sedangkan shalat idul adha di laksanakan pada tanggal 10 dzulhijjah. Shalat idain disyariatkan pada tahun pertama hijriyah. Dan dianjurkan dilaksanakan di lapangan dan berjama’ah.

Hukum melaksanakan kedua shalat ‘Id ini sama, yakni  sunnah muakkadah (yang dikuatkan/penting sekali). Sejak disyariatkannya shalat ‘Id ini, Rasulullah Saw. tidak pernah meninggalkannya. Allah berfirman dalam surat al-Kautsar (108) ayat 1-2:

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (hai Muhammad) nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu  dan berkorbanlah” (QS. al-Kautsar (108): 1-2).

Kedua shalat hari raya tersebut pada prinsipnya sama dalam hal tata caranya, kecuali niat dan waktunya yang berbeda. Jumlah rekaat keduanya juga sama, yaitu dua rekaat. Waktu melaksanakan shalat ‘Idain ini adalah sejak terbit matahari sampai tergelincir matahari. Akan tetapi, shalat ‘Idul Fitri lebih baik diakhirkan sedikit daripada shalat ‘Idul Adha yang disunnahkan lebih pagi.

Setelah selesai melakukan shalat ‘Idain ini disusul dengan khutbah. Nabi dan para shahabatnya melakukan shalat ‘Idain sebelum khutbah seperti yang dijelaskan oleh Ibnu ‘Umar:

كان رسول الله صلىّ الله عليه وسلّم و أبو بكر وعمر يصلّون العيدين قبل الخطبة (رواه الجماعة).

Artinya: Adalah Rasulullah Saw., Abu Bakar, dan ‘Umar melakukan shalat ‘Idain sebelum khutbah (HR. Jama’ah ahli hadits).

Berikut adalah tata cara shalat ied menurut madzab-madzhab:

MadzhabTata cara
HanafiNiat, mengucapkan takbiratul ihram, mengucapkan takbir 3 kali diselingi dengan diam sejenak sekadar bacaan 3 kali atau juga boleh mengucapkan ﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﻮﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲﻮﻻﺍﻟﻪﺍﻻﺍﷲﻮﺍﷲﺍﻛﺑﺮ

Kemudian ﺍﻋﻮﺫﺑﺎﺍﷲﻤﻦﺍﻟﺷﻴﻄﺎﻦﺍﻟﺮﺟﻴﻢ acabmem setelah itu membaca alfatihah dan surat, lalu ruku’ dan sujud. Rakaat kedua, membaca alfatihah, surat, takbir 3 kali, ruku’, sujud, menyempurnakan shalat hingga selesai.

Syafi’iMengucapkan takbiratul ihram, membaca doa iftihah, kemudian takbir tujuh kali, tiap-tiap 2 takbir di selingiﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﻮﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲﻮﻻﺍﻟﻪﺍﻻﺍﷲﻮﺍﷲﺍﻛﺑﺮSecara perlahan, kemudian membacaﺍﻋﻮﺫﺑﺎﺍﷲﻤﻦﺍﻟﺷﻴﻄﺎﻦﺍﻟﺮﺟﻴﻢ kemudian membaca alfatihah, suratQaf, ruku’, sujud. Rakaat kedua, membaca takbir yang kemudian di tambah 5 kali takbir lagi, diantara 2 takbir diselingi membacaﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﻮﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲﻮﻻﺍﻟﻪﺍﻻﺍﷲﻮﺍﷲﺍﻛﺑﺮKemudian membaca alfatihah dan surat iqtarobat kemudian menyempurnakan hingga selesai.
HambaliMembaca doa iftitah, membaca takbir 6 kali, yang diantara 2 takbir itu membaca:

ﺍﷲﺍﻜﺑﺮﻜﺑﻴﺮﺍﻮﺍﻟﺤﻤﺪﷲﻜﺛﻴﺮﺍﻮﺴﺑﺤﺎﻦﺍﷲﺑﻜﺮﺓﺃﺻﻴﻼﻮﺻﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻰﻣﺤﻣﺩﻮﺍﻠﻪﻮﺴﻠﻢﺘﺴﻠﻴﻣﺎ

kemudian membacaﺍﻋﻮﺫﺑﺎﺍﷲﻤﻦﺍﻟﺷﻴﻄﺎﻦﺍﻟﺮﺟﻴﻢ dan basmalah, lalu membaca al-fatihah dan surat al-a’la. Rakaat kedua, membaca takbir 5 kali dan tiap-tiap dua takbir diselingi dengan ucapan yang sama pada rakaat pertama. Kemudian membaca alfatihah dan surat al-ghasyiyah, lalu ruku’ sampai selesai.

MalikiMengucapkan takbiratul ihram, takbir 6 kali, lalu membaca al-fatihah dan surat al-a’la, ruku’, dan sujud. Bangkit Rakaat kedua sambil membaca takbir, ditambah dengan 5 takbir sesudahnya, lalu membaca al-fatihah dan surat as-syamsi kemudian shala hingga selesai.[2]

Hal-hal yang di sunnahkan dalam shalat ied

  1. Membaca takbir.
  2. Mandi, berhias, memakai pakaian yang paling bagus, dan memakai wangi-wangian.
  3. Makan sebelum shalat idul fitri, sedangkan untuk idul adha makannya sesudah pulang dari shalat ied.
  4. Berangkat menuju ke tempat shalat ied dan pulangnya dengan jalan yang berbeda.

Hal-hal yang di sunnahkan pada waktu shalat ied

  1. Dilaksanakan secara berjamaah
  2. Takbir tujuh kali setelah membaca do’a iftitah sebelum membaca surat alfatihah pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua takbir lima rakaat sebelum membaca surat al-fatihah selain dari takbir pada waktu berdiri.
  3. Mengangkat tangan setiap kali takbir
  4. Membaca tasbih di antara beberapa takbir
  5. Membaca surat Al-A’la setelah surat Al-fatihah pada rakaat pertama dan surat Al-ghasyiyah.[3]

Hikmah  :

a) memperoleh pengampunan dari segala dosa.

b) menjadikan diri kita bersih dari dosa seperti bayi.

 c) mendekatkandiri kepada allah

2. ShalatIstiqa’.

shalat sunat yg dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.

Niatnya :

UshallisunnatalIstisqaa-i rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa

artinya :

“Akuniatshalatistisqaa 2rakaat (imam/makmum)

karena Allah”

Syarat-syaratmengerjakanaShalatIstisqa :

a) 3harisblmnya agar ulamamemerintahkanumatnyabertaobatdgnberpusa&meninggalkansegalakedzalimansertamenganjurkanberamalshaleh. Sebabmenumpuknyadosaitumengakibatkanhilangnyarejeki&datangnyamurka Allah.

“Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lbh dulu kami perbanyak orang-orang yg fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya” (Q.S.Al Isra:16).

  1. b) Pada hari ke4 semua penduduk termasuk yg lemah dianjurkan pergi kelapangan dgn pakaian sederana&tanpa wangi-wangian utk shalat Istisqa’.
  2. c) Usaishalatdiadakankhutbah 2kali. Pdkhutbahpertamahendaknyabacaistigfar 9x danpdkhutbahkedua 7x.Pelaksanaankhutbahistisqaberbedadgnkhutbahlainnya, yaitu
  3. Khatibdisunatkanmemakaiselendang.
  4. Isi khutbahmenganjurkanbykberistigfar,berkeyakinanbhw Allah SWT akanmengabulkanpermintaanmereka.
  5. Saatberdo’ahendaknyamengangkattangansetinggi-tingginya.
  6. Saat berdo’a pd khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.

niatshalatsesuaidengansholatmana yang akankita kerjakan.

Hikmah: dapat menurunkan hujan disaat terjadi kemarau panjang.

  1. Shalat  Dua Gerhana

Shalat dua gerhana (shalat khusu fain) adalah shalat sunat yang dilakukan karena terjadi gerhana bulan ataupun gerhana matahari.hukum melaksanakan kedua shalat gerhana tersebut adalah sunah muakad.Waktu Pelaksanaan gerhana matahari adalah sejak awal terjadinya gerhana sampai selesai atau tertutupnya matahari .

Adapun waktu pelaksanaan shalat gerhana bulan adalah sejak awal terjadinya gerhana bulan sampai akhir atau tertutupnya bulan tersebut.
Cara mengerjakan kedua shalat gerhana tersebut sama.Yang membedakan adalah niat.Shalat gerhana di laksanakan dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengerjakan shalat sebanyak 2 rakaat,boleh dilakukan sendiri-sendiri , tetapi lebih utama dikerjakan secara berjamaah.
  2. Berniat melakukan shalat sunat gerhana (matahari atau bulan)
  3. Membaca do’a iftitah(pembukaan).
  4. Membaca surah alfatihah dan ayat al-quran dari surah yang panjang, seperti surah albaqarah atau surah lain yang hampir sama panjangnya dengan surah tersebut. Namun, jika dibaca surah yang pendek, shalat ini pun sah.
  5. Rukuk dengan waktu yang hampir menyamai waktu berdiri.
  6. Berdiri dan membaca surah al-fatihah, diikuti dengan membaca surah yang lebih pendek dari surah yang pertama.
  7. Ruku dengan waktu menyamai waktu berdiri
  8. Itidal
  9. Sujud
  10. Duduk diantara 2 sujud
  11. Sujud
  12. Kembali berdiri untuk melakukan rakaat kedua yang caranya sama dengan rakaat yang pertama, hanya rakaat kedua lebih pendek dari rakaat yang pertama.
  13. Membaca tasyahud dan shalawat nabi
  14. Salam

Adapun bacaan takbir,al-fatihah,surah,dan salam dalam shalat gerhana bulan dinyaringkan sedangkan dalam shalat gerhana matahari tidak dinyaringkan. Lafadz niat shalat gerhana :  

Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini lillahita’aalaa

artinya : “Akuniatshalatgerhanabulan 2 rakaat karena Allah”

Hikmah : kita dapat mendekatkan diri kepada allah, dan merupakan perwujutan rasa kagum kita akan fenomena yang langkah ciptaan ALLAH SWT.

  1. Shalat tarawih

Shalat sunnah tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari, pada bulan ramadhan. Waktunya setelah melaksanakan shalat isya’ sampai menjelang subuh.

Bilangan rakaat shalat tarawih

MadzhabBilanganAlasan
Syafi’I20Berdasarkan yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khatab dalam rangka mensyiarkan malam ramadhan
Hanafi20
Hambali20
Maliki39Melihat penduduk Madinah melakukan shalat tarawih 39 rakaat disertai shalat witir
hadits Aisyah11melihat Nabi melakukan shalat malam pada bulan ramadhan maupun selain ramadhan hanya sebanyak 11 rakaat

Perbedaan pendapat tentang hal ini tidak perlu menjadi bahan pertentangan karena tarawih itu merupakan bagian dari shalat malam yang jumlah rakaatnya tidak terbatas. Semua itu untuk menghidupkan malam ramadhan yang banyak berkahnya. Jika shalat tarawih dilaksanakan empat rakaat maka tidak diselingi dengan tasyahud awal.[4]

Hikmah  : a).  Menambah amalah dibulan ramadlan

  1.         b)  Mendekatkan diri kepada allah
  1. Shalat witir

Shalat witir adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari setelah shalat isya’ hingga terbitnya fajar dengan jumlah rakaat yang ganjil, paling sedikit satu rakaat dan paling banyak sebelas rakaat. Dan Shalat witir sebagai penutup dari seluruh shalat malam.

Para ulama sepakat bahwa waktu shalat sunnah witir itu adalah sesudah shalat isya’ dan terus berlangsung sampai tiba fajar.[5] Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud al-Anshari r.a berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلّم يوتر اوّل الليل اوسطه وأخره. رواه احمد بسند صحيحٍ

Artinya: “Rasulullah saw. itu mengerjakan shalat witir pada awal malam. Kadang-kadang pula dipertengahan malam dan kadang-kadang pula pada penghabisan malam itu.” (HR Ahmad dengan sanad yang shahih)”

Dan disunnahkan menyegerakan shalat witir pada permulaan malam bagi seseorang yang khawatir tidak akan bangun pada akhir malam. Akan tetapi, bagi seorang yang mampu bangun pada akhir malam, maka disunnahkan mengerjakan witir itu di akhir malam.[6]

Tidak ada dua kali witir dalam semalam. Seseorang yang telah mengerjakan shalat witir, lalu ingin shalat sunnah lagi, keadaan seperti ini boleh dilakukan. Akan tetapi, jangan mengulangi lagi shalat witir untuk kedua kalinya. Hal ini berdasarkan riwayat Abu Daud, Nasa’I, dan Tirmidzi yang menganggapnya hasan, Ali. r.a berkata:

سمعت رسول الله صلّى الله عليه وسلّم يقول: لاوتران فى ليلةٍ صلاةُ الوِتْرِ وَاجِبَةٌ عِنْدَ أبِى حَنِيْفَةَ وَسُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ عِنْدَ غَيْرِهِ

Sholat witir menurut Syafi’i, Hambali dan Maliki hukumnya adalah sunnah muakkadah sementara menurut Hanafi hukumnya wajib.

Cara pelaksanaan shalat witir[7]

  1. Tiap-tiap dua rakaat salam dan yang terakhir boleh satu atau tiga rakaat salam.
  2. Shalat witir dilaksanakan tiga rakaat maka tidak usah membaca tasyahud awal
MadzhabJumlahKeterangan
Maliki3 rakaatdipisah dengan satu salam
Hanafi3 rakaatTanpa dipisah dengan salam
Syafi’i1        rakaat

Hikmah : a). Menambah amalah dibulan ramadlan

b). Mendekatkan diri kepada allah

  1. Pengertian Sholat Sunnah Munfarid Dan Macam-macamnya

Shalat sunnat munfarid adalah shalat sunnat yang dikerjakan secara sendirian. Macam-macam shalatsunnah yang dilakukansecara sendirian sebagai berikut  :

  1. Shalat sunnah rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai shalat fardhu baik dikerjakan sebelum shalat fardhu ataupun sesudahnya. Yang sering disebut shalat qobliyah (sebelum), shalat ba’diyah (sesudah).[8] Dari beberapa macam sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah yang ada, ada beberapa yang termasuk dalam sholat sunnah rawatib muakkad, yaitu sholat rawatib yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Adapun yang termasuk shalat sunnah rawatib muakkad menurut kesepakatan semua ulama adalah yang memiliki ketentuan sebagi berikut:

RAWATIB MUAKKADRAWATIB GHOIRU MUAKKAD
2 rakaat sebelum subuh2 rakaat (yg lain) sebelum duhur
2 rakaat sbelum duhur2 rakaat (yg lain) sesudah duhur
2 rakaat sesudah duhur4 rakaat sebelum asar
2 rakaat sesudah maghrib2 rakaat sebelum maghrib
2 rakaat sesudah isya2 rakaat sebelum isya

Kemudian Keutamaan-keutamaan shalat sunnah rawatib muakkad sebagai berikut adalah:

  1. Keutamaan shalat sunnah sebelum subuh dijelaskan oleh hadits sebagai berikut:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَاوَمَافِيْهَا )رواه المسلم(

Artinya: Dari Aisyah r.a. dari Nabi SAW. Beliau telah bersabda, ”dua rakaat sebelum fajar itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim)

  1. Keutamaan shalat sunnah dzuhur baik qabliyah maupun ba’diyah dan shalat sunnah sesudah shalat maghrib dan sesudah isya’ dijelaskan dalam hadits, yang artinya sebagai berikut:

عَنْ اُمِّ حَبِيْبَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ اِثْنَى عَشَرَةَ رَكْعَةً بَنَى بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ : اَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا, وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ )رواه الترمذى(

Artinya: “siapa yang shalat sehari semalam dua belas rakaat, maka dibangunlah bagimya sebuah rumah di surga, yaitu 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, 2 rakaat sesudah isya’ dan 2 rakaat sebelum subuh.” (HR. Turmudzi).[9]

  1. Shalat Tahajjud

Sholat sunnah tahajut adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari setelah bangun tidur karena arti tahajut adalah bangun pada malam hari. Waktu melaksanakan sholat tahajut adalah:

  • Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
  • Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
  • Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )[10]

BersabdaNabi Muhammad SAW : “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim ). Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Adapun keutamaan melaksanakan sholat tahajjud, ialah :

ü Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.

ü Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.

ü Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai olehsemua manusia.

ü Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.

ü Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :

ü Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.

ü Akan mendapat keringanan ketika di hisab.

ü Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.

ü Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

  1. Shalat Istikharah

Shalat Istikharah ialah shalat sunnah untuk memohon kepada allah ketentuan pilihan yang lebih baik diantara dua hal yang belum dapat ditentukan baik atau buruknya.Terdiri dari dua rakaat.

Shalat istikharah dan dhalat hajjat waktunya lebih utama dikerjakan seperti melakukan shalat tahajjud yakni dimalam hari.

Setelah shalat, membaca do’a istikharah:

allahhumma innii astakhiiruka bi’ilmika waastaqdiruka biqudratika wa as’aluka min fadhlika ‘aziim fa innaka taqdiru walaa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allamul-ghuyuub allahumma in kunta ta’lamu ana haadzal amra khairu lii fii diinii wa ma’aasyi wa’aaqibatu amrii faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihii wa in kunta ta’lamuanna haadzaa syarrul lii fii diinii wa ma’aasyi wa’aaaqibati amrii fashrifu ‘annnii fashrifnii ‘anhu waqdir liyakhaira haitsu kaana tsumma

Himah:   1) dapat diberi petunjuk untuk memecahkan persoalan

2) Sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah

3) Meningkatkan iman

  1. Shalat sunnah hajat

Shalat sunnah hajat adalah shalat yang dilakukan dengan tujuan karena mempunyai hajat agar diperkenankan hajatnya oleh Allah swt. Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Waktu shalat hajat adalah bebas dilakukan kapan saja tapi dianjurkan ketika malam hari bersamaan dengan shalat tahajut

Ø Adapun bacaan surat dalam shalat :  a) al-kafiruun 10x

  1.                          b) al-ikhlash 10x

Selesai salam , langsung sujud syukur sambil membaca:

  1. tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan hauqalah   (10x)
  2.  sholawat                                                       (10x)
  3. do’a sapu jagat                                             (10x)
  4.  menyebutkan hajat yang ingin dikabulkan

Hikmah  : Mempercepat Terkabulnya hajat atau permohonan.

  1. Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat yang dikerjakan pada waktu dhuha, yakni ketika matahari sudah naik, yaitu kira-kira setinggi tombak sampai matahari tergelincir yaitu  menjelang waktu dhuhur. Hukum mengerjakan shalat dhuha adalah sunnah. Shalat dhuha memiliki keutamaan yang besar bagi pelakunya sehingga rasulullah menganjurkan para sahabat dan seluruh kaum muslim untuk melaksanakannya.

Bilangan rakaat shalat dhuha. Shalat dhuha dikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya sebelas rakaat.

Tata Cara Shalat Dhuha

Tata cara shalat dhuha sama dengan shalat lainnya. Hanya saja pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-fatihah kemudian surat Asy-Syams sedangkan rakaat surat Al-fatihah lalu surat ad-dhuha. Jika belum hafal boleh menggunakan surat apa saja.[11]

Hikmah :  1. Diampuni kesalahan dan dosanya  2. Dilapangkan Usaha dan rezekinya.

  1. Sholat sunnah wudhu

sholat sunnah wudhu adalah sholat yang dikerjakan setelah berwudhu.Sekarang perhatikan Hadist-Hadist yang menerangkan fadhilah atau keutamaan-keutamaan Shalat Sunnat Wudhu :

Ø Hadist dari Abu Hurairah ra yang mengatakan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Bilal sesudah Shalat Subuh : “Hai Bilal, ceritakanlah kepadaku amal yang engkau kerjakan dalam Islam yang penuh dengan pengharapan (yang engkau harapkan cepat terkabulnya). Karena aku mendengar suara sandalmu ( trompah ) diantara hadapanku didalam Sorga ( ketika aku bermimpi ).” Bilal menjawab : Tidak ada satupun amalan yang sangat penuh pengharapan, kecuali setiap selesai berwudhu ( bersuci ) baik dimalam atau disiang hari, aku melakukan Shalat Sunnat Wudhu, sesuatu yang memang telah ditentukan untukku supaya aku mengerjakan Shalat itu. ( HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Ø Sesungguhnya Rosulullah SAW sendiri sehubungan dengan keutamaan (fadhilah) dari Shalat Sunnat Wudhu beliau telah bersabda :
Barang siapa yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya dengan bershalat dua raka’at dengan sepenuh hati dan wajahnya, maka diwajibkan baginya masuk Sorga.

  1. Shalat sunnahTasbih

Shalat sunnah tasbih adalah shalat sunnah yang sebagaimana dianjurkan oleh rasulullah saw kepada mamaknya sayyidina abbas bin abdul munthallib.Shalat tasbih ini dianjurkan diamalkan, kalau tidak bisa tiap malam, dapat dilakukan tiap minggu sekali, jika tidak bisa dapat dilakukan satu bulan sekali, jika tetap tidak bisa dilakukan setahun sekali, setidak – tidakya seumur hidup sekali.

Ø   Jika dikerjakan siang hari dilaksanakan 4 rakaat sekali salam

Ø   Jika dikerjakan di malam hari 4 rakaat 2 kali salam

Adapun surat yang dibaca:  1) at-takatsur. 2) al-‘ashr. 3) al-kaafirun. 4) al-ikhlash.

Bacaan tasbich   :“subchanallahi, walchamdulillahi, wa la-ilaahaillaallahi, waallahu akbaru, wa laa chaula walaa quwwata illa billahi

Membaca tasbih dilakukan setelah selesai:

  1. Membaca surat                           :15 kali
  2. Rukuk                                        :10 kali
  3. I’tidal                                         :10 kali
  4. Sujud pertama                            :10 kali
  5. Duduk diantara dua sujud         :10 kali
  6. Sujud kedua                               :10 kali +

Jumlah tasbich 75×4                      :300 kali

Hikmah  : 1) memuji dan mengagungkan Allah SWT

2) memantapkan Iman dan Taqwa

  1. Shalat sunnah at-taubah

Shalat sunnah at-taubah adalah shalat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon pengampunan atas dosa yang telah dilakukan. Waktu melaksanakan shalat at-taubah adalah ketika seseorang telah menyadadari dosa yang telah diperbuat dan ia telah menyesalinya dalam hati, maka ia diwajibkan bersegera shalat at-taubah.Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 6 rakaat.

Setelah shalat sunnah at-taubah dianjurkan membaca istighfar sebanyak – banyaknya.

Hikmah: dapat di hapuskan seluruh dosa – dosan

  1. Shalat Tahiyatul Masjid

Tahiyatul masjid berarti penghormatan masjid, shalat tahiyatul masjid berarti shalat yang dikerjakan untuk menghormati masjid. Masjid adalah tempat manusia bersemabah sujud kepada Allah, semua kegiatan di masjid menggunakan nama Allah oleh karena itu masjid disebut Baitullah. Demikian mulianya sehingga islam mensyariatkan shalat tahiyatul masjid, Rasulullah bersabda:

ﺇﺬﺍ ﺟﺎﺀ ﺍﺤﺪﻜﻢ ﺍﻠﻤﺴﺟﺪ ﻓﻠﻴﺻﻞ ﺴﺟﺪﺗﻳﻥ ﻣﻥ ﻗﺑﻞ ﺍﻥ ﻴﺟﻟﺱ. ﺭﻮﺍﻩﺃﺑﻮ ﺪﺍﻮﺪ

Artinya: “Apabila salah seorang diantara kamu masuk masjid, hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk. “(HR.Abu Dawud dari Abi Qatadah : 395)

Melakukan sholat tahiyatul masjid saat setelah masuk masjid dan belum sampai duduk. Dilakukan sendiri-sendiri tidak berjama’ah, sebagaimana berikut akan dijelaskan bagaimana tata cara dalam melakukan shalat tahiyatul masjid.

Tata cara pelaksanaan shalat tahiyatul masjid adalah sebagai berikut :‎

  1. Jumlah rakaatnya hanya 2 rakaat.
  2. Dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
  3. Syarat sah shalat tahiyatul masjid sama dengan shalat yang lain, ditambah satu lagi yakni dilakukan di masjid. Tidak sah jika dilakukan diluar masjid.
  4. Waktunya setiap saat memasuki masjid, baik untuk melaksanakan shalat ‎fardu maupun ketika akan beri’tikaf.‎
  5. Bacaan-bacaan shalat tahiyatul masjid sama dengan shalat yang lain, hanya niatnya saja yang berbeda.[12]
  6. Urutannya secara garis besarnya :
  1. Berniat shalat Tahiyatul Masjid, contoh lafadznya :‎

أُصَلِّي سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالى

Artinya: “Saya berniat shalat tahiyat masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  1. Takbiratul ihram
  2. Shalat dua rakaat seperti biasa.‎
  3. Salam.‎

Tujuan dari pelaksanaan shalat dua rakaat ini adalah untuk menghormati masjid. Karena masjid memiliki kehormatan dan kedudukan mulia yang harus dijaga oleh orang yang memasukinya. Yaitu dengan tidak duduk sehingga melaksanakan shalat tahiyatul masjid ini. Karena pentingnya shalat ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tetap memerintahkan seorang sahabatnya – Sulaik al-Ghaathafani – yang langsung duduk shalat memasuki masjid untuk mendengarkan khutbah dari lisannya. Ya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membiarkannya duduk walaupun untuk mendengarkan khutbah dari lisannya, maka selayaknya kita memperhatikan shalat ini.

Jumhur ulama berpendapat : hukum shalat dua rakaat sebelum masuk masjid adalah mandub (sunnah) dan tidak wajib.[13]

HiKmah : Imam  Nawawi rahimahullaah berkata, “Sebagian mereka (ulama)mengungkapkannya dengan Tahiyyah Rabbil Masjid (menghormati RabbTuhan yang disembah dalam- masjid), karena maksud dari shalat tersebut sebagai kegiatan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, bukan kepada masjidnya, karena orang yang memasuki rumah raja, ia akan menghormat kepada raja bukan kepada rumahnya.” (Lihat: Hasyiyah Ibnu Qasim: 2/252)

  1. Shalat sunnah muthlaq

Shalat sunnah muthlaq adalah shalat sunnah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, shalat muthlaq yakni shalat sunnah yang tak bersebab

Ø Waktu yang dilarang melaksanakan Shalat muthlaq

  1. Waktu matahari sedang terbit, hingga naik setombak/lembing
  2. Ketika matahari sedang tepat dipuncak ketinggian hingga tergarincirnya. Kecuali pada hari jum’at ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul masjid
  3. Sesudah shalat ashar hingga terbenamnya matahari
  4. Sesudah shalat subuh hingga terbitnya matahari agak tinggi
  5. Ketika mata hari akan tenggelam hingga tenggelamnya

Shalat sunnah ini tidah terbatas jumlah rakaatnya, berapa saja yang kita sanggup kita boleh lakukan, dan dilaksanakan tiap – tiap 2 rakaat satu salam

Hikmah  : 1) Sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah

2) Meningkatkan iman

3) ditiggikan derajatnya

  1. Shalat sunnah awwabin

Shalat sunnah awwabin yaitu shalat sunnah sunnah ba’dal maghrib,Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 6 rakaat.  Adapun bacaan suratnya:

  1. a) al-falaq dan an-nas
  2. b) sesuka hati
  3. c) al-kafirun dan al-ikhlas

Hikmah  :   a) sarana mendekatkan diri kepada allah

  1.   b) Meningkatkan iman
  2.   c) Ditinggikan derajatnya

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Diantara banyak macam sholat sunnah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. ada sholat-sholat sunnah yang tergolong pada yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan, ada pula yang dilaksanakan berjamaah ataupun secara munfarid. Namun tetap dilaksanakan oleh Rasulullah sebagai tauladan bagi umat Islam sedunia. Dari semua sholat sunnah pada intinya atau kesimpulannya Shalat sunnah dilakukan untuk menambah atau menutupi kekurangan – kekurangan ibadah wajib.

2. Saran

Demikian makalah yang kami susun semoga apa yang kita rumuskan, kita pelajari mendapatkan anugrah dan inayah dari Allah serta bermanfaat bagi kita semua. Dengan semangat belajar yang tinggi pula insyaallah dapat menegakkan tiang agama dan mendapatkan tempat yang mulia kelak di hari akhir amin ya robbal alamin.

Daftar Pustaka

  • ü Anjen Dianawati, Kumpulan Sholat-Sholat Sunnah,Surabaya: Wahyu Media, 2010
  • ü Jawad. Mughniyah, Fiqih Lima madzab  (Jakarta: Penerbit Lentera, 2010)
  • ü Shalat Tarawih Menurut Mazhab Empat, 
  • ü Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah (Jakarta: Darul Fath, 2004)
  • ü Abdurrahman Taufiq, Bidayatul Mujtahid (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006)
  • ü Amir Abyan, Pendidikan Agama Islam Fikih (Semarang: Karya Toha Putra, 2008)
  • ü Abdul Kadir Nuhuyanah, Pedoman& Tuntunan Sholat Lengkap,Jakarta:Gema insani, 2002.

[1]Anjen Dianawati, Kumpulan Sholat-Sholat Sunnah,Surabaya: Wahyu Media, 2010,hlm 5

[2]Jawad. Mughniyah, Fiqih Lima madzab  (Jakarta: Penerbit Lentera, 2010), hal. 126-127.

[3]Amir Abyan, Op.Cit., hal. 115-116.

[4]Shalat Tarawih Menurut Mazhab Empat, 

[5]Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah (Jakarta: Darul Fath, 2004), hal. 276.

[6]Ibid., hal. 277.

[7]Abdurrahman Taufiq, Bidayatul Mujtahid (Jakarta: Pustaka Azzam, 2006), hal. 414.

[8]Amir Abyan, Pendidikan Agama Islam Fikih (Semarang: Karya Toha Putra, 2008), hal. 108.

[9]Amir Abyan. Op.Cit., hal, 109

[10]Abdul Kadir Nuhuyanah, Pedoman& Tuntunan Sholat Lengkap,Jakarta:Gema insani, 2002, Hlm 68

[11]Ibrahim, Op.Cit., hal. 130.

[12]Ibrahim Darsono, Op.Cit., hal. 126.

[13]Abdurrahman, Op.Cit., hal. 430.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Contoh Makalah Muamalah Tentang Mudharabah (Lengkap)
  2. Contoh Makalah Fiqih Tentang Ruang Lingkup Zakat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*