Makalah Akhlak Tasawuf Tentang Manusia Dan Tujuan Hidupnya

Makalah Akhlak Tasawuf Tentang Manusia
Makalah Akhlak Tasawuf Tentang Manusia

Makalah Akhlak Tasawuf Tentang Manusia Dan Tujuan Hidupnya

MakalahkitaMakalah Akhlak Tasawuf Tentang Manusia Dan Tujuan Hidupnya yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………… 1

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………… 2

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang …………………………………………………………………………………………….. 3

B.Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………. 3

BAB II  PEMBAHASAN

  1. Pengertian Manusia……………………………………………………………………………………… 4
  2. Penciptaan Manusia…………………………………………………………………………………….. 6
  3. Tujuan Manusia…………………………………………………………………………………………… 7

BAB III  PENUTUP

  1. kesimpulan………………………………………………………………………………………………………. 9

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Allah SWT telah menciptakan berbagai macam makhluk diantaranya malaikat, iblis, manusia, hewan, tumbuhan dan sebagainya. Manusia merupakan makhluk yang terakhir dibuat oleh Allah SWT. Akantetapi, manusialah makhluk yang derajatnya paling tinggi dimana Allah menyuruh makhluk lain untuk bersujud  kepada Nabi Adam (manusia pertama). Namun,  jika manusia tidak mempergunakan semua karunia itu dengan benar, maka derajat manusia akan turun, bahkan menjadi serendah-rendahnya makhluk.

Setiap manusia haruslah mengetahui siapa dirinya, kenapa dia dilahirkan, dan apa tujuan dan tugas-tugas hidupnya,  dan kemana dia pergi setelah meninggalkan dunia ini? Kalau manusia tidak bias menjawab dengan benar, maka hidupnya seperti manusia yang hidup di hutan-hutan yang menutup auratnya dengan daun-daunan. Mereka tidak berilmu. Mereka tidak tahu tujuan dan tugas hidupnya. Mereka menjalankan hidup seperti binatang saja yaitu kawin, beranak, dan kalau sudah dewasa anak di kawinkan lagi demikian seterusnya dan terakhir meninggal dunia.

B. RumusanMasalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :

  1. Apakah yang dimaksud dengan manusia ?
  2. Apakah tujuan hidup manusia ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. PengertianManusia

Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakalbudi atau makhluk yang mampumenguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak  berkemampuan tinggi.

1.Pengertian manusia menurut para ahli

  • NICOLAUS D. & A. SUDIARJA

Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang

  • I WAYAN WATRA

Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

  • UPANISADS

Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh, jiwa, pikiran, dan fisik

  • OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY

Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh),  manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi factor keturunan dan lingkungan.

Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bias dikatakan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain

  • PAULA J. C & JANET W. K

Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinanan.

2. Pengertian manusia menurut agama islam

Dalam Al-Quran manusia dipanggil dengan beberapa istilah, antara lain al-insaan, al-naas, al-abd,bani adam dan sebagainya. Al-insaanberarti suka, senang, jinak, ramah, atau makhluk yang sering lupa.Al-naasberarti manusia (jama’).Al-abd berarti manusia sebagai hamba Allah.Baniadamberarti anak-anak Adam karena berasal dari keturunan nabi Adam.

Namun dalam Al-Quran disebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia dan memiliki berbagai potensi serta memperoleh petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Allah berfirman dalam surat Al-Israa ayat 70

Artinya : Dan sesungguhnyatelah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

B. PenciptaanManusia

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam surat Ash Shaffat ayat 11 :

Artinya;  Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.

Allah SWT menciptakan manusia melalui tahapan-tahapan, proses tersebut disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Mukminun ayat 12-14

12. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulangbelulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

C. TujuanHidupManusia

Menurut Al-Ghazali (1954,J.1:53) tujuan hidup manusia yaitu tercapainya kebahagiaan. Sedangkan tujuan akhirnya ialah tercapainya kebahagiaan akhirat yang puncaknya yaitu dekat dengan Allah dengan cara bertemu dan melihat Allah yang di dalamnyaterdapatkenikmatan-kenikmatan yang menyeluruh yang tidak pernah diketahui oleh manusia ketika di dunia.

Tujuan hidup manusia terbagi menjadi dua yaitu :

  1. Tujuan hidup vertical yaitu beribadah kepada Allah SWT, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Adz Dzariyaat ayat 56 :

Artinya :Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku

2. Tujuan hidup horizontal yaitu menjadi khalifah di muka bumi sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 30.

Artinya :Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakalbudi atau makhluk yang mampumenguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Menurut Al-Ghazali (1954,J.1:53) tujuan hidup manusia yaitu tercapainya kebahagiaan. Sedangkan tujuan akhirnya ialah tercapainya kebahagiaan akhirat yang puncaknya yaitu dekat dengan Allah dengan cara bertemu dan melihat Allah yang di dalamnyaterdapatkenikmatan-kenikmatan yang menyeluruh yang tidak pernah diketahui oleh manusia ketika di dunia.

Pada hakikatnya Manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan sebagai berikut;

  1. Tujuan hidup vertical yaitu beribadah kepada Allah SWT, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Adz Dzariyaat ayat 56
  2. Tujuan hidup horizontal yaitu menjadi khalifah di muka bumi sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 30.

DAFTAR PUSTAKA

  • Salim, abdullah.2004. Risalah-risalah Hasan Al-Banna. Nurma Media Idea : Yogyakarta
  • Marzuqi, asyhari.2004. Menuju Sinar Terang. Nurma Media Idea : Yogyakarta
  • Nawawi, Imam.. Kumpulan Hadits Arba’in Nawawi
  • Akhlak menurut Imam al-Ghozali.