Makalah Bursa Efek Syariah Yang Benar 2017

Makalah Bursa Efek Syariah
Makalah Bursa Efek Syariah

Makalah Bursa Efek Syariah Yang Benar 2017

Makalahkita – Makalah Bursa Efek Syariah Yang Benar 2017 yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Saat ini dunia bisnis semakin berkembang, salah satunya ditandai oleh adanya perdagangan saham di berbagai negara yang dijadikan sebagai sarana untuk menarik investor agar menanamkan modalnya. Hal yang sama juga berlangsung di Indonesia. Di suatu negara bursa efek dijadikan sebagai salah satu tolok ukur maju atau mundurnya sebuah sistem perekonomian. Dalam hal ini, bursa efek mengambil peranan yang signifikan untuk mengarahkan dana dan sebagai wahana investasi bagi masyarakat.

Bursa efek merupakan satu bentuk dari kegiatan pasar modal.[1]Pasar modal menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan umum dan perdagangan efek perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.[2] Pada prinsipnya pasar modal sama halnya pasar pada umumnya, namun yang membedakan hanyalah pada objek yang ditransaksikan. Di pasar modal objek yang ditransaksikan yaitu berupa saham atau modal.

Bursa efek merupakan suatu lembaga yang dijadikan sebagai perantara (intermediasi) antara pemilik modal dan pembutuh modal sehingga terjadi pemerataan usaha dan pendapatan di tengah masyarakat.[3] Sehingga, suatu negara dapat mencapai keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat. Namun, saat ini umat Islam masih menghadapi kendala untuk melibatkan diri dalam investasi bursa efek konvensional karena masih banyak perusahaan go publik (emiten) masih melakukan aktivitas ekonomi yang dilarang oleh syariah. Seperti, diterbitkannya obligasi sistem bunga, atau memproduksi, memperdagangkan, dan mendistribusikan barang haram, dan surat utang sistem ribawi.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yaitu sebesar 88% pada tahun 2015. Berdasarkan presentase tersebut, sebenarnya Indonesia merupakan negara potensial dalam mengembangkan investasi syariah. Namun kenyataannya, perkembangan investasi syariah di Indonesia belum berkembang dengan baik. Sebenarnya hal ini merupakan sebuah peluang bagi Indonesia untuk memecahkan persoalan umat Islam. Yaitu, dengan solusi memiliki bursa efek yang murni dengan syariah.

Berdasarkan hal tersebut di atas, pemakalah tertarik untuk membuat makalah dengan tema “Memahami Aplikasi Perdagangan Saham di Bursa Efek Syariah dan Konvensional”. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai beberapa hal terkait dengan bursa efek, yakni sebagai berikut:

  1. Pengertian bursa efek status hukum bursa efek;
  2. Perkembangan bursa efek;
  3. Tujuan dan manfaat bursa efek;
  4. Tehnik dan transaksi dalam bursa efek;
  5. Lembaga yang menjamin operasionalnya;
  6. Prosedur penyelesaian permasalahan;
  7. Contoh perusahaan yang terdaftar di bursa efek syariah dan konvensional.

BAB II

PEMBAHASAN

1.PENGERTIAN DAN STATUS HUKUM BURSA EFEK

Bursa efek adala lembaga/ perusahaan yang menyelenggarakan atau menyediakan fasilitas sistem pasar untuk mempertemukan penawaran jual beli efek antara berbagai perusahaan atau perorangan yang terlibat dalam tujuan memperdagangkan efek perusahaan-perusahaan yang telah tercatat dibursa efek. Menurut UU pasar modal no. 8 tahun 1995, bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertmukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.[4]

Bursa Efek merupakan sebuah pasar yang terorganisasi dimana para pialang melakukan transaksi jual beli saham / surat berharga dengan berbagai perangkat aturan yang ditetapkan di Bursa Efek tersebut. Bursa Efek merupakan tempat pertemuan pencari modal dengan pihak yang memiliki uang dengan tujuan investasi.

Perdagangan efek syariah di bursa efek Indonesia (BEI) saat ini menggunakan prosedur dan tata cara yang sama dengan perdagangan efek konvensional. Hal ini dapat dilihat pada transaksi investor, sistem perdagangan dengan mekanisme lelang berkesinambungan, jenis pasar yang digunakan, tata cara penyelesaian, dan penjaminan transaksi efek tersebut.

Berdasarkan beberapa fatwa DSN-MUI, terkait pasar modal syariah, antara lain Fatwa DSN-MUI Nomor 20/V/IV/2001 tentang Pedoman pelaksanaan investasi untuk reksadana syariah, Fatwa DSN-MUI nomor 40/ DSN-MUI/X/2003 tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah dipasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di pasar modal dan penjelasan narasumber DSN-MUI diungkapkan bahwa pada dasarnya transaksi efek syariah di pasar sekunder diperbolehkan. Hal ini dengan argumentasi bahwa transaksi di bursa efek merupakan fiqh muamalah sehingga hukum asalnya diperbolehkan kecuali ada hal-hal yang dilarang. Selanjutnya proses di bursa efek merupakan kelaziman bagi setiap Negara yang mempunyai bursa efek untuk melaksanakan transaksi dengan tata cara dan prosedur yang relative sama.

Kebolehan dari pelaksanaan transaksi tersebut juga telah diberikan oleh AAOIFI nomor  21 tentang Surat Berharga. AAOIFI sebagai  satu-satunya standard setter syariah didunia menyatakan bahwa jual beli saham diperbolehkan. Hal ini dapat diartikan bahwa transaksi saham dibursa  juga kelaziman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam transaksi dibursa yaitu perlu adanya batasan-batasan bahwa transaksi tersebut telah sesuai syariah atau tidak

Salah satu narasumber DSN menyatakan bahwa dalam transaksi dibursa diperlukan fatwa MUI untuk memberikan kepastian atas kesyariahan transaksi dibursa. Hal ini sejalan dengan argumentasi bahwa untuk setiap kegiatan diperlukan adanya aturan, sehingga kegiatan perdagangan saham/efek syariah di bursa perlu dibuatkan fatwa kesyariahan atas transaksi tersebut, perlu dipahami terlebih dahulu secara lebih mendasar hal-hal yang dilakukan dalam mekanisme perdagangan tersebut.[5]

2. PERKEMBANGAN BURSA EFEK

Bursa efek sudah lama dikenal di Amerika Serikat dan negara lainnya di dunia. Pada tahun 1934 Securities Exchange Act secara formal membentuk Securities and Exchange Commission (SEC) sebagai lembaga yang ditugasi untuk administrasi peraturan perundang-undangan efek. SEC berwenang untuk mengatur bursa dan pasar Over-the-Counter (OTC) dengan syarat keterbukaan informasi bukan saja amisi baru tetapi juga terhadap efek yang sudah di pasar. Dengan demikian kewenangan hukum SEC lebih lengkap dan meliputi bursa, keanggotaannya, pialang di pasar OTC , efek-efek yang diperdagangkan dipasar-pasar perdana, sekunder, tersier dan kuarter.

Di Indonesia, Badan/Bursa Efek baru didirikan pada awal dekade 1980-an. Hingga saat ini hanya ada dua bursa efek yakni Bursa EFEK Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Kedua Bursa Efek di Indonesia ini, akhir-akhir ini ingin di “merger” untuk lebih meningkatkan efisiensi dan potensi para pialangnya.

Peraturan perundang-undangan tentang efek dikeluarkan terutama untuk :

  1. menjamin keterbukaan yang cukup akurat mengenai informasi bagi investasi yang ada dan potensial.
  2. Mencegah serta menghukum penyalahgunaan dan misrepresentasi
  3. Membentuk lembaga yaitu komisi (seperti Badan Pengawas Pasar Moda-BAPEPAM) dan bursa (seperti BEJ dan BES) yang ditugasi untuk menegakkan hukum dan penyelenggara transaksi.

Di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak 22 Mei 1995, komputerisasi perdagangan telah dilakukan dengan menggunakan Jakarta Automated Tranding System (JATS), yang membuat bursa efek Jakarta terintegrasi dengan bursa efek lainnya didunia. Apa yang sedang terjadi di bursa efek lain akan secara langsung berdampak pada perdagangan saham di BEJ, dan sebaliknya. Terintegrasinya suatu bursa dengan bursa lainnya yang menyebabkan suatu bursa sulit menghindar dari permainan para spekulan dengan modal besar. Hal ini akan mengganggu kestabilan pasar modal di suatu Negara, bahkan diseluruh dunia. Seperti halnya yang pernah terjadi di Indonesia dan membuat krisis perekonomian, dimana dominasi pemilik modal yang bisa mempermainkan harga membuat terpuruknya harga-harga saham.

Penelitian dan studi yang ada memperkuat kesimpulan bahwa George Soros, pialang Yahudi merupakan salah satu penyebab krisis yang melanda Negara-negara Asia Timur dan Tenggara tahun 1997.[6]

3. FUNGSI, TUGAS DAN MANFAAT BURSA EFEK

Fungsi Bursa Efek ( E. Tandelilin, 1991: 81 ) adalah sebagai berikut : 

  1. Menciptakan pasar secara terus menerus bagi efek yang telah ditawarkan kepada masyarakat 
  2. Menciptakan harga yang wajar bagi efek yang bersangkutan melalui mekanisme pasar 
  3. Membantu pembelanjaan dunia usaha

Kemudian menurut Tjiptono Darmadji ( 2001 : 95 ) tugas Bursa Efek adalah sebagai berikut :

  1. Tugas Bursa Efek sebagai fasilitator
    1. Menyediakan sarana perdagangan efek 
    2. Mengupayakan likuiditas instrumen yaitu mengalirnya dana secara cepat pada efek-efek yang dijual 
    3. Menyebarluaskan informasi bursa ke seluruh lapisan masyarakat 
    4. Memasyarakatkan pasar modal, untuk menarik calon investor dan perusahan yang go public 
    5. Menciptakan instrumen dan jasa baru 
  1. Tugas Bursa Efek sebagai SRO ( Self Regulatory Organization ) 
    1. Membuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa 
    2. Mencegah praktek transaksi yang dilarang melalui pelaksanaan fungsi pengawasan 
    3. Ketentuan Bursa Efek mempunyai kekuatan hukum yang mengikat bagi pelaku pasar modal 

3. Manfaat bursa efek

  1. Tersedianya dana segar dan relatif murah.
  2. Pemodal (pemegang saham dari Emiten) “capital gain’ dari setiap lembar efek yang disimpannya.
  3. Perkembangan perdagangan efek di Bursa Efek menjadi barometer kegiatan perekonomian.
  4. Dari Indeks Harga Saham Individual maupun Indeks Harga Saham Gabungan mencerminkan kinerja perekonomian pada sektor maupun agregatnya dari para pemegang saham yang tersebar di berbagai sektor ekonomi.[7]

4. TEKNIK TRANSAKSI BURSA EFEK

  1. Tahap Pembukaan Rekening Dan Penyampaian Order

Dalam transaksi efek di bursa efek Indonesia nasabah tidak secara langsung melakukan jual beli dengan nasabah lainnya, tetapi melalui perantara pedagang efek. Hal ini juga terjadi pada pelaksanaan transaksi efek yang perantara pedagang efek melakukan order transansi dari nasabah. Order nasabah diteruskan oleh perantara pedagang efek ke sistem perdagangan Bursa efek oleh Floor trader yang ada dilantai bursa efek atau dealer di kantor PEAB secara jarak jauh (remote trading) atau juga diteruskan langsung ke sistem perdagangan melalui sistem online trading.

Pada saat akan melakukan transaksi efek, nasabah diwajibkan untuk membuka rekening terlebih dahulu di PE AB. Pembukaan rekening dapat dilakukan secra tidak langsung, yaitu melaui PE non Ab yang mempunyai kerjasama dengan PE AB. Pembukaan rekening tersebut dilakukan dengan mengisi formulir pembukaan rekening. Dalam formulir tersebut terdapat pernyataan yang tegas bahwa transaksi tidak dapat dilakukan secara langsung oleh nasabah. Sekalipun demikian, nasabah merupakan pihak yang memiliki wewenang penuh  untuk melakukan transaksi, sehingga setiap transaksi yang akan dilakukan oleh Ab harus didukung oleh persetujuan dari nasabah terlebih dahulu. Dalam rangka pelaksanaan intruksi transaksi efek oleh nasabah tersebut, Ab mengenakan biaya 0,2% s.d 0,5% dari nilai transaksi, baik untuk transaksi beli maupun transaksi jual.

Selanjutnya, penyampaian order oleh nasabah untuk melakukan pembelian dan penjualan efek dibursa dapat dilakukan, secara manual, remote atau online. Dalam mekanisme penyampaian order secara manual, nasabah datang langsung ke galeri Ab untuk memberikan intruksi jual atau beli atas transaksi efek dibursa. Instruksi tersebut akan doproses oleh trader yang ada dilantai bursa dengan memasukan intruksi dimaksud ke JATS.

Adapun  dalam mekanisme penyampaian order secara remote dan online, fungsi trader yang ada dilantai bursa digantikan oleh sistem yang dikenal dengn nama e-SPis. Pelakasanaan input ke e-Spis dilakukan dari kantor/sistem diperusahaan efek yang langsung terhubung ke sistem perdagangan dibursa efek, yaitu Jakarta Automated Trading System (JATS).[8]

  1. Tahap pemprosesanorder dan pelaksanaan

Order yang telah disampaikan oleh Ab dalam sistem perdagangan, baik secara manual, remote maupun online akan diproses pada sistem JATS secara elektronik. Pemrosesan tersebut dilakukan melalui memerhatikan prioritas harga dan prioritas waktu. Mekanisme yang ada pada lelang efek di bursa efek memungkinkan pihak yang melakukan penawaran trakhir mendapat prioritas karna harga permintaan beli yang lebih tinggi dari investor sebelumnya atau harga penawaran jual lebih rendah dari investor lain.

Dalam pelaksanaan lelang tersebut, AB tidak mengetahui pihak yang menjadi lawan tranaksinya. Pihak lawan transaksi dapat diketahui setelah transaksi yang dilaksanakan telah matched. Proses lelang kan di akhiri dengan bertemunya (matching) permintaan beli dan penawaran jual melalui sistem BEI.

Pada saat matching di sistem JATS, transaksi efek dikatakan mengikat dan hanya dapat dibatalkan apabila disetujui ole PE AB beli, PE AB Jual dan Bursa efek.[9]

  1. Tahap kliring penjaminan dan penyelesaian

Kliring, penjaminan dan penyelesaian tranaksi bursa merupkan lanjutan kegiatan transaksi yang terjadi di Bursa Efek. Kliring merupakan proses penentuan hak dan kewajiban anggota kliring yang timbul di transaksi bursa. Kliring oleh KPEI dilakukan dengan dua cara, yaitu netting dan pertransaksi. Pada kliring secara netting, seluruh hak dan kewajiban AK, baik efek maupun dana dihitung secara kumulatif sehingga terlihat kewajiban berupa saldo yang wajib diserahkan dan atau diterima AK tersebut.Pada kliring secara per traksaksi hak dan kewajiban setiap AK dihitung masing-masing dan terpisah atas setiap transaksi.

 Penjaminan merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka memastikan dipenuhinya hak dan kewajiban bagi anggota kliring (AK) yang timbul dari transaksi bursa. Fungsi penjaminan bertujuan member kepastian terselenggaranya transaksi bursa bagi AK yang sudah memenuhi kewajibannya, kepastian waktu penyelesaian dan penurunan frekuensi tersebut, KPEI merupakan mitra pengimbang sentral  dalam kegiatan kliring dan penyelesaian transaksi terhadap perusahaan efek selaku anggota bursa.  KPEI bertindak selaku novator yang akan menajdi pembeli dengan AK jual dan menjadi penjualan dengan AK beli.

Pada praktiknya dana jaminan yang dikelola dan diadministrasikan oleh KPEI untuk menjamin pemenuhan kewajiban anggota kliring setelah agunan berupa hak diterima atas efek dan atau uang, dan agunan lain anggota kliring serta cadanagan jaminan, tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban anggota kliing kepada KPEI akan memungut dana jaminan sebesar 0,01% dari nilai setiap transaksi di bursa dan tidak membedakan besarnya nilai jaminan bagi nasabah baru ataupun lama. Dana jaminan tersebut dikelola dalam bentuk deposito berjangka, Surat Utang Negara, dan surat berharga lainnya.

Dalam rangka penyelesaian transaksi berdasarkan instruksi penyelesaian, KSEI melakukan pemindah-bukuan, baik efek maupun dana pada rekening efek PE AB. Dalam rekening efek PE AB jual, terjadi proses yang posisi sejumlah efek yang kan diserahkan dalam subrekening nasabah jual dipindahkan ke rekening serah PE AB yang selanjutnya diteruskan ke rekening KPEI.[10]

  1. Perdangan efek di over the counter

Transaksi diluar bursa merupakan perjanjian jual beli sham antar perusahaan efek atau antara perusahaan efek dengan  pihak lain yang tidak di atur oleh bursa efek dan transaksi antar pihak yang bukan perusahaan efek.

Berdasarkan dua pola hubungan transaksi tersebut, transaksi diluar bursa efek khususnya yang dilakukan melalui perantara yaitu perusaaan efek mempunyai mekanisme transaksi yang tidak berbeda dengan transaksi bursa. Mekanisme tersebut, meliputi pembukaan rekening, penyampaian order dan pemrosesan order. Hal ini berarti aspek syariah pada transaksi diluar bursa terkait dengan hal-hal tersbut juga berlaku untuk transaksi diluar bursa.

Selanjutnya, transaksi diluar bursa juga dapat dilakukan tanpa melalui perantara. Transaksi tersbut dapat diartikan sebagai transaksi langsung antara investor penjual dan pembeli diluar mekanisme bursa. Transaksi tersebut dipandang dari sisi kesyariahan merupakan transaksi yang halal sepanjang memenuhi rukun transaksi jual beli.

Dalam praktik saat ini mayoritas investor yang dimaksud membeli efek dipaar modal baik dalam pasar perdana maupun dalam pasar sekunder wajib memiliki rekening efek di suatu perusahaan efek. Akan tetapi, berdasarkan aturan pada dasarnya investor yang akan membeli efek sebagai bukti kepemilikan pembelian efek suatu perusahaan tertentu tanpa membuka rekening efek. Selanjutnya investor tersebut dapat pula menjualnya kepada investor lain diluar lantai bursa.[11]

5. CONTOH PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK

  1. Perusahaan Bidang Pertanian
KodeNama perusahaanTanggal
pencatatan
IDX: AALIAstra Agro Lestari09 Desember 1997
IDX: BISIBISI International28 Mei 2007
IDX: BTEKBumi Teknokultura Unggul14 Mei 2004
IDX: BWPTBW Plantation27 Oktober 2009
IDX: CPROCentral Proteinaprima28 November 2006
IDX: DSFIDharma Samudera Fishing Industries24 Maret 2000
IDX: GZCOGozco Plantations15 Mei 2008
IDX: IIKPInti Kapuas Arowana20 Oktober 2002
IDX: JAWAJaya Agra Wattie30 Mei 2011
IDX: LSIPPP London Sumatra Indonesia05 Juli 1996
IDX: SGROSampoerna Agro18 Juni 2007
IDX: SIMPSalim Ivomas Pratama09 Juni 2011
IDX: SMARSMART20 November 1992
IDX: TBLATunas Baru Lampung14 Februari 2000
IDX: UNSPBakrie Sumatera Plantations06    aret 1990
  1. Perusahaan dibidang keuangan
KodeNama perusahaanTanggal
pencatatan
IDX: ABDAAsuransi Bina Dana Arta06 Juli 1989
IDX: ABMMABM Investama06 Desember 2011
IDX: ADMFAdira Dinamika Multi Finance31 Maret 2004
IDX: AGROBank Agroniaga08 Agustus 2003
wdaAsfagf
IDX: AHAPAsuransi Harta Aman Pratama14 September 1990
IDX: AMAGAsuransi Multi Artha Guna23 Desember 2005
IDX: ASBIAsuransi Bintang29 November 1989
IDX: ASDMAsuransi Dayin Mitra15 Desember 1989
IDX: ASJTAsuransi Jasa Tania23 Desember 2003
IDX: ASRMAsuransi Ramayana19 Maret 1990
IDX: BABPBank ICB Bumiputera15 Juli 2002
IDX: BACABank Capital Indonesia04 Oktober 2007
IDX: BAEKBank Ekonomi Raharja08 Januari 2008
IDX: BBCABank Central Asia31 Mei 2000
IDX: BBKPBank Bukopin10 Juli 2006
IDX: BBLDBuana Finance07 Mei 1990
IDX: BBNIBank Negara Indonesia (Persero)25 November 1996
IDX: BBNPBank Nusantara Parahyangan10 Januari 2001
IDX: BBRIBank Rakyat Indonesia (Persero)10 November 2003
IDX: BBTNBank Tabungan Negara (Persero)17 Desember 2009
IDX: BCICBank Mutiara25 Juni 1997
IDX: BDMNBank Danamon Indonesia06 Desember 1989
IDX: BEKSBank Pundi Indonesia13 Juli 2001
IDX: BFINBFI Finance Indonesia16 Mei 1990
IDX: BJBRBank BJB08 Juli 2010
IDX: BJTMBank Jatim19 Juli 2012
IDX: BKSWBank QNB Kesawan21 November 2002
IDX: BMRIBank Mandiri (Persero)14 Juli 2003
IDX: BNGABank CIMB Niaga29 November 1989
IDX: BNIIBank Internasional Indonesia21 November 1989
IDX: BNLIBank Permata15 Januari 1990
IDX: BSIMBank Sinarmas13 Desember 2010
IDX: BSWDBank Swadesi01 Mei 2002
IDX: BVICBank Victoria International30 Juni 1999
IDX: SDRABank Himpunan Saudara 190615 Desember 2006
  1. Perusahaan Bidang Pertambangan
KodeNama perusahaanTanggal
pencatatan
IDX: ADROAdaro Energy16 Juli 2008
IDX: ANTMAneka Tambang (Persero)27 November 1997
IDX: CITACita Mineral Investindo20 Maret 2002
IDX: CKRACitra Kebun Raya Agri19 Mei 1999
IDX: DKFTCentral Omega Resources21 November 1997
IDX: INCOInternational Nickel Indonesia16 Mei 1990
IDX: PSABJ Resource Asia Pasific01 Desember 2007
IDX: SMRUSMR Utama10 Oktober 2011
IDX: TINSTimah (Persero)19 Oktober 1995

DAFTAR PUSTAKA

  • [1] Nasrun Haroen, Perdagangan Saham Di Bursa Efek Tinjauan Hukum Islam, (Jakarta: Kalimah, 2000), h. 45
  • [2] Ibid,
  • [3] Muhammad Nafik HR, Bursa efek & Investasi Syariah, (Jakarta: Serambi, 2009), h. 26
  • [4] Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Yogyakarta: EKONISIA,2008) h. 204
  • [5] Beni Ahmad Saebani, Pasar Modal Syariah dan Praktik Pasar Modal Syariah, (Bandung:Pustaka Setia, 2013) h. 237
  • [6]Jusmaliani dkk, Bisnis Berbasis Syariah, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008) h. 204-206
  • [7] Andi BUckhori, (Jakarta: Bumi Aksara,2009) h.
  • [8] Beni Ahmad Saebani, Ibid., h.238-239
  • [9] Ibid., h.240-241
  • [10] Ibid., h. 241-242
  • [11] Ibid., h.242-243
  • Diposkan oleh Handha Yanni di 07.14

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*