Makalah Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial

Makalah Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial
Makalah Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial

Makalah Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial

Makalahkita – Makalah Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

I.I  Latar Belakang

I.2  Rumusan Masalah

I.3  Tujuan Makalah

BAB II PEMBAHASAN

  1. Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
  2. Karakteristik Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial.
  3. Perbedaan antara masyarakat dan komunitas.
  4. Perubahan Sosial

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Manusia diciptakan oleh tuhan dengan segala keterbatasannya, akan tetapi manusia dikaruniai akal pikiran yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia tidak dapat hidup sendiri, melainkan memerlukan bantuan orang lain, karena manusia merupakan makhluk social yang bergantung akan manusia lainnya ketika dalam menjalankan kehidupan pada suatu masyarakat.  

1.2. RUMUSAN MASALAH

Beberapa masalah yang saya angkat dalam makalah ini berdasarkan latar belakang masalah diatas yaitu:

  1. Apa yang dimaksud dengan manusia sebagai mahuk individu dan makhluk sosial ?
  2. Bagaimana karakteristik manusia sebagai makhluk individu dan sosial ?
  3. Bagaimana perbedaan antara masyarakat dan komunitas ?
  4.  Apa yang dimaksud dengan perubahan sosial ?

1.3. TUJUAN MAKALAH

Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah:

  1. Memahami lebih jelas Tentang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
  2. Memahami karakteristik manusia sebagai makhluk individu dan sosial.
  3. Mengetahui perbedaan antara manusia dan komunitas.
  4. Memahami tentang perubahan sosial.

BAB II

PEMBAHASAN

1.Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.

Ø  Manusia Sebagai makhluk individu.

Diluar kebutuhannnya untuk bersosialisasi, ternyata manusia merupakan satu organism yang berdiri sendiri, dan bersifat bebas yakni tidak mempunyai hubungan organik dengan sesamanya. Sebagai buktinya, ketika bayi menangis, orang dewasa disekitarnya tidak mengetahui secara pasti alasan bayi tersebut menangis.

Setiap manusia memiliki keunikan dan cirri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seseorang individu adalah perpaduan anatara factor genotip dan fenotip. Factor genotip adalah factor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan factor keturunan, dibawa individu sejak lahir, sedangkan factor fenotip adalah factor lingkungan.

Manusia sebagai individu selalu berada ditengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuk pribadinya. Namun, tidak semua lingkungan menjadi factor pendukung pembetukan pribadi, tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.

Ø  Manusia Sebagai Makhluk sosial.

Untuk mengembangkan dirinya, manusia membutuhkan sosialisasi lebih lanjut. Agar kebutuhan aktualisasi diri tersebut terpenuhi, manusia membutuhkan waktu yang sangat lama. Waktu ini kemudian disebut dengan tahap pembelajaran atau tahap penyesuaian. Proses ini dapat kita rasakan sendiri, namun sebagai contoh, kita dapat melihat bahwa untuk mengembangkan teknologi yang tepat guna manusia membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan sejak fase manusia purba. Dari berbagai bukti peninggalan, dapat ditemukan berbagai artefak yang di perkirakan memiliki fungsi yang sama dengan alat-alat yang berkembangan saat ini.

Sejak zaman purba, sudah dapat dilihat bahwa manusia mulai bersosialisasi. Sebagai bukti, para peneliti purbakala seringkali menemukan simbol-simbol sosial atau gambaran mengenai kerja sama komunal dalam lukisan-lukisan dinding yang banyak tersebar di gua-gua di Negara-negara eropa.

Beberapa ilmu mengenai perkembangan manusia dalam kekinian mulai berkembang. Beragam kajian tentang manusia sejak masa purba sampai masa modern dikembangkan oleh beberapa ahli melalui pengamatan sehingga memunculkan beberapa model sebagai pengetahuan atas perilaku manusia.

2. Karakteristik Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana seorang individu melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.

Dengan adanyaindividulitas, setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, daya tahan yang berbeda. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan.

Menurut Oxendine, perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus padaaspek sebagai berikut :

  • Perbedaaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan dan kemampuan bertindak.
  • Perbedaan sosial: status ekonomi, agama, hubungan keluarga dan suku.
  • Perbedaan kepribadian: watak, motif, minat dan sikap.
  • Perbedaan kecakapan atau kepandaian.

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.

Menurut Hassan Shadily dalam bukunya Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia,bahwa manusia akan tertarik kepada hidup bersama dalam dalam masyarakat karena didorong oleh beberapa faktor: 1

  1. Hasrat yang berdasar naluri (kehendak biologis yang di luar penguasaan akal) untuk mencari teman hidup, pertama untuk memenuhi kebutuhan sesksual yang sifatnya biologis sebagaimana terdapat pada semua makhluk hidup.
  2. Kelemahan manusia selalu mendesak untuk mencari kekuatan bersama yang terdapat dalam berserikat dengan orang lain sehingga dapat berlindung bersama-sama dan dapat memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari dengan usaha bersama.

Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial:

  • Suka bergaul
  • Suka bekerja sama
  • Hidup berkelompok
  • Memiliki kepedulian terhadap orang lain
  • Tidak bisa hidup sendiri

3. Perbedaan antara masyarakat dan komunitas

Ø  Masyarakat

masyarakat yaitu sekumpulan orang yang, terdiri dari berbagai kalangan, baik golongan mampu ataupun golongan tak mampu,  yang tinggal di dalam satu wilayah dan telah memiliki hukum adat, norma-norma serta berbagai peraturan yang siap untuk ditaati.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia masyarakat sebagai kumpulan individu  yang menjalin kehidupan bersama sebagai satu kesatuan yang besar, saling membutuhkan dan memiliki ciri-ciri yang sama sebagai kelompok.

Pengertian masyarakat menurut para ahli

-Pengertian masyarakat menurut Peter. L.Berger adalah suatu bagian-bagian yang membentuk kesatuan hubungan antar manusia yang bersifat luas.

-Marx berpendapat bahwa pengertian masyarakat merupakan hubungan ekonomis dalam hal produksi atau konsumsi yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis seperti teknik dan karya.

-Berbeda dengan pendapat Harold. J.Laski, adalah kelompok manusia.yang bekerjasama dan hidup demi mencapai terkabulnya keinginan mereka bersama

-Pengertian masyarakat menurut Gillin, manusia memiliki kebiasaan, tradisi, sikap serta perasaan sebagai satu unit yang diikat oleh kesamaan.

– Robert Maciver menyebut masyarakat adalah suatu sistem hubungan yang ditertibkan.

– Selo Soemardjan  memiliki pendapat masyarakat adalah orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan

– Horton dan Hunt  mengungkapkan organisasi manusia yang saling berhubungan itu adalah masyarakat

– Sedangkan Mansyur Fakih berkata bahwa pengertian masyarakat adalah sebuah sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan masing-masing bagian acara terus menerus mencari keseimbangan dan harmoni.

Masyarakat dapat dikelompokan berdasarkan ras, suku dan keturunannya selain itu masyarakat juga bisa dibedakan menurut mata pencaharian di wilayahnya.Menurut para pakar, lewat pekerjaannya masyarakat bisa dibagi menjadi masyarakat pemburu, masyarakat agraris, masyarakat pastoral nomadis dan masyarakat peradaban. Yang dimaksud dengan masyarakat peradaban adalah masyarakat yang dapat menyesuaikan diri supaya mendapatkan kehidupan layak sesuai dengan lingkungan alamnya lalu menerapkan hasil adaptasinya untuk kehidupan yang lebih maju.

Ø  Komunitas

Komunitas adalah kelompok sosial yang berasal dari beberapa organisme yang saling berinteraksi di dalam daerah tertentu dan saling bebagi lingkungan. Biasanya mempunyai ketertarikan dan habitat yang sama.

Atau definisi Komunitas yang lainya adalah sebuah kelompok yang menunjukkan adanya kesamaan kriteria sosial sebagai ciri khas keanggotaannya, misalnya seperti: kesamaan profesi, kesamaan tempat tinggal, kesamaan kegemaran dan lain sebagainya. Seperti contohnya: kelompok petani, karyawan pabrik, kelompok warga, kelompok suporter sepak bola dan lain sebagainya.

Tujuan dibentuknya komunitas yaitu untuk dapat saling membantu satu sama lain dalam menghasilkan sesuatu, sesuatu tersebut adalah tujuan yang telah di tentukan sebelumnya.

beberapa pengertian komunitas menurut para ahli

– Menurut Hendro Puspito – Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur & tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.

– Lalu menurut Soenarno (2002) – Komunitas adalah sebuah identifikasi & interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional.

-Dan menurut Paul B. Horton & Chaster L. Hunt – Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya & saling berinteraksi.

4. Perubahan Sosial

           Masyarakat merupakan kelompok manusia yang menempati wilayah tertentu yang terikat oleh nilai dan tidak selalu sama,perubahan bisa lambat secara evolusi dan perubahan cepat revolusi.

  Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu.Perubahan terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan  diri dengan kebutuhan-kebutuhan,kondisi baru,yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

      Sebaliknya perubahan secara revolusi adalah perubahan yang terjadi lewat perencanaan atau juga tanpa perencanaan.ukuran kecepaatan perubahan dalam revolusi sangat relatif,karena ada revolusi yang memakan waktu lama dan ada yang memakan waktu relatif cepat.Perubahan sosial ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor,yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.Faktor dari dalam terjadi apabila dalam krlompok ditandai adanya penemuan-penemuan atau penciptaan-penciptaan(inovasi).Inovasi akan terjadi apabila anggota-anggota masyarakat memiliki:

  1. Kesadaran akan perlunya meningkatkan hidup secara terus-menerus.Kesadaran tersebut akan timbul apabila ada rasa tidak puas terhadap apa yang telah dicapainya,atau dengan kata lain adanya dorongan untuk mencapai prestasi yang lebih baik.
  2. Anggota masyarakat yang berkualitas yaitu yang memiliki akal daya dan kreatif yang tinggi.
  3. Suasana persaingan yangb sehat diantara anggota-anggota masyarakat untuk mencapaiprestasi yang tinggi demi kemajuan kelompoknya.
  4. Adanya dorongan kepada anggota yang berprestasi baik agar mereka berprestasi dan berkarya.

Pada umumnya terdapat dua faktor yang mendasari terjadinya perubahan sosial,yaitu faktor yang bersumber dari dalam masyarakat(intern)dan faktor-faktor dari luar masyarakat(ekstern).

Faktor intern atau yang bersumber dari masyarakat itu sendiri, antara lain:

  1. Perubahan jumlah penduduk.Bertambahnya jumlah penduduk yang cepat menyebabkan terjadinya perubahan struktur masyarakat terutama lembaga-lembaga kemasyarakatan.
  2. Penemun baru.Penemuan baru oleh anggota masyarakat yang kemudian diterima,dipelajari,dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan akan menimbulkan perubahan sosial. maupun kelompok,misalnya konflik antara generasi muda dengan generasi tua,tentang pergaulan,pakaian,sikap dan sebagainya.
  3. Penberontakan atau revolusi.Pemberontakan yang dilakukan oleh warga masyarakat untuk melawan pemimpin yang otoriter akan mengakibatkan perubahan sosial didalam kelompok masyarakat.

     Sedangkan faktor dari luar dapat disebabkan oleh lingkungan fisik yang ada disekitar manusia,misalnya akibat bencana alam:gempa bumi,banjir,tsunami,tanah longsor,lumpur lapindo,dsb.Karena bencana alam banyak masyarakat yang terpaksa harus pindah tempat tinggal yang lebih lama.Selain itu faktor pengaruh kebudayaan dari luar juga memberikan dampak terhadap perubahan sosial.

BAB III

PENUTUP

1.KESIMPULAN

Beberapa kesimpulan yang saya dapat dari pembuatan makalah ini bahwa:

  • Manusia sebagai mahluk individu sebaiknya perlu dipahami dari arti kata individu itu sendiri. Kata “Individu” berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tidak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
  • manusia sebagai makhluk sosial adalah makhluk yang hidup  bermasyarakat, dan pada dasarnya setiap hidup individu tidak dapat lepas dari manusia lain. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.
  • Adapun yang dimaksud masyarakat setempat atau komunitas berbeda denganmasyarakat. Masyarakat sifatnya lebih umum dan lebih luas, sedang masyarakat setempat lebih terbatas dan juga dibatasi oleh kawasan tertentu.  Namun ditinjau dari aktivitas hubungannya dan persatuannya lebih erat pada masyarakat setempat dibandingkan dengan masyrakat.

DAFTAR PUSTAKA

  • -Handayani, Citra.
  • -Murdiyatmoko, Janu.
  • -Apriani, sella dwi.  Dalam Buku “Sociology 1 For grade X senior high school”. Bandung, Grafindo Media pratama.
  • Kirana I.T .  “ISBD- Karakteristik manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial”.
  • Liem, Jay. “Pengertian Masyarakat”. 
  • N, Sora. “Pengertian Komunitas dan Menurut para ahli lengkap”. 
  • Siwi, Mahmudi. “Konsep komunitas dan masyarakat Dalam Perseptif  Sosiologi”. 
  • Baturglem, Padlul. “Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social”.
  • Mawardi dan Nurhayati,IAD-ISD-IBD. Pustaka Setia,Bandung 2004.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*