Makalah Objek Pembahasan Ulumul Qur’an Yang Benar

Makalah Objek Pembahasan Ulumul Qur’an Yang Benar

Makalahkita – Makalah Objek Pembahasan Ulumul Qur’an Yang Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

‘Ulum Al-Qur’an adalah ilmu-ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an artinya ilmu yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan kitab Al-Qur’an yang mulia baik dari segi turunnya, makki dan madaninya, nasikh-mansukhnya, muhkam-mutasyabihnya dan lain-lain pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an.

 Di dalam pembahasan ‘Ulum Al-Qur’an ini juga dibahas tentang ilmu tafsir karena antara ilmu tafsir dengan ‘Ulum Al-Qur’an sangat mempunyai relasi yang sangat signifikan, baik dari segi definisi, manfaat, urgensinya. Selain itu mempelajari Ulum Al-qur’an membuat kita menyadari betapa luar biasanya upaya serta perjuangan yang telah dicurahkan oleh para ulama untuk mengabdikan diri pada Al-Qur’an.

Adapun diantara manfaat dan kegunaan yang sangat bisa kita rasakan adalah dapat memberikan gambaran secara lengkap dan sempurna tentang Al-Qur’an dari aspek turunnya ayat, tafsir, pengumpulan serta penulisan Al-Qur’an dan sebagainya.

2. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana Definisi Ulum Al-Qur’an dan Perkembangannya ?
  2. Apa Saja Objek Kajian Ulum Al-Qur’an ?
  3. Bagaimana Definisi Ilmu Tafsir, Kedudukan, dan Urgensinya ?

3. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini antara lain adalah:

  1. Untuk mengetahui definisi dari  “ Ulum Al-Qur’an” dan Ilmu Tafsir
  2. Untuk mengetahui objek-objek pembahasan yang terdapat dalam“Ulum Al-Qur’an
  3. Untuk mengetahui periodesasi perkembangan Ulum Al-Qur’an dan Tafsir, kedudukan, dan urgensinya, dan
  4. Sebagai tambahan perbendaharaan karya tulis penulis

BAB II

PEMBAHASAN

1.Definisi ‘Ulum al-Qur’an

‘Ulum al-Qur’an terdiri dari dua kata secara idhafi, yaitu kata ‘Ulum yang dimodhafkan kepada kata al-Qur’an. Ungkapan “Ulum al-Qur’an” berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu “Ulum” dan “Al-Qur’an”. Kata “Ulum” secara bahasa merupakan bentuk jamak dari kata “Ilmu”. Ilmu yang dimaksud di sini, sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi tema atau tujuan, sedangkan al-Qur’an sudah dijelaskan di bab terdahulu. Dengan demikian, secara bahasa, ‘Ulum al-Qur’an adalah ilmu (pembahasan-pembahasan) yang berkaitan dengan al-Qur’an.

Adapun definisi ‘Ulum al-Qur’an secara istilah, para ulama memberikan redaksi yang berbeda-beda, sebagaimana dijelaskan berikut ini.

  1. Menurut Manna’ Al-Qaththan:[1]

العِلْمُ الَذِىْ يَتَنَاوَلُ الأَبْحَاثِ المُتَعَلِّقَةِ بِالقُرْأَنِ مِنْ حَيْثُ مَعْرِفَةِ أَسْبَابِ النُّزُوْلِ وَجَمْعِ القُرْأَنِ وَتَرْتِيْبِهِ وَمَعْرِفَةِ المَكِّى وَالمَدَانِيِّ وَالنَاسِخ وَالمَنْسُوْخِ وَالمُحْكَمِ وَالمُتَشَابِهِ اِلَى غَيْرِ ذَالِكَ مِمَّا لَهُ صِلَةُ بِالقُرْأَنِ.

Artinya: “Ilmu yang mencakup pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan al-Qur’an dari sisi tentang asbab an-Nuzul, kodifikasi dan tertib penulisan al-Qur’an, ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ayat-ayat yang diturunkan di Madinah, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan al-Qur’an.”

  1. Menurut Al-Suyuthi dalam kitabnya Itmam al-Dirayah, memberikan definisi sebagi berikut:[2]

عِلْمٌ يَبْحَثُ فِيْهِ عَنْ أَحْوَالِ الكِتَابِ العَزِيْزِ مِنْ جِهَةِ نُزُوْلِهِ وَسَنَدِهِ وَأَدَابِهِ وَأَلْفَاظِهِ وَمَعَانِهِ المُتَعَلِّقَةِ بِالأَحْكَامِ وَغَيْرِ ذَالِكَ.

Artinya: Ulum al-Qur’an ialah suatu ilmu yang membahas tantang keadaan al-Qur’an dari segi turunnya, sanadnya, adabnya, makna-maknanya baik yang berhubungan dengan lafad-lafadnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya dan sebagainya.

  1. Menurut Az-Zarqani:

مَبَاحِثُ تَتَعَلَّقُ بِالقُرْأَنِ الكَرِيْمِ مِنْ نَاحِيَةِ نُزُوْلِهِ وَتَرْتِيْبِهِ وَجَمْعِهِ وَكِتَابِهِ وَقِرَاءَتِهِ وَتَفَسِيْرِهِ وَإِعْجَازِهِ وَنَاسِخِهِ وَمَنْسُوْخِهِ وَدَفْعِ الشُبَهِ عَنْهُ وَنَحْوِ ذَالِكَ.

Artinya: Beberapa pembahasan yang berkaitan dengan al-Qur’an, dari sisi turun, urutan penulisan, kodifikasi, cara membaca, kemukjizatan, nasikh-mansukh, dan penolakan hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya, serta hal-hal lain.

Walaupun dengan redaksi yang sedikit agak berbeda, definisi-definisi di atas mempunyai maksud yang sama. Baik Al-Qaththan, Al-Zarqani, maupun Al-Suyuthi sepakat menyimpulkan bahwa Ulum Qur’an adalah suatu ilmu yang lengkap dan mencakup semua ilmu yang ada hubungannya dengan al-Qur’an baik berupa ilmu-ilmu agama, seperti ilmu Tafsir, maupun berupa ilmu-ilmu bahasa Arab seperti Ilmu I’rab al-Qur’an.

Ulum al-Qur’an adalah berbeda dengan suatu ilmu yang merupakan cabang dari Ulum al-Qur’an, misalnya Ilmu Tafsir yang menitik-beratkan pembahasannya pada penafsiran ayat-ayat al_Qur’an. Ilmu Qira’at menitik-beratkan pembahasannya pada cara membaca lafadz-lafadz al-Qur’an. Sedangkan Ulum al-Qur’an membahas al-Qur’an dari segala segi yang ada relevansinya dengan al-Qur’an. Karena itu, ilmu ini diberi nama Ulum al-Qur’an dengan bentuk jamak, bukan Ilmu al-Qur’an denga bentuk mofrod.[3]

2. Perkembangan Ulum al-Qur’an

Pada fase sebelum kodifikasi, ulum al-Qur’an juga ilmu lainnya belum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. Satu-satunya yang sudah dikodifikasikan saat itu hanyalah al-Qur’an. Pengodifikasian itu semakin marak dan meluas ketika islam berada pada tangan pemerintahan bani Umayyah dan bani Abbasiyah pada periode-periode awal pemerintahannya.[4]

  1. Perkembangan Ulum al-Qur’an abad II H

Pada abad kedua H ini para ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab tafsir merupakan induk Ulum al-Qur’an. Diantara ulama abad II H yang menyusun tafsir ialah:

1.Syu’bah Al-Hajjaj (W. 160 H)

2. Sufyan Bin Uyainah (W. 198 H)

3. Sufyan Ats-Tsauri (W. 161 H)

4. Waqi’ Bin Al-Jarrh (128-197 H)

2. Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad III H

Pada abad III H. selain tafsir dan Ilmu Tafsir, para ulama mulai menyusun pula beberapa ilmu al-Qur’an diantaranya:

1.Ali Bin Al-Madini (W. 234 H) gurunya imam Al-Bukhari, yang menyusun Ilmu Asbab An-Nuzul,

2. Abu Ubaid Al-Qasimi Bin Salam (W. 224 H) yang menyusun ilmu Nasikh wa Al-Mansukh, Ilmu Qira’at dan Fadail Al-Qur’an.

3. Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits (W. 294 H) yang menyusun ilmu Makki wa Al-Madani.

4. Muhammad Bin Khalab Al-Marzuban (W. 309 H) yamg menyusun kitab Al-Hawi fi ‘ulum al-Qur’an.

3. Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad IV H

Pada abad ke IV H.mulai disusun ilmu Gharib al-Qur’an dan beberapa kitab ‘Ulum al-Qur’an dengan memakai istilah ‘Ulum al-Qur’an. Diantara ulama yang menyusun ilmu-ilmu itu adalah:[5]

1.Abu Bakar As-Sijistani (W. 330 H) yang menyusun kitab Gharib al-Qur’an

2. Abu Bakar Muhammad Bin Al-Qasim Al-Anbari (W. 328 H) yang menyusun kitab ‘Aja’ib ‘Ulum al-Qur’an.

3. Abu Al-Hasan Al-Asy’ari (W. 324 H) yang menyusun kitab Al-Mukhtazan Fi ‘Ulum al-Qaur’an.

4. Abu Muhammad Al-Qassab Muhammad Bin Ali Al-Kurkhi (W. 360 H) yang menyusun kitab Nukat Al-Qur’an Ad-Dallah ‘Ala Al-Bayan Fi Anwa’ Al-‘Ulum wa Al-Ahkam Al-Manbiah ‘An Ikhtilaf Al-Anam.

5. Muhammad Bin Ali al-Adfawi (W. 388 H) yang menyusun kitabAl-Istighna’ fi ‘Ulum al-Qur’an (20 Jilid) .

4. Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad V H

Pada abad V H.mulai disusun ilmu I’rab al-Qur’an dalam satu kitab. Disamping itu, penulisan kitab ‘Ulum al-Qur’an masih terus dilakukan oleh ulama’ masa kini. Diantara ulama’ yang berjasa dalam pengembangan ‘Ulum al-Qur’an pada masa ini adalah:

1.Ali Bin Ibrahim Bin Said Al-Hufi (W. 430 H) selain memelopori penyusunan I’rab al-Qur’an Ia pun menyusun kitab Al-Burhan fi ‘Ulum Al-Qur’an.

2. Abu Amr Ad-Dani (W.444 H) yang menysun kitab At-Taisir fi Qira’at As-Sab’i dan kitab Al-Muhkam fi An-Naqth.

5. Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad VI H

Pada abad ke VI H.disamping terdapat ulama yang meneruskan pengembangan ‘Ulum al-Qur’an juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu Mubhamat al-  Qur’an diantaranya adalah:[6]

1.Abu Al-Qasim Bin Abdurrahman As-Suhaili (W. 581 H) yang menyusun kitab Mubhamat Al-Qur’an.

2. Ibn Al-Jauzi (W. 597 H) yang menyusun kitab Funun Al-Afnan fi ‘Aja’ib Al-Qur’an dan kitab Al-Mujtaba’ fi ‘Ulum Tata’allaq bi Al-Qur’an.

3. Objek Kajian ‘Ulum Al-Qur’an

Diantara objek-objek kajian ‘Ulum al-Qur’an yang masyhur adalah sebagi berikut:[7]

  1. Ilmu Adab Tilawat al-Qur’an, yaitu ilmu-ilmu yang menerangkan aturan-aturan dalam pembacaan al-Qur’an.
  2. Ilmu Tajwid, yaitu ilmu yang menerangkan cara-cara membaca al-Qur’an, tempat memulai, atau tempat berhenti (Waqaf).
  3. Ilmu Asbab An-Nuzul, yaitu ilmu yang menerangkan sebab-sebab turun ayat.
  4. Ilmu I’rab al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan harokat al-Qur’an dan kedudukan sebuah kata dalam kalimat.
  5. Ilmu Nasikh wa Al-Mansukh, yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat yang mansukh oleh sebagian Mufassir.
  6. Ilmu I’jaz Al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan segi-segi kekuatan al-Qur’an sehingga dipandang sebagai suatu mukjizat dan dapat melemahkan penentang-penentangnya.
  7. Ilmu Aqsam Al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur’an.
  8. Ilmu Jadal Al-Qur’an, yaitu ilmu yang menerangkan macam-macam perdebatan yang telah dihadapkan Al-Qur’an kepada segenap Qaum Musyrikin dan kelompok lainnya.

Sesungguhnya masih banyak lagi objek-objek pembahasan ‘Ulum Al-Qur’an yang tidak kami cantumkan dalam makalah ini, karena objek kajian di atas banyak yang telah mewakili objek kajian yang lain.

BAB III

PENUTUP

1.KESIMPULAN

Ungkapan “Ulum al-Qur’an” berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu “Ulum” dan “Al-Qur’an”. Kata “Ulum” secara bahasa merupakan bentuk jamak dari kata “Ilmu”. Dari definisi di atas para ulama’ mempunyai maksud yang sama. Baik Al-Qaththan, Al-Zarqani, maupun Al-Suyuthi sepakat menyimpulkan bahwa Ulum Qur’an adalah suatu ilmu yang lengkap dan mencakup semua ilmu yang ada hubungannya dengan al-Qur’an baik berupa ilmu-ilmu agama, seperti ilmu Tafsir, maupun berupa ilmu-ilmu bahasa Arab seperti Ilmu I’rab al-Qur’an. Perkembangan ‘Ulum Al-Qur’an dapat diidentifikasi ke dalam beberapa periode berikut:

  • Perkembangan Ulum al-Qur’an abad II H

Pada abad kedua H ini para ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab tafsir merupakan induk Ulum al-Qur’an.

  • Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad III H

Pada abad III H. selain tafsir dan Ilmu Tafsir, para ulama mulai menyusun pula beberapa ilmu al-Qur’an.

  • Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad IV H

Pada abad ke IV H.mulai disusun ilmu Gharib al-Qur’an dan beberapa kitab ‘Ulum al-Qur’an dengan memakai istilah ‘Ulum al-Qur’an.

  • Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad V H

Pada abad V H.mulai disusun ilmu I’rab al-Qur’an dalam satu kitab.

  • Perkembangan Ulum al-Qur’an Abad VI H

Pada abad ke VI H.disamping terdapat ulama yang meneruskan pengembangan ‘Ulum al-Qur’an juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu Mubhamat al-Qur’an.

  • Objek Kajian ‘Ulum Al-Qur’an

Diantara objek-objek kajian ‘Ulum al-Qur’an adalah sebagi berikut:

  • Ilmu Adab Tilawat al-Qur’an
  • Ilmu Tajwid
  • Ilmu Asbab An-Nuzul
  • Ilmu I’rab al-Qur’an
  • Ilmu Nasikh wa Al-Mansukh
  • Ilmu I’jaz Al-Qur’an
  • Ilmu Aqsam Al-Qur’an
  • Ilmu Jadal Al-Qur’an,

Dalam bahasa Arab kata tafsir berasal dari akar kata “al-fasr” kemudian diubah menjadibentuk taf’il yaitu menjadi “at-tafsir” yang berarti penjelasan atau keterangan. Dalam kamus “Lisanul Arab” Ibnu Mansur menjelaskan bahwa kata “al-fasr” berarti menyingkap sesuatu yang tertutup, sedangkan kata “at-tafsir” berarti menyingkapkan sesuatu maksud lafadz yang musykil dan pelik.ilmu tafsir telah mendapatkan kemulyaan dari tiga segi. Pertama, dari segi objek. Kedua, dari segi tujuan. Ketiga, dari segi kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Anwar, DR Rosihon, M. Ag. Ulumul Quran. Cet, III. Bandung: Pustaka Setia, 2006
  • As-Suyuthi, Jalaluddin, Asbabun Nuzul. Alih Bahasa oleh Tim Abdul Hayyie, Sebab-sebab Turunnya al-Qur’an. Cet.1, Jakarta: Gema insani, 2008
  • Channa AW, Dra liliek, M. Ag, Ulum Qur’an dan Pembelajarannya. Cet. I. Surabaya: Kopertais IV Press, 2010
  • Syadali, Drs. Hj. Ahmad, dkk, Ulumul Qur’an II, Bandung: Pustaka Setia, Cet II, 2000
  • Qattan, Manna’ Khlil al-,  Mabahith Fi ‘Ulumi al-Qur’an, Alih Bahasa oleh Mudzakir AS, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an . Bogor: Litera Antar Nusa. Halim Jaya, 2007
  • [1]
  • [2]  Dra. Liliek Channa AW, M. Ag, ‘Ulum Qur’an dan Pembelajarannya,(Surabaya: kopertais IV Press, 2010), hal. 27
  • [3]  Ibid, hal. 28
  • [4]  Dr. Rosihon Anwar, Ulumu Qur’an,(Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), hal. 19
  • [5]  Ibid, hal 20
  • [6]  Ibid, hal. 21
  • [7]  Ibid, hal. 16
  • [8]  Drs. Hj. Ahmad Syadali, dkk, Ulumul Qur’an II,(Bandung: CV Pustaka Setia, Cet II, 2000), hal. 51
  • [9]  Ibid, hal. 51-53
  • [10]  Dr. Yusuf Qardhawi, Kaifa Nata’amalu Ma’a Qur’ani al- ‘azhim, Alih Bahasa Oleh Abdul Hayyie Al-Kattani,(Jakarta: Gema Insani Press, 1999 M), hal. 295

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*