Makalah Pencegahan Demam Berdarah ( Yang Baik dan Benar )

Makalah Tentang Demam Tifoid Lengkap

Makalah Pencegahan Demam Berdarah ( Yang Baik dan Benar )

Makalahkita.com – Makalah Pencegahan Demam Berdarah ( Yang Baik dan Benar). Pada kesempatan ini saya akan membagikan karya tulis ilmiah makalah tentang Kesehatan. Makalah yang saya bagikan ini hanya sedikit dari kerangka makalah yang belum sempurna, hanya isi makalah yang saya berikan secara padat.
Baiklah kembali ke tema pembahasan makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas sekolah maupun tugas kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………………………………………… i

Pengesahan…………………………………………………………………………………………………. ii

Motto dan Persembahan……………………………………………………………………………….. iii

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………… iv

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………. v

BAB  I    PENDAHULAN

1.1  Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1

1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………………… 1

1.3  Tujuan Pembahasan…………………………………………………………………… 1

1.4  Sistematika Pembahasan…………………………………………………………….. 2

BAB  II   PEMBAHASAN

2.1 Si Penular Demam Berarah…………………………………………………………. 3

2.2 Serotipe Virus Dengue……………………………………………………………….. 3

2.3 Sumber Penular Penyakit DBD……………………………………………………. 3

2.4 Gejala-gejala Penyakit DBD……………………………………………………….. 4

2.5 Tahap-tahap Kehidupan Nyamuk Aedes Aegypty…………………………… 4

2.6 Pemberantasan…………………………………………………………………………. 5

BAB  III  PENUTUP

3.1  Kesimpulan………………………………………………………………………………. 6

3.2  Saran………………………………………………………………………………………. 6

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….. 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) telah menyerang beberapa ribu orang di Indonesia, dan membunuh beberapa ratus orang diantaranya. Semakin luasnya daerah penyebaran dan semakin tingginya angka penderita yang terserang, semakin menuntut peran serta kit untuk membasmi Aedes Aegypti.

Dan untuk itulah, diharapkan dengan adanya makalah ini, kita dapat mengetahui apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengatasi semua masalah yang berbahaya ini.

1.2  Rumusan Masalah

Untuk mengetahui tujuan pembahasan tentang “Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Yang Berbahaya”, maka permasalahan dalam penyusunan makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan Demam Berdarang Dengue ?
  2. Ada berapakah serotipe virus dengue ?
  3. Apa sumber penular penyakit DBD ?
  4. Bagaimana gejala-gejala penyakit DBD ?
  5. Bagaimana tahap-tahap kehidupan nyamuk Aedes Aegypti ?
  6. Bagaimana melakukan pemberantasan Nyamuk Aedes Aegypti ?

1.3  Tujuan Pembahasan

Berdasarkan uraian masalah di atas, maka tujuan pemberantasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Demam Berdarah Dengue
  2. Untuk mengetahui sumber penular penyakit virus dengue
  3. Untuk mengetahui sumber penular penyakit DBD
  4. Untuk mengetahui gejala-gejala penyakit DBD
  5. Untuk mengetahui tahap-tahap kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti
  6. Untuk mengetahui cara melakukan pemberantasan Nyamuk Aedes Aegypti

1.4  Sistematika Pembahasan

Agar pembahasan masalah ini dapat berurutan dan diperoleh kesimpulan yang mudah untuk dipahami, maka penulis menyusun susunan (sistematikanya) sebagai berikut :

 BAB  I      PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

1.2  Rumusan Masalah

1.3  Tujuan Pembahasan

1.4  Sistematika Pembahasan

 BAB II      PEMBAHASAN

                        2.1 Si Penular Demam Berdarah

                        2.2 Serotipe virus Dengue

                        2.3 Sumber Penular Penyakit DBD

                        2.4 Gejala-gejala Penyakit DBD

                        2.5 Tahap-tahap Kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti

                        2.6 Pemberantasan

 BAB III     PENUTUP

                        3.1 Kesimpulan

                        3.2 Saran

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Si Penular Demam Berdarah

Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit demam aut yang terutama menyerang anak-anak disertai dengan manifestasi (sesuatu golongan) pendarahan dan bertendensi menimbulkan syok yang dapat menyebabkan kematian. Kedua jenis nyamuk ini dapat hampir seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat yang ketinggiannya mencapai lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut.

Hal ini karena Aedes Albopictus kehidupan berkembang biak di kebun dan semak-semak. Berbagai penelitian yang telah dilakukan juga membuktikan bahwa nyamuk Aedes Aegypti-lah penyebab utama terjadinya kasus-kasus demam berdara di Indonesia.

2.2  Serotipe Virus Dengue

Serotipe Virus Dengue sampai sekarang dikenal ada 4 serotipe virus dengue, yaitu virus dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Keempat serotipe ini termasuk dalam Group B Arthropod Born virus atau Arboviruses, yaitu penyakit yang ditularkan oleh serangga.

Peranan si nyamuk kebun Aedes Albopictus dalam menyebarkan penyakit ini tak seberapa besar ketimbang sepupunya Aedes Aegypti.

2.3  Sumber Penular Penyakit DBD

Sumber Penular Penyakit DBD adalah seseorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue. Ketika Aedes Aegypti menggigit orang ini, virus dengue masuk ke dalam lambungnya bersama darah yang dihisapnya dari kulis si korban. Selanjutnya virus dengue akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk, termasuk di kelenjar liurnya.

Apabila seseorang digigit nyamuk Aedes Aegypti yang infektif, virus dengue akan berada dalam darah selama 4 – 7 hari, yang dimulai 1 – 2 hari sebelum demam. Masa ini disebut masa viremi.

Hanya nyamuk Aedes Aegypti betinalah yang menggigit dan menghisap darah manusia. Rupanya karena darah manusia berguna untuk mematangkan telurnya, agar jika dibuahi oleh sperma nyamuk jantan dapat menetas. Sedangkan nyamuk jantan hidup dari sari bunga tumbuh-tumbuhan.

2.4  Gejala-gejala Penyakit DBD

Orang yang kemasukan virus dengui tidak semuanya akan sakit DBD. Ada yang hanya demam ringan, dan akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan ada yang sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit. Tetapi semua orang yang sudah kemasukan virus dengue merupakan pembawa virus ini selama masa viremi.

Dengan demikian, orang-orang ini dapat menularkan penyakit DBD kepada orang lain di berbagai wilayah yang ada nyamuk penularnya.

2.5  Tahap-tahap Kehidupan Nyamuk Aedes Aegypti

Ada 4 tahap kehidupan nyamuk Aedes Aegypti, yaitu : telur, larva, pupa dan dewasa. Perkembangan hidup nyamuk ini dari telur hingga dewasa memerlukan waktu sekitar 10 – 12 hari.

Telur nyamuk memiliki panjang sekitar 1 mm. Kira-kira setelah satu jam ditelurkan oleh induknya, warna telur-telur ini akan menjadi lebih gelap, dari abu-abu ke hitam. Kondisi ini secara efektif bisa menyamarkan dirinya. Telur nyamuk membutuhkan waktu beberapa hari untuk menetas.

Tetapi jika telur ini tidak berada di dalam air (jadi berada di tempat yang kering), embrio (benih) yang berada di dalam tubuhnya akan tetap berada dalam kondisi tidur sampai bentuk kondisi yang ideal untuk menetas.

Setelah telur menetas, dimulailah tahap larva. Tahap ini berlangsung antara 4 – 10 hari, tergantung pada temperatur (suhu) air dan persediaan makanan. Untuk bisa hidup, larva memangsa mikro organisme yang ada di dalam tubuh. Adanya makanan yang membuar larva membesar melampaui besar pembungkusnya, merusak kulit yang lama, dan membentuk kulit baru yang bentuknya lebih besar. Maka terbentuklah pupa.

Pupa tidak membutuhkan makanan. Warna kulit atau wadah pupa akan menghitam sejalan dengan perkembangan nyamuk dewasa di dalamnya. Setelah kurang lebih 1 ½  – 4 hari (tergantung temperatur air), kulit pupan akan membelah di sepanjang bagian penggungnya. Perlahan-lahan nyamuk dewasa akan berusaha melepaskan dari dari kulit tersebut dan tinggal di permukaan air.

Untuk nyamuk dewasa betina, mampu bertahan hidup antara 2 minggu – 3 bulan (rata-rata 1 ½ bulan), tergantung suhu dan kelembapan udara di sekitarnya. Sementara nyamuk jantan hanya hidup untuk jangka waktu 6 – 7 hari. Hanya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah manusia.

Kemampuan terbang nyamuk betina berkisar antara 40 – 100 m dari tempat perkembangbiakannya. Nyamuk jenis ini biasanya aktif mencari mangsanya di pagi hari, sekitar pukul 11.00 dan sore 15.00 – 16.00. Tempat istirahat yang disukai nyamuk betina ini adalah benda-benda yang tergantung, terutama yang berada di dalam rumah. Misalnya saja gorden, kelambu dan pakaian di amar yang gelam dan lembab. Nyamuk ini memang “takut” terhadap cahaya, sehingga bila ada cahaya ia akan menyelam ke dasar air.

2.6  Pemberantasan

Selama ini pemberantasan dapat dilakukan dengan fogging / pengasapan. Pengasapan dilaukan dengan sejenis zat kimia, yaitu melathion 2% – 5% dan dengan menggunakan swig fog. Alat ini diarahkan ke nyamuk yang sedang tidak aktif mengggigit, atau sedang terbang pada pagi hari.

Selain itu, kita bisa juga melakukan pemberantasan dengan cara abatisasi. Cara pengobatan ini yaitu dengan cara memberikan bubuk abate ke dalam wadah-wadah air di dalam rumah. Dan jangan lupa melaksankan kegiatan tersebut dilingkungan sekitar kita.

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Dari beberapa uraian makalah ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam penyakit Demam Berdarah dapat diartikan sebagai penyakit yang berbahaya. Dengan cara untuk menanggulangi beberapa serotip dengue, dari kita mengetahui beberapa serotip virus dengue, dan kita mengetahui tahap-tahapnya, sumber penular penyakit Demam Berdarah, gejala-gejalanya dan cara melakukan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue. Dan kesadaran diri kita semua akan pentingnya kebersihan lingkungan kita semuanya.

3.2  Saran

Ø Bagi semua kalangan masyarakat, jagalah kebersihan lingkungan kita dengan baik agar jangan sampai di lingkungan ita ini ada nyamuk Aedes Aegypti yang dapat leluasa menyerang diri kita semua.

Ø Kita usahakan juga kalau di lingkungan sekitar kita dan di rumah kita bersih dan jauh dari serangan nyamuk yang berbahaya yaitu Aedes Aegypti


DAFTAR PUSTAKA

  • Anwar, Desi. 2002. Kamus Bahasa Indonesia Modern. Surabaya : Amalia
  • Atmosoedjono, Soeroto. 1986. Ayah Bunda. Jakarta : Yayasan Aspirasi Pemuda
  • Hidojat, Diana D.I. 1986. Ayah Bunda. Jakarta : Yayasan Aspirasi Pemuda
  • Sani, Moh. Mahmud, dkk. 2004. Al-Qur’an dan Terjemah Kelas 2. Mojokerto : CV. Sinar Mulia Pustaka