Makalah Pencemaran Lingkungan Dan Penanggulangannya 2017

Makalah Pencemaran Lingkungan Dan Penanggulangannya
Makalah Pencemaran Lingkungan Dan Penanggulangannya

Makalah Pencemaran Lingkungan Dan Penanggulangannya 2017

Makalahkita – Makalah Pencemaran Lingkungan Dan Penanggulangannya 2017 yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………   2

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………   3

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang……………………………………………………………………..4
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………………….4
  3. Tujuan ……………………………………………………………………………..4

BAB II PEMBAHASAN

  1. Pengertian Lingkungan Hidup……………………………………………………5
  2. Pencemaran Lingkungan Hidup…………………………………………………5
  3. Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global………………………………14
  4. Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan………………………………..14

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan ………………………………………………………………………16
  2. Saran………………………………………………………………………………16

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………    17

BAB I

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita memerlukan sumber daya alam dari ingkungan untuk memenuhi kebutuhan. Kebutuhan sandang, pangan, papan semuanya memerlukan lingkungan.

Namun dalam pemanfaatan sumber daya tersebut, terkadang manusia tidak memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan. Dan serakah dalam pemanfaatan lingkungan tersebut. Sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan. Dan  akhirnya berdampak pada manusia itu sendiri. Sehingga akan mengancam kelestarian makhluk hidup di dalamnya termasuk manusia. Dengan adanya kejadian tersebut, timbullah pemikiran manusia untuk melestarikan lingkungan tempat tinggalnya demi kelangsungan hidup generasi berikutnya. Sehubungan dengan peristiwa tersebut maka pencemaran lingkungan akan menjadi topik dalam makalah ini.

2. RUMUSAN MASALAH

  1. Apa yang dimaksud lingkungan ?
  2. Apa yang dimaksud pencemaran lingkungan ?
  3. Apa saja yang termasuk pencemaran lingkungan ?
  4. Apa dampak pencemaran lingkungan bagi manusia secara local maupun secara global?
  5. Bagaimana upaya penanggulangan pencemaran lingkungan ?

3. TUJUAN PENULISAN

  1. Untuk mengetahui pengertian lingkungan
  2. Untuk mengetahui pengertian pencemaran lingkungan
  3. Untuk mengetahui macam-macam pencemaran lingkungan
  4. Untuk mengetahui dampak pencemaran lingkungan bagi manusia secara local maupun secara global
  5. Untuk mengetahui cara penanggulangan pencemaran lingkungan
  6. Sebagai panutan untuk pembuatan makalah selanjutnya

BAB II
PEMBAHASAN

1.PENGERTIAN LINGKUNGAN

Lingkungan hidup adalah suatu satuan sistem yang kompleks yang berada di luar individu yang sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan suatu organisme; kesatuan dengan semua benda, daya keadaan dan semua makhluk, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya; suatu kesatuan hidup antarakondisi fisik yang mencakupkeadaan sumber daya alam seperti, tanah, air, energy surya mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun di dalam lautan dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana mengunakan lingkungan fisik tersebut. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang melangsungkan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.

2. PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pencemaran disebut juga dengan polusi, terjadi karena adanya  bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya merupakan efek samping dari aktifitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu:

  1. Pencemaran udara

Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

1) Pencemar Udara Berbentuk Gas

Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat

Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

Berikut ini adalah sebuah tulisan tentang pencemaran udara yang bersumber dari situs Kompasiana.com.

Tingkat Pencemaran Udara di Indonesia

09 July 2011 | 10:08

Tingkat pencemaran udara di Indonesia sangat mengkhawatirkan ,bahkan Indonesia menjadi Negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ke tiga di dunia. Menurut world bank juga menempatkan kota Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing, New Delhi, Mexico City. Di indonesia sendiri, data yang dipaparkan Oleh Pengkajian Ozon dan Polusi Udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasioanal(Lapan),Jawa Barat menduduki peringkat polusi udara tertinggi di Indonesia. Semua itu disebabkan oleh polusi udara antara lain oleh ;emisi transportasi, kebakaran hutan dan industri.

Dari sisi kesehatan,pencemaran udara dapat berakibat pada terganggunga kesehatan dan pertumbuhan anak-anak, misalnya anemia. Hal yang paling dikhawatirkan, anak bisa mengalami gangguan kemampuan berpikir, daya tangkap lambat, dan tingkat IQ rendah. Dan dalam pertumbuhan fisik akan berdampak pada gangguan seperti keterlambatan pertumbuhan dan gangguan pendengaran.

Pada orang dewasa, akan mempengaruhi sistem reproduksi atau kesuburan. Zat ini dapat mengurangi jumlah dan fungsi sperma sehingga menyebabkan kemandulan, dan juga mengganggu fungsi jantung, ginjal, dan menyebabkan penyakit stroke serta kanker.

Pada tahun 2001 anak-anak pernah dijadikan sampel riset dampak timbal. Dari sampel darah sebanyak 400 yang diambil dari siswa SD kelas II dan III di Jakarta, hasilnya sekitar 35 persen sampel ternyata memiliki kadar timbal dalam darah di atas normal. Angka ini berarti melebihi ambang batas kadar timbal pada tubuh anak-anak yang ditetapkan CDC (Center for Deseases Control and Prevention) yang hanya 10 mikrogram per desiliter.

Dampak pencemaran terhadap lingkungan : Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat mengganggu pertumbuhan dan rawan penyakit antara lain klorosis, nekrosis, danantara lain klorosis, nekrosis dan bintik hitam.

Penyebab hujan asam: ph biasa air hujan ada;lah 5,6 karena CO2 di atmosfir. Pencemaran udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan ph air hujana. Dampak dari hujan asam antara lain : Mempengaruhi kualitas air permukaan, merusak tanaman, melarutkan loga-logam berat serta bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.

Meningkatkan efek rumah kaca: Efek rumah kaca disebabkan oleh CO2, CFC,Metana Ozon, N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap oleh lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Pemanasan global sendiri akan berakibat pada: Pencairan es di kutub, Perubahan iklim, Perubahan siklus hidup flora dan fauna.

Kerusakan lapisan ozon: Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan pengurangan molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer.

Mengurangi pencemaran udara dapat dicegah dengan: Mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida, Pengolahan atau daur ulang limbah asap industri, Penghijauan dan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti, Menghentikan pembakaran hutan.

2. Pencemaran air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.

Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

Berikut ini adalah artike mengenai dampak dari pencemaran air. Yang bersumber dari PlasaMSN berita.

 Laporan Wartawan Surya David Yohanes

TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Kondisi Kali Brantas yang mulai tercemar, berdampak pada kepunahan sejumlah ikan endemik Kali Brantas.

Kepunahan ini juga disebabkan kebijakan pemerintah yang salah dalam konservasi ikan.

Dari hasil penelitian Ecoton yang dilakukan sejak empat tahun lalu, kondisi ikan endemik Brantas ini semakin menurun. Menurut seroang peneliti Ecoton, Prigi Arifandi, sebuah sungai merupakan satu kesatuan dari hulu hingga hilir. Kebijakan yang mengabaikan kesatuan ini yang membuat ikan sulit berkembang.

“Terutama pembangunan waduk. Karena waduk menjadi pemisah antara hulu dan hilir,” tutur Prigi, Rabu (21/8/2013).

Prigi menuturkan, keberadaan bendungan membuat siklus reproduksi ikan terganggu. Sebab, sejumlah ikan harus melakukan migrasi menuju hulu untuk melakukan reproduksi. Ketika migrasi tidak bisa dilakukan, maka proses reproduksi ikan menjadi terganggu.

“Seharusnya ada jalan ikan dalam setiap pembangunan bendungan. Itu langkah untuk menjaga keberadaan ikan endemik sebuah sungai,” terang Prigi.

Di sisi lain kata dia, dinas perikanan melakukan kesalahan dengan memasukan ikan asing ke Kali Brantas. Awalnya sejumlah ikan seperti ikan mas, nila, mujair dan pembersih kaca dilepas ke sungai sebagai bagian dari pengembangan perikanan. Namun ikan-ikan tersebut akhirnya menjadi penjajah bagi ikan endemik.

Invasi ikan asing ini, mendesak dan mengalahkan ikan asli. Mereka berkembang dengan cepat, sementara ikan asli tidak bisa mengimbangi keberadaan ikan-ikan ini.

“Yang perlu ditekankan, kalau ingin melepaskan ikan ke sungai seharusnya ikan asli sungai tersebut. Jangan ikan asing, karena akan menjadi pengganggu,” tambahnya.

Namun gangguan yang tidak kalah besar datang dari pencemaran limbah. Baik pencemaran limbah domestik atau rumah tangga maupun limbah industri, serta limbah pertanian.

Pencemaran ini membuat kualitas air Kali Brantas menurun dan mematikan ikan-ikan di dalamnya. Kondisi ini diperparah karena hilangnya kawasan hutan yang menjadi penopang sungai.

“Energi dari sungai itu berasal dari hutan. Kalau hutannya hilang maka kehidupan di sungai juga terganggu,” katanya

3. Pencemaran tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, atau limbah. air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat.

Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.

Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung , jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium , berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak , serta kerusakan ginjal.

Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, dan mungkin tidak bias di Obati, PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati, Organofosfat dan karmabat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Ada beberapa macam dampak pada kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit. Zat kimia diatas bila dosis yang bayak, menimbulkan pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.

Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehingga kesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.

Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

Berikut ini artikel mengenai pencemaran tanah. Yang bersumber dari Madura Terkini.

KEMAYORAN-Warga Dusun Tarogan, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota mengeluhkan bau tak sedap dari tumpukan sampah. Apalagi saat hujan turun, bau sampah makin menyengat. Hal tersebut diutarakan Abd. Rahman, warga setempat yang mengaku resah dengan adanya bau tak sedap yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah liar. Rahman menilai tumpukan sampah yang didatangkan dari sejumlah kelurahan di Kota Bangkalan tersebut, akibat tidak tersedianya TPA (tempat pembuangan akhir) yang memadai.

Ini yang jadi korban akibat penumpukan sampah liar itu lagi-lagi masyarakat. Padahal, jika pemerintah bersikap serius menangani sampah, kotornya lingkungan dan bau busuk itu tak perlu terjadi. Kampung kami sampai jadi kumuh kayak ini,” kesal Rahman. Selain bau, sampah itu menurut Rahman bisa jadi sarang penyakit. Apalagi sudah memasuki musim penghujan yang rawan akan DBD (demam berdarah dengue) dan penyakit difteri. (radar)

4. Pencemaran suara

Pencemaran suara adalah keadaan dimana masuknya suara yang masuk terlalu banyak sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan manusia.

Pencemaran suara cukup menjadi ancama serius bagi kualitas lingkungan terutama dibagian suasana. Sumber pencemaran suara adalah kebisingan, yaitu bunyi atau suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia. Bunyi disebut bising apabila inetensitasnya telah melampaui 50 desibel.

Suara dengan intensitas tinggi, seperti yang dikeluarkan oleh banyak mesin industri, kendaraan bermotor, dan pesawat terbang bila berlangsung secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu manusia, bahkan menyebabkan cacat pendengaran yang permanen.

Pencemaran suara dapat ditimbulkan oleh adanya suara bising yang disebabkan oleh suara mesin pabrik, mesin penggilingan padi, mesin las, pesawat, kendaraan bermotor yang berlalu-lalang, dan suara kereta api.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep 48/MENLH/11/1996 tentang baku tingkat kebisingan menyebutkan bahwa kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.

  1. Jenis-Jenis Kebisingan Jenis-jenis kebisingan ada empat macam, yaitu:
  2. kebisingan yang terus-menerus dengan jangkauan frekuensi yang sempit, misalnya, mesin gergaji;
  3. kebisingan yang terputus-putus, misalnya, suara arus lalu lintas atau pesawat terbang;
  4. kebisingan impulsif, misalnya, tembakan, bom, atau suara ledakan;
  5. kebisingan impulsif berulang, misalnya, suara mesin tempa
  1. Dampak Pencemaran Suara (Kebisingan)

Suara bising ini dapat menyebabkan terganggunya pendengaran manusia. Selain itu, lama-kelamaan suara bising ini akan menimbulkan berbagai keluhan pada tubuh kita, misalnya, pusing, mual, jantung berdebar-debar, sulit tidur, badan kaku, dan naiknya tekanan darah.

Tingkat kebisingan atau ukuran energi bunyi dinyatakan dalam satuan desiBell (dB). Pengukurannya menggunakan alat yang bernama Sound Level Meter.

Berikut ini adalah artikel yang berhubungan sengan pencemaran suara. Sumber Suarakawan.com

Suara dan Kebisingan di Perkotaan Tak Terelakkan

26 Mar 2011 // 18:55 // HEADLINE, LINGKUNGAN

SURABAYA – Polusi suara dan kebisingan tampaknya tak bisa lagi terelakkan, terutama di daerah perkotaan dan kawasan industri. Polusi udara ini berdampak pada alat pendengaran manusia, yakni telinga.  Hal ini terungkap dalam diskusi Masyarakat Bebas Bising (MBB) di Co2 Library, Jalan Doktor Sucipto 20, Surabaya, Sabtu (26/3) sore.

Panel diskusi dengan tema “Kebisingan Sebagai Polusi Yang Merajalela” , kata Panitia Diskusi MBB, Gema Swaratyagita, sebagai wujud dalam rangka menyambut hari bumi dan tentunya sangat berhubungan sekali dengan ‘Earth Hours’.

Gema menjelaskan kebisingan tidak sekedar menimbulkan rasa tidak nyaman namun juga dapat menimbulkan efek serius bagi kesehatan manusia. Dan alat-alat tertentu menimbulkan kebisingan sedemikian hebatnya bahkan menggangu penduduk yang tinggal di sekitar pabrik hingga radius ratusan meter.

” Kebisingan mesin pabrik kontribusi tertinggi kebisingan yang mengakibatkan telinga manusia rusak. Selain itu, dipadatnya kendaraan di jalan raya. (dp)

Sementara itu, Badan kesehatan Dunia (WHO) melaporkan,  8 – 12% penduduk dunia menderita dampak kebisingan dalam berbagai bentuk. Angka itu diperkirakan akan terus meningkat.

Tidak diragukan lagi, kebisingan dapat menyebabkan kerusakan pendengaran, baik yang sifatnya sementara ataupun permanen. Hal ini sangat dipengaruhi oleh intensitas dan lamanya pendengaran terpapar kebisingan. Intensitas bunyi adalah arus energi per satuan luas yang dinyatakan dalam satuan desibel (dB). (dp/ara)

3. DAMPAK PENCEMARAN BAGI MANUSIA SECARA GLOBAL

Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.

Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

4. UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:

  1. Membuang sampah pada tempatnya

Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.

Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.

  1. Penanggulangan limbah industri

Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.

Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

  1. Penanggulangan pencemaran udara

Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.

  1. Diadakan penghijauan di kota-kota besar

Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

  1. Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai

Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.

Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

  1. Pengurangan pemakaian CFC

Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.

BAB III
PENUTUP

1.KESIMPULAN

Pencemaran lingkungan terjadi karena dua faktor. Terjadi karena peristiwa alam dan karena ulah manusia itu sendiri yang tidak menyadari tentang dampak dari perbuatannya itu. Pencemaran lingkungan terbagi atas empat bagian. Pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.

 B. SARAN

Sebaiknya manusia mulai menyadari akan pentingnya lingkungan, dan memulai pelestarian lingkungan sejak dini. Jika bumi ini tidak dijaga oleh kita bagaimana generasi yang akan datang. Akankah mereka merasakan indahnya bumi ini. Bumi ini milik kita bersama maka sudah kewajiban kita untuk menjaganya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Hadiwijoto, S. 1983. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Penerbit Yayasan Idayu. Jakarta
  • Biro Bina Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. 1998. Laporan Neraca Kualitas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. Biro Bina Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Jakarta
  • Djuwendah, E., A. Anwar, J. Winoto, K. Mudikdjo. 1998. Analisis Keragaan Ekonomi dan Kelembagaan Penanganan Sampah Perkotaan, Kasus di Kotamadya DT II Bandung Provinsi Jawa Barat. Tesis Program Pascasarjana IPB. Tidak diterbitkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*