Makalah Periodisasi Tarikh Tasyri Yang Benar

Makalah Periodisasi Tarikh Tasyri
Makalah Periodisasi Tarikh Tasyri

Makalah Periodisasi Tarikh Tasyri Yang Benar

Makalahkita – Makalah Periodisasi Tarikh Tasyri Yang Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Merunut pada ulasan contoh makalah, saya berharap ini menjadi referensi kawan-kawan pelajar dalam memenuhi tugas makalah siswa dan tugas makalah mahasiswa. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Berikut Contoh Makalah yang saya sajikan untuk semua:

Sebelumnya, untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang………………………………………………………………………………….. 4

B. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………4

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………………………….5

a.  Tasyri’ pada Periode Mekah…………………………………………..6

b.   Tasyri’ pada Periode Madinah…………………………………………7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………………………………….17

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..21

BAB I

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG MASALAH

Tasyri’ memiliki sejarah pertumbuhan dan perkembangan dari masa ke masa, setapak   demi setapak menuju kesempurnaannya dan selalu sesuai dengan kondisi  masyarakatnya. Sejarah  tasyri’ berkembang sejak adanya islam, yaitu sejak  masa Rasulullah SAW samapai sekarang. Tasyri’ terbentuk sesuai dengan keperluan masyarakat untuk mengatur kehidupan demi mencapai kesejahteraan hidup, baik didunia maupun diakhrat.

Pada masa Rasulullah SAW, permasalahan  dimasyarakat begitu  banyak. Segala  permasalahan diserahkan  kepada  beliau  yang  berpedoman  dengan  Al Quran dan Al Hadis. Akan tetapi, setelah wilayah Islam menjadi luas dan menghadapi permasalahan yang baru,maka dasar tasyri’ menjadi berkembang, yaitu menggunakan Al Quran, Hadis, dan Ijtihad. Dari Ijtihad inilah muncul berbagai metode sesuai dengan metodeyang ditemukan para mujtahid. Sesuai dengan latar belakang diatas,  pembahasantentang Tarikh Tasyri’ ini, akan membahas tentang Pengenalan Priode Tasyri’.

B. RUMUSAN MASALAH

a.  Apa saja pembagian dari Periode Tasyri’?

B. Apa saja Perkembangan dari setiap Periode tersebut?

BAB II

PEMBAHASAN

1.Periodesasi perkembangan Tarikh Tasyri’

Para ulama menggunakan dua cara unutk membagitahapan demi tahapan perkembangan syariat islam. Diantara mereka ada yang menjadikan pembagian syariat  islam  sama  seperti perkembangan  manusia dari  segi tahapan perkembangan, manusia mengalami zaman kanak-kanak, dewasa dan zaman tua, demikian juga halnya dengan syariat islam dalam perkembangannya.

Ada juga yang menjadikan pembagian ini dengan melihat aspek perbedaan dan ciri-cri utama yang juga mempunyai pengaruh yang besar dalam fiqih, merekayang  mengguanakan  cara  ini  juga  berbeda  pendapat tentang  jumlah  tahapan syariat islam. Sebagian mengatakan empat fase, sebagian lagi mengatakan ada lima, ada yang enam, dan ada juga pendapat yang lain yang mengatakan tujuh.

Menurut Prof. Dr. Al Yasa’ Abubakar membaginyadalam enam periode sebagai berikut.

a.  Periode Pra  Fiqih  atau  masa  Tasyri’,  masa Pewahyuan  atau  masa Rasulullah SAW.

b.   PeriodeSahabat.

c.  Periode Kelahiran Mazhab

d. Periode pemantapan dan pengembangan Mazhab.

e. Periode kemunduran

f.  Periode kebangkitan Ke

  1. Periode Rasulullah

Tasyri’ pada masa Rasulullah disebut masa pembentukan hukum (al-insya’ wa al-takwin), karena padamasa beliau inilah mulai tumbuh dan terbentuknya hukum islam, yaitu tepatnya ketika nabi hijrah ke madinah danmenetap selama 10 tahun. Sumber asasinya adalah  wahyu, baik Al Quran mau pun Sunnah Rasul  yang terbimbing oleh wahyu. Masa   ini sekalipun singkat,tetapi sangat menentukan untuk perkembangan hukum dan keputusan hukum berikutnya.1

Sumber  atau  kekuasaan  tasyri’  pada  priode  ini dipegang  oleh  Rasulullah sendiri dan tidak seorang punyang boleh menentukan hukum suatu masalah, baik untukdirinya sendiri maupun orang lain. Dengan adanyaRasulullah ditengah- tengah mereka serta dengan mudahnya mereka mengembalikan setiap masalah kepada beliau, maka tidak seorang pun yang beraniberfatawa dangan hasil ijtihad sendiri. Bahkan jika mereka dalam menghadapi suatu peristiwa atau terjadi persengketaan, mereka langsung mengembalikan kepada Rasulullah dan beliaulah yang selanjutnya akan memberifatwa kepada mereka, menyelesaikankan sengeta, dan menjawab pertanyaan dan masalah yang mereka tanyakan.2 Atas dasar ini, perundang-undangan pada masa Rasulullah mengalami dua periode, yaitu periode Tasyri’ pada periode mekah,dan periode tasyri’ madinah.3

a. Tasyri’ pada Periode Mekah

Periode  ini  terhitung  sejak  Rasulullah  diangkat  menjadi Rasul  sampai  beliau hijrah ke madinah, periode iniberlangsung selam 13 tahun. Perundang-undangan pada periode ini  lebih fokus pada upaya mempersiapkanmasyarakat agar dapat menerima hukum islam. Olehsebab itu, wahyu  pada periode ini turun untuk

memberikan petunjuk dan arahan kepada manusia kepada dua perkara:

1 Abdul Majid Khon, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: AMZAH, 2013), hlm 16.

2 Abdul Majid Khon, Tarikh Tasyri’,…..hlm16.

3 Rasyad Hasan Khalil, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm 41-43.

1) Mengokohkan akidah yang benar dalam jiwa atasdasar iman kepa Allah SWT dan bukan untuk orang lain, beriman kepada kitab, rasul, dan hari akhir. Semua bersumber dari Al Quran yang kemudian dijelaskan dalam beberapa ayat dalam Al Quran itu sendiri.

2) Membentuk  akhlak  agar  manusia  memiliki  sifat-sifat  yang  tercela.  Al Quran  memerintahkan mereka  agar  berkata  jujur,  amanah,  menempati janji, saling tolong menolong atas dasar kebajikan dll.

2. Tasyri’ pada periode Madinah

Periode ini berlangsung sejak hijrah Rasulullah SAW darimekah hingga beliau wafat, periode ini berjalan selam 10 tahun. Perundang-undangan hukum islam pada periode inimenitikberatkan pada aspek hukum-hukum praktikal dandakwah islamiyah, pada fase ini membahas tantang akidah dan akhlak. Oleh sebab itu, perlunya adanyaperundang-undangan yang mengatur tentang kondisimasyarakat dari setiap aspek, satu persatu ia turun sebagai jawaban terhadap semua permasalahan, kesempatan, dan perkembangan.

Secara umum,  semua  hukum  baik  yang berupa perintah atau larangan kepada mukhallaf turun padafase ini kecuali hanya sedikit, seperti hukum shalat yangturunnya pada waktu isra’ dab mi’raj satu tahun sebelumrasul berhujirah ke madianah, selain ini ada juga berupa ibadah, muamalah, jinayyah, hudud, warisan, wasiat, pernikahan, dan talak, semua turun pada fase ini.

  1. Periode Sahabat (10 – 100 H)

Masa ini dimulai sejak Rasulullah wafat (10 H) dan berakhir ketika sahabat terakhir meninggal dunia, sekitar100 hijriah. Sahabat Rassullah merupakan orang yang pertama kali memikul beban setelah Rasulullah tiadauntuk menjelaskan tentang syariat islam danmengaplikasikannya terhadap segala permasalahan yang muncul. Diantara permasalahan yang muncul ada yangdisebutkan nash-nya dan ada  yang belum disebutkan hukumnya. Oleh sebab itu, para sahabat dituntut untuk mengeluarkan hukum (istinbat) dengan metode yang jelas sesuai dengan pertunjuk Rasulullah sehingga produk hukum yang ditetapkan tidak kontradiktif.4

Pada masa periode ini dibagi menjadi dua, yaituperiode sahabat senior dan periode sahabat junior dan tabi’in

1)  Periode Sahabat Senior

Wewenag tasyri’ pada masa ini dipegang parasahabat senior (khulafa ar- rasyidin). Mereka menafsirkannash-nash hukum Al Quran dan hadis Rasulullah serta memberi fatwa yang kemudian dijadikan peagangansebagai dasar dalam berijtihad5.  Dan  sebab  umat  islam pada    waktu  itu  tidak  mampu  memahami hukum-hukum yang ada. Hal ini disebabkan oleh faktor faktor berikut6.

a. Diantara umat islam ada  yang masihawam yang tidak mampu dalam memahami nash-n

Materi perundang-undangan dari nashtidak tersebar secara luas dikalangan kaummuslimin, mengingat Al Quran baru ditulisdan dikodofokasikan bertahun-tahun setelah turunya. Demikian juga hadis belum dibukukan sama sekali.

c. Banyak permasalahan yang sebelumnyatidak pernah terjadi pada masa Rasulullah.

Berdasarkan faktor diatas, para sahabat bangkitdan memegang wewenang tasyri’ untuk  memberikan penjelasan  atau  penafsiran  kepada  kaum  mulimin tentang hal-hal yang terkait. Para sahabat bertindak sebagai pembuat peraturan (musyarri’)  yaitu menerangkan  kedudukan  nash,  menghubungkan satu dengan yang lainnya,  serta memberi fatwa tentang hal  yang tidak  ada didalam  nash.

4 Abd Rasyad Hasan Khalil, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm61.

5 Abdul Majid Khon, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: AMZAH, 2013), hlm 51.

6 Abdul Wahab Khallaf, Khulasah Tarikh Al-Tasyri’ Al-Islami,(Solo:Ramadhani, 1974), 30-31.

Mereka bergaul lama dengan Rasulullah, menyaksikan sebab-sebab turunya ayat dan sebab-sebab datangnya hadis, dan menjadi anggota musyawarah ketika beliau masih hidup. Oleh karena itu, lahirlah para pakar penafsiran nash dan berijtihad jika tidak ada nash. Mereka menjadi rujukan kaum muslimin sepanjang masa.

2)  Periode Sahabat Junior dan Tabi’in

Tasyri’ pada periode ini dimulai satelah masakhulafa ar-rasyidin, yaitu sejak masa Bani Umayyah yang dididrikan oleh  Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 41 hijriyah hingga timbul berbagai segi kelemahan pada kerajaan arab pada awal abad kedua hijriah. Pada masa inidiwarnai pemberontakan dari golongan Khawarij danSyiah. Golongan khawarij mengancam membunuhkhalifah yang zalin dan keluarganya, sedangkan syiah berkeyakinan bahwa pemerintahan merupakan  hak  Ali dan  keluarganya,  dana  setipa  yang  erampas  hak tersebut adalah zalim dan pemerintahanya tidak sah.

Suasana politik pada masa ini kerap kali terjadikeguncangan di mana, terutama setelah terbunuhnyahusain bin ali di irak. Usaha pemulihan dan perdamaiandilakukan dari khalifah ke khalifah, tetapi tidak lama kemudian bergejolak kembali. Gejolak ini terus terjadimulai dari khalifah Abdul malik Bin Marwan sampaikhalifah Al-Walid Bin Malik. Pada masa khalifah AbdulAziz, gejolak mulai mereda.

Ada beberapa beberapa hal yang mempengaruhiperkembangan tasyri’ pada periode ini, yaitu

a) Perpecahan kaum muslimin dalam politik

b) Terpencarnya ulama ke berbagai negara

c) Tersebarnya para periwayat hadis

d) Munculnya pendustaan terhadap hadis Rasulullah

Pada masa ini, ada empat sumber tasyri’ yangdigunakan yaitu Al Quran, sunnah, ijma’ sahabat, dan qiyas. Pada masa ini juga, wewenang untuk menetapkan  tasyri’ dipegang oleh generasi sahabat junior dan tabi’in.Dalam fatwa mereka, muncullah metode yang berbeda,lalu terbentuklah ahli hadis dan ahli ra’yu. Ahli hadisselanjutnya disebut dengan Madrasah Al hijaz dyangberpusat di madinah dan mekah, sedang ahli ra’yu disebut madrasah al-iraq yang berpuasat di iraq.

  1. Periode Mazhab (100-300 H bersamaan 720-920M)

Periode ini mulai dari kewafatan sahabat terakhir,masih pada masa kekhalifahan Bani Umayyah diDamaskus (berakhir 132-750) dan berlanjut pada masakekhalifahan Bani Abbas di Baghdad sertapemerintahan Bani Andalus. Pada masa ini para ulamaberupaya melahirkan dan mengembangkan berbagai cabang ilmu-ilmu keislaman, seperti ilmu kalam, ilmu fiqih,ilmu yang berhubungan   dengan   Al   Quran   dan   Tafsir,  ilmu   yang   berkaitan   dengan periwayatan dankesahihan hadis serta pemahan dan kedudukannyasebagai ilmu pengetahuan, serta ilmu yang berhubungan dengan bahasa arab.

Fenomena   perkembangan tasyri’ pada   periode  ini,   juga   berkembang kajian-kajian ilmiah, kebebasan berpendapat, banyaknya fatwa-fatwa dan kodifikasi  ilmu, bahwa tasyri’  memiliki  keterkaitan  sejarah  yang panjang dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.7

Seperti  contoh  hukum  yang  dipertentangkan oleh  Umar  bin  Khattab dengan Ali bin Abi Thalib ialahmasa ‘iddah wanita hamil yang ditinggal mati olehsuaminya. Golongan sahabat berbeda pendapat danmengikuti salah satu munculnya  mazhab  dalam  sejarah terlihat  adanya  pemikiran fiqh  dari  zaman sahabat, tabi’in hingga  muncul  mazhab-mazhab fiqh  pada periode  ini  untuk memahami pendapat tersebut, sehingga munculnyamazhab-mazhab yang dianut. 7 Mun’im. A. Sirry, Sejarah Fiqh Islam, (Islamabat: Risalah Bush, 1995),hlm 76. Di samping itu, adanya pengaruh turun temurun dari ulama-ulama yang hidup sebelumnya tentang timbulnya   mazhab,   ada   beberapa   faktor   yang mendorong lahirnya mazhab, diantaranya.8

1) Karena semakin meluasnya wilayah kekuasaanIslam sehingga hukum Islam menghadapi berbagai macam masyarakat yangberbeda-beda tradisinya.

2) Munculnya ulama-ulama besar pendiri mazhab-mazhab fiqh berusaha menyebarluaskan  pemahamannya dengan  mendirikan pusat-pusat study tentang fiqih, yang diberi nama al-Madzhab atau al-Madrasah .

3) Adanya kecenderungan masyarakat Islam ketika memilih salah satu pendapat dari ulama-ulama mazhab ketika menghadapi masalah hukum. Sehingga pemerintah (khalifah) merasa perlu menegakkan hukum Islam dalam pemerintahannya.

4) Permasalahan politik, perbedaan pendapat dikalangan muslim awal tentang masalah politik sepertipengangkatan khalifah-khalifah dari suku apa, ikut memberikan saham bagi munculnya berbagai mazhab hukum Islam.

Sementara Huzaemah Tahido Yanggomengelompokkan mazhab-mazhab sebagai berikut.9

     Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah

Ø  Ahl al-Rayi

  • Kelompok ini dikenal pula dengan Mazhab Hanafi

Ø  Ahl al-Hadis terdiri atas :

  • Mazhab Maliki
  • Mazhab Syafi
  • Mazhab Hambali

8 Mahjuddin, Ilmu Fiqih, (Jember: GBI Pasuruan, 1991), hlm 111.

9 Huzaemah Tahido Yanggo, Pengantar Perbandingan Mazhab,(Jakarta : Logos, Cet. III, 2003), hlm 76.

     Syiah

  • Syiah Zaidiyah
  • Syiah Imamiyah

     Khawarij

     Mazhab-mazhab yang telah musnah

  • Mazhab al-Auzai
  • Mazhab al-Zhahiry
  • Mazhab al-Thabary
  • Mazhab al-Laitsi
  1. Periode Pemantapan Dan Pengembangan Mazhab(300-800 H bersamaan 920-1400M)

Periode ini dimulai dari kewafatan mujtahid yangterakhir, yaitu Ibnu Jarir Al- Thabarani (310H/920M) danberakhir dengan kewafatan tokoh pemikir iorisinal yang terakhir Ibnu Khaldun (808H/1406M).

Pendapat imam mazhab Pada periode ini sudah disempurnakan, dijelasakan, dikembangkan bahkan adayang ditandingi/diganti oleh murid-muirdnya sehingga menjadi sebuah mazhab yang mempunyai pokokpegangan, dan juga memberikan motodepenjelasan/penalaran, dan ciri-ciri tertentu yang membedakankan dengan mazhab yang lainnya, pada periode ini Usul Fiqih juga disempurnakan.

Pada perkembangan  berikutnya, diujung periode  ini, pendapat  yang sudah dalam mazhab, bukan hanya didukung dan dikembangkan tetapi dibela secara fanatik bahkan dikultuskan (penghormatan secara berlebihan), sehingga memunculkan rasa ta’ashshub (fanatik) yang mematikan dialog dan diskusi, yang pada tahapan berikutnya memunculkan anggapan adanya penutupan pintu ijtihad.

Perbedaan mazhab menjadi tajam, pemerintah lokal cenderung memilih mazhab    dan  sampai    batas   tertentu  memaksakannya kepada  penduduk diwilayahnya, misalnya mengangkat qadhi dan muftihanya dari tokoh mazahab yang dianut/dipilih. Sebagai akibat perbedaan mazhab yang tajam ini, diMasjid Haram, Masjid Nabawi Madinah, dan Masjid Al-Aqsha Baitul Maqdis, kaum muslimin memcahkan dirimenjadi tiga sampai 5 jamaah shalat (lima orang imam) berdasarkan mazhab tipa shalat fardhu. Menurut uraian dalam bukuku tentang kisah perjalanan, keadaaan ini kuatdugaan sudah dimulai sejak akhir abad kelima hijriah (abad kedua belas masehi).

  1. Periode Kemunduran

Seratus tahun sebelum awal periode kemunduran,terjadi penghancuran Baghdad (1258M/656H), dan kota-kota lainnya oleh tentara Mongol Tartar, yang secara langsung  atau tidak,  menyebabkan  kemunduran  bahkan  kehancuran berbagai segi peradaban islam,lembaga-lembaga pendidikan telah dihancurkan, guru-gurubanyak yang dibunuh atau berhijrah kebagian barat duniaislam. Pusat- pusat kebudayaan islam dan pemikiranisla   pindah ke asia kecil, mesir, afrika utara, dan india.

Setelah ini pada tahun 1364 timur lenk seorangpenguasa muslim dari samarkand, mulai melakukanpenjarahan dan penghancuran dunia muslim yang dianggap  sebagai  lawan.  Dia  bergerak  cepat  dari  Transxonia  (uzbekistan, ferghana, khwaram) menyerangdan menghancurkan iran (1379) dan irak. Setalah ini diamemimpin pasukan melintasi padang pasir (1395) lalumenjarah delhi (1398). Beliau bergerak kesemua penjuru dunia islam, hingga jauh ke anatolia dan suriah serta meninggal pada tahun 1405.

Dampak utama dari peristiwa ini terhadap kebudayaanmasyarakar muslim adalah tersebarnya tasawuf yang bercampur dengan mistisme dan magis (tarekat) secaracepat karena menjadi satu-satunya bentuk oraganisasisosial yang diterima. Sikap dan sosial para sufimenjawab kebutuhan ratusan ribu penduduk   yang kehidupan mereka hancur oleh penjagal mongol yangbengis dan wabah pes yang mengiringinya.

Pada  tatun  1453M/857H  islam  berhasil  merebut konstantinopel  yang  oleh orang eropa digunakansebagai tanda berakhirnya zaman kegelapan danmulainya zaman renaissance di eropa. Begitu juga selamaperiode ini berbagai penemuan ilmu pengetahuan danteknologi maupun bidang filsafat yang telah maju dengan pesat.

Sampai awal abad ke delapan belas negeri-negerimuslim relatif masih kuat, masih mampu bersaing denganorang-orang eropa yang datang dari timur melalui jalur laut di awal abad enam belas. Tetapi secara perlahankekusaan ini menjadi semakin lemah, karena adanya kemerosotan ilmiah, ekonomi, dan setelah itu politik,sehingga pada akhir abad sembilan belas. Kekuasaan mereka di gerogoti oleh penguasa negara-negara barat.

Kemajuan ilmu pengetahuan pun terhenti, karena pintu ijtihad sudah ditutup bersamaaan dengan  perekonomian yang  mundur  secara  perlahan-lahan.  Kitab yang  ditulis para  ulama hanyalah  sekedar  mengulangi  apa  yang telah  ada, pendapat bahwa pintu ijtihad sudah tertutup semakin kuat dan merata. Ilmu merubah dari suatu yang baku, yang cukup sekedar dipahami dan dihafal. Fungsi ilmu berubah dari melakukan inovasi dan perubahan sertamengembangkan masyarakat untuk menghafal dan mempertahankan status quo. Ilmu di dunia islam terutama   fiqih   menjadi   ideologi   bahkan   menjadi   ideologi   bahkan   dogma memfosil.

Diujung periode ini  Pengetahuan dan penemuan  baru cenderung dianggap bid’ah, karena ilmu danpendapat ulama masa lalu dianggap telah final dan sempurna sehingga tidak dapat ditandingi dan tidak boleh diubah,tidak ada tokoh islam pembaharu di bidang fiqih dan juga ilmu pengetahuan lainnya yang lahir pada periode ini.

  1. Periode Kebangkitan Kembali

Periode ini mempunya karakteristik dan coraktersendiri, antara lain dapat menghadirkan fiqih ke zaman baru yang sekalan dengan perkembangan zaman, dapat memberi memberi saham dalam menentukan jawabanbagi setiap permasalahan yang muncul pada hari ini daisumbernya yang asli, menghapus taqlid, dan tidak terpakudengan mazhab atau kitab tertentu.

Indikasi kebangkitan fiqih pada zaman ini dapat dilihatdari dua aspek, yaitu sebagai berikut.10

a.  Pembahasan Fiqih Islam

Pada zaman ini para ulama memberikan perhatianyang sangat besar terhadap fiqih Islam, baik dengan caramenulis buku ataupun mengkaji. Apabila kita ingin menuliskan beberapa indikasi kebangkitan fiqih Islampada zaman ini dari aspek sistem kajian dan penulisan, dapat dirincikan sebagai berikut:

1) Memberikan perhatian khusus terhadap kajianmazhab-mazhab dan pendapat-pendapat fiqhiyahyang sudah diakui tanpa ada perlakuan khusus antara satu mazhab dengan mazhab lain.

2)  Memberikan perhatian khusus terhadap kajian fiqih tematik.

3)   Memberikan perhatian khusus terhadap fiqih komparasi.

4)  Mendirikan lembaga-lembaga kajian ilmiah danmenerbitkan ensiklopedi fiqih. Beberapa contoh kreativitas di bidang ini

5)  Lembaga Kajian Islam di Al-Azhar, didirikan di Mesir pada tahun 1961M.

6)  Kantor  Pusat  Urusan  Islam,  di  bawah koordinator  Kementrian  Waqaf Mesir.

7)  Ensiklopedi fiqih di Kuwait.

8)  Ensiklopedi fiqih di Mesir.

10 Abd Rasyad Hasan Khalil, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: Amzah, 2009), hlm313-136.

7. Kodifikasi Hukum Fiqih

Kodifikasi adalah upaya mengumpulkan beberapamasalah fiqih dalam satu bab dalam bentuk butiran bernomor. Tujuan dari kodifikasi adalah untuk merealisasikan dua tujuan sebagai berikut.

1)  Menyatukan   semua   hukum   dalam   setiap   masalah   yang   memiliki kemiripan, sehingga tidakterjadi tumpang tindih. Contohnya para hakim tidakboleh memberikan keputusan di luar undang-undang yang telah ditetapkan untuk menghindari keputusan yang kontradiktif.

2) Memudahkan  para  hakim  untuk  merujuk  semua hukum  fiqih  dengan susunan yang sitematik.

BAB III

PENUTUP

1.KESIMPULAN

a. Periodesasi perkembangan Tarikh Tasyri’

  1. Periode Rasulullah

Tasyri’ pada masa Rasulullah disebut masa pembentukan hukum (al-insya’ wa al-takwin), karena padamasa beliau inilah mulai tumbuh dan terbentuknya hukumislam, yaitu tepatnya ketika nabi hijrah ke madinah danmenetap selama 10 tahun. Pada perioide ini dibagi menjadi dua periode yaitu:

a.  Periode Tasyri’ pada Periode Mekah

Periode  ini  terhitung  sejak  Rasulullah  diangkat menjadi  Rasul  sampai beliau hijrah ke madinah, periodeini berlangsung selam 13 tahun, pada periode ini   lebihfokus pada upaya mempersiapkan masyarakat agar dapatmenerima hukum islam.

b. Periode Tasyri’ pada Periode Madinah

Periode ini berlangsung sejak hijrah Rasulullah SAWdari mekah hingga beliau wafat, periode ini berjalanselama 10 tahun. Perundang-undangan hukum islam pada periode ini menitikberatkan pada aspek hukum-hukumpraktikal dan dakwah islamiyah, pada fase ini membahas tantang akidah dan aklhak

  1. Periode Sahabat

Masa ini dimulai sejak Rasulullah wafat, SahabatRassullah merupakan orangmyang pertama kali memikulbeban setelah Rasulullah tiada untuk menjelaskan tentangsyariat islam dan mengaplikasikannya terhadap segala permasalahan yang muncul. Pada periode ini dibagi menjadi dua yaitu:

a.  Periode Sahabat Senior

Wewenag tasyri’ pada masa ini dipegang parasahabat senior (khulafa ar- rasyidin). Mereka menafsirkannash-nash hukum Al Quran dan hadis Rasulullah sertamemberi fatwa  yang kemudian dijadikan  pegangansebagai dasar  dalam berijtihad

b. Periode Sahabat Junior dan Tabi’in

Tasyri’ pada periode ini dimulai satelah masakhulafa ar-rasyidin, yaitu sejak masa Bani Umayyah yang dididrikan oleh  Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 41hijriyah hingga timbul berbagai segi kelemahan pada kerajaan arab pada awal abad kedua hijriah. Pada masa inidiwarnai pemberontakan dari golongan Khawarij danSyiah. Golongan khawarij mengancam membunuhkhalifah yang zalin dan keluarganya, sedangkan syiah berkeyakinan bahwa pemerintahan merupakan  hak  Ali dan  keluarganya,  dana  setipa  yang  erampas  hak tersebut adalah zalim dan pemerintahanya tidak sah.Ada beberapa beberapa hal  yang mempengaruhi perkembangan tasyri’ pada periode ini, yaitu

     Perpecahan kaum muslimin dalam politik

     Terpencarnya ulama ke berbagai negara

     Tersebarnya para periwayat hadis

     Munculnya pendustaan terhadap hadis Rasulullah

  1. Periode Mazhab

Pada masa ini para ulama berupaya melahirkan dan mengembangkan berbagai cabang ilmu-ilmu keislaman,seperti ilmu kalam, ilmu fiqih, ilmu yang berhubungan  dengan   Al   Quran   dan Tafsir,   ilmu   yang   berkaitan  dengan periwayatan dan kesahihan hadis serta pemahandan kedudukannya sebagai ilmu pengetahuan, serta ilmuyang berhubungan dengan bahasa arab, ada beberapa faktor yang mendorong lahirnya mazhab, diantaranya:

a. Karena semakin meluasnya wilayahkekuasaan Islam sehingga hukum Islam menghadapi berbagai macam masyarakatyang berbeda-beda tradisiny Munculnya  ulama-ulama   besar

pendiri mazhab-mazhab fiqh berusaha menyebarluaskan pemahamannya dengan mendirikan pusat-pusat study tentang  fiqih, yang  diberi  nama al- Madzhab atau al-Madrasah .

Sementara  Huzaemah  Tahido  Yanggo mengelompokkan  mazhab-mazhab sebagai berikut.

     Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah

Ø  Ahl al-Rayi

  • Kelompok ini dikenal pula dengan Mazhab Hanafi

Ø  Ahl al-Hadis terdiri atas :

  • Mazhab Maliki
  • Mazhab Syafi
  • Mazhab Hambali

     Syiah

  • Syiah Zaidiyah
  • Syiah Imamiyah

     Khawarij

     Mazhab-mazhab yang telah musnah

  • Mazhab al-Auzai
  • Mazhab al-Zhahiry
  • Mazhab al-Thabary
  • Mazhab al-Laitsi
  1. Periode Pemantapan Dan Pengembangan Mazhab

Pendapat   imam   mazhab   Pada   periode   ini  sudah   disempurnakan, dijelaskan, dikembangkan bahkan ada yang ditandingi/diganti oleh murid- muirdnya sehingga menjadi sebuah mazhab yang mempunyai pokok pegangan, dan juga memberikan motodepen jelasan/penalaran, dan ciri-ciri tertentu yang membedakankan dengan mazhab yang lainnya, pada periode ini Usul Fiqih juga disempurnakan.

Perbedaan mazhab menjadi tajam, pemerintahlokal cenderung memilih mazhab dan sampai batas tertentu memaksakannya kepada penduduk diwilayahnya, misalnya mengangkat qadhi dan mufti hanya dari tokohmazahab yang dianut/dipilih.

  1. Periode Kemunduran

Pada periode ini ilmu pengetahuan pun terhenti, karenapintu ijtihad sudah ditutup bersamaaan dengan perekonomian yang mundur secara perlahan-lahan. Kitabyang ditulis para ulama hanyalah sekedar mengulangi apayang telah ada, menurut pendapat bahwa pintu ijtihadsudah tertutup semakin kuat dan merata. Ilmu merubah dari suatu yang baku, yang cukup sekedar dipahami dandihafal. Fungsi  ilmu  berubah  dari  melakukan  inovasi dan  perubahan  serta mengembangkan masyarakat untuk menghafal dan mempertahankan status quo. Ilmudi dunia islam terutama fiqih menjadi ideologi bahkanmenjadi ideologi bahkan dogma memfosil.

  1. Periode Kebangkitan Kembali

a.  Pembahasan Fiqih Islam

Pada zaman ini para ulama memberikan perhatianyang sangat besar terhadap fiqih Islam, baik dengan cara menulis buku ataupun mengkaji

b. Kodifikasi Hukum Fiqih

Kodifikasi adalah upaya  mengumpulkanbeberapa masalah fiqih dalam satu bab dalam bentuk butiran bernomor

DAFTAR PUSTAKA

  • Khon  Abdul Majid, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: AMZAH, 2013). Rasyad Hasan Khalil, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: Amzah, 2009).
  • Mun’im. A. Sirry, Sejarah Fiqh Islam, (Islamabat:Risalah Bush, 1995). Abd Rasyad Hasan Khalil, Tarikh Tasyri’, (Jakarta: Amzah, 2009).
  • Abdul Wahab Khallaf, Khulasah Tarikh Al-Tasyri’ Al-Islami,(Solo: Ramadhani, 1974).
  • Mahjuddin, Ilmu Fiqih, (Jember: GBI Pasuruan, 1991).\
  • Huzaemah Tahido Yanggo, PengantarPerbandingan Mazhab, (Jakarta : Logos, 2003) Cet ke 3.
  • Al Yasa’ Abu Bakar, Bahan Perkuliahan Sejarah Fiqih Se

1 Trackback / Pingback

  1. Makalah Pernikahan Dini Yang Benar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*