#3 Contoh Makalah Renang Yang Baik dan Benar

Contoh Makalah Renang

#3 Contoh Makalah Renang Yang Baik dan Benar

Makalahkita.com – #3 Contoh Makalah Renang Yang Baik dan Benar yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

Kali ini saya akan bagikan 3 Contoh Makalah Renang Yang Baik dan Benar kepada kalian semua. Berikut adalah makalahnya.

Contoh Makalah Ke – 1 

MAKALAH RENANG

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “RENANG “

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.                                                                                                   

            

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 

DAFTAR ISI 

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Pembahasan

BAB II PEMBAHASAN

A.Sejarah Renang

B.Dasar Belajar Renang

  1. Pengenalan Air 
  2. Meluncur  
  3. Latihan Pernafasan  

C. Macam – Macam Gaya Olahraga Renang  

  1. Renang Gaya Bebas  
  2. Renang Gaya Dada
  3. Renang Gaya Punggung 
  4. Renang Gaya Kupu – Kupu 

D. Hal – Hal Yang Diperhatikan Dalam Renang 

  1. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Berenang  
  2. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Sesudah Berenang  

E. Manfaat Renang Bagi Tubuh 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan  
  2. Saran   

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dilandasi atas dasar hobi saya berenang, dan untuk memenuhi tugas dari bapak guru, itu sebabnya saya selaku penyusun mengangkat olahraga renang ini sebagai makalah.

Semua orang di dunia ini, pasti sudah tidak asing lagi tentang apa itu olahraga renang. Namun sebagian orang tidak mengetahui seluk beluk renang itu sendiri. Disini, saya mengemukakan tentang sejarah renang, macam – macam gara renang, manfaat renang, dan masih banyak lagi uraian yang saya paparkan dalam makalah ini.

  1. Pembahasan

Berenang ialah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.

Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Sejarah Renang

Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst).

Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952.

Dasar Belajar Renang

  1. Pengenalan Air

Pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat – sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya.

Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain, misalnya :

  • Berkejar – kejaran di kolam yang dangkal
  •  Saling mencipratkan air ke muka teman
  • Memasukkan kepala dan badan ke dalam air
  • Menyelam melalui rintangan yang dibuat teman
  1. Meluncur

Setelah mengetahu sifat – sifat air, maka dilanjutkan dengan latihan meluncur dan mengapun, caranya adalah :

  • Berdiri dengan kedua tanganlurus, bungkukkan badan ke depan.
  • Letakkan kedua kaki pada lantai kolam, hingga badan terdorong ke depan dalam sikap mengembang dan meluncur.
  1. Latihan Pernafasan
  1. Teknik Gerakan Pernafasan

    1)      Sikap Permulaan

   Berdiri kongkang di kolam dasar

  • Membungkukkan tubuh rata dengan air
  • Muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang dilurukjan ke depan.

 2)   Gerakan

  • Pernafasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kokan, sehingga mulut mengambil nafas.
  • Gerakan tersebut bersamaan lengan searah dengan putaran kepala berada di belakang samping tubuh.
  1. Cara Melakukan Gerak Dasar Mengambil Nafas
  • Lakukan dengan posisi telungkup terapung, dan kedua tanmgan memegang dinding kolam.
  • Ambillah nafas melalui mulut dan masukkan muka ke dalam air, mata melihat ke depan sedikit.
  • Permukaan air di dahi, buang nafas melalui hidung. Setelah itu, putarkan kepala ke samping kanan / kiri berporos leher. Sehingga mulut dan mulut di atas permukaan air.

Macam – Macam Gaya Dalam Olahraga Renang

  1. Renang Gaya Bebas

Gaya bebas (bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang “gaya bebas” yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas.

  1. Posisi Badan Gaya Bebas

Posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :

  • Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air
  • Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air
  • Otot – otot perut dan leher rilek.
  1. Gerakan Kaki

Gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :

  • Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari
  • Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.
  • Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.
  • Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.
  1. Gerakan Lengan

Gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

  • Gerakan menarik (pull)

Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan.

  • Gerakan mendorong (push)

Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang.

  • Istirahat (Recovery)

Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air.

  1. Renang Gaya Dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional (FINA), perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

  1. Gerakan Kaki
  • Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk)
  • Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan)
  • Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong)
  1. Gerakan Tangan
  • Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)
  • Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah)
  • Luruskan tangan kembali.
  1. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas
  • Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
  • Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas.
  • Renang Gaya Punggung

Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.

Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.

Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan setelah gaya bebas.

  1. Gerakan Kaki
  • Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
  • Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok
  1. Gerakan Tangan
  • Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
  • Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
  • Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
  1. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas

Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.

Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.

  1. Renang Gaya Kupu – Kupu

Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Gaya kupu-kupu adalah gaya renang terbaru dalam pertandingan renang. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada tahun 1933.

Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang.

  1. Gerakan Kaki
  • Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
  • Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air
  • Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
  1. Gerakan Tangan
  • Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya)
  • Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
  • Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan.
  1. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas

Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

Hal – Hal Yang Diperhatikan Dalam Renang

  1. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Berenang
  • Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berlari – lari kecil.
  • Mandi pada air pencuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bawa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air.
  • Latihlah irama kaki terlebih dahulu, sebelum bentuk – bentuk latihan lainnya.
  1. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Sesudah Berenang
  • Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kotor.
  • Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat – loncat atau dengan cara yang lain.
  • Keringkan pakaian renang di tempat yang teduh (tidak panas)

Manfaat Renang Bagi Tubuh

  1. Meningkatkan Kualitas Jantung Dan Peredaran Darah

Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengangkut sari – sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak.

  1. Meningkatkan Kapasitas Vital Paru – Paru

Paru – paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan melatih kerjaparu – paru dan meningkatkan kemampuan paru – paru untuk mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi

  1. Mempengaruhi Otot Mejadi Berisi

Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan oto akan bekerja terus menerus. Hal ini kan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot – otot tubuh akan kelihatan lebih berisi / padat.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Renang merupajan cabang dari salah satu olah raga air yang telah di perlombakan sejak tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Adapun bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Berenang mempunyai beberapa macam gaya diantaranya yaitu gaya bebas, gaya punggung, gaya dada dan gaya kupu-kupu.

Gaya berenang tersebut mempunyai cirri khas tersendiri dan teknik yang berbeda-beda untuk dapat mencapai kecepatan dalam berenang yang maksimal. Berenang dapat membugarkan tubuh dan untuk yang professional dapat mencetak prestasi dari tingkat nasional maupun internasional.

Namun sebaiknya dalam memulai dan sesudah nya agar tubuh tidak terjangkit efek buruk dari berenang seperti kejang-kejang. Adapun manfaat berenang itu sendiri adalah meningkatkan kualitas jantung dan peredaran darah, meningkatkan kapasitas vital paru – paru dan mempengaruhi otot mejadi berisi

  1. Saran

Berenang merupakan olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, jadi diharapkan untuk dapat mengikutinya secara kontinyu kecuali ada hal-hal yang mengahalanginya seperti sakit. Diharapkan ada penjelasan tentang gaya berenang dan apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah berenang.


Contoh Makalah Ke – 2

BAB I

Pendahuluan

 

1.1.  Dasar

Pembuatan makalah ini tentang bidang olahraga “renang” yang dibuat untuk memenuhi tugas Pendidikan Jasmani dan Olahraga serta menambah wawasan saya tentang Olahraga Renang.

1.2. Maksud dan Tujuan

Untuk memperkenalkan dan mempelajari secara mendalam bidang olahraga renang. Serta untuk dapat memahami dan mempraktekannya dengan sebaik-baiknya.

1.3.Sistematika Penulisan Makalah

Penulisan makalah ini terdiri dari beberapa BAB dan di perjelas dengan sub bab-sub bab pada setiap isi babnya. Adapun sitematika makalah ini adalah:

BAB I PENDAHULUAN

Bab pendahuluan ini berisikan 3 sub bab yang menjelaskan dasar pembuatan makalah ini dan maksud dan tujuan dari pembuatan majalah ini serta sistematika penulisannya.

BAB II PEMBAHASAN

Bab pembahasan merupakan inti dari makalah ini yang berisikan penejelasan olahraga renang tentang devinisi renang, sejarah renang,gayadalam renang serta penejelasan cara melakukakannya serta penejelasan tentang manfaat olah raga renang. Bab pembahasan ini terdiri dari 12 sub bab.

BAB III PENUTUP

Bab penutup merupakan bab terakhir dari makalah ini yang berisikan

kesimpulan dari makalah ini dan saran sebagai masukan dari penulis.

BAB II

Pembahasan

2.1. Pengertian

       Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air, dan biasanya tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air.

Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan orang di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, di danau, dan di laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.

Renang adalah olahraga yang melombakan kecepatan atlet renang dalam berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Pemenang babak penyisihan maju ke babak semifinal, dan pemenang semifinal maju ke babak final.

2.2. Sejarah

Renang telah dikenal sejah zaman pra-sejarah. Dari gambar-gambar yang berasal dari zaman batu diketahui adanya gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Gambar-gambar yang ada di dalam gua nampak menunjukkan gaya dada atau gaya anjing mengayuh, meskipunbisa jadi ia mungkin menunjukkan gerakan yang berkaitan dengan prosesi ritualyang artinya tidak ada kaitannya dengan renang.

Gua ini juga digambarkan pada film English Patient.Stempel lilin Mesir yang bertanggal antara 4000 dan 9000 tahun sebelum masehi menunjukkan empat perenang yang diyakini berenang dengan variasi darigaya bebas. Referensi lain mengenai renang juga ditemukan pada gambar timbul Babylonia dalam lukisan dinding Assyria yang menunjukkan variasi dari gaya dada.

Lukisan yang paling terkenal telah ditemukan di padang pasir Kebir dan diperkirakan berasal dari sekitar 4000 tahun sebelum masehi.Gambar timbul Nagoda juga menunjukkan perenang yang berasal dari 3000tahun sebelum masehi. Istana Indian Mohenjo Daro dari 2800 tahun sebelum masehi memiliki kolam renang berukuran 30 m x 60 m. Istana Minoan Minos ofKnossos di Kreta juga dilengkapi dengan bak mandi. Makam kuno Mesir dari 2000 tahun sebelum masehi menunjukkan variasi dari gaya bebas. Penggambaran perenang juga ditemukan pada Hittites, Minoans, dan masyarakat Timur Tengah lainnya, orang Inca dalam Rumah Tepantitla diTeotihuacan, dan dalam mosaik di Pompeii.

Ada juga beberapa yang menyinggung para perenang dalam naskah kuno Vatikan, Borgian dan Bourbon. Orang-orang Yunani tidak mengikut sertakan renang pada Pertandingan Olympiade kuno, namun mempraktekan olah raga tersebut, sering kali membangun kolam renang sebagai bagian dari bak mandi mereka. Satu pernyataan yang biasanya menyinggung di Yunani adalah dengan mengatakan tentang seseorang bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya berlari ataupun berenang. Orang –orang Etruscan di Tarquinia (Italia) menunjukkan gambar para perenang dalam 600tahun sebelum masehi, dan makam kuno di Yunani menunjukkan gambar perenang -perenang 500 tahun sebelum masehi. Orang Yunani Sisilia telah dijadikan tawanan pada sebuah kapal Persia kingXerxes I pada 480 tahun sebelum masehi. Setelah mengetahui serangan yangakan datang untuk angkatan laut Yunani, ia mencuri pisau dan lompat keluar kapal. Sepanjang malam dan dengan menggunakan alat bantu pernapasan (snorkel) yangterbuat dari buluh, ia berenang kembali kearah kapal dan memotong talinya. Juga dinyatakan bahwa ketrampilan berenang telah menyelamatkan bangsa Yunani pada perang Salamis, ketika bangsa Persia semuanya tenggelam ketika kapal mereka dihancurkan.

Julius Caesar juga dikenal sebagai sebagai perenang yang baik. Sejumlah relif dari 850 tahun sebelum masehi di Galeri Nimrud dariMusium Inggris menunjukkan para perenang, yang sebagian besar dalam konteks militer, sering menggunakan alat bantu renang. Di Jepang renang merupakan salah satu keahlian terhormat Samurai, dancatatan sejarah menjelaskan kompetisi renang pada tahun 36 sebelum masehi,diadakan oleh kaisar Suigui (ejaannya tidak jelas), yang pertama kali dikenalsebagai perlombaan renang. Cerita rakyat Jerman menjelaskan tentang renang,yang dengan sukses digunakan dalam perang melawan bangsa Roma.  Kompetisirenang juga dikenal sejak saat itu.

2.2.1 SEJARAH RENANG DI INDONESIA

Umumnya olahraga renang sebelum kemerdekaan kita hanya dilakukan oleh bangsa kulit putih dengan teknik yang sudah maju sedang bangsa indonesia hanya dilakukan disungai atau danau tanpa teknik memadai namun perkembangan renang di jaman jepang menjajah kesempatan umum lebih besar. Pada tahun 1951 setelah terbentuk P.B.S.I (Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia) Sejak itu renang di Indonesia maju pesat P.B.S.I diterima menjadi anggot P.O.R.I (Perserikatan Olahraga Republik Indonesia)yang kemudian dirubah menjadi K.O.I (Komite Olympiade Indonesia). Tahun 1952 P.B.S.I diterima menjadi anggota F.I.N.A dan I.O.C pada Olympiade Helsinki 1952 Indonesia telah mengirim seorang perenang.Tahun 1959 P.B.S.I berubah menjadi P.R.S.I (Perserikatan Renang Seluruh Indonesia) dan renang mengalami kemajuan hingga sekarang.

2.3. Dasar Belajar Renang

2.3.1 Pengenalan Air

Pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat – sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya. Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain, misalnya :

• Berkejar – kejaran di kolam yang dangkal

• Saling mencipratkan air ke muka teman

• Memasukkan kepala dan badan ke dalam air

• Menyelam melalui rintangan yang dibuat teman

• Main tebak – tebakan di dalam air

• Berjalan mengelilingi kolam

• Bermain kereta keretaan di air.

2.3.2 Meluncur

Setelah mengetahu sifat – sifat air, maka dilanjutkan dengan latihan

meluncur dan mengapung, caranya adalah :

• Berdiri dengan kedua tanganlurus, bungkukkan badan ke depan.

• Letakkan kedua kaki pada lantai kolam, hingga badan terdorong ke depan dalam sikap mengembang dan meluncur. Atau bisa juga dilakukan dengan cara:

• Berdiri dengan satu kaki, sedangkan kaki satu yang lain ditekuk dengan telapak kaki menempel pada dinding kolam.

• Kedua tangan lurus dan bungkukkan badan ke depan, kemudian tolakkan kaki yang menempel pada dinding sehingga badan terdorong ke dalam sikap mengapung dan meluncur. Bagi orang yang masih takut, sebelum berlatih meluncur mereka terlebih dahulu menggerakkan kaki sambil duduk di pinggir kolam atau dengan memegang parit kolam dan menggerak – gerakkan kaki.

2.3.3 Latihan Pernafasan

1. Teknik gerakan pernafasan

a. Sikap Permulaan

• Berdiri kongkang di kolam dasar

• Membungkukkan tubuh rata dengan air

• Muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang diluruskan ke depan.

b. Gerakan

• Pernafasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kokan, sehingga mulut mengambil nafas.

• Gerakan tersebut bersamaan lengan searah dengan putaran kepala berada di belakang samping tubuh.

• Latihan pernafasan ini dikombinasikan dengan gerakan lengan agar dapat mengatur irama pengambilan nafas.

• Pada prinsipnya mengambil udara lewat mulut dengan menghembuskan di dalam air.

2. Cara melakukan gerak dasar mengambil nafas

• Lakukan dengan posisi telungkup terapung, dan kedua tanmgan memegang dinding kolam.

• Ambillah nafas melalui mulut dan masukkan muka ke dalam air, mata melihat ke depan sedikit.

• Permukaan air di dahi, buang nafas melalui hidung. Setelah itu, putarkan kepala ke samping kanan / kiri berporos leher. Sehingga mulut dan mulut di atas permukaan air.

• Buka mulut lalu ambil nafas melalui mulut dengan cepat, lalu masukkan muka ke dalam air dan buang nafas di dalam air.

2.4. Macam – macam gaya dalam olahraga renang

•Gaya bebas                                                 •Gaya Kupu – kupu
•Gaya dada                                                   •Gaya Punggung

2.4.1. Renang Gaya Bebas

Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula

1.Posisi Badan

Posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu :

• Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air

• Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air

• Otot – otot perut dan leher rilek.

2. Gerakan Kaki

Gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah :

• Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari

• Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki.

• Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air.

• Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian.

• Bentuk – bentuk latihan gerakan kaki, antara lain :

• Menggerakkan kedua kaki naik turun secara bergantian sambil duduk di pinggir kolam.

• Dengan sikap salah satu tangan memegang parit kolam dan tangan yang lain membentuk sudut siku kedua lurus ke belakang kemudian gerakan naik turun secara bergantian dengan sumber gerakanpada pangkal paha.

• Latihan gerakan kaki sambil meluncur. Dimulai dari pinggi kolam dengan salah satu kaki mendorong dinding, kemudian sambil meluncur kedua kaki digerakkan naik turun dengan sumber gerakan pada pangkal paha.

3. Gerakan Tungkai

Dalam renang gaya bebas, tungkai kaki yang utama adalah sebagai stabilisator dan sebagai alat untuk menjadikan kaki tetap tinggi dalam keadaan streamline. Sehingga tahanan menjadi kecil.

Cara melakukan gerakan tungkai adalah sebagai berikut :

•Tungkai digerakkan dari pangkal paha

•Lutut dan pergelangan kaki melentur

•Ujung kaki lurus

•Dua atau empat atau delapan gerakan tungkai tiap tua gerakan lengan.

4. Gerakan Lengan

Gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu :

•Gerakan menarik (pull)

Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan

siku dibengkokkan.

•Gerakan mendorong (push)

Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan

mendorong sampai lengan lurus ke belakang.

•Istirahat (Recovery)

Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air. Teknik gerakan lengan pada renang gaya bebas :

•Siku tinggi (di atas air dan di air)

•Telapak tangan rendah saat di atas air

•Pergelangan tangan ke dalam saat memulai

•Tarikan lengan terpusat pada alur pola gerak

•Ibu jari menyentuh paha

•Pola gerakan lengan adalah pola gerakan huruf “s”

•Ada dorongan kelajuan Bentuk – bentuk latihan gerak lengan :

•Berdiri di darat atau di kolam yang dangkal, kedua kaki dibuka selebar bahu, badan dibungkukkan ke depan dan kedua tangan lurus ke depan

•Lakukan gerakan menarik, menendang, dan recovery seperti teknik yang telah dijelaskan diatas, dengan kedua tangan secara bergantian.

•Latihan gerakan lengan sambil meluncur, dimulai dari pinggir kolam, gerakan kaki bebas (boleh digerakkan atau tidak) .

Gerakan – gerakan lengan pada renang gaya bebas perperan sebagai tenaga

atau penggerak di samping sebagai pengatur keseimbangan tubuh.

5. Mengapung

Mengapung dilaksanakan dengan posisi awal berdiri. Mengapun yang dimaksud adalah mengapun pasir di tempat (mengapung jongkok telungkup). Dalam renang yang sangat mendukung teknik mengapung adalah dorongan dan tahanan. Jadi setiap gerakan maju dari seorang perenang, tergantung dari kekuatan tahanan dan dorongan. Tahanan adalah kekuatan yang menahan perenang untuk kembali yang disebabkan oleh air yang menahannya untuk ke depan. Dorongan adalah kekuatan yang menyebabkan perenang maju yang dihasilkan oleh gerakan kaki dan lengan. Tahanan dalam renang ada tiga tipe, yaitu :

1. Tahanan depan (frontal resistance)

2. Tahanan gesekan air ( skin tiction)

3. Tahanan pusaran air ( Eddy resistance)

Setiap tahanan yang disebabkan letak badan yang tidak tepat, akan mengurangi kecepatan perenang.

6. Meluncur

Luncuran dalam renanggayabebas pada hakikatnya sama dengan luncurangayarenang yang lain (kecualigayapunggung atau telentang), luncuran ada dua macam, yaitu :

a. Luncuran Pasif

Adalah luncuran yang diakibatkan oleh kegiatan orang lain yang menolong. Luncuran ini dapat dilakukan dengan cara :

• Luncuran dengan pertolongan dua orang

• Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara menarik lengannya.

• Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan cara didorong tungkainya.

• Luncuran dengan pertolongan satu orang dengan didukung (dipegang perut dan pahanya)

b. Luncuran aktif, ada 2 macam yaitu :

• Luncuran aktif dari dinding kolam

• Luncuran aktif dari dasar kolam

Tarikan renang gaya bebas adalah sumber pokok dari luncuran dan oleh perenang dijadikan sebagai satu – satunya sumber dorongan atau luncuran.

7. Pernapasan

Pernafasan pada gaya bebas sangat mempengaruhi badan dalam streamrine. Putaran kepala untuk pernafasan haruslah dilaksanakan dengan axl (sumbu putaran) garis sepanjang badan. Sehingga kepala tidak akan naik terlalu tinggi dari permukaan air. Pengambilan udara dilakukan dengan mulut. Dengan kata lain, pengambilan nafas dilakukan melalui mulut dengan cara memiringkan kepala ke kanan atau ke kiri dimulai setelah akhir dari gerakan tangan menarik (pull). Kemudian setelah istirahat (Recovery) kepala segera masukkan ke dalam air keluarkajn udara dari mulut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari masuknya air ke hidung dan untuk mempersingkat waktu pengambilan udara karena harus dilakukan dengan cepat.

Cara – cara pengambilan nafas :

• Lengan kanan diayunkan ke belakang sampai dibelakang pantat. Bersamaan dengan gerakan ini, kepala menengok kea rah kanan sambil membuka mulut dan menghirup udara. Lengan kiri bergerak ke atas air menuju kea rah depan. Pada saat yang sama melakukan gerakan lengan kanan dan menghirup udara.

• Lengan kiri diayunkan ke belakang seperti halnya lengan kanan tadi, lengan kanan bergerak ke depan. Kepala kembali menghadap ke dasar kolam sambil menghembuskan udara melalui hidung atau mulut air.

• Sikap awal berdiri kangkang mukabelakang di dasar kolam dangkal

• Badan membungkuk, lengan kanan kea rah depan, lengan kiri kea rah belakang.

• Kepala masuk ke dalam air.

Bentuk – bentuk latihan pernafasan

• Menghadap pinggir kolam dengan kedua tangan berpegangan pada parit (dikolam yang dangkal), rendahkan kedua lutut hingga kepala masuk ke dalam air. Putar leher ke kanan atau ke kiri, pada saat mulut berada di atas permukaan air hirup udara sebanyak – banyaknya melalui mulut, kemudian putar kembali dan pada saat mulut berada di dalam air keluarkan udara.

• Latihan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.

8. Rangkaian renang gaya bebas secara keseluruhan

Rangkaian renang gaya bebas terdiri dari :

• Posisi badan

• Gerakan kaki

• Gerakan Lengan

• Gerakan pengambilan nafas

• Pengambilan nafas

9. Latihan koordinasi gerakan

Latihan koordinasi gerakan yaitu melakukan beberapa gerakan dalam suatu rangkaian latihan, sebelum latihan renang gaya bebas, secara keseluruhan. Beberapa macam latihan koordinasi gerakan antara lain :

• Latihan gerakan lengan dan mengambil nafas diawali dengan meluncur dari pinggir kolam.

• Latihan gerakan kaki, lengan, dan mengambil nafas.

Apabila teknik-teknik dasar renang gaya bebas tersebut sudah dikuasai dengan baik, berarti anda telah dapat melakukan renang gaya bebas (crawl). Untuk meningkatkan ketrampilan renang diperlukan latihan yang intensif dan sungguh-sungguh.

2.4.2 Membedakan renang gaya bebas dengan gaya punggung

Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.

Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.

Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.

Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas

Ada banyak perbedaan yang terjadi antara renang gaya bebas dengan

renang gaya punggung. Perbedaan antara lain :

1. Posisi badan

Seperti yang tercantum diatas bahwa dalam renang gaya bebas, posisi badan harus horisontal, walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air, sedangkan pada renang gaya pungung, posisi badan terlentang. Untuk mempertahankan posisi tersebut, adabeberapa hal yang perlu diperhatikan :

a.dada, bahu, dan panggul berada di dalam air

b. wajah berada sedikit diatas permukaan air sehingga dapat leluasa untuk mengambil nafas

c.kedua kaki lebih rendah dari punggung dan secara bergantian menendang air.

2. Gerakan kaki

Gerakan kaki pada gaya punggung pada prinsipnya sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas, hanya dalam posisi terbalik.

Bentuk-bentuk latihan gerakan kai :

a. duduk di pinggir kolam kedua kaki diluruskan ke dalam air, kemudian lakukan gerakan kaki

b. dengan posisi terlentang, kedua tangan pepegang pinggir kolam

c. dengan posisi terlentang menggunakan pelampung

3. Pernafasan

Pengambilan nafas gaya punggung sangat berbeda dengan gaya bebas. Pengambilan nafas gaya punggung lebih mudah karena mulut dan hidung selalau diatas permukaan air, tinggal mengatur waktunya saja.

2.4.3 Membedakan renang gaya bebas dengan gaya kupu-kupu

Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.

Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

Pola renang gaya bebas mempunyai persamaan dan perbedaan dengan pola gaya renang kupu-kupu. Persamaan terletak pada teknik meluncurnya. Sedangkan perbedaannya terletak pada gerakan lengan. Gerakan lengan

• Pada renang gaya bebas terdapat 3 macam gerakan lengan, yaitu gerakan

menarik (pull), mendorong (push), dan istirahat (recovery). Sedangkan

• Pada saat renang gaya kupu-kupu, terdapat dua macam gerakan renang,

yaitu saat lengan diatas air dan dibawah air.

2.4.4. Membedakan renang gaya bebas dengan gaya dada

Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

Yang membedakan gaya bebas dengan gaya dada adalah dari teknik gerakan kaki. Adapun cara untuk melakukan gerakan kaki pada renang gaya dada adalah :

• Tarik kedua kaki mendekati pinggul, kedua paha agak terbuka, putar pergelangan kaki menghadap kaluar dan siap mendorong

• Dorongkan kedua kaki secara bersamaan ke belakang agak menyamping hingga membentuk ½ lingkaran di bawah permukaan air.

2.5. Keterampilan dasar renang pertolongan kecelakaan air

Dalam kegiatan di air baik berenang ataupun yang lain, untuk melakukan pertolongan kecelakaan yang terjadi di air, seorang penolong harus menguasai dan pandai berenang. Jadi harus mengerti dan menguasai teknik dasar renang. Teknik dasar renang meliputi

• Gerakan mengapung

• Gerakan meluncur

• Cara bernafas di dalam air

Hal – hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan di kolam

renang adalah sebagai berikut :

• Di larang mendorong orang lain dari pinggir kolam

• Tidak berenang di tempat dalam sebelum menguasai renang

• Dilarang meloncat dari pinggir kolam di tempat – tempat orang berkumpul

• Dilarang meloncat di daerah kolam yang dangkal dengan posisi menekuk

• Dilarang membasuh muka di pinggir kolam, hingga memungkinkan tergelincir ke dalam kolam

• Berenang memakai baju renang

• Memahami teknik – teknik dasar renang dengan baik dan benar

2.6. Ketrampilan renang membawa korban

Menolong orang kecelakaan dalam air, penolong sendiri harus dapat berenang dan cara menolongnya harus benar sehingga meringankan kemungkinan fatal pada si korban. Gaya berenang yang paling mudah dilakukan dan digunakan untuk menolong korban kecelakaan di air adalah gaya bebas. Maka dari itu coba berlatih renang gaya bebas.

• Latihan gerakan kaki gaya bebas

Gerakan kaki dipukulkan ke atas dan kebawah secara bergantian,

gerakannya dimulai dari pangkal paha.

• Latihan gerakan lengan untuk gaya bebas

 Gerakan tangan memutar dari bawah lewat samping telinga

 Yang dimasukkan lebih dahulu adalah ujung jari, saat memasukkan ujung jari berusaha membuat bidang sekecil mungkin.

 Saat – saat mendayung berusaha sekuat mungkin hingga badan maju dengan cepat.

 Siku – siku lurus di tarik sejajar dengan badan

• Cara bernafas

Cara pengambilan nafas, sewaktu tagan ditarik kebelakang, maka posisi kepala miring ke kanan / ke kiri. Pada saat itulah gunakan untuk mengambil nafas lewat mulut dan dilepaskan di dalam air.

2.6. Hal – hal yang harus dilakukan sebelum berenang

      Hal-hal yang harus dilakukan sebelum berenang, adalah :

• Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berlari – lari kecil.

• Mandi pada air pencuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bawa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air.

• Latihlah irama kaki terlebih dahulu, sebelum bentuk – bentuk latihan

lainnya.

• Ukurlah kemampuan diri atau disesuaikan dengan kemampuannya.

• Memakai pakaian renang yang berwarna (tidak putih) karena air kolam dapat menyebabkan pakaian berwarna putih berubah menjadi kekuning – kuningan (mangkak)

• Berjalan – jalan terlebih dahulu di dalam kolam dengan kedalaman yang cocok merupakan kesenangan yang menarik.

• Jangan berenang dalam keaddan perut kosong atau terlalu kenyang. Karena dalam berenang diperlukan banyak tenaga dan apabila perut terlalu kenyang maka beban tubuh menjadi lebih berat.

2.7. Hal – hal yang harus dilakukan sesudah berenang :

• Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kotor.

• Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat – loncat atau dengan cara yang lain.

• Keringkan pakaian renang di tempat yang teduh (tidak panas)

• Istirahat cukup

• Makan cukup

2.8. Manfaat Renang bagi Tubuh

Sebagai garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Membentuk otot

Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.

2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru

Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.

3. Menambah tinggi badan

Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).

4. Melatih pernafasan

Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.

5. Membakar kalori lebih banyak

Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.

6. Self safety

Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).

7. Menghilangkan stres.

Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

2.10. Organisasi FINA

Federasi Renang Internasional (Fédération Internationale de Natation, disingkat FINA) adalah induk organisasi internasional olahraga renang. Organisasi ini diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Selain renang, FINA juga merupakan induk organisasi internasional polo air, selam, renang indah, dan renang perairan terbuka. Markas besar FINA berada di Lausanne, Swiss. Induk organisasi olahraga renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah di setiap negara dan teritori berhak menjadi anggota FINA.

Selain mengadakan kejuaraan internasional dan regional, FINA berusaha memajukan olahraga renang di seluruh dunia, antara lain dengan menambah jumlah fasilitas olahraga renang. FINA bertugas membuat peraturan internasional untuk kejuaraan renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah.

2.10.1 SEJARAH

FINA DIDIRIKAN 19 JULI 1908 DI HOTEL MANCHESTER, LONDON BERTEPATAN DENGAN BERAKHIRNYA OLIMPIADE LONDON 1908. PENDIRINYA ADALAH INDUK ORGANISASI RENANG DARI BELGIA, BRITANIA RAYA, DENMARK, FINLANDIA, PERANCIS, JERMAN, HONGARIA, DAN SWEDIA.

PERKEMBANGAN JUMLAH ANGGOTA

1908: 8

1910: 15

1928: 38

1948: 53

1958: 75

1964: 90

1968: 98

1978: 106

1988: 109

1996: 162

1997: 168

1999: 170

2000: 174

2001: 176

2003: 184

2007: 194

2.10.2 STRUKTUR ORGANISASI

ANGGOTA FINA BERTEMU DALAM PERTEMUAN REGULER YANG DISEBUT KONGRES. KONGRES FINA TERDIRI DARI KONGRES UMUM DAN KONGRES TEKNIS. KONGRES UMUM (GENERAL CONGRESS) BERWENANG MEMUTUSKAN SEMUA PERSOALAN DI DALAM FINA. KONGRES TEKNIS (TECHNICAL CONGRESS) MEMUTUSKAN SEMUA MASALAH TEKNIS YANG BERKAITAN DENGAN KEJUARAAN RENANG. KEPUTUSAN KONGRES TEKNIS BISA DIBATALKAN OLEH KONGRES UMUM.

BIRO FINA YANG BERANGGOTAKAN 22 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN BERSIDANG UNTUK MEMILIH PEJABAT EKSEKUTIF. SELAIN ITU, FINA JUGA MEMILIKI BERBAGAI KOMITE DAN KOMISI, SEPERTI: KOMISI TEKNIS RENANG, PANEL ANTIDOPING, DAN KOMISI KEDOKTERAN OLAHRAGA.

2.10.3. ANGGOTA

Hingga Olimpiade Beijing 2008, FINA memiliki 196 anggota. Setiap anggota FINA juga menjadi salah satu dari 5 asosiasi renang regional.

Asia (43): Federasi Renang Amatir Asia (AASF)

Afrika (45): Konfederasi Renang Afrika (CANA)

Amerika (40): Uni Renang Amatir Amerika (ASUA)

Eropa: Liga Renang Eropa (LEN)

Oseania: Asosiasi Renang Oseania (OSA)

Catatan: Angka dalam kurung menunjukkan jumlah anggota FINA di benua tersebut, bukan jumlah anggota asosiasi renang regional.

2.11. FASILITAS DAN PERALATAN

2.11.1. Kolam renang

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.

2.11.2. LINTASAN

LEBAR LINTASAN PALING SEDIKIT 2,5 M DENGAN JARAK PALING SEDIKIT 0,2 M DI LUAR LINTASAN PERTAMA DAN LINTASAN TERAKHIR. MASING-MASING LINTASAN DIPISAHKAN DENGAN TALI LINTASAN YANG SAMA PANJANG DENGAN PANJANG LINTASAN.

Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.

Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

2.11.3 PENGUKUR WAKTU

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.

Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksiOmega mulai dipakai di Pan-American Games1967 di Winnipeg, Kanada.

2.11.4. BALOK START

Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.

Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.

2.11.5 PERATURAN

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.

Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.

Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap ((Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

2.11.6. NOMOR PERLOMBAAN

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:

Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)

Gaya kupu-kupu: 100 m, 200 m

Gaya punggung: 100 m, 200 m

Gaya dada: 100 m, 200 m.

Gaya ganti perorangan: 200 m dan 400 m

Gayaganti estafet: 4 x 100 m

Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m

Marathon10 km.[8]

Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:

Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m

Gayapunggung: 50 m, 100 m, 200 m

Gayadada: 50 m, 100 m, 200 m

Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m

Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m

Gayabebas estafet: 4×100 m, 4×200 m

Gayaganti estafet: 4×100 m.

Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempatgaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan:gaya kupu-kupu,gaya punggung,gaya dada, dangaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.

Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.

2.11.7 PAKAIAN

Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang. Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.

Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat mempengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tangan berselaput, kaki katak, sirip, dan sebagainya.


Contoh Makalah Ke – 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Di Indonesia mengenai berenang baru mulai terkenal setelah kemerdekaan, sedangkan sebelumnya hanya dikenal oleh bangsa kulit putih saja. Berenang merupakan cabang olahraga yang penting untuk dipelajari dan dikuasai, sebab manusia hidup didunia ini, sehari-harinya tidak lepas dari pada air. Air adalah salah satu unsur yang penting didalam kehidupan kita, sebab bila tidak ada air tentu semua mahluk tidak dapat hidup. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang dapat memberikan banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin.

Namun kenyataannya, banyak yang enggan mempelajari cabang olahraga tersebut, karna di anggap berbahaya. Padahal berenang terbilang minim resiko, olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.

Untuk menghindari terjadinya bahaya yang di khawatirkan, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan sebelum memulai olahraga ini, agar tidak kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.

1.2  Rumusan Masalah

1.2.1   Bagaimanakah sejarah dari cabang olahraga renang?

1.2.2   Bagaimana tehnik berolahraga renang?

1.2.3   Bagaimana proses belajar mengajar dalam cabang olahraga renang?

1.2.4   Bagaimana proses latihan dari cabang olahraga renang?

1.2.5   Peraturan apa saja yang ada dalam cabang olahraga renang?

1.2.6   Peralatan apa saja yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan cabang olahraga renang?

1.3  Tujuan Penulisan

1.3.1   Untuk mengetahui sejarah dari cabang olahraga renang.

1.3.2   Untuk mengetahui tehnik berolahraga renang.

1.3.3   Untuk mengetahui proses belajar mengajar dalam cabang olahraga renang.

1.3.4   Untuk mengetahui proses latihan dari cabang olahraga renang.

1.3.5   Untuk mengetahui peraturan- peraturan yang ada dalam cabang olahraga renang.

1.3.6   Untuk mengetahui peralatan-peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan cabang olahraga renang.

1.4  Manfaat Penulisan

1.4.1   Pembaca dapat mengetahui sejarah dari cabang olahraga renang.

1.4.2   Pembaca dapat mengetahui tehnik berolahraga renang.

1.4.3   Pembaca dapat mengetahui proses belajar mengajar dalam cabang olahraga renang.

1.4.4   Pembaca dapat mengetahui proses latihan dari cabang olahraga renang.

1.4.5   Pembaca dapat mengetahui peraturan- peraturan yang ada dalam cabang olahraga renang.

1.4.6   Pembaca dapat mengetahui peralatan-peralatan yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan cabang olahraga renang.

1.5  Metode Penulisan

1.5.1 Kajian Pustaka

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Sejarah Renang

Renang telah dikenal sejak masa prasejarah, dengan ditemukannya Lukisan dari Zaman Batu didalam “gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Gambar-gambar ini nampak menunjukkan gaya dada atau gaya anjing mengayuh, meskipun bisa jadi ini mungkin menunjukkan gerakan yang berkaitan dengan prosesi ritual yang artinya tidak ada kaitannya dengan renang. Gua ini juga digambarkan pada film English Patient.

Stempel lilin Mesir yang bertanggal antara 4000 dan 9000 tahun sebelum masehi menunjukkan empat perenang yang diyakini berenang dengan variasi dari gaya bebas. Referensi lain mengenai renang juga ditemukan pada gambar timbul Babylonia dalam lukisan dinding Assyria yang menunjukkan variasi dari gaya dada. Lukisan yang paling terkenal telah ditemukan di padang pasir Kebir dan diperkirakan berasal dari sekitar 4000 tahun sebelum masehi.

Gambar timbul Nagoda juga menunjukkan perenang yang berasal dari 3000 tahun sebelum masehi. Istana Indian Mohenjo Daro dari 2800 tahun sebelum masehi memiliki kolam renang berukuran 30 m x 60 m. Istana Minoan Minos of Knossos di Kreta juga dilengkapi dengan bak mandi. Makam kuno Mesir dari 2000 tahun sebelum masehi menunjukkan variasi dari gaya bebas.

Penggambaran perenang juga ditemukan pada Hittites, Minoans, dan masyarakat Timur Tengah lainnya, orang Inca dalam Rumah Tepantitla di Teotihuacan, dan dalam mosaik di Pompeii. Referensi tulisan yang berasal dari 2000 tahun sebelum masehi, termasuk Gilgamesh, the Iliad, the Odyssey, Injil (Ezekiel 47:5, Perjanjian 27:42, Isaiah 25:11), Beowulf, dan hikayat lainnya, meskipun gayanya tidak pernah dijelaskan. Ada juga beberapa yang menyinggung para perenang dalam naskah kuno Vatikan, Borgian dan Bourbon.

Orang-orang Yunani tidak mengikut sertakan renang pada Pertandingan Olympiade kuno, namun mempraktekan olah raga tersebut. Sering kali membangun kolam renang sebagai bagian dari bak mandi mereka. Satu pernyataan yang biasanya menyinggung di Yunani adalah dengan mengatakan tentang seseorang bahwa dia tidak tahu bagaimana caranya berlari ataupun berenang. Orang-orang Etruscan di Tarquinia (Italia) menunjukkan gambar para perenang dalam 600 tahun sebelum masehi, dan makam kuno di Yunani menunjukkan gambar perenang-perenang 500 tahun sebelum masehi.

Orang Yunani Sisilia telah dijadikan tawanan pada sebuah kapal Persia king Xerxes I pada 480 tahun sebelum masehi. Setelah mengetahui serangan yang akan datang untuk angkatan laut Yunani, ia mencuri pisau dan lompat keluar kapal. Sepanjang malam dan dengan menggunakan alat bantu pernapasan (snorkel) yang terbuat dari buluh, ia berenang kembali kearah kapal dan memotong talinya.

Juga dinyatakan bahwa ketrampilan berenang telah menyelamatkan bangsa Yunani pada perang Salamis, ketika bangsa Persia semuanya tenggelam ketika kapal mereka dihancurkan. Julius Caesar juga dikenal sebagai sebagai perenang yang baik. Sejumlah relif dari 850 tahun sebelum masehi di Galeri Nimrud dari Musium Inggris menunjukkan para perenang, yang sebagian besar dalam konteks militer, sering menggunakan alat bantu renang.

Di Jepang, renang merupakan salah satu keahlian terhormat Samurai, dan catatan sejarah menjelaskan kompetisi renang pada tahun 36 sebelum masehi diadakan oleh kaisar Suigui (ejaannya tidak jelas), yang pertama kali dikenal sebagai perlombaan renang. Cerita rakyat Jerman menjelaskan tentang renang, yang dengan sukses digunakan dalam perang melawan bangsa Roma. Kompetisi renang juga dikenal sejak saat itu.

Abad Pertengahan hingga tahun 1800

Renang awalnya merupakan salah satu dari tujuh ketangkasan yang dimiliki oleh para kesatria dalam Abad Pertengahan, termasuk berenang dengan memakai baju zirah. Akan tetapi, sejak renang dilakukan dalam keadaan tanpa pakaian, ia menjadi kurang populer karena masyarakat menjadi semakin konservatif, dan ia telah ditentang oleh gereja pada akhir abad pertengahan. Sebagai contoh, pada abad ke 16, pengadilan Jerman mencatatkan dalam Vechta larangan tempat renang umum tanpa busana bagi anak-anak.

Leonardo da Vinci membuat sketsa awal tentang pelampung. Pada tahun 1538 Nicolas Wynman, Profesor bahasa berkebangsaan Jerman, menulis pertama kali buku renang Colymbetes. Tujuannya bukan untuk olah raga, tapi lebih untuk mengurangi bahaya tenggelam. Meskipun demikian, buku tersebut berisi pendekatan yang sangat bagus dan metodis untuk belajar belajar gaya dada, termasuk alat bantu renang seperti kantung berisi tekanan udara, ikatan buluh, atau sabuk pelampung. Sekitar waktu yang hampir bersamaan, E. Digby dari Inggris juga menulis buku tentang renang, menyatakan bahwa manusia dapat berenang lebih baik dari ikan.

Pada tahun 1603 organisasi renang pertama dibentuk di Jepang. Kaisar Go-Yozei dari Jepang menyatakan bahwa murid sekolah harus dapat berenang. Pada tahun 1696, penulis Perancis Thevenot menulis Seni Berenang, menjelaskan bahwa gaya dada sangat mirip dengan gaya dada modern. Buku ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan menjadi referensi standar renang selama bertahun-tahun hingga masa yang akan datang.

Pada tahun 1708, kelompok penyelamat pertama yang dikenal Asosiasi Chinkiang untuk Menyelamatkan Hidup dibentuk di Cina. Pada tahun 1796 klub renang (yang masih ada) telah ditemukan di Upsala, Swedia. Benjamin Franklin diakui sebagai pencipta sirip karet renang pada usia sepuluh, tahun 1716. Pada tahun 1739 Guts Muts (juga dieja dengan Guts Muth) dari Schnepfenthal, Jerman, menulis Gymnastik die Jugend (Olah raga untuk kaum muda), termasuk didalamnya bagi khusus tentang renang.

Pada tahun 1974 Kanonikus Oronzio de Bernardi of Italy menulis dua volume buku tentang renang, termasuk latihan mengambang sebagai prasyarat untuk belajar renang. Pada tahun 1798 Guts Muts menulis buku lain Kleines Lehrbuch der Schwimmkunst zum Selbstunterricht (Buku pelajaran kecil tentang seni renang untuk belajar sendiri), merekomendasikan penggunaan alat pancing untuk membantu dalam belajar berenang.

Bukunya menjelaskan tiga langkah pendekatan untuk belajar berenang yang masih dipergunakan hingga saat ini. Pertama, buatlah murid terbiasa dengan air, kedua, latih gerakan renang di luar air, ketiga, latih gerakan renang di dalam air. Dia yakin bahwa renang adalah bagian penting dari setiap pendidikan.

Kelompok penyelamat lainnya didirikan tahun 1767 di Amsterdam oleh orang Belanda, 1772 di Kopenhagen, dan tahun 1774 oleh Inggris Raya. Pada tahun 1768 kelompok kemanusiaan dibentuk di Amerika Serikat.The Haloren, kelompok pembuat garam di Halle, Jerman, sangat mahir berenang melalui pemberian contoh yang baik pada yang lainnya dengan cara mengajar anak-anak mereka berenang pada usia yang masih sangat muda.

Era Olimpiade modern setelah tahun 1896

Pertandingan Olimpiade dilangsungkan pada tahun 1896 di Athena. Kompetisi khusus kaum pria (lihat juga renang pada olimpiade musim panas 1896). Enam pertandingan telah direncanakan, namun hanya empat yang betul-betul diselenggarakan: 100 m, 500 m, dan 1200 m gaya bebas dan 100 m untuk pelaut. Medali emas pertama dimenangkan oleh Alfred Hajos dari Hungaria dengan catatan waktu 1:22.20 untuk 100 m gaya bebas.

Hajos juga memenangkan pertandingan 1200 m, dan tidak mampu memenangkannya pada 500 m, dimana dimenangkan oleh Paul Neumann dari Australia. Kompetisi renang lainnya dari 100 m untuk para pelaut termasuk tiga pelaut Yunani di Teluk Zea dekat Piraeus, dimulai dengan perahu dayung. Pemenangnya adalah Ioannis Malokinis dengan catatan waktu dua menit dan 20 detik. Perlombaan 1500 m juga diadakan.

Pada tahun 1897 Kapten Henry Sheffield membuat kaleng penyelamat atau silinder penyelamat, yang sekarang dikenal sebagai alat bantu penyelamat di Baywatch. Bagian ujungnya membuatnya meluncur lebih cepat dipermukaan air, meskipun itu dapat menyebabkan cidera. Pertandingan Olimpiade kedua dilaksanakan di Paris tahun 1900 menampilkan 200 m, 1000 m, dan 4000 m gaya bebas, 200 m gaya punggung, dan 200 m perlombaan beregu (lihat juga Renang pada Olimpiade musim panas tahun 1900).

Ada dua tambahan pertandingan renang yang tidak biasa (meskipun cukup umum pada waktu itu), hambatan pelaksanaan renang di sungai Seine (berenang bersama arus), dan perlombaan renang didalam air. 4000 m gaya apa saja dimenangkan oleh John Arthur Jarvis dengan catatan waktu dibawah satu jam, perlombangan renang Olimpiade terpanjang yang pernah diadakan. Gaya punggung juga diperkenalkan pada pertandingan Olimpiade di Paris, demikian juga halnya dengan polo air. Klub Renang Osborne dari Manchester mengalahkan team klub dari Belgia, Perancis dan Jerman dengan sangat mudah.

Gaya Trudgen dikembangkan oleh guru renang dan perenang Australia keturunan Inggris bernama Richard (Fred, Frederick) Cabill. Seperti Trudgen, dia memperhatikan penduduk asli dari kepulauan Solomon, menggunakan gaya bebas. Namun berbeda dengan Trudgen, dia melihat tendangan mengibas, dan mempelajarinya dengan seksama. Dia menggunakan sentakan mengibas yang baru ini dari pada gaya dada atau tendangan menggunting dari Trudgen.

Dia menggunakan gerakan ini pada tahun 1902 di Kejuaraan Internasional di Inggris untuk menciptakan rekor dunia yang baru dengan berenang di luar gaya yang dilakukan oleh semua perenang Trudgen pada 100 yard dengan catatan waktu 0:58.4 (beberapa sumber mengatakan bahwa itu adalah anaknya dalam catatan waktu 0:58.8). dia mengajarkan gaya ini kepada keenam anaknya, masing-masing nantinya menjadi perenang kejuaraan.

Teknik menjadi dikenal sebagai gaya bebas Australia hingga tahun 1950, ketika ia diperpendek menjadi gaya bebas saja, secara teknik dikenal sebagai front crawl. Olimpiade tahun 1904 di St. Louis meliputi perlombaan 50 yard, 100 yard, 220 yard, 440 yard, 880 yard dan satu mil gaya bebas, 100 yard gaya punggung dan 440 yard gaya dada, dan 4×50 yard gaya bebas beranting (lihat juga renang olimpiade musim panas tahun 1904. Perlombaan ini membedakan antara gaya dada dengan gaya bebas, sehingga sekarang ada dua gaya yang ditetapkan (gaya dada dan gaya punggung) dan gaya bebas, dimana sebagian besar orang berenang dengan gaya Trudgen.

Pada tahun 1907 perenang Annette Kellerman dari Australia mengunjungi Amerika Serikat sebagai penari balet dalam air. Kemudian dia ditangkap karena mempertontonkan hal yang tidak sopan, dimana baju renangnya menampakkan lengan, kaki dan leher. Kellerman merubah baju renangnya menjadi berlengan panjang, celana yang lebih panjang, serta kerah, namun tetap mempertahankan pakaian ketatnya yang menampakkan bentuk tubuh di bawahnya. Dia kemudian membintangi beberapa film, salah satunya tentang kehidupan pribadinya. Pada tahun 1908, asosiasi renang dunia Federasi Renang Amatir Internasional (FINA/Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.

2.2  Teknik Renang

Dalam olahraga renang, ada beberapa teknik diantaranya renang gaya dada, renang gaya bebas, renang gaya katak, dan renang gaya kupu-kupu. Berikut ini akan di bahas satu persatu.

  1. Renang Gaya Bebas
  2. Teknik Dasar Berenang Gaya Bebas

Pada bagian ini akan dibahas mengenai latihan gerak kaki, gerakan tangan, dan gerakan pernapasan pada renang gaya bebas. Beberapa gerak latihan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Gerakan Kaki

       Gerakan kaki di tempat

Kedua tangan memegang ril di sisi kolam. Angkat kedua kaki ke atas permukaan air, pandangan ke depan. Gerakan kaki ke atas dank e bawah mulai dari pangkal paha. Bantu dengan lecutan dari pergelangan kaki saat kaki digerakkan ke bawah.

       Gerakan kaki sambil bergerak maju

Kedua tangan memegangkal  papan luncur. Meluncurlah terlebih dahulu dari sisi kolam, pandangan ke depan. Saat tubuh sudah berada jauh dari sisi kolam, mulailah menggerakkan kaki ke atas dank e bawah mulai dari pangkal paha. Bantu dengan lecutan dari pergelangan kaki saat kaki digerakkan ke bawah.

  1. Gerakan Lengan

Setelah melakukan gerakan kaki sambil bergerak maju, lakukanlah latihan gerakan lengan di dalam dan di atas permukaan air berikut ini.

       Gerakan lengan di dalam air

Seluruh bagian lengan berada di dalam air. Lakukan gerakan menarik dan mendorong air ke depan dan ke belakang menggunakan kedua telapak tangan dengan kedua jari tangan di rapatkan. Akhiri gerakan dengan lecutan lecutan dari pergelangan tangan.

       Gerakan lengan di atas permukaan air

Seluruh bagian lengan di atas permukaan air. Lakukan gerakan mendorong air dengan salah satu tangan berada di dalam air, kedua jari-jari tangan dirapatkan. Ingatlah bahwa posisi ibu jari tangan saat masuk ke dalam air harus agak menghadap ke bawah. Doronglah air ke bawah dan belakang melewati bahu dan panggul. Saat menarik napas(recovery), sikut diangkat hingga berada di atas permukaan air. Bawa tangan ke depan di atas bahu, kemudian mulailah kembali dengan gerakan (stroke) berikutnya.

  1. Gerakan Pernapasan

Teknik dasar lainnya adalah gerakan pernapasan. Berikut ini adalah uaraian gerakan pernapasan di tempat dan gerakan pernapasan sambil bergerak maju pada renang gaya bebas.

          Gerakan pernapasan di tempat.

Kedua kaki di kaitkan pada ril di sisi kolam. Lakukan pernapasan dengan mengikuti gerakan lengan. Saat lengan bergerak keluar dari air, tubuh akan miring dan kepala akan berpaling ke salah satu sisi. Saat itulah yang paling tepat melakukan pernapasan. Usahakan pernapasan dilakukan saat kepala masih rendah di dalam air di ikuti dengan membuka mulut.

          Gerakan pernapasan sambil bergerak maju

Gunakan papan pelampung dijepit dengan kedua paha. Mulailah latihan dengan gerakan meluncur terlebih dahulu. Pada saat tubuh berada jauh dari sisi kolam, mulailah berenang tanpa di ikuti dengan gerakan kaki. Lakukan pernapasan mengikuti gerakan lengan sebagaimana telah di pelajari sebelumnya

  1. Renang Gaya Dada
  2. Koordinasi Gerak Kaki

Gerakan kaki dalam gaya dada adalah sebagai berikut.

  1. Saat tubuh hampir sejajar dengan permukan air, kadua tungkai di buka cukup lebar
  2. Tariklah kedua tungkai kaki bagian bawah ke atas secara maksimal
  3. Akhir dari tarikan itu, arahkan telapak kaki dengan memutar pergelangan mata kaki sehingga telapak kaki mengarah pada sikap untuk mendorong
  4. Doronglah air dengan kedua kaki secara serentak sehingga kaki tersebut membentuk setengah lingkaran dengan di akhiri oleh suatu lecutan tungkai kaki bagian bawah . kedua kaki berada dalam satu garis yang lurus di belakang tubuh
  5. Gerakan kaki yang baik merupakan usaha mendorong bagian tubuh untuk maju
  6. Koordinasi Gerakan ke Lengan

Ada dua tahap gerakan lengan pada renang gaya dada. Kedua tahap tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Tahap Pertama
  2. Kedua lengan lurus ke depan, kemudian membuka ke samping, dengn kedua lengan lebih lebar dari bahu.
  3. Akhir dari sikap membuka, mengambil sikap untuk melakukan tarikan (Pull) dengan siku tinggi dan tetap di bawah permukaan air.
  4. Tahap Kedua

Saat kedua lengan saling bertemu, lanjutkan dengan mengapit kedua siku pada satu bidang datar.

  1. Urutan gerakan lengan dan kaki
  2. Posisi badan dengan sikap meluncur di mana lengan kaki dalam permukaan air
  3. Lengan mulai melakukan ayunan dengan telapak tangan menghadap ke samping belakang, kaki masih dalam keadaan lurus.
  4. Ayunan dilakukan dengan kedua lengan kea rah samping, telapak tangan menghadap samping belakang, kaki masih belum mengadakan recovery
  5. Ayunan lengan mendekati kecepatan maksimal, kaki dalam keadaan lurus
  6. Ayunan lengan dilakukan dari arah samping belakang, kecepatan ayunan pada tahap maksimal, dan kepala mulai keluar dari permukaan air, pengeluaran napas mulai dikeluarkan.
  7. Ayunan lengan pada tahap akhir, kedua tangan mulai mendekati tubuh, telapak tangan mengarah ke dalam dan kaki masih dalam keadaan lurus, kepala hampir keluar dari permukaan air sehingga pengeluaran napas menjadi maksimal
  8. Ayunan lengan hampir selesai, tapi mulai mengadakanrecovery dan mulut telah keluar dari permukaan air untuk mengambil napas.
  9. Ayunan lengan telah selesai dengan merapatkan lengan atas pada tubuh dan lengan bawah di bawah dagu. Kaki dalam pertengahan recovery
  10. Lengan mulai mengadakan recovery dengan meluruskan kedua tangan ke depan kaki mencapai saat akhir pada wakturecovery, dimana lutut berada di tengah-tenga antara tumit dan pantat, kepala mulai turun dengan pandangan mata kea rah bawah
  11. Recovery lengan secara perlahan telah mencapai setengah kaki akhir recovery dimana telapak kaki dari keadaan lurus berubah enjadi tertekuk guna mempersiapkan untuk tendangan kaki
  12. Lengan hampir selesai melakukan recovery, kaki telah mulai melakukan pukulan melecut kea rah samping, kepala, menghadap ke bawah.
  13. Recovery lengan telah selesai, dengan telapak tangan menghadap keluar dan ibu jari terletak ke bawah, kaki dalam tendangan melecut, dimana kecepatan gerakan mulai maksimal telapak kaki dari tertekuk menjadi lurus, dan ini merupakan pendorong kaki yang utama.
  14. Renang Gaya Katak

Gaya katak adalah gaya renang yang menggunakan mekanisme katak sebagai acuan atau contohnya, artinya gaya katak meniru gerakan katak yang berenang.

  1. Teknik posisi badan
  2. Posisi badan dalam renang gaya katak harus sejajar dan sedater mungkin.
  3. Sikap kepala normal dan pandangan agak lurus ke depan.
  4. Bentuk-bentuk latihan posisi badan
  5. Latihan terapung telungkup
  6. Latihan meluncur dengan/tanpa pelampung
  7. Latihan gerakan kaki
  8. Kedua lantai bertumpu pada lantai kolam tegak lurus dengan tubuh dan jari-jari tangan menunjuk ke depan. Kedua tangan berpegangan pada tepi kolam.
  9. Tubuh dan kedua kaki lurus ke belakang rata dengan permukaan air (rata-rata air).
  10. Kepala atau muka menghadap ke depan.

Gerakannya :

Gerakan kaki digerakkan ke samping secara bersamaan serta teru menerus, sehingga air terdorong ke belakang.

  1. Latihan gerakan lengan
  2. Berdiri kangkang, badan dibungkukkan ke depan hingga rata dengan permukaan air, kedua lengan menjulur ke depan.
  3. Kepala atau muka menghadap ke depan di atas permukaan air.

Gerakannya :

Kedua lengan dengan jari-jari rapat digerakkan ke samping secara bersamaan dan secara terus-menerus, sehingga air terdorong ke belakang.

  1. Latihan pernafasan
  2. Berdiri kangkang di kolam dangkal dengan membungkuk tubuh dengan rata air.
  3. Muka menghadap ke arah depan diantara kedua lengan yang diluruskan ke depan.

Gerakannya :

Pernafasan dilakukan dengan menghadapkan muka kea rah depan, sehingga mulut berada di atas permukaan air untuk mengambil udara. Latihan pernafasan dilakukan dengan gerakan lengan. Pengambilan udara dilakukan dengan mulut untuk menghindari masuknya air ke hidung dan untuk mempersingkat waktu pengambilan udara.

  1. Renang Gaya Punggung

Ketika belajar renang gaya punggung, kekuatan waktu terlentang di atas air lebih besar dibandingkan dengan ketika sedang telungkup. Hal ini bias terjadi karena lebar dan luas punggung lebih besar daripada dada. Karena itu bias dikatakan, sebenarnya teknik renang gaya punggung lebih mudah dipraktekkan daripada gaya yang lain. Namun entah kenapa, banyak orang, bahkan atlet renang sekalipun, yang mengatakan bila renang gaya punggung lebih sulit dilakukan. Mungkin hal ini disebabkan karena kebanyakan orang menggunakan gaya bebas atau kupu-kupu maupun gaya katak ketika pertama kali berlatih renang. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam teknik renang gaya punggung urutannya adalah sebagai berikut :

  1. Gerakan Kaki

Pertama kali yang harus dilakukan adalah menggerakkan kaki kanan dan kaki kiri dengan bergantian, yang caranya sama persisi dengan jalan kaki orang di darat. Jadi seperti renang gaya bebas, namun posisinya terbalik. Usahakan ketika melakukan gerakan ini bias lebih cepat agar arah yang kita tuju tidak bias melenceng atau berbelok.

  1. Gerakan Tangan

Teknik renang gaya punggung yang harus diperhatikan selanjutnya  adalah tangan. Ketika pertama kali melakukan, luruskan salah satu tangan kearah atas sejajar dengan kepala. Kemudian kayuh ke arah belakang sampai ke pinggang. Setelah itu diangkat dari dalam air dan balik ke posisi semula. Lakukan hal tersebut pada tangan lainnya terus menerus dan bergantian.

  1. Gerakan bersama antara kaki, tangan dan system pernafasan

Bila kita sudah bias melakukan gerakan secara kontinyu dan konsisten, maka kita tidak mungkin akan mendapat kesulitan dengan system pernafasan kita. Apalagi posisi wajah sekaligus hidung terletak di bagian atas permukaan air. Hanya yang perlu di waspadai adalah, kita harus mampu mengira-ngira jarak ujung kolam renang yang satu dengan ujung yang lain. Karena mata kita tidak mampu memandang (gaya punggung membuat mata harus menatap ke atas atau langit). Cara ini bias diakali dengan menghapalkan hitungan gerakan tangan. Tujuannya agar nanti kepala kita tidak membentur dinding kolam renang.

Hal lain yang perlu diperhatikan :

Selain tiga teknik renang gaya punggung di atas, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yaitu usahakan kaki selalu masuk agak ke dalam air, jadi tidak di atas air. Ini akan membuat gerakan renang kita menjadi lebih cepat. Selain itu kepala juga mampu tetap di atas. Telapak pada kaki juga harus selalu lurus dan sebaris dengan tulang pada kaki. Dan juga harus selalu dekat dengan dada karena hal ini juga merupakan factor pemicu terhadap kecepatan dalam berenang. Dan yang terakhir adalah, bila tangan akan masuk, maka bagian pertama yang masuk adalah telapaknya dulu. Tujuannya adalah agar tahanan air jadi lebih kecil.

  1. Renang Gaya Kupu-kupu

Renang gaya kupu-kupu merupakan gaya  renang yang paling sukar dan membutuhkan waktu untuk dipelajari.

  1. Gerakan Kaki
  2. Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Dan juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
  3. Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air.
  4. Kemudian jatuhkan kedua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan. Ulangi langkah b-c di atas. Perhatikan : Selama melakukan gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya. Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki.
  5. Gerakan Tangan
  6. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya).
  7. Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
  8. Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali ke depan. Ulangi langkah a-c di atas. Perhatikan : Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap keluar.
  9. Gerakan kombinasi tangan, kaki, dan mengambil nafas

Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil napas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

2.3    Proses Belajar Renang

  1. Pengenalan Air

Sebagian besar anak-anak, bahkan orang dewasa yang belum pernah masuk ke dalam kolam renang biasanya akan menjadi takut atau cemas ketika akan masuk ke dalam kolam, lebih-lebih bila pernah mengalami trauma dengan air. Untuk itu sebaiknya, mereka msuk ke dalam kolam yang dangkal terlebih dahulu. Setelah terbiasa dan keberaniannya mulai mumcul, bias mulai diajak ke kolam renang yang sedikit agak lebih dalam. Sebaiknya orang yang baru belajar masih tetap bias menginjakkan kakinya ke lantai kolam renang tanpa tenggelam.

  1. Ajarkan cara membuang nafas di air.

Cara mengajarkan membuang nafas di air, adalah :

       Pertama, hirup nafas dalam-dalam.

       Kemudian masukkan kepala ke dalam air.

       Tiupkan nafas melalui hidung ketika kepala masih dalam air.

       Setelah itu naikkan kepala ke atas sambil membuka mulut untuk mengambil nafas.

       Lakukan langkah di atas berulang-ulang sampai terbiasa dan tidak takut memasukkan kepala ke dalam air.

  1. Melompat dari pinggir kolam ke dalam kolam renang

Melompat dari pinggir kolam renang dimaksudkan untuk mengurangi rasa takut dengan air. Dan bias lebih enjoy dan menikmati bermain-main dengan air.

  1. Belajar mengapungkan badan di atas permukaan air.

Bila sudah tidak takut dengan air (berani memasukkan kepala ke dalam air cukup lama) maka selanjutnya adalah mengapungkan badan di atas permukaan air. Dengan posisi, wajah dan pandangan mata menghadap ke lantai kolam renang sambil menahan nafas (dilakukan dengan santai).

  1. Belajar meluncur di permukaan air.

Setelah bisa mengapungkan badan di atas permukaan air, tahap selanjutnya adalah meluncur. Meluncur dilakukan dengan cara pada posisi tubuh mengapung di atas permukaan air, kemudian gerakkan kaki naik turun seperti orang yang sedang berjalan (tapi antara paha dan kaki tetap lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk).

Untuk belajar mengapung ini, awalnya bisa dibantu oleh teman untuk memegangi tangannya, ketika mengapungkan badan dengan santa di atas permukaan air dan sewaktu akan berdiri kembali. Untuk belajar mengapung dan menluncur  ini, yang paling utama adalah menghilangkan rasa takut terhadap air. Kemudian praktekkan langkah-langkah di atas. Lakukan dengan santai saja, pasti berhasil.

2.3.1   Teknik Lanjutan Renang

  1. Start Gaya Bebas

Perenang menghabiskan banyak waktu berlatih gaya renang sehingga teknik menjadi otomatis. Start tidak berbeda dan harus dipraktekkan dengan sesuai. Setiap kali perenang melangkah di blok, mereka segera harus menempatkan kaki mereka bersiap untuk start, dan menjadikannya kebiasaan, mereka tidak merasa terburu-buru mengambil posisi start. Ketika perenang mengasumsikan posisi siap, pendengaran dan refleks mereka harus fokus pada sinyal start. Dalam waktu sesingkat itu, tidak ada yang lain kecuali sinyal itu. Melakukan rutinitas ini akan membuat setiap start terasa sama dan akan meminimalkan kemungkinan false start dan memaksimalkan respon refleks untuk start yang cepat. Sederhana, tetapi efektif.

Start yang baik adalah kombinasi keseimbangan dan kekuatan. Dengan memegang bawah blok dan mendorong dengan kaki, perenang meningkatkan ketegangan pada otot-otot yang diperlukan (tindakan peregangan-refleks). Peningkatan ketegangan otot, sebelum sinyal, menghasilkan peningkatan daya dorong. Sebagai sinyal terdengar dan perenang menarik bawah blok, pusat gravitasi bergerak maju, melewati titik keseimbangan. Pada titik ini perenang mendorong dengan kaki dan melemparkan lengan dan kepala ke depan untuk membantu dalam mengatasi kelembaman. Perenang menempatkan kepalanya di antara lengan dan merentangkan tubuh untuk masuk ke air dengan mulus dan mengalir segera menjadi tendangan, kupu-kupu yang cepat dan sempit. Starter terbaik adalah cepat lepas dari blok, mendapatkan jarak besar melewati udara,masuk dengan mulus dan menendang dengan kuat. Teknik ini tidak sulit untuk dikembangkan, beberapa latihan yang solid akan menghasilkan start yang jauh lebih baik. Karena Anda melakukan setidaknya 200 sampai dengan 600 latihan per musim, sangat penting bahwa Anda mulai tiap-tiap latihan dengan usaha start yang maksimum. Manfaat plyometric dan penguatan akan memberikan perenang Anda start yang lebih baik dalam lomba. Juga, dimulai dengan keseriusan, Anda menciptakan nada positif untuk sisa latihan. Berikut adalah beberapa teknik untuk dikerjakan selama latihan.

  1. Teknik Blok Start

Mengeringkan blok dengan handuk. Menutupi atas blok dengan handuk juga memastikan bahwa handuk tersedia jika terjadi false start atau terlalu panas.

Siap melempar. Perintahkan perenang untuk berlatih memastikan bahwa tangan mereka bergerak cepat dan siku mereka lurus.

Lompatan Siap melempar. Perenang harus berlatih melemparkan lengan mereka dan memperpanjang kaki mereka saat lepas landas. Perenang yang melompat dengan baik melakukannya dengan memperluas bola kaki sampai melalui jempol kaki. Hal ini menempatkan tekanan yang besar pada otot-otot soleus di kaki bagian bawah. Untuk merasakan tarikan ini dalam soleus anda sendiri, goyangkan ke depan dan ke atas dari bola kaki ke jempol kaki. Latih perenang Anda untuk melompat melalui bola kaki dan menggunakan jempol kaki.

Track start. Teknik ini, di mana satu kaki lebih maju di blok dari kaki yang lain, memerlukan tolakan kuat pada lengan dan kaki belakang. Bahu perenang lebih diperpanjang pada masuk ke air dan segera mulai menendang.

  1. Berbalik Arah Dalam Renang Gaya Bebas.

Tujuan di sini adalah untuk mencapai bebalik arah yang halus dan cepat dengan sedikit waktu yang dihabiskan dalam kontak dengan dinding. Ketika perenang mendekati tembok, mereka harus menggunakan T dicat sebagai isyarat visual untuk mulai mempersiapkan untuk berbalik arah. Mereka seharusnya tidak bernapas dari titik ini, agar pandangan perenang tidak terlepas dari dinding. Diperlukan waktu agar setiap perenang mampu menetapkan titik yang tepat untuk memulai tarikan kayuhan akhir. Titik tersebut harus di tempat yang sama, sebagai titik awal urutan berbalik arah.

Kayuhan kedua hingga terakhir, diakhiri dengan satu tangan di samping, telapak tangan menghadap bawah, dan lengan yang lain pada ekstensi penuh. Tangan di depan menarik melalui pada stroke akhir, dan ketika tangan lewat di bawah, tubuh berputar pada bidang vertical. Ketika tubuh mulai memutar, lengan tetap melebar di belakang perenang dan memutar medial sampai telapak tangan menghadap ke bawah kemudian kedua tangan membuat tarikan yang singkat dan tajam dari siku untuk membantu rotasi tubuh.

Sepanjang rotasi tubuh, kaki diangkat ke atas permukaan air (garis air harus berada di titik tengah antara pergelangan kaki dan lutut) dengan kaki ditekuk dan agak terpisah untuk memungkinkan air untuk lewat di antara mereka. Sebuah lipatan ketat akan menjaga tumit dekat permukaan dan akan menghasilkan rotasi lebih cepat. Perenang harus mulai terbuka keluar dan pukulan kaki ke dinding persis sebelum kontak; ini mengaktifkan ekstensor pinggul dan paha depan dan menghasilkan waktu kontak yang pendek, menjaga perenang dari “duduk” di dinding. Kaki harus menempel di dinding dengan sudut kira-kira 45 derajat. Dengan tetap berada di belakang perenang, lengan sepenuhnya diperpanjang ke posisi efisien untuk ledakan dorongan dari dinding, yang segera disertai dengan tendangan gaya kupu-kupu yang cepat dan sempit. Kebanyakan perenang yang kakinya keluar terlalu tinggi di atas air adalah karena menjaga kaki terlalu lurus. Ketika tendangan bayi lumba-lumba dilakukan, lutut harus dilenturkan segera untuk membantu kaki keluar. Ketika tumit melewati permukaan air, kaki harus ditekuk.

  1. Latihan Berbalik Arah Dalam Renang Gaya Bebas

Ini adalah latihan pelajaran untuk dikelola berbeda dari set berenang, dan tidak seharusnya  dimasukkan dalam  set renang lain. Luangkan waktu, dalam fase awal musim ini dan secara berkala sepanjang musim, untuk memperlambat praktik tersebut dan lakukan latihan ini sebagai entitas yang terpisah.

Tangan di samping. Latihan ini bekerja pada pendekatan ke dinding dengan menyuruh perenang berlatih gerakan berbalik arah. Lakukan latihan ini beberapa kali lima atau enam meter dari dinding sehingga tidak ada kontak sebenarnya dibuat dengan dinding; perenang akan berbalik ketika mereka mencapai dinding imajiner. Kemudian, sebagai kelanjutannya, mereka dapat melakukan latihan cukup dekat ke dinding sehingga mereka mampu menekan dinding dengan punggung mereka.  

Perenang menjaga kepala tetap diam dan lengan seimbang selama latihan berlangsung. Tidak boleh ada gerakan memutar dari perut langsung ke punggung. Latihan ini membantu perenang membangun waktu melipat dagu dengan tepat. Kebanyakan perenang gaya bebas salah memilih waktu saat melipat dagu selama berbalik arah. Perenang harus melipat dagu ketika memulai berbalik arah pada kecepatan tertinggi dalam siklus tarikan ketika mereka berenang. Waktu tersebut, pada renang normal adalah ketika tangan memimpin berada di bawah pinggul. Pada saat itu, dagu harus dilipat paksa ke dada. Melakukab hal tersebut pada jarak yang tepat dari dinding. perenang harus menggunakan isyarat visual dari dinding dan akhir sumbu (T) dan berlatih berbalik arah dari tempat yang sama setiap waktu. Dengan menjaga lengan di samping dan di bawah pinggul selama latihan, perenang akan mendapat isyarat tersendiri kapan waktu untuk mulai melipat dagu.

Satu tangan di depan, tumit meluncur. Latihan ini mirip dengan yang sebelumnya, tetapi menambahkan komponen lain di mana perenang menendang ke dinding imajiner dari posisi tengkurap dengan satu tangan di depan kepala. Sekali lagi, ketika perenang mendapat kemajuan, mereka benar-benar dapat bergerak lebih dekat ke dinding untuk menendang satu lengan keluar, menarik lengan ke samping, mulai berbalik arah, dan menekan dinding dalam posisi efisien. Latihan ini bekerja pada pemulihan kaki di atas permukaan air dengan lutut ditekuk. Perenang harus belajar menghentakkan kaki ke dinding dengan posisi dangkal di bawah permukaan.

Latihan Tennessee#1. Perenang melatih  mekanikal berbalik arah yang tepat tanpa memutar dari dinding. Sebuah tendangan, cepat dan sempit dimulai segera setelah kaki meninggalkan dinding.

Latihan Tennessee #2. Perenang mendorong dari dinding lurus di bagian belakang dengan seimbang ketika mereka memutar ke samping.

Standing flip. Perenang berlatih membalik mulai dari posisi berdiri di ujung yang dangkal jauh dari dinding. Latihan ini akan membantu perenang fokus pada kecepatan berbalik dan koordinasi. Ini juga menyenangkan.

Flag in and out. Dalam latihan ini, perenang mendorong dengan keras dan cepat dari bendera ke dinding, menjalankan mekanik berbalik secara tepat, dan mendorong ke bendera. Latihan ini menekankan pelatihan kecepatan dan dapat kompetitif dan menyenangkan.

Sirip berbalik arah. Perenang berlatih berbalik arah dengan menggunakan sirip. Sirip membantu menekankan lutut segera menekuk saat kaki keluar dari air.

Berbalik arah renang gaya bebas secara keseluruhan. Latihan ini menempatkan semua elemen dari latihan berbalik arah sehingga menjadi komplit dan efisien.

  1. Finish Renang Gaya Bebas

Para perenang harus berusaha untuk finish pada pemulihan penuh ketika lengan mencapai ekstensi penuh. Lengan diperpanjang dari bahu sebagai perenang menyelesaikan kayuhan terakhir, menyelesaikan di sisi dengan kepala di bawah, mengarah ke  dinding dan menendang keras.

Semua finish gaya bebas pada saat latihan harus dilakukan dengan perenang disisinya, dengan jari pada kedalaman yang sama dengan bahu. Perenang harus memastikan tendangan yang kuat ke dinding dan tidak mengangkat kepalanya sampai tangan menyentuh tembok. Ketika pelatihan, bisa lebih menyenangkan dan merangsang bagi perenang untuk melakukan finish sempurna atau berbalik arah dengan sempurna sambil bersaing melawan perenang lain. Jika, pada setiap finish atau berbalik arah dalam pelatihan, perenang membayangkan saingan di sebelahnya dan selalu mengalahkan saingan tersebut, perenang akan siap untuk mengalahkan saingannya dalam kompetisi.

  1. Start Pada Gaya Renang Kupu-Kupu

Pada dasarnya, start gaya renang kupu-kupu sama seperti untuk gaya bebas, kecuali bahwa hanya tendangan kupu-kupu yang digunakan. Penting untuk tidak kembali ke permukaan dengan sudut terlalu curam, karena hal ini akan memperlambat kecepatan maju (Gambar 15.4). Perenang harus kembali pada sudut dangkal, memulai kayuhan lengan tepat di bawah permukaan air pada ketukan tendangan kedua ke bawah, sehingga memecah tekanan permukaan pada titik puncak tenaaga dan mengambil kayuhan pertama tanpa merusak irama dari tendangan. Perenang sebaiknya tidak mencoba untuk memulai kayuhan terlalu jauh di bawah permukaan atau mereka akan menemukan diri mereka mencoba untuk memulihkan lengan saat masih di bawah air.

  1. Berbalik Arah Dalam Renang Gaya Kupu-Kupu

Tujuannya adalah untuk mencapai dinding dengan lengan pada pemulihan penuh setelah perenang mencapai ekstensi penuh. Ketika tangan menyentuh dinding, berbalik arah dimulai dengan sedikit meregangkan siku dan mulai memutar tubuh sekitar 45 derajat sementara memulihkan kaki dekat dengan tubuh untuk menempatkan kaki pada dinding dengan sudut kira-kira 45 derajat. Selama pemulihan kaki, siku kearah tubuh yang berputar ditarik mundur dekat dengan bagian atas tubuh, dan tangan turun ke bagian bawah kolam dengan jari kelingking di depan. Tangan diputar sehingga telapak tangan menghadap ke atas ketika tangan terus melalui lengkungan untuk menyelesaikan menunjuk kembali di sepanjang jalur. Tarikan melengkung semacam ini bertepatan dengan kepala yang menjauh dari dinding ketika perenang menghirup udara dan membantu berbalik arah. Lengan yang lain meninggalkan dinding dan kembali di belakang telinga untuk bergabung dengan bawah tangan dan menyelesaikan posisi streamline. Perenang meninggalkan dinding di sisi dengan dorongan yang kuat dan segera memulai tendangan cepat, sempit, berguling kembali ke posisi datar dan kembali ke permukaan.

  1. Finish Renang Gaya Kupu-Kupu

Seperti dalam berbalik arah, tujuan finish renang gaya kupu-kupu adalah menyentuh kedua tangan ke dinding dengan lengan pada pemulihan penuh. Latihan yang sama digunakan perenang dalam berbalik arah untuk mengukur jarak ke dinding dan memutuskan apakah akan memperpendek atau memperpanjang dua kayuhan terakhir akan berguna di sini. Jika seorang perenang salahmenilai jarak dan menemukan dia perlu mengambil setengah kayuhan untuk mencapai dinding-ia tidak harus berusaha untuk melakukannya. Mencoba untuk mengambil setengah kayuhan biasanya berakhir dengan perenang menyentuh dinding baik dengan posisi lengan yang sangat bengkok, atau dalam kasus terburuk, wajah. Latihan yang lebih baik adalah untuk tetap lebih memperpanjang dan menendang, bukan meluncur, ke arah dinding.

  1. Start Renang Gaya Punggung

Penting dalam start gaya punggung bagi perenang untuk mengangkat tubuh keluar air dengan jelas. Jika tidak, mereka akan memberikan pesaing mereka setidaknya keuntungan setengah panjang tubuh, bahkan seringkali lebih.
Tangan ditempatkan lebar dari pegangan start dengan ibu jari di atas bar untuk memungkinkan pelepasan cepat. Kaki ditempatkan setinggi mungkin di dinding sambil tetap di bawah garis air, agak terpisah untuk membantu dengan mendorong langsung ke belakang. Pada saat tanda “bersiap,” tubuh ditarik keatas dengan menjaga siku kea rah luar, bukan kearah bawah, sementara kepala dikedepankan.

Pada tanda start, lengan mendorong ke belakang dan kembali keluar dan sekitar untuk posisi efisien. Pemulihan harus tidak datar, atau tepat di atas bagian atas kepala. Pinggul didorong keluar dari air, dan kepala dengan cepat didorong belakang sehingga punggung melengkung dan kaki diangkat atau menjentik jelas air. Ujung jari harus masuk ke air sebelum pinggul. Perenang harus mempertahankan posisi “hyperextended” dan segera memulai tendangan lumba-lumba yang kuat dan cepat, mempertahankan sudut dangkal untuk kembali ke permukaan. Kayuhan pertama diambil sehingga perenang memecah permukaan pada saatfase akhir dari kayuhan, mencapai tenaga puncak untuk membantu dalam memecahkan tegangan permukaan. Ingat bahwa latihan start harus dilakukan secara terpisah sebelum memulai rangkaian latihan gaya punggung sehingga penekanan dapat dilakukan murni pada teknik start.

  1. Berbalik Arah Dalam Renang Gaya Punggung

Berbalik arah disini pada dasarnya sama dengan berbalik arah dalam gaya bebas. Perbedaan terbesar terletak pada berputar dalam posisi telentang (kembali) ke posisi (depan) pada titik yang tepat untuk memulai perubahan arah. Perbedaan penting lainnya adalah punggung yang tetap menempel ketika mendorong menjauh dari dinding.
Metode paling mudah dan mungkin paling standar untuk menentukan kapan harus memulai berbalik arah adalah untuk menghitung jumlah kayuhan yang dibutuhkan untuk mencapai dinding dari bendera dan kurangi satu. Sebut itu dengan “stroke rotator”. Ketika tangan keluar dari air pada stroke rotator, perenang menyelesaikan kayuhan dengan lengan yang berlawanan dengan bahu, sehingga membantu rotasi lateral dari belakang ke depan dan finishing di ekstensi penuh. Adalah penting bahwa lengan yang lain, diperpanjang dari awal stroke rotator, menyelesaikan tarikan bawah air di samping, telapak tangan menghadap bawah, dalam persiapan untuk rotasi vertikal pada dinding. dengan memulai rotasi lateral pada titik yang benar, perenang sekarang harus di tempat yang tepat untuk memulai perubahan arah gaya bebas. Pada saat mendorong menjauh dari dinding perenang tetap telentang, segera melakukan tendangan kupu-kupu yang cepat dan kuat untuk kembali ke permukaan, sama seperti saat awal gaya punggung.

  1. Latihan Berbalik Arah Dalam Renang Gaya Punggung

    Dinding imajiner. Perenang berfokus pada berbalik arah itu sendiri tanpa berkonsentrasi pada dinding.

    Dengan tendangan lumba-lumba. Selama bagian ini, perenang berlatih pada menekan kaki di dinding dan latihan tendanan lumba-lumba yang sempit dan cepat dari dinding.

  1. Finish Renang Gaya Punggung

Teknik yang benar untuk finish gaya punggung membutuhkan perenang untuk menghitung kayuhan dari bendera untuk mengukur posisi relatif perenang terhadap dinding, seperti halnya pada berbalik arah. Namun kali ini, perenang akan menggunakan jumlah penuh kayuhan. Pada saat penyelesaian kayuhan terakhir, perenang membentangkan bahu untuk mencapai rentang maksimum dan mendorong kepala ke belakang, finish dengan sebagian sisi, menendang keras. Sebuah tendangan lumba-lumba dapat dimasukkan dalam terjangan akhir ke dinding.

  1. Start Renang Gaya Dada

Lompatan start dalam gaya dada sama seperti untuk gaya bebas dan kupu-kupu. Namun, tidak seperti gaya renang lainnya, tidak ada tendangan saat masuk ke air. Sebaliknya, perenang mempertahankan posisi yang efisien yang berkesinambungan sampai mereka merasakan penurunan kecepatan, pada saat mereka melakukan tarikan kupu-kupu tunggal dengan kedua tangan yang berakhir disisi, kemudian bertahan di posisi ini sampai mereka merasakan penurunan kecepatan. Ketika mereka merasakan penurunan kecepatan, tangan melakukan pemulihan di bawah tubuh, dekat dengan dada dan terus melalui ekstensi penuh. Perenang harus berhati-hati untuk tidak ke benar-benar berhenti sebelum tendangan. Tendangan harus membawa perenang ke permukaan. Tepat di bawah permukaan, perenang melakukan tarikan lengan pertama, memastikan bahwa kepala muncul di permukaan sebelum mencapai bagian terluas dari kayuhan. Seluruh prosedur ini disebut sebagai tarikan  gaya dada dan digunakan pada setiap startdan berbalik dalam renang gaya dada.

  1. Berbalik Arah Dalam Renang Gaya Dada

Dari sentuhan di dinding pada pemulihan penuh untuk mendorong dari dinding, berbalik arah dalam gaya dada sama seperti halnya pada gaya kupu-kupu. Setelah masuk ke air, bagaimanapun, bukan tendangan gaya kupu-kupu dilakukan perenang melainkan tarikan gaya dada. Mengacu pada berbalik arah dalam  gaya kupu-kupu, termasuk ‘tips”, untuk informasi lebih lanjut juga, hal itu juga relevan digunakan dalam gaya dada.

  1. Finish Renang Gaya Dada

Seperti dalam renang gaya kupu-kupu, tujuannya adalah untuk finish pada pemulihan penuh pada saat lengan mencapai ekstensi penuh. Ingat, jika ragu apakah harus melakukan kayuhan lagi atau tidak, perenang harus selalu menendang dan mempersingkat mencapai dinding. mereka tidak boleh melakukan sebagian atau kayuhan tambahan pada saat finish.

2.4    Peraturan Renang

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan  gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk. Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.

Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap ((Take your marks dalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

2.5    Peralatan Renang

  1. Kolam renang

Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m, sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasiFederasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.

  1. Lintasan

Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir. Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan. Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8,biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5. Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.

  1. Pengukur waktu

Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm. Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games1967 di Winnipeg, Kanada.

  1. Balok start

Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start. Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.

BAB III

PENUTUP

3.1      Kesimpulan

3.1.1   Sejarah Renang

Renang telah dikenal sejak masa prasejarah, dengan ditemukannya Lukisan dari Zaman Batu didalam“gua perenang” yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Renang awalnya merupakan salah satu dari tujuh ketangkasan yang dimiliki oleh para kesatria dalam Abad Pertengahan, termasuk berenang dengan memakai baju zirah. Akan tetapi, sejak renang dilakukan dalam keadaan tanpa pakaian, ia menjadi kurang populer karena masyarakat menjadi semakin konservatif, dan ia telah ditentang oleh gereja pada akhir abad pertengahan. Pada tahun 1603 organisasi renang pertama dibentuk di Jepang. Pada tahun 1908, asosiasi renang dunia Federasi Renang Amatir Internasional (FINA/Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.

3.1.2   Teknik Dalam Olahraga Renang

Ø  Tehnik Renang Gaya Bebas:

  1. Gerakan Kaki

       Gerakan kaki di tempat

       Gerakan kaki sambil bergerak maju

  1. Gerakan Lengan

       Gerakan lengan di dalam air

       Gerakan lengan di atas permukaan air

  1. Gerakan Pernapasan

       Gerakan pernapasan di tempat.

       Gerakan pernapasan sambil bergerak maju.

Ø  Tehnik Renang Gaya Dada:

  1. Koordinasi Gerak Kaki

Gerakan kaki yang baik merupakan usaha mendorong bagian tubuh untuk maju

  1. Koordinasi Gerakan ke Lengan

       Tahap Pertama

  • Kedua lengan lurus ke depan, kemudian membuka ke samping, dengn kedua lengan lebih lebar dari bahu.
  • Akhir dari sikap membuka, mengambil sikap untuk melakukan tarikan (Pull) dengan siku tinggi dan tetap di bawah permukaan air.

       Tahap Kedua

Saat kedua lengan saling bertemu, lanjutkan dengan mengapit kedua siku pada satu bidang datar.

  1. Urutan gerakan lengan dan kaki

Ø  Tehnik Renang Gaya Katak:

  1. Teknik posisi badan

          Posisi badan dalam renang gaya katak harus sejajar dan sedater mungkin.

          Sikap kepala normal dan pandangan agak lurus ke depan.

Ø  Tehnik Renang Gaya Punggung:

  1. Gerakan Kaki

Caranya sama persisi dengan jalan kaki orang di darat.

  1. Gerakan Tangan

Luruskan salah satu tangan kearah atas sejajar dengan kepala. Kemudian kayuh ke arah belakang sampai ke pinggang. Setelah itu diangkat dari dalam air dan balik ke posisi semula.   

  1. Gerakan bersama antara kaki, tangan dan sistem pernafasan

Ø  Tehnik Renang Gaya Kupu-kupu:

  1. Gerakan Kaki

Dengkul tidak boleh ditekuk. Kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya. Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki.

  1. Gerakan Tangan

Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap keluar.

  1. Gerakan kombinasi tangan, kaki, dan mengambil nafas

Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil napas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

3.1.3   Proses Belajar Renang

       Pengenalan air

       Ajarkan cara membuang nafas di air

       Melompat dari pinggir kolam ke dalam kolam renang

       Belajar mengapungkan badan di atas permukaan air.

       Belajar meluncur di permukaan air.

3.1.4   Proses Latihan

Sebelum latihan dimulai, harus dilakukan pemanasan agar tidak kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.

3.1.5   Peraturan Dalam Olahraga Renang

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan  gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk. Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tanganmemegang pegangan besi pada balok start, sementara kakibertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.

Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluitpanjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap ((Take your marksdalam bahasa Inggris) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba.  Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

3.1.6   Peralatan Renang

       Kolam renang

       Lintasan

       Pengukur Waktu

       Balok Start

3.2      Saran

Untuk pembaca, jangan takut untuk  mempelajari olahraga ini, dengan tehnik dan di awali serta diakhiri dengan pemanasan yang benar sudah pasti  olahraga ini akan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Contoh Makalah Fikih Tentang Jinayah ( Lengkap )
  2. Contoh Makalah Kenakalan Remaja Yang Baik dan Benar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*