Makalah Tentang Perhotelan ( Yang Baik dan Benar )

Makalah Tentang Perhotelan

Makalah Tentang Perhotelan ( Yang Baik dan Benar )

Makalahkita.com – Makalah Tentang Perhotelan ( Yang Baik dan Benar ) yang saya bagikan ini sebagai bahan informasi referensi dalam pembuatan makalah yang benar. Kembali ke tema pembahasan contoh makalah. Tujuan saya ingin membatu adik-adik atau rekan-rekan yang lain dalam menyelesaikan tugas makalah sekolah maupun tugas makalah kuliah. Seperti yang saya alami ketika mengenyam bangku pendidikan di beri tugas untuk membuat makalah, namun saya agak kesulitan karena waktu dulu saya cari referensi hanya dari buku dan itu pun terbatas. Untuk itu silahkan menikmati contoh makalah berikut ini.

Adapun untuk Ukuran Margin, Font, dan Spasi Makalah Yang Benar adalah Sebagai Berikut:

  1. Margin : Top 4, Left 4, Botton 3 dan Right 3 ( cm)
  2. Font : Times New Roman Ukuran 12
  3. Kertas : Size A4
  4. Spasi : 1.5

DAFTAR ISI

Daftar isi……………………………………………………………………………………………………. i

PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………. 1

  • Latar belakang………………………………………………………………………………… 1
  • Rumusan Masalah

PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………. 2

  • Pengertian Hotel…………………………………………………………………………….. 3
  • Fungsi dan Peranan Hotel…………………………………………………………….. 3
  • Karakteristik Usaha industri Perhotelan…………………………………………. 4
  • Klasifikasi Hotel……………………………………………………………………………… 5
  • Karakteristik Produk Hotel………………………………………………………………. 7

LAPORAN KEUANGAN HOTEL……………………………………………………………….. 9

  • Neraca……………………………………………………………………………………………. 9
  • Laporan laba/rugi……………………………………………………………………………. 11
  • Laporan perubahan ekuitas…………………………………………………………… 11
  • Laporan arus kas……………………………………………………………………………. 12
  • Catatan atas laporan Keuangan…………………………………………………….. 12

KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………… 14

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………….. 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Meningkatnya dunia pariwisata saat ini di Indonesia menunjukkan arti pentingnya sebuah hotel. Semakin banyaknya hotel yang berdiri menunjukkan bahwa dunia industri perhotelan semakin strategis untuk menarik karyawan-karyawan baru di berbagai tempat, sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.Pengurangan tingkat pengangguran tentunya membantu pemerintah dalam meminimalisasi tingkat kemiskinan. Di samping itu, arti pentingnya industri perhotelan dapat juga dilihat dari sisi pendapatan pajak yang diberikan hotel terhadap pemerintah.

Industri perhotelan merupakan bagian dari indusrti pariwisata yangmemiliki arti penting, terutama bila dikaji dari aspek ekonomi. Perkembanganindustri perhotelan dapat dikatakan dimulai pada tahun 1962 pada saat HotelIndonesia di Jakarta disiapkan untuk menerima duta bangsa-bangsamancanegara dalam rangka pesta olah raga bangsa-bangsa yang berkembang(Games of the New Emerging Forces atau Ganefo). Hotel Indonesia saat itudikelola oleh jaringan Hotel Intercontinental. Sebelumnya memang telah ada beberapa hotel kecil dengan sebutan losmen atau penginapan. Hotel Indonesiadengan demikian merupakan hotel bertaraf internasional yang pertama diIndonesia. Setelah itu, dibangun pula Hotel Samudra Beach di PelabuhanRatu, Ambarukmo Palace Hotel di Yogyakarta, dan The Grand Bali Beach diBali. Keberadaaan suatu hotel memberikan dampak ekonomis yang berarti bagi masyarakat di sekitarnya. Dengan adanya hotel tersebut, penduduk dapat bekerja langsung sebagai karyawan hotel yang bersangkutan, dapat pulasebagai penunjang operasional hotel dengan berperan sebagai rekanan hotel.Dampak sosial juga meningkat karena keberadaan hotel tersebut. Hal ini terjadi karena peningkatan penghasilan penduduk meningkatkan taraf hidup sehingga sekaligus meningkatkan kondisi sosial mereka. Sebelum hoteltersebut dibangun, penduduk setempat dapat berpartisipasi dalam kegiatan proyek hotel.

Dari sisi penerimaan pemerintah, hotel memberikan pemasukan bagi pemerintah terutama untuk pajak pembangunan I, pajak bumi dan bangunan, dan pajak penghasilan. Dapat disimpulkan bahwa secara ekonomidan sosial kontribusi hotel pada suatu kawasan cukup berarti. Di sisi lain,harus dicermati pula bahwa hotel berpotensi untuk memberikan tekanan fisik dan nonfisik pada lingkungan sekitarnya. Tekanan pada lingkungan fisik diakibatkan antara lain oleh limbah cair dan padat yang dihasilkan oleh hotel dari kegiatan operasionalnya. Untuk itu, manajemen hotel hendaknya sadar lingkungan sehingga tekanan yang diberikan oleh hotel dapat dikendalikansampai pada tingkat yang paling minimal.Berdasarkan uraian tersebut, kelompok kami tertarik untuk mengangkat bahasan mengenai perhotelan yang dihubungan dengan sisi akuntansi,sehingga judul dari makalah kami adalah “Akuntansi Perhotelan” .

1.2 Rumusan Masalah

Dalam makalah ini kami bermaksud untuk mengangkat beberapa hal yang berkaitan dengan Akuntansi Perhotelan, yaitu:

1.Apa saja karakteristik hotel dan produknya?

2.Departemen apa saja yang terkait dengan Laporan Keuangan Hotel?

3.Bagaimana Laporan Keuangan sebuah hotel?

1.3 Tujuan dan Manfaat Makalah

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang:

1.Karakteristik hotel dan karakteristik produk sebuah Hotel;

2.Departemen-departemen terkait pelaporan keuangan hotel;

3.Contoh laporan keuangan sebuah hotel.

Manfaat dari makalah ini, yaitu diharapkan dapat menambah wawasan bagi penulis, para pembaca dan audiens tentang akuntansi perhotelan di Indonesiakhususnya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hotel

Pengertian hotel menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 65Tahun 2001 tanggal 31 September 2001, yaitu:“Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapatmenginap atau istirahat, memperoleh pelayanan dan atau fasilitas lainnyadengan dipungut bayaran, termasuk bangunan lainnya yang menyatu dikeloladan dimiliki oleh pihak yang sama kecuali untuk pertokoan dan perkantoran.”“Hotel merupakan bangunan yang menyediakan jasa kamar untuk jangka pendek, makanan, minuman, dan jasa lain yang diperlukan dengan imbalan pembayaran dari para tamu.” (Wikipedia, diakses 19 November 2009)Dari batasan mengenai hotel tersebut dapat diungkapkan bahwa hotelmerupakan usaha yang mencari laba sebagai hasil akhir aktivitas bisnisnya.Oleh karena itu, manajemen hotel akan berupaya sedemikian rupa agar tujuanini pada akhir suatu periode dapat tercapai. Berbagai aktivitas dilakukan olehmanajemen hotel untuk mencapai sasaran laba yang direncanakan, diantaranyamengadakan pelatihan bagi dan staf sehingga dapat memenuhi tingkat layananyan diharapkan oleh tamu, mengadakan kegiatan promosi dan pemasaran, pengendalian biaya operasional, pengendalian lingkungan fisik hotel, danaktivitas-aktivitas lainnya.

2.2 Fungsi dan Peranan Hotel

Fungsi utama dari hotel adalah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan tamu (wisatawan atau pelancong) sebagai tempat tinggal sementara selama jauh dari tempat asalnya. Pada umumnya kebutuhan utama para tamu dalam hotel adalah istirahat, tidur, mandi, makan, minum, hiburan dan lain-lain. Namun dengan perkembangan dan kemajuan hotel sekarang ini, fungsi hotel bukan saja sebagai tempat menginap atau istirahat bagi para tamu, namun fungsinya bertambah sebagai tujuan konferensi, seminar, lokakarya, musyawarah nasional dan kegiatan lainnya semacam itu yang tentunya menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap.

Dengan demikian fungsi hotel sebagai suatu sarana komersial berfungsi bukan hanya untuk menginap, beristirahat, makan dan minum tetapi juga sebagai tempat melangsungkan berbagai macam kegiatan sesuai dengan tujuan pasar hotel tersebut.

Dalam menunjang pembangunan negara, usaha perhotelan memiliki peran antara lain :

  1. Meningkatkan industri rakyat
  2. Menciptakan lapangan kerja
  3. Membantu usaha pendidikan dan latihan
  4. Meningkatkan pendapatan daerah dan negara
  5. Meningkatkan devisa negara
  6. Meningkatkan hubungan antar bangsa.

2.3 Karakteristik Usaha industri Perhotelan

Gambaran Umum Aktivitas Industri Perhotelan Secara umum, ruang lingkup kegiatan subsektor industri hotel meliputi penyediaan jasa di bidang perhotelan dengan segala fasilitas dan sarana penunjangnya yang terdiri dari :

  1. Akomodasi (yaitu ruang inap beserta seluruh kelengkapannya)
  2. Perkantoran (yaitu ruang kantor beserta fasilitas komunikasi)
  3. Pusat perbelanjaan (yaitu ruang toko beserta fasilitas penunjangnya)
  4. Apartemen (yaitu ruang huni permanen beserta kelengkapannya)
  5. Sarana rekreasi dan hiburan (contoh restoran, kafe, kolam renang, pusat kebugaran, sauna, dan lain-lain)
  1. Sarana penunjang lainnya (contoh areal parkir, binatu, banquet, jasa boga, pusatlayanan kegiatan bisnis, tranportasi, pemesanan tiket, perwakilan agen wisata, danlain-lain). Oleh karena seluruh kegiatan yangtersebutdiatasumumnya terintegrasi dalam satulokasi, maka pihak manajemen hotel biasanya menerapkan konsep responsibility centeruntuk mengukur dan mengakui pendapatan dan bebannya. Secara umum, pihakmanajemen hotel membagi pengelolaan manajemen menjadi dua bagian yaitu:
  1. Penyedia jasa selaku profit center
  2. Pemelihara sarana dan prasarana selaku cost center.

2.4 Klasifikasi Hotel

Pengklasifikasian hotel bertujuan untuk menciptakan persaingan bisnisyang sehat, memberikan panduan bagi tamu tentang harga dan fasilitas sertalayanan yang diberikan oleh hotel pada klasifikasi tertentu, memberikan panduan bagi para pemilik modal jika hendak berbisnis pada satu klasifikasihotel, dan secara nasional memudahkan saat ingin mengetahui kebutuhan akanhotel pada klasifikasi tertentu.

Mengacu kepada keputusan Menparpostel nomor KM 94/HK.103/MPPT-87 tentang Ketentuan Usaha dan Penggolongangan Hotel, hoteldiklasifikasikan dalam 5 (lima) golongan kelas, yaitu satu bintang, dua bintang, tiga bintang, empat bintang, dan lima bintang. Peringkat bintangtersebut memberikan petunjuk untuk kelas layanan yang diberikan. Makintinggi peringkat bintang suatu hotel, makin tinggi mutu layanan serta makinlengkap fasilitas yang diberikan kepada tamunya.Selain klasifikasi menurut bintang, terdapat pula kasifikasi menurut melati,menurut kamar yang dimiliki, menurut lokasi hotel, menurut jenis tamu,menurut lama tinggal tamu, menurut operasi hotel, dan berdasarkan jenislayanan yang diberikan, dan penjelasan dari masing-masing karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Klasifikasi menurut Melati

Ada 3 (tiga) klasifikasi menurut Melati, yaitu: melati 1, melati 2, danmelati 3. Yang membedakan klasifikasi bintang dan melati adalah tingkatlayanan dan fasilitas hotel dan administrasi. Hotel Melati adalah losmenyang telah beroperasi sebelum klasifikasi hotel diterapkan oleh pemerintah. Agar mutu layanan hotel melati meningkat, klasifikasidiperlukan pula. Fasilitas dan layanan hotel melati lebih terbatasdibadingkan lebih rendah daripada hotel berbintang.

2.Klasifikasi menurut Jumlah Kamar yang Dimiliki

Dilihat dari jumlah kamar yang dimiliki, maka hotel dapat diklasifikasikanmenjadi:

  • Hotel Kecil, dengan jumlah kamar sampai dengan 25 kamar;
  • Hotel Sedang, dengan jumlah kamar sampai dengan 100 kamar;
  • Hotel Menengah, dengan jumlah kamar sampai dengan 300 kamar;4.Hotel Besar, dengan jumlah kamar sampai dengan lebih dari 300kamar.

3.Klasifikasi menurut Lokasi Hotel

Dari sisi lokasi, hotel dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Hotel Bandara ( Airport hotel ), terletak dengan bandara;
  • Hotel di tengah kota (city hotel ), lokasi di tengah kota;
  • Hotel Komersial (commercial hotel ), lokasi hotel di pusat bisnis;
  • Hotel Pantai (beach hotel ), lokasi di tepi pantai;
  • Hotel Stasiun (railway hotel ), dekat dengan stasiun kereta api;
  • Hotel Jalan Raya (highway hotel ), dekat dengan jalan bebas hambatan;
  • Hotel Pelabuhan (harbour hotel ), berdekatan dengan pelabuhan laut;
  • Hotel Pegunungan (mountain hotel ), lokasi hotel berada di daerah pegunungan.
  1. Klasifikasi menurut Jenis Tamu

Dipandang dari tujuan kedatangan tamu, hotel dapat dibedakan menjadi:

  • Untuk bisnis
  • Untuk pemeliharaan kesehatan (penyembuhan);
  • Liburan;
  • Kompetisi olah raga;
  • Tugas kedinasan.
  1. Klasifikasi menurut Lama Tinggal Tamu

Bila dilihat dari rata-rata lama tinggal tamu, maka hotel dapatdiklasifikasikan menjadi:

  • Transient Hotel : Bila rata-rata lama tinggal tamu relatif singkat,sampai dengan 7 hari.
  • Resident Hotel : Bila rata-rata lama tinggal tamu untuk jangka waktuyang lama.
  1. Klasifikasi menurut Masa Operasi Hotel

Dilihat dari sisi masa operasi hotel, maka hotel dapat dikelompokkanmenjadi:

  • Hotel Musiman (seasional hotel ): di negara-negara yang memiliki 4(empat) musim, hotel hanya beroperasi pad musim tertentu.
  • Beroperasi sepanjang Tahun (all year round ): hotel yang beroperasi sepanjang tahun.
  1. Klsifikasi menurut Jenis Layanan yang di berikan

Dilihat dari jenis layanan yang diberikan, hotel dibagi menjadi:

  • Deluxe Hotel: memberikan layanan yang lengkap dan istimewakepada tamunya. Layanan yang luks hotel tercermin dari harga kamar,fasilitas yang ditawarkan, dan kemampuan serta kompetensi karyawanhotel yang tinggi dalam memberikan layanan untuk para tamunya.
  • Ekonomi Hotel: memberikan layanan yang terbatas, misalnya hanyauntuk layanan kamar; demikian [ulas, harga kamar yang ditawarkanlebih murah serta fasilitas yang ditawarkan ole hotel kepada tamunya juga terbatas.

2.5 Karakteristik Produk Hotel

Hotel sebagai industri jasa memiliki beberapa karakteristik produk dengan kekhasan sebagai berikut:

  • Tamu terlibat dalam proses produksi, misal ketika tamu menikmatimakanan di restoran, makanan pesanan tamu diolah di hadapan tamu, prodk minuman campuran diproduksi di depan tamu ketika berada di bar.
  • Tidak dapat dipakai sampel, produk harus dinikmati langsung olehtamu.
  • Jasa yang tidak terjual pada hari tertentu tidak dapat disimpan dandikompensasikan dengan penjualan pada hari berikutnya. Jadi, kamar yang tidak dapat terjual hari ini, tidak dapat dikompensasikan denganpenjualan hari berikutnya; kesempatan penjualan hari ini hilang.Kesempatan penjualan jasa kamar yang telah hilang pada malamsebelumnya tidak dapat dikompensasikan dengan penjualan jasakamar pada malam berikutnya.
  • Tamu sebagai konsumen harus datang langsung ke lokasi hotel untuk menikmati produk hotel.
  • Mutu layanan yang tidak konsisten. Produk yang sama disiapkan olehkaryawan yang berbeda akan menghasilkan mutu yang berbeda. Olehkarena itu, untuk menjaga konsistensi mutu, selalu diadakan inspeksimutu produk sebelum dijual kepada tamu. Misalnya, sebelum kamar siap ditawarkan kepada tamu, diadakan inspeksi atau pengendalianmutu oleh penyelia bagian Tata Graha.
  • Citra hotel tidak kasat mata. Oleh karena itu, diperlukan tindakanuntuk membuat citra hotel menjadi kasat mata. Memberikan seragamkepada karyawan merupakan salah satu upaya agar citra hotelmenjadi kasat mata.
  • Mudah ditiru/ diduplikasi oleh pesaing. Bila suatu hotel menawarkankamar suite plus plunge pool  dan spa, maka hotel lain dengan mudahmemberikan produk yang sama. Produk yang ditawarkan oleh suatuhotel dengan mudah ditiru oleh pesaing karena tidak ada hak patenuntuk produk yang ditawarkan kepada pelanggannya.
  • Selanjutnya oleh kantor depan disampaikan ke bagian pemeliharaan,kemudian bagian pemeliharaan akan memberikan layanan perbaikanfasilitas yang dikeluhkan oleh tamu agar berfungsi dengan baik kembali.

2.6 AKUNTANSI PERHOTELAN

Akuntansi bertujuan memberikan informasi mengenai operasional hotel.Dengan informasi keuangan ini, manajemen akan dapat mengambil keputusanyang lebih tepat. Manajemen memerlukan informasi keuangan dengan tujuan perencanaan, analisis dan pengendalian. Dengan informasi keuangan yangsekarang, manajemen dapat merencanakan kegiatan periode yang akan datang, berupa anggaran periode yang akan datang. Selain itu, manajemen juga dapatmelakukan analisis dan pengendalian yang lebih baik untuk aktivitas operasionalhotel. Informasi keuangan untuk keputusan ekonomis hotel bersumber dari:

Akuntansi keuangan hotel merupakan akuntansi departemental. Artinya,setiap departemen hotel melaporkan hasil operasinya pada periode tertentu.Misalnya, kantor depan hotel melaporkan aktivitasnya setiap bulan. Penjualankamar yang terjadi dalam sebulan dilaporkan bersamaan dengan biaya-biaya yangdiserap untuk menghasilkan penjualan kamar seperti biaya gaji dan upah, biayaalat tulis kantor, biaya yang dipakai habis di kamar tamu, dan lain seagainya.Kantor depan juga melaporkan laba departemen yang di capai pada bulan atau periode tahun tertentu.

  1. Komponen Laporan Keuangan Perhotelan

Laporan Keuangan Hotel

Laporan keuangan terdiri dari :

  1. Neraca;
  2. Laporan Laba Rugi;
  3. Laporan Perubahan Ekuitas;
  4. Laporan Arus Kas; dan
  5. Catatan atas Laporan Keuangan
  6. Neraca

2.Komponen Utama Neraca

Komponen utama neraca terdiri dari:

1) AKTIVA

  1. Aktiva Lancar:
  • Kas dan Setara Kas;
  • Investasi Jangka Pendek;
  • Wesel Tagih;
  • Piutang Usaha;
  • Piutang Lain-Lain;
  • Persediaan;
  • Pajak Dibayar Dimuka;
  • Biaya Dibayar Dimuka; dan
  • Aktiva Lancar Lain-lain.
  1. Tidak Lancar
  • Piutang Hubungan Istimewa;
  • Aktiva Pajak Tangguhan;
  • Investasi pada Perusahaan Asosiasi;
  • Investasi Jangka Panjang Lain;
  • Aktiva Tetap;
  • Aktiva Tidak Berwujud; dan
  • Aktiva Lain-Lain.

KEWAJIBAN

  1. Kewajiban Lancar:
  • Pinjaman Jangka Pendek;
  • Wesel Bayar;
  • Hutang Usaha;
  • Hutang Pajak;
  • Beban Masih Harus Dibayar;
  • Pendapatan Diterima Dimuka;
  • Hutang Jasa Royalti dan Manajemen;
  • Bagian Kewajiban Jangka Panjang yang akan Jatuh Tempo dalam

Waktu Satu Tahun; dan

  • Kewajiban Lancar Lain-lain.
  1. Kewajiban Tidak Lancar
  • Hutang Hubungan Istimewa;
  • Kewajiban Pajak Tangguhan;
  • Pinjaman Jangka Panjang;
  • Hutang Sewa Guna Usaha;
  • Keuntungan Tangguhan Aktiva Dijual dan Disewa Guna UsahaKembali;
  • Hutang Obligasi;
  • Kewajiban Tidak Lancar Lainnya;
  • Hutang Subordinasi; dan
  • Obligasi Konversi.

3) EKUITAS

  • Modal Saham;
  • Tambahan Modal Disetor;
  • Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan;
  • Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Asosiasi;
  • Keuntungan (Kerugian) yang Belum Direalisasi dari Efek TersediaUntuk Dijual;
  • Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap;
  • Opsi Saham;
  • Saldo Laba; dan
  • Modal Saham Diperoleh Kembali.
  1. Laporan Laba Rugi

2.7 Komponen Utama Laporan Laba Rugi

Komponen utama laporan Laba Rugi terdiri dari:

  • Pendapatan Usaha;
  • Beban Departementalisasi;
  • Laba (Rugi) Departemen;
  • Beban Usaha;
  • Laba Kotor Usaha;
  • Beban Usaha Lainnya;
  • Laba (Rugi) Usaha;
  • Penghasilan (Beban) Lain-lain;
  • Bagian Laba (Rugi) Perusahaan Asosiasi;
  • Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan;
  • Beban (Penghasilan) Pajak;
  • Laba (Rugi) dari Aktivitas Normal;
  • Pos Luar Biasa;
  • Laba (Rugi) Bersih;
  • Laba (Rugi) Per Saham Dasar; dan
  • Laba (Rugi) Per Saham Dilusian.
  1. Laporan Perubahan Ekuitas

2.8 Komponen Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan ini harus menyajikan:

  • Laba atau rugi bersih periode bersangkutan
  • Setiap pos yang berdasarkan PSAK terkait diakui secara langsung dalamekuitas.Contoh pos ini antara lain keuntungan (kerugian) yang belum direalisasidari efek tersedia untuk dijual.
  • Pengaruh kumulatif dari perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi atas

kesalahan mendasar sebagaimana diatur dalam PSAK terkait

  • Transaksi modal dengan pemilik dan distribusi kepada pemilik antara lain berupa penyetoran modal saham dan pembagian dividen.
  • Saldo laba atau rugi pada awal dan akhir periode, yang dibagi dalam:
  • Rekonsiliasi antara nilai tercatat dari masing-masing jenis modal ditempatkan dan disetor penuh, tambahan modal disetor dan pos-pos ekuitas lainnya pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan secara terpisahsetiap perubahan.
  1. Laporan Arus Kas

2.8 Komponen Utama Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas harus menyajikan arus kas selama periode tertentu dan

dikelompokkan menurut klasifikasi aktivitas sebagai berikut:

  • Arus Kas dari Aktivitas Operasi
  • Arus Kas dari Aktivitas Investasi
  • Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
  1. Catatan atas Laporan Keuangan
  2. Pengertian Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan:
  • Gambaran umum perusahaan;
  • Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansiyang diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;
  • Informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan dalam neraca,laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas;
  • Informasi lain yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.
  1. Pos-pos yang nilainya material, harus dirinci dan dijelaskan dalam Catatan atasLaporan Keuangan. Sedangkan untuk pos-pos yang bersifat khusus untuk industriperhotelan, harus dirinci dan dijelaskan pada Catatan atas Laporan Keuangan tanpamempertimbangkan materialitasnya.
  2. Pos hasil penggabungan beberapa akun sejenis dirinci dan dijelaskan sifat dariunsur utamanya dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
  3. Aktiva yang dijaminkan harus diungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos.Apabila aktiva perusahaan diasuransikan, harus diungkapkan jenis dan nilai aktivayang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi serta pendapat manajemen ataskecukupan pertanggungan asuransi. Dalam hal tidak diasuransikan, harusdiungkapkan alasannya.
  4. Pedoman ini tidak menentukan bentuk penyajian Catatan atas Laporan Keuangan.

BAB III

KESIMPULAN

1.Kesimpulan

Hotel merupakan usaha yang mencari laba sebagai hasil akhir aktivitas bisnisnya. Oleh karena itu, manajemen hotel akan berupaya sedemikian rupa agar tujuan ini pada akhir suatu periode dapat tercapai. Berbagai aktivitas dilakukanoleh manajemen hotel untuk mencapai sasaran laba yang direncanakan,diantaranya mengadakan pelatihan bagi dan staf sehingga dapat memenuhi tingkatlayanan yan diharapkan oleh tamu, mengadakan kegiatan promosi dan pemasaran, pengendalian biaya operasional, pengendalian lingkungan fisik hotel, danaktivitas-aktivitas lainnya.Dalam bisnis perhotelan, terdapat pengklasifikasian hotel yang bertujuanuntuk menciptakan persaingan bisnis yang sehat, memberikan panduan bagi tamutentang harga dan fasilitas serta layanan yang diberikan oleh hotel pada klasifikasitertentu, memberikan panduan bagi para pemilik modal jika hendak berbisnis pada satu klasifikasi hotel, dan secara nasional memudahkan saat inginmengetahui kebutuhan akan hotel pada klasifikasi tertentu. Pengklasifikasianhotel diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Klasifikasi menurut Melati;
  • Klasifikasi menurut Jumlah Kamar yang Dimiliki;
  • Klasifikasi menurut Lokasi Hotel;
  • Klasifikasi menurut Jenis Tamu
  • Klasifikasi menurut Lama Tinggal Tamu;
  • Klasifikasi menurut Masa Operasi Hotel;
  • Kalsifikasi menurut Jenis Layanan yang di berikan

Industri perhotelan juga memiliki laporan keuangan sama dengan usaha lain yaitu :

  • Neraca;
  • Laporan Laba Rugi;
  • Laporan Perubahan Ekuitas;
  • Laporan Arus Kas; dan
  • Catatan atas Laporan Keuangan

Makalahkita.com sebagai bahan referensi kebutuhan karya tulis makalah pendidikan, ekonomi, islam, filsafat, agama, bahasa indonesia, biologi, hukum, kesehatan, kewarganegaraan, kewirausahaan, olahraga, sains, sejarah dan tips makalah.